
Aliando, Amar, Daniel dan Reno,mereka berempat berjalan kembali menuju ke pelabuhan.Tepat saat mereka sudah sampai di pelabuhan tak lama kemudian kapal kayu pun bersandar.
Pelabuhan kampung baru ini tidak terlalu besar seperti Pelabuhan Semayang yang selalu ramai dengan hiru pikuknya,jadi kalau kita travelling dan tidak terlalu di buru waktu lebih asyik kalau kita naik kapal klothok ini menuju Panajam Paser.
Mereka berempat menaiki kapal klothok dengan penumpang lainnya yang sudah menunggu kapal tiba.tidak membutuhkan waktu yang lama kapalpun sudah penuh dengan penumpang.Dan kapalpun berlayar menuju tujuan.
Cuaca hari ini begitu indah,ombaknya tenang sehingga kapalpun berlayar dengan tenang juga.
Aliando, Amar, Daniel dan Reno berdiri di pinggir pembatas kapal yang terbuat dari kayu itu,Mereka Menikmati pemandangan indah di sejauh mata mereka memandang pelabuhan itu di kelilingi oleh hamparan hijau.
"Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan."celetuk Amar karena rasa kagumnya atas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
"Makenye ye,lu lu kudu bersyukur hari ini lu lu pade masih bise bernafes dan masih bise sampai sini".kata Reno yang memang betawi asli.
"Iye iye,gue bersyukur".kata Daniel yang menirukan logat betawi dari Reno.
Aliando masih asyik dengan hobynya memotret,tak jarang juga penumpang lainnya juga tak luput dari sasaran obyek photonya,begitu juga ketiga temannya pun tak luput dari obyek hobbynya.
"Niel,,,,Niel,,, coba lu geser agak ke kanan."kata Aliando yang masih mengarahkan cameranya kali ini ke arah sobatnya itu.
Daniel dengan suka rela melakukan apa yang di katakan Aliando padanya,tidak ada orang lain juga kok,di sekitar mereka kecuali Amar yang kali ini berdiri di dekat Aliando.
"Ya,,ya,, seperti itu",kata Aliando lagi setelah posisi Daniel di rasa pas menurutnya,dengan latar belakang senja di atas kapal klothok itu"Rileks Niel",katanya lagi tanpa melepaskan tatapan matanya yang masih menempel di lensa camera.Aliando mengabadikan beberapa moment itu.
"Lu kan cakep,kayak penyanyi BTS tuh".kata Aliando lagi.
"Iya Niel betul si Ado tuh,Ente kali aja ada darah-darah Chinese gitu."kata Amar yang masih menatap wajah sobatnya itu.
"Masa iya ya,,, ?,perasaan kagak ada darah-darah Chinese dalam keluarga gua",keningnya berkerut mengingat asal muasal ke dua orang tuanya,"Bokap dan Nyokap asli Sunda,malah".
"Ah,,,,kali aja Ente kagak tahu,moyang Ente dulunya ada yang terdampar di laut Korea".masih juga Amar serius dengan kata-katanya,membuat Aliando tersenyum mendengarnya.
"Kayak Opa-Opa ya Mar si Daniel?",akhirnya juga Aliando menimpali kata-kata si Amar.
"Ya betul banget Ente Do." jawab Amar sembari jari telunjuk dan ibu jarinya seolah membentuk pistol yang diarahkan ke Aliando.
"Dulu aja waktu pertama bertemu Daniel,gue pikir ada personil BTS yang kuliah di tempat kita".di sambut tawa lepas si Daniel mendengar kata-kata Amar sobatnya,yang terdengar lucu di telinganya."Hahahahahaha..... ".
"Tidak, tidak,,,, ".Amar memotong tawa Daniel".Gua serius nih Niel".
Daniel bukannya berhenti tertawa,tapi kali ini dia malah semakin lepas tawanya demi melihat mimik wajah Amar yang terlihat menggemaskan dengan aura timur tengahnya.
__ADS_1
Aliando yang melihat wajah Amar seperti itu jadi ikut tertawa lepas."Iya,,, Ya,,, benar juga semua yang di katakan Amar."kata Aliando setelah mereka berhenti tertawa.
"Trimakasih atas pujian kalian",kata Daniel dengan kejujuran kedua sahabatnya itu,memang sih saat Daniel berkaca di cerminnya dia mengakui juga apa yang selama ini banyak orang katakan tentangnya,bahwa dirinya ganteng seperti opa-opa,apalagi di tunjang dengan tubuh atletisnya.
"Sebetulnya gua tuh mau jujur sama kalian."kata Daniel dengan wajah di buat seperti orang yang sedang serius.
"Apa tuh?",tanya Aliando di sambut anggukan Amar.
"Gua sebenarnya mengakui,,,,"Daniel diam sejenak.Membuat kedua temannya itu jadi serius mendengarkanya.
"Apaan sih Niel,lu mau ngomong apa?",Aliando tidak sabar lagi menunggu apa yang akan di katakan temannya itu.
"Iya nih,si Daniel bikin kita penasaran saja",timpal Amar.
"Ok,, ok,,".Amar masih memasang wajah serius demi menggoda Aliando dan Amar meski dalam hatinya,Daniel tertawa karena melihat ke dua temannya itu semakin serius.
"Gua mengakui sih kalau sebenarnya gua itu sudah cakep dari orok malah tidak kalah dengan kegantengan yang kalian miliki."
"Sialan lu Niel!",akhirnya Aliando jadi memberi bogem ke pundak Daniel tapi tak membuat temannya itu kesakitan karena hanya pelan.
"Gue pikir Ente mau ngomong apaan brow".kata Amar.Akhirnya mereka bertiga tertawa lepas.
"Eh...Kemana ya si Reno?"tanya Aliando setelah tawa mereka reda.
"Tuh si Reno,gaess".kata Daniel seraya menunjuk sosok yang duduk di kursi kayu sambil memangku travelbagnya sedang di tangannya ada ponsel.
Mereka bertiga,Aliando,Amar dan Daniel menghampiri Reno yang memang tengah lagi asik dengan ponselnya,dan Reno tidak menyadari kehadiran ketiga temannya yang sudah berada di dekatnya.
Amar memberi isyarat kepada kedua temannya itu untuk tidak mengeluarkan suara,dengan meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya.
Aliando dan Daniel menangkap nama Seorang cewek di ponsel Reno dengan matanya yang membuat ke tiganya saling pandang dan mengangkat bahu mereka,karena Reno masih juga belum menyadari kehadiran ketiga temannya itu.
"Haiiiii......"Sapa Reno beberapa saat,setelah menyadari kehadiran ketiga temannya itu,senyumnya mengembang."Sudah foto-fotonya?"tanyanya menutupi kegugupannya.
"Sudah dong."kata Aliando dengan memasukkan cameranya ke dalam travelbagnya,"Tinggal lu yang belum gue photo."
"Haaaahaaahaaaa,,,,,,,"Reno tertawa lepas demi mendengar kata-kata Aliando yang hanya menyindirnya.
"Jadi lu pacaran,ceritanya No?".tanya Daniel kemudian.
"Kagak".jawab Reno dengan cepat.
__ADS_1
"Lha terus?",tanya Amar.
"Ini si Amira Whatsapp gue duluan gaess".sambil menunjukkan ponselnya kepada ketiga temannya itu.
"Amira siapa?"Tanya ketiga temannya hampir bersamaan seperti paduan suara,yang membuat sebagian penumpang melemparkan pandangan kepada mereka berempat.
"Iya Amira"Kata Reno."Itu teman Naraya,pramugari itu"Reno memberi penjelasan tentang pertanyaan ketiga temannya,mungkin memang hanya Reno yang tahu nama Amira.
"Ooooooo.... ".Aliando,Amar dan Daniel melakukan paduan suara lagi,yang lagi-lagi membuat sebagian penumpang kayu itu menoleh pada mereka.
Meski tidak di pungkiri,sebagian para penumpang kapal kayu itu merasa terhibur dengan kelakuan keempat pemuda ganteng-ganteng itu, tidak sedikit juga orang yang melemparkan senyuman untuk mereka.
Tiba-tiba seorang ibu muda dan laki-laki yang juga masih muda,sepertinya mereka sepasang suami istri,ibu itu tengah hamil karena terlihat perutnya membuncit,mereka berdua menghampiri keempat pemuda tampan itu.
"Maaf mas".kata suami ibu itu setelah mereka berdiri di antara keempatnya."Istri saya sedang hamil,dia ingin foto dengan kalian".katanya dengan hati-hati,dengan menatap Aliando, Amar, Daniel dan Reno satu persatu."Apa kalian keberatan?",tanya laki-laki itu lagi,yang melihat mereka berempat hanya diam,tidak ada jawaban dan mereka terlihat hanya mematung.
Bukan mereka tidak mau menuruti keinginan wanita hamil itu,tapi mereka hanya tidak mengerti kenapa wanita hamil itu menginginkan foto dengan mereka yang bukan siapa-siapa,bukan artis, ataupun orang terkenal.
"Ah.. tentu saja kita mau".jawab Amar kemudian."Kenapa kita harus keberatan,ya kan gaess?".lagi-lagi kata Amar,memecah kediaman teman-temannya itu.
"Iya tentu saja kita tidak keberatan kok",kata Daniel tersenyum.
Aliando dan Reno hanya mengangguk setuju dengan perkataan kedua temannya itu.
Mereka berempat kemudian berdiri membentuk formasi sehingga ibu muda yang tengah hamil itu berdiri tepat di tengah keempat pemuda itu,yang terlihat sangat kecil di antara Aliando,Amar,Daniel dan Reno,karena tubuh keempat pemuda itu yang tingginya kira-kira180cm,memang mereka berempat adalah atlet basket di campus.
Mereka berlima melakukan sesi foto bersama,dengan suami wanita itu yang jadi photografernya yang di abadikan dengan handphone suami dari ibu hamil itu.
Dan ketika sudah selesai,wanita hamil itu meminta di foto suaminya hanya berdua dengan Aliando,tentu saja Aliando tidak keberatan karena yang memintanya adalah wanita yang tengah hamil,dan konon katanya kalau kita bisa membuat wanita tengah hamil bahagia hatinya,adalah berlipat ganda pahalanya.
Wanita itu memeluk pinggang Aliando dan dia hanya diam tanpa ekspresi,membuat teman-temannya yang menyaksikan wajah Aliando seperti itu,menjadi tertawa bersama.
"Hahahaaahahaaa... ."
"Wajah yang menggemaskan".kata ibu muda yang hamil itu lirih kepada Aliando namun masih bisa di dengar oleh Amar,Daniel dan Reno juga suami wanita itu.Sontak membuat wajah Aliando menjadi merah karena malu.
"Terimakasih ya untuk kalian semua",kata suami ibu itu dengan menyalami satu persatu tangan mereka berempat.Begitu juga dengan ibu muda itu melakukan seperti yang di lakukan suaminya kepada mereka berempat.
"Sama-sama".kata mereka yang membuat paduan suara lagi.
Akhirnya ibu muda dan suaminya berlalu dari hadapan keempat pemuda ganteng itu.
__ADS_1
"Sudah hampir tiba,kita siap-siap gaess".kata Aliando kemudian,yang membuat ketiga temannya bersiap-siap dengan meneliti kembali barang-barang bawaan mereka.