Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab. 10 Kecewa.


__ADS_3

"Tapi Abah,ini tidak adil,kenapa laki-kaki yang akan berbuat tidak senonoh kepada seorang gadis,tapi malah dia akan di biarkan bebas,tanpa mendapatkan hukuman yang setimpal",kata Aliando dengan suara yang tertahan karena emosinya.


Setelah mereka berlima,dengan seorang pria yang tangannya terikat di belakang punggungnya,dan Nayla gadis yang hendak menjadi korban tindakan asusila pria itu,sampai di rumah Sale.Dan mereka bermaksud menjadikan Abah yang memang menjabat sebagai Kepala Adat di Desa itu,jadi penengah yang akan membantu masalah gadis yang sebenarnya bukan penduduk dari Desa Sale.Namun kenyataan yang di terima Aliando,Amar,Daniel,Reno dan Sale sangat jauh dari harapannya.


"Tapi Nayla yang ingin masalah ini di tutup,Aliando,katanya masalah ini jangan lagi di perpanjang".kata Abah dengan suara berat.


"Apa yang dia pikirkan Abah,ada apa dengan gadis itu",kata Aliando dengan mata menyala.


"Abah juga sama dengan kamu,sangat kecewa dengan keputusan gadis itu",kata Abah dengan suara yang masih tertahan.


"Apa alasan dia Abah?".tanya Aliando dengan suara yang cukup tegas.


"Abah dan gadis itu baru bertemu,jadi mungkin dia masih belum nyaman bercerita jujur sama Abah dan Mamah."


Aliando mengusap wajahnya dengan kasar,dia tak habis pikir tentang jalan pikiran gadis itu.Dia sangat kecewa dengan keputusan gadis itu.


Setelah beberapa saat,pria muda yang akan berbuat tidak senonoh kepada Nayla itu,di jemput dua orang yang berpawakan gempal,dengan mengenakan baju setelan celana dan atasannya warna hitam,kalau di tilik dari penampilannya sich,mereka itu terlihat seperti juru pukul atau istilah kerennya bodyguard.


Dua orang bodyguard yang menjemput pria muda itu adalah orang suruhan Bapaknya Fandi.


Ya.....,Fandi adalah pewaris tunggal dari keluarga yang kaya raya,yaitu Juragan kayu yang sukses di kotanya,orang Desa itu biasa memanggil Bapaknya dengan sebutan juragan Maman kayu.Juragan Maman kayu terkenal sampai ke pelosok Desa,karena selain memiliki pabrik kayu dengan karyawan ribuan,dia juga terkenal dengan sebutan juragan Mawan alias Maman yang Dermawan.sebenarnya sangat jauh berbeda dengan sifat Fandi yang culas dan sering memanfaatkan nama terpandang orang tuanya itu untuk kepentingan pribadi yang tidak baik.


Dua orang bodyguard itu membawa Fandi setelah berbicara dengan Abah sebagai kepala Adat dan tuan Rumah di rumah itu.


Fandi tersenyum licik ke arah ke lima pemuda itu,khususnya ke arah Aliando dengan menatap tajam mata Aliando,dengan senyuman yang tersungging dari bibirnya penuh kebencian,dan mata itu seperti mata yang menyimpan demdam untuk Aliando.Entah,,,,,,hanyalah Fandi yang tahu.


Aliando menarik kuat tangan Nayla untuk sedikit menjauh dari keempat temannya itu,setelah kepergian Fandi dan kedua bodyguardnya itu.


"Katakan,apakah kamu gadis yang bodoh atau kamu merencanakan semua ini agar kamu dapat di nikahi oleh laki-laki itu!!!!!?????".tanya Aliando dengan mata yang berapi-api karena amarahnya tidak dapat di bendungnya lagi.

__ADS_1


"Katakan apa yang kamu rencanakan di otakmu?,Apa kamu menyukai laki-laki itu sehingga kamu harus membebaskan perlakuan kotornya,agar dia bisa mengulangi perbuatannya itu padamu?????".


Gadis itu tidak menjawab semua tuduhan yang di lemparkan Aliando padanya,meski semua kata-kata Aliando sangat menyakiti hatinya sebagai seorang perempuan,dia hanya menangis dengan tersedu-sedu untuk mengurangi sakit hatinya itu.


"Ja wa b Nay!!!?",Aliando sangat murka di cengkramnya bahu gadis itu agar menghadap dirinya,di tatapnya mata gadis itu dengan tajam,padahal Aliando selama ini adalah mahluk dengan sifat dinginnya hingga bahkan terkesan tidak perduli,pada makhluk yang bernama perempuan,tapi ini lah yang terjadi pada Aliando dengan amarahnya yang menggila.


Bahkan Nayla sangat takut dengan sikap Aliando yang seperti itu sekarang,namun dia hanya tetap bungkam dengan tangisnya tanpa berani menatap mata Aliando meski hanya sebentar.Karena Nayla juga baru tahu laki-kaki tampan yang kini sedang menghakimi dirinya dengan kata-kata amarahnya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan saya,berarti semua yang saya katakan tentang kamu benar".kata Aliando tangannya masih mengcekram bahu gadis itu.


Teman-temannya yang tadi hanya diam melihat sikap Aliando seperti itu,tapi kini mereka tidak bisa membiarkan Aliando lagi,karena nanti semakin menyakiti hati gadis malang itu.


Amar memegang tangan Aliando yang masih mengcekram bahu Nayla."Do,,,,lepaskan dia,kamu akan menyakiti dia,Do".kata Amar dengan pelan tepat di telinga Aliando.


"Do,,,,,Nayla punya hak untuk melakukan itu,dan kita harus menghargainya".kata Amar lagi, setelah Aliando menyadari cengkeraman tangannya,yang hanya akan menyakiti tubuh gadis itu,buru-buru Aliando melepaskan tangannya dari bahu gadis itu dengan cepat.


"Benar Do,,,, kita harus menghargai keputusan dia".kata Reno menepuk lembut bahu sahabatnya itu.


Abah mendekati Aliando dan berkata dengan suara yang terdengar sangat bijaksana."Aliando,,,Abah juga sangat kecewa dengan keputusan gadis itu,tapi sebagai manusia,dia juga punya hak untuk memutuskan setiap jalan yang dia pilih,lepas dari alasan yang mungkin hanya dia sendiri yang tahu,meski itu tidak sejalan dengan pemikiran yang kita miliki".


"Tapi sepertinya laki-laki itu,orang yang culas,,, bagaimana kalau dia mengulangi perbuatannya lagi,Abah?".tanya Aliando bukan tanpa alasan karena tatapan Fandi pada dirinya yang menyimpan dendam.


"Itu juga yang Abah khawatirkan Aliando,tapi kita hanya bisa apa?".


"Iya betul kata Abah,Do..",kata keempat temannya yang kini sudah ada di dekatnya.


Teman-temannya saja sudah mau menerima keputusan gadis itu dengan lapang dada,meski dengan rasa kecewanya,yang pasti sama seperti yang di rasakannya,tapi kenapa Aliando begitu sulit menerima semua itu,seolah dialah yang menjadi korban hingga dirinya merasakan sakit hati yang begitu dalam.Seolah-olah gadis itu memiliki ikatan dengan dirinya,sehingga dirinya begitu semarah itu,tidak mampu menerima kenyataan yang terjadi pada gadis itu.


Siapa gadis itu bagi Aliando? dan siapa Aliando bagi gadis itu?.meski pada kenyataannya mereka tidak memiliki ikatan dalam bentuk apapun.

__ADS_1


Iya,,,,mulai detik ini Aliando tidak akan memikirkan perasaan apapun yang berhubungan dengan gadis itu,yang lebih jelasnya gadis yang baru dirinya kenal.


Aliando merasa malu dengan dirinya sendiri yang sudah berani bersikap,seolah-olah Aliando berhak atas diri gadis itu.Padahal gadis itu bukan lah siapa-siapa baginya,yang tidak pantas Aliando pikirkan,yang tidak pantas juga di perlakukan istimewa olehnya.Dia harus tersenyum dan bersikap wajar seperti teman-temannya pada gadis itu.Tidak boleh ada yang lebih.


Masih banyak gadis yang setara dengan dirinya,yang lebih pantas untuk dia pikirkan,baik dari segi fisik atau segi pendidikan,ya...seperti para gadis yang cantik-cantik di kampusnya yang selalu mengejar-ngejar dirinya,bukanlah seperti Nayla yang tidak pantas bersanding dengannya walau hanya berteman,karena mereka benar-benar berbeda dalam segalanya,Bagai Bumi dan Langit,itulah predikat yang pantas untuk dirinya dan gadis itu.


"Baiklah,saya hanya merasa kasihan pada gadis itu,karena nasibnya yang malang".jawab Aliando yang harus menyembunyikan rasa perasaan hatinya yang harus tetap menjadi rahasia Alam.


Abah menepuk-nepuk lengan Aliando dengan lembut."Kamu dan teman-temanmu orang yang sangat baik,mau menolong dan perduli dengan kesusahan orang lain,tidak perduli yang kalian tolong adalah orang yang baru kalian kenal sekalipun.Abah sangat beruntung telah mengenal kalian,dan sekarang bagi Abah kalian adalah anak-anak Abah juga,,,,,.Seperti Sale."Abah berkata panjang,membuat Aliando semakin berfikir bahwa manusia sudah selayaknya harus saling membantu terlepas kita harus mengenal terlebih dahulu orang itu,seperti kisah Aliando dan teman-temannya,yang mengenal Sale dan keluarganya,yang awalnya Sale menawarkan diri untuk membantu mereka dengan jadi pemandu di daerah tujuan tempat untuk mengisi liburan kuliah mereka,sampai Sale memberikan tumpangan untuk mereka tinggal selama liburan,sampai mereka semakin dekat dengan Sale dan kedua orangtuanya yang sudah menganggapnya keluarga dan anak,sampai Aliando mengenal Nayla yang sudah memporak porandakan sisi lain dari dalam dirinya,yang dirinya sendiri pun belum bisa mengerti sisi lain itu sendiri.


"Abah,,,kita akan pulang ke Jakarta hari ini".kata Amar setelah mereka diam beberapa saat.membuat Daniel dan Reno juga Sale melihat ke arah Amar dan Aliando bergantian.


"Iya kita sudah memesan tiket untuk penerbangan akhir dari Samarinda".kata Amar lagi.


"Kalau begitu kita harus bersiap dong",kata Reno,yang membuat Mamah yang berdiri di dekat Nayla yang masih tersisa tangisnya monoleh pada ke lima pemuda itu.


"Apa kalian akan besiap sekarang?",tanya Mamah sambil berjalan ke arah mereka."Kalian akan benar-benar pergi meninggalkan Mamah hari ini?",tanyanya lagi dengan wajah yang terlihat sedih.


"Kan Aliando sudah bilang,kalau Mamah merindukan kita, Mamah akan video call kita" ,kata Daniel menghibur Mamahnya si Sale.


"Iya Nak,,, Mamah akan lakukan itu".kata Mamah sambil mengusap air matanya yang mulai meleleh di pipinya."Kalian bersiaplah,jangan sampai kalian ketinggalan peasawat".


"Senyum dong Mah",celetuk Sale yang masih terlihat sedih itu.


"Iya Nak,,, ",kata Mamahnya sambil tersenyum meski sangat sulit.


Setelah keempat pemuda itu bersiap dan mereka sarapan bersama siang itu.


Mereka pun berpamitan untuk kembali ke Jakarta di antar Sale ke kota dari Desa Sale tinggal.

__ADS_1


Malam itu mereka berempat meninggalkan Kalimantan ke Jakarta dengan penerbangan akhir.Meninggalkan segala kenangan yang telah tercipta di sana,dan juga terukir di hati Aliando,Amar,Daniel dan Reno,dan tentu saja di hati Aliando yang merasakan sebagian perasaannya hilang tertinggal di sana.Entahlah......Aliando pun tidak tahu.


__ADS_2