Gadis Badut Kesayangan CEO

Gadis Badut Kesayangan CEO
Bab 11


__ADS_3

Maya mencari Winnie yang berada di dikamar.


"Dila sayang,ikut ibu yuk." sahut Maya menghampiri Winnie yang baru saja selesai mandi.


"Kemana Bu?" tanya Winnie saat menoleh ke arah Maya.


"Kita jalan-jalan..Apa kamu tidak bosan didalam rumah terus??Bahkan jarang keluar kamar." ujar Maya sambil merangkul lengan Winnie.


Winnie pun langsung tersenyum sambil mengangguk. "Iya Bu,boleh." jawab Winnie langsung menerima ajakan Maya.


Maya dan Winnie pun akhirnya langsung pergi menuju suatu tempat yang akan dikunjungi.


Setibanya ditempat,Maya mengajak Winnie memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar.


"Kenapa kita kesini Bu?" tanya Winnie sebelum memasuki tempat tersebut.Sebab Winnie merasa pernah memasuki tempat tersebut,hanya saja dia tidak ingat dengan siapa.


"Kita akan berbelanja sayang.Ibu ingin membelikan mu baju baru,sepatu dan tas.Bagaimana?" ujar Maya memberi tahunya pada Winnie.


"Ibu serius?" tanya Winnie memastikan lagi.


"Kalau tidak serius untuk apa ibu mengajak mu sampai disini?Ayo sayang." jawab Maya langsung menggandeng lengan Winnie dan memasuki tempat tersebut.

__ADS_1


...****************...


"Susan..Susan.!!" panggil Marlina pada Susan dengan berteriak.


"Iya ma." jawab Susan dengan malasnya.


"Ayo,temani mama pergi." ujar Marlina langsung menarik tangan Susan pergi.


"Kemana ma?Aku malas ikut." tukas Susan menolak ajakan Marlina ibunya.


"Temani mama belanja bulanan.Semua persediaan sudah habis.Cepat.!!" jawab Marlina yang tetap memaksa Susan untuk menemaninya.


Akhirnya Susan pun tidak dapat menolak dan terpaksa menuruti ajakan Marlina.


*


*


Sementara Maya mengajak Winnie ke sebuah toko sepatu yang cukup terkenal dan elit.


Maya pun memilihkan sebuah sepatu cantik untuk dicoba langsung oleh Winnie.

__ADS_1


Winnie pun tampak senang melihat pilihan sepasang sepatu yang dipilihkan oleh Maya.


"Bagaimana sayang?Kamu menyukai sepatu ini?Sepertinya sepatu ini sangat cocok untuk mu." tanya Maya sebelum menentukan pilihan untuk dibayar.


Winnie tersenyum sambil mengangguk " Ini bagus sekali Bu,aku sangat suka." jawab Winnie.


"Oh bagus,berarti selera kita sama sayang.Kalau begitu kita ambil ini ya.Kamu tunggu disini biar ibu bayar dulu." ujar Maya langsung membawa sepasang sepatu itu ke ke kasir.


Winnie pun memilih menunggu sampai Maya selesai membayarnya.


Dan disaat yang bersamaan,Susan tanpa sengaja melihat sosok Winnie dari kejauhan.Awalnya Susan tak yakin jika orang yang dilihatnya adalah Winnie.Tapi,untuk memastikannya Susan pun mencoba mendekati toko sepatu tersebut dan memperhatikan Winnie dari balik dinding kaca tersebut.


Bukankah itu Winnie??Tapi apa benar?? gumamnya sejenak yang terus memperhatikan.


"Susan.! kau sedang apa disitu?" sahut Marlina saat menghampiri Susan.


Susan pun dengan cepat langsung menutupi dinding kaca yang mengarah pada Winnie dengan tubuhnya.


"Ah tidak apa-apa ma.Aku cuma lihat sepatu saja,kupikir sepatunya bagus tapi ternyata jelek.Ayo kita kesana ma,sepertinya aku mau mencari tas" ujar Susan langsung menarik tangan ibunya dan bergegas meninggalkan toko sepatu tersebut,sebelum sang ibu melihat keberadaan Winnie.


Susan sengaja melakukannya,karena ia memang tidak ingin Marlina menemukan Winnie.Ia merasa kasihan jika Winnie sampai kembali tinggal bersama Marlina.Sebab Winnie akan kembali merasakan penyiksaan yang dilakukan Marlina tanpa ampun.

__ADS_1


Walaupun dia tidak pernah membela Winnie,tapi dengan cara seperti itu setidaknya akan membuat Winnie mungkin akan merasa aman.


__ADS_2