
Selesai berbelanja,Maya pun mengajak Winnie untuk pulang ke rumah.Saat mereka akan memasuki area parkiran menuju mobil,tanpa sengaja justru Marlina yang bergantian melihat Winnie yang akan membuka pintu mobil.
Marlina pun membulatkan kedua matanya dan memastikan bahwa yang ia lihat benar Winnie atau bukan.
"Susan,bukankah itu Winnie??" seru Marlina sambil menunjuk ke arah Winnie dari jarak kejauhan.
Susan yang melihat pun seolah tidak melihatnya.Karena ia benar-benar tidak mau jika Marlina berhasil menemukan Winnie.
"Yang mana ma?Aku tidak lihat ma." ujar Susan yang berpura-pura mencari tapi tidak melihat.
"Itu disana??Bagaimana sih kau ini." tukas Marlina yang justru berniat akan mengejar Winnie.
Winnie yang sudah memasuki mobil bersama Maya.Mobil pun langsung pergi sebelum Marlina hampir sempat menemuinya.
"Brengsek.!! Sialan..!!" umpat Marlina dengan perasaan kesalnya.
Susan berjalan menghampiri sang ibu sambil menghela nafasnya.Sementara Marlina langsung menatap tajam ke arah Susan sang anak.
"Kau pasti melihatnya,'kan?"tegur Marlina dengan nada marah.
Susan pun memalingkan wajahnya.
"Kenapa kau tidak mengejar anak itu??Sudah jelas itu si Winnie.!!Apa kau berusaha menghalangi mama untuk menemukan dia??" protes Marlina semakin marah.
__ADS_1
"Sudah lah ma.Kenapa mama masih saja ingin mengganggu hidup Winnie.Kurasa dia sudah hidup bahagia.Makanya dia tidak mau pulang lagi ke rumah kita.Kenapa mama harus begitu ngotot agar Winnie kembali??Tolong berpikir lah lebih dewasa lagi ma,dia pasti ingin hidup bahagia,bukan menderita karena mama." ucap Susan mencoba menasehati Marlina dengan nada pelan.
"Diam kau.!!Dasar anak tidak berguna.!" sentak Marlina langsung meninggalkan Susan.
Susan kembali menghela nafas menerima sikap sang ibu yang masih saja tidak menerima nasehatnya.
...****************...
Nayla datang ke kantor Arya,dengan berniat ingin menemui Arya.
Saat ditemui,Arya tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Hai Arya " sapa Nayla sambil menunjukkan senyumannya.
"Oh,Nayla." seru Arya sesaat menghentikan pekerjaannya.
"Maaf aku menganggu waktu sibuk mu." ujar Nayla.
"Tidak apa-apa.Ada keperluan apa kau datang kesini?" tanya Arya.
"Aku hanya ingin mengajak mu makan siang.Apakah kau punya waktu?"
Sesaat Arya pun menoleh ke arah jam tangannya,yang sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.
__ADS_1
"Oke.Tentu saja." jawab Arya langsung menerima ajakan Nayla.
Nayla pun langsung tersenyum lebar dengan perasaan senangnya.Karena Arya langsung menerima ajakannya.
Selesai mengajak makan siang,Nayla mulai menatap Arya dengan senyum-senyum.Membuat Arya menatap bingung.
"Ada apa??Kenapa kau senyum-senyum?" tanya Arya penasaran.
"Euh..Aku ingin membahas yang pernah ku katakan sebelumnya padamu." ujar Nayla.
"Soal apa?"
"Tentang lamaran ku waktu itu??Apakah kau sudah bisa menjawabnya?" tanya Nayla menyinggung lamaran yang pernah ia bahas sebelumnya.
"Oh tentang itu.Maaf Nayla,sepertinya aku tidak bisa menerima lamaran mu." jawab Arya langsung menolak Nayla.
Seketika senyumannya yang ditunjukkan oleh Nayla sejak tadi berubah menjadi kecewa.
"Kenapa?" tanya Nayla ingin tahu.
"Karena sepertinya aku belum siap untuk menikah dengan ku.Kau wanita yang baik,tapi sayangnya aku belum berpikir untuk menikah dengan mu." jawab Arya menjelaskan alasannya.
"Apa kau yakin Arya?" tanya Nayla memastikan lagi.
__ADS_1
"Iya Nayla.Aku sudah yakin dengan jawaban ku." jawab Arya.