Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab.20 Bulan Madu


__ADS_3

"Taraaaaa....Selamat ulang tahun Do"suara Emi dan Erick yang malam itu menyambut kedatangan Aliando dan Nayla dari hotel.


Kue tart dengan tulisan nama Aliando dan balon-balon berwarna abu-abu dan biru memenuhi ruang makan di rumah mereka.


"Thanks Mam..."Aliando memeluk erat sang Mamah tercinta dan mencium kening Emi pipi kiri dan pipi kanan.


"Thanks Pap.. ".


"Grand Ma...Grand Pa..."Aliando memeluk erat dan mencium keduanya.


"Selamat ya kak"Nayla memeluk sebentar suaminya itu.


"Thanks sayang".


"Do..bagaimana kalau bulan madu kalian ke Belanda saja,itung-itung sekalian nganter Grand Ma dan Grand Pa pulang"kata Grand Ma setelah mereka sudah duduk di meja makan menikmati hidangan yang telah di sediakan mereka untuk merayakan hari jadi putra kesayangan mereka.


"Gimana sayang?"tanya Aliando kepada istrinya"Sekalian biar kamu lebih mengenal Grand Ma dan Grand Pa".


"Iya terserah kak Ado saja".


Sepakat mereka berempat melakukan penerbangan ke Belanda dari bandara menggunakan jet pribadi keluarga mereka.


"Do kamu pakai kamar yang di atas"kata Grand Ma setelah mereka sampai di rumah Grand Ma,daerah pedesaan di Belanda yang cukup luas dengan dua lantai.


"Ok grand Ma"Aliando membawa tas kopernya naik ke lantai dua rumah itu dengan di ikuti Nayla yang berjalan di belakangnya.


"Sayang sini dong,kangen"Aliando menarik lengan Nayla di dudukkan di atas pangkuannya.Tangannya mulai aktif memainkan sesuatu yang kenyal di balik baju yang di kenakan Nayla.


"Ihhh..jangan,nanti grand Ma grand Pa lihat"Nayla berusaha menepis tangan Aliando yang semakin membuatnya merasa geli.


"Kagak sayang,mereka ada di bawah"Aliando berusaha mempertahankan tangannya agar tetap berada di dalam baju istrinya.


"Nay dosa lho nolak suami"Aliando berbisik di telinga Nayla.Membuat Nayla pasrah dengan aktivitas Aliando di balik bajunya.


"Geli...ihhhh"Nayla merajuk.


"Tapi enakkan?"membuat wajah sang istri bersemu merah.


Aliando menutup pintu kamar itu,sebelum meneruskan aktivitasnya lebih jauh.Aliando menidurkan istrinya di kasur dan memulai mencumbunya dengan ciumannya yang mulai panas membara,Nayla membalas ciuman itu tak kalah panasnya mereka saling memburu kenikmatan dalam percintaannya,hingga berakhir dengan senyum merekah di bibir keduanya.


"Nay...nanti lagi ya,sudah tidak sakit kan?"


Nayla duduk di samping suaminya di atas kasur dengan bersandar di dada sang suami ketika Aliando membuka aplikasi Whatsapp di ponselnya langsung terlihat adegan ciuman mesra dan panas antara Aliando dengan Karolin,entah siapa yang mengirimnya nomor kontak tidak terdaftar di ponselnya.


"Apa ini?"Nayla turun dari ranjang dengan tangisnya yang tidak bisa di bendungnya lagi.


"Sayang ini tidak benar,tidak seperti yang kamu lihat Nay"Aliando memegang bahu Nayla yang terguncang karena tangisannya.


"Apa kata mu?tidak seperti yang aku lihat?lalu apa itu?main film?."


"Sayang jangan salah faham dulu,aku juga tidak tahu apa yang aku lakukan, dan aku benar-benar tidak mengingatnya".


"Oh ya apakah aku harus percaya begitu saja?".


"Kamu harus percaya padaku,tolonglah Nay".


Nayla masih menangis dan Aliando memeluknya dari belakang."Lepaskan..., aku benci kamu!".


"Nay...tolonglah"Aliando masih berusaha menenangkan istrinya".


"Aku tidak bisa melihat semua itu,mengertilah".


"Lalu bagaimana aku menjelaskan padamu Nay,kalau kamu selalu menolak penjelasan ku".

__ADS_1


"Aku ingin sendiri".


"Nay..?".


"Tolong..".


Aliando meninggalkan kamar itu dan turun ke bawah lantai satu,rumah Grand Ma.


"Ada apa Do?kenapa kalian bertengkar?"


"Hanya salah faham saja Grand Pa".


"Selesaikan dengan baik Do,usia pernikahan baru tiga hari".


"Iya Grand Pa"Aliando mengusap wajahnya kasar.


"Kamu mau minum kopi Do?"Grand Ma menyodorkan secangkir kopi panas ke tangan Aliando.


"Boleh grand Ma,terimakasih".


Grand Ma dan Grand Pa menceritakan awal-awal pernikahan mereka hingga sang papa lahir dan menikah dengan sang Mama orang Indonesia asli karena perusahaan Grand Pa yang juga ada di Indonesia.


"Apa besuk kalian ikut ke kebun,besuk kebun waktu memanen sayuran".


"Boleh Grand Ma"jawab Aliando antusias"Besuk Ado akan bantu Grand Ma dan Grand Pa".


"Baiklah Grand Ma dan Grand Pa istirahat dulu,selamat malam sayangku"Grand Ma mencium kening cucu satu-satunya itu.


"Selesaikan dengan baik masalah kalian,Selamat malam sayang"


"Selamat malam Grand Pa"Aliando membalas pelukan sang kakek.


"Nay..."Aliando mengetuk pintu kamarnya pelan"Buka dong Nay,kasih kesempatan aku untuk menjelaskannya".


"Sayang i love you"Aliando memeluk tubuh Nayla dalam dekapannya,dia mencium bibir Nayla dengan lembut,namun Nayla menarik tubuhnya dari dekapan sang suami karena masih merasa kesal.


""Mana penjelasannya?"tanya Nayla dengan ketus.


Aliando menceritakan kejadian yang menimpanya hingga terjadilah peristiwa dirinya dan Karolin.


"Lebih jelasnya aku benar-benar tidak ingat kalau aku telah melakukannya Nay".


"Oh ya...?"


"Aku begitu bodoh,aku juga tidak mengerti,siapa yang sudah merekam peristiwa itu".Aliando terdengar sangat marah"Kurang ajar Karolin,padahal aku sudah memaafkan dia,tapi sepertinya dia menabuh genderang perang denganku".


Nayla melihat kesungguhan dari cerita Aliando dia mulai luluh karena dia menyadari bahwa suaminya itu adalah Pangeran tampan yang berhati baik sehingga banyak para gadis yang menginginkannya.


"Kalau kamu tidak percaya besuk kita hubungi Amar,Reno atau Daniel,bukti dari rumah sakit juga masih aku simpan".kata Aliando seraya menggenggam tangan sang istri.


"Tidak perlu... untuk saat ini aku percaya sama kamu".Nayla memeluk tubuh atletis suami tampannya itu"Maaf kalau aku terlalu cemburu".


"Tidak apa sayang,tandanya kamu mencintai suamimu kan".


Mereka saling berpelukan dan Aliando memulai mencumbu istrinya untuk membangkitkan gairah mereka,saling membalas,saling menggapai kenikmatan yang semakin membuai mereka,yang akhirnya kembali lunglai karena tenaga mereka yang terkuras energinya dengan nafas yang masih memburu dan keringat yang bercucuran.


"I love you sayang"Aliando mencium kening Nayla dengan lembut.Merekapun tidur dengan berpelukan hingga pagi menjelang.


"Nay...bangun yuk,mandi sholat terus bantuin Grand Ma dan Grand Pa".Aliando menepuk lembut pipi sang istri.


Mereka berempat pergi ke kebun yang tidak jauh dari kediaman sang kakek dan neneknya.Di sana sudah menunggu para pekerja yang membantu di kebun dan beberapa tengkulak sayuran yang sudah menunggunya.


"Sayang kebun Grand Ma dan Grand Pa lumayan luas ya?"tanya Nayla takjub kepada sang suami.

__ADS_1


"Iya sayang aku juga baru tahu".Aliando membantu Grand Pa memetik buah tomat yang sudah besar buahnya di taruh di keranjang.Sedang Nayla memilah milah tomat yang masih mentah dan yang sudah mulai berwarna agak kemerahan.


"Sini Nay bantu Grand Ma"grand Ma memberi contoh cara memasukkan sayuran sawi ke dalam plastik.


"Yang ini mau di bawa ke mana Grand Ma?"tanya Nayla sambil tangannya melakukan seperti yang di contoh kan Grand Ma padanya.


"Kalau yang ini nanti di kirim ke beberapa supermarket Nay".


"Terus siapa yang ngirim ke sana Grand Ma?"


"Nanti ada yang ngambil ke sini".


Hingga sore hari mereka sudah selesai dari pekerjaannya dan kembali ke rumah dengan beberapa sayuran untuk menu makan malam mereka.


Malam hari setelah mereka makan malam.Aliando berpamitan ingin jalan-jalan ke kota menggunakan mobil sang Grand Pa.


"Hati-hati kalian di jalan"kata Grand Pa dan Grand Ma sambil melambaikan tangan.


Cuaca di Belanda saat ini adalah musim dingin,Nayla selalu merapatkan dirinya ke pelukan sang suami karena dia paling tidak tahan dengan cuaca dingin yang akan membuatnya sakit,setelah pulang dari jalan-jalan mereka hanya duduk di balkon kamar mereka karena Grand Ma dan Grand Pa sudah tertidur.


"Sayang aku kedinginan"kata Nayla meski dia sudah memakai baju hangat.


Aliando membawa Nayla ke dalam pelukannya dan mendekapnya erat.


"Masuk yuk,biar aku hangati"Aliando menggendong tubuh istrinya ala bridal style,kemudian melepaskan semua baju Nayla hingga sama-sama naked.


"Sayang kok malah tambah di buka sih"protes Nayla.


"Kamu tenang saja,nurut sama suami ya?"kata Aliando membuat bibir Nayla mengerucut.


Aliando memeluk tubuh sang istri dan menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tebal.Tentu saja Aliando juga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meminta jatah.


"Iiihhh dasar modus"kata Nayla cemberut.


"Hahaha...tapi enak kan sayang?".


Sudah hampir dua bulan lebih mereka berada di Belanda.Nayla jadi sering sakit,wajahnya pucat dan jarang mau makan sering uring-uringan tanpa jelas dan sikap Aliando selalu salah di matanya jadi mereka sering bertengkar dan tak jarang juga Grand Ma dan Grand Pa turun tangan untuk mendamaikan mereka.


"Do coba kamu ajak istri kamu ke dokter kandungan"kata Grand Ma"Mungkin istri kamu terlambat bulan,tidak ada salahnya kalau periksa".


"Maksud Grand Ma,istri Ado hamil?"


"Siapa tahu Do,kalau lihat istri kamu jadi sering sensitif seperti itu".kata Grand Ma yang di setujui sang Grand Pa.


Aliando masuk ke dalam kamarnya dan di dapati tubuh istrinya yang sudah menggigil tapi suhu badannya sangat panas.


"Sayang kamu sakit?".


Grand Pa menghubungi dokter keluarga mereka.


"kondisi istri anda lemah dan saya harus memberi infus agar tenaganya pulih,tapi saya sarankan anda ke dokter kandungan,sepertinya istri anda hamil".


Mendengar penjelasan dari dokter frans ketiganya jadi senyum bahagia terlebih Aliando yang merasa usahanya membuahkan hasil.


"Selamat ya anda akan jadi seorang ayah"kata dokter Lisa saat mereka berdua berada di ruangan dokter ahli kandungan"usia kandungan istri anda sudah jalan empat minggu".


"Sayang selamat ya kamu akan jadi seorang ibu"Aliando memeluk istrinya dengan rasa haru.


"Iya sayang kamu akan jadi seorang ayah,selamat ya".


Keluarga Aliando memutuskan agar Nayla melahirkan di Belanda karena kondisi Nayla yang sering drop,sehingga dokter kandungan nya mengharuskan Nayla untuk bedrest,dan Aliando mengurus perusahaan cabang keluarga mereka di Belanda yang dulu di pegang Grand Pa.


T A M A T

__ADS_1


__ADS_2