
"Ada apa sih ma teriak-teriak?" tanya Susan dengan nada yang malas dan ekspresi mengantuk.
"Apa kau sudah melihat berita yang sedang ramai hari ini?" tanya Marlina balik.
"Berita apa ma?" tanya Susan ingin tahu.
"Lihat ini,ini si Winnie 'kan?" ujar Marlina sambil menunjukkan sebuah berita yang juga menunjukkan foto Winnie bersama Arya.
Susan pun langsung membulatkan kedua matanya.
"Bagaimana mama tahu?" tanya Susan yang kaget.
"Apa gunanya punya ponsel jika berita seperti ini saja mama tidak tahu.!" ujar Marlina.
"Kalau begitu bagus 'kan kalau Winnie akan menikah dengan pria itu?" tukas Susan.
"Iya,memang bagus untuk dia.Tapi bagaimana dengan kita?Kenapa tiba-tiba dia akan menikah tanpa memberitahu kita??Dia seharusnya tahu bahwa dia masih memiliki keluarga.!" protes Marlina tidak senang.
"Biarkan saja lah ma,kita tidak usah mengusik hidupnya lagi.Dia sudah menemukan kebahagiaan sebenarnya.Lebih baik mama fokus pada diri mama sendiri.Daripada protes yang tidak akan bisa merubah keadaan dia " jelas Susan memberi nasehat pada ibunya.
Marlina pun seketika memandang sinis ke arah Susan.
"Tidak ada gunanya aku bicara pada mu." pekiknya dengan kesal dan langsung pergi.
Sementara Susan memilih mengabaikan sang ibu dan kembali beristirahat.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Sebelum hari pernikahan tiba,Maya pun mengajak Winnie pergi ke suatu butik ternama.Dimana butik tersebut adalah butik yang menjual atau menyewakan berbagai macam gaun pernikahan.
Tiba ditempat tersebut,Maya mengajak Winnie memasuki butik tersebut.Dan terlihat seorang wanita langsung menyambutnya dengan ramah.
"Selamat sore nyonya Maya,saya senang bisa menyambut kedatangan anda." sapa wanita tersebut.
"Selama sore dan terima kasih untuk sambutannya.Tolong pilihkan gaun yang terbaik dan termewah di tempat ini untuk menantu saya." ujar Maya meminta wanita itu yang sekaligus pemilik butik tersebut.
"Dengan senang hati nyonya.Mari ikut saya nona."jawab wanita sambil mengajak Winnie untuk memilih gaun yang cocok untuknya.
Winnie hanya mengangguk tersenyum.
Beberapa jam setelah mencoba beberapa gaun,akhirnya Maya pun menentukan sebuah gaun indah yang sangat cocok untuk Winnie.Terlebih saat Winnie masih mencoba gaun tersebut.
__ADS_1
"Prefect..Kamu cantik sekali dengan gaun ini sayang." puji Maya sesaat memandangi gaun yang masih dipakai oleh Winnie.
Winnie pun hanya bisa tersenyum malu.
"Benarkah Bu?" tanya Winnie sambil ikut memandangi gaunnya.
"Iya sayang,ibu yakin Arya juga pasti suka dengan gaun yang kamu pakai." jawab Maya yang ikut tersenyum.
Disela obrolan mereka,Arya pun datang menghampiri mereka.
"Maaf,aku terlambat." sahut Arya saat datang menghampiri sang ibu dan Winnie.
Dan tanpa diduga,Arya langsung tercengang saat melihat penampilan Winnie yang memakai gaun tersebut.
Oh,God ..Ternyata dia cantik sekali dengan gaun ini. puji Arya dalam hatinya.Saat ia tak berhenti memandangi penampilan Winnie.
Maya yang menyadari Arya yang melihat tercengang,seketika tersenyum.
"Bagaimana?cantik bukan Dila memakai gaun ini?" tanya Maya saat meminta pendapat pada Arya.
Arya pun langsung tersadar dan menoleh ke arah sang ibu.
"Ah,iya Bu..Dila sangat cantik.Dan pilihan gaun ini sangat cocok untuknya." jawab Arya yang sependapat dengan sang ibu.
"Ya sudah,kalau begitu kita pilih gaun ini.Dan hanya tinggal kau saja yang akan mencoba kemeja dan jasnya Arya." ujar Maya menyuruh Arya untuk mencoba pakaian nya.
Arya pun mengangguk dan menuruti perkataan Maya. "Iya Bu." jawab Arya langsung mencoba pakaian yang sudah ditentukan Maya sebelumnya.
...****************...
Setelah mencoba beberapa model gaun dan jas.Maya pun mengajak Winnie dan Arya untuk makan malam disebuah restoran.
Maya pun langsung memesan beberapa menu direstoran tersebut.Winnie dan Arya hanya mengikuti yang dipesankan oleh Maya.
"Maaf Bu,kak aku permisi ketoilet dulu." ujar Winnie memberitahu Arya dan Maya.
"Iya sayang,pergi lah." sahut Maya mengijinkan Winnie untuk pergi ketoilet.
Winnie langsung beranjak bangkit dan berjalan ke arah toilet.
Setelah selesai,Winnie pun berjalan ke arah keluar toilet.
Namun,saat baru beberapa langkah ia keluar seseorang tiba-tiba menabrak dirinya tanpa sengaja.
__ADS_1
Buk..
"Sori,aku tidak sengaja." sahut seorang wanita dan langsung menoleh ke arah Winnie.
"Tidak apa-apa." jawab Winnie dengan kepala menunduk.
Wanita itu pun beberapa saat memperhatikan Winnie dan seketika kaget saat ia mengenali Winnie.
"Kau,Winnie si gadis badut itu 'kan?Sedang apa kau disini gadis bodoh?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Miranda,kekasih gelap Lucas sendiri yang masih menjadi kekasih Winnie sebenarnya.
Winnie yang merasa tidak mengenali Miranda,hanya mengernyitkan alisnya keatas.
"Maaf,anda siapa?Sepertinya anda salah orang,saya bukan orang yang anda maksud." tanya Winnie yang bingung.
"Hah??Salah orang??Kau gila ya??Kau itu Winnie 'kan??Bagaimana bisa kau tidak mengakui diri mu?" tanya Miranda yang kaget dan heran dengan pernyataan Winnie yang tak mengakui dirinya.
"Maaf tapi saya bukan Winnie.Permisi." jawab Winnie yang seraya akan pergi meninggalkan Miranda.Karena baginya ia benar-benar tidak mengenali Miranda.Dan masih belum mengingat siapa dirinya.
Namun,dengan rasa tidak puas Miranda justru menarik paksa tangan Winnie sebelum meninggalkannya.
"Hei,apa yang anda lakukan?Apa mau anda?" sentak Winnie yang kaget.
"Kau jangan pura-pura tidak mengakui siapa diri mu gadis bodoh.!Kebetulan sekali kita bertemu disini."
"Aku hanya ingin mengingatkan mu,segera akhiri hubungan mu dengan Lucas.Karena aku muak melihat Lucas masih terus mengingat mu.Paham.!!" hardik Miranda memberi peringatan keras pada Winnie.
"Apa yang anda bicarakan?Aku tidak mengerti maksud mu.Aku juga tidak kenal siapa Lucas."pekik Winnie yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Miranda dari tangannya.
"Kau jangan bohong gadis badut sialan.!!Apa kau sedang mempermainkan ku.!" sentak Miranda mulai emosi.
"Miranda.!!" panggil Lucas dengan nada tinggi.
Membuat Miranda dan Winnie langsung menoleh ke arah Lucas
Lucas pun langsung menghampiri Miranda dan terkejut saat melihat Winnie bersamanya.Miranda langsung menghempaskan tangan Winnie secara kasar.
"Winnie?Kenapa kau bisa disini?kau kemana saja?kenapa kau tidak ada kabar sama sekali?" tanya Lucas yang langsung mengkhawatirkan Winnie saat setelah sekian lama tidak bertemu.
Winnie pun kembali merasa heran dengan Lucas yang ia juga tidak ingat dan merasa tidak kenal.
"Maaf,aku tidak mengenal mu.Aku tidak kenal siapa kalian.Tolong jangan ganggu aku." jawab Winnie dengan tegas dan langsung pergi meninggalkan Lucas dan Miranda.
Lucas pun langsung ingin mengejar Winnie,namun Miranda dengan cepat menahan tangan Lucas dan menatap tajam.
__ADS_1
"Jangan coba kau mengejarnya Lucas.!" sentak Miranda mengancam Lucas.