Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab.16 Surprise


__ADS_3

"Wow....Amazing",kata Reno setelah Aliando menjelaskan dirinya yang ikut lomba fotografi di kampusnya.


"Selamat ya Do",kata ketiganya bersamaan.


"Thanks gaess".kata Aliando seraya turun dari mobilnya.


Namun setiba di ruang audithorium ada sebuah insiden Foto-foto Aliando yang terpampang dengan bingkai indah sudah koyak tidak berbentuk lagi,dan anehnya hanya foto kategori perempuan tunggal yang ada wajah Nayla saja yang sudah hancur karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.


Pihak kampus meminta maaf secara pribadi kepada Aliando selaku pemenang dan pemilik dari foto itu."Tidak masalah Pak,saya masih punya foto aslinya",kata Aliando seraya menerima sejumlah hadiah hiburan juga bingkisan dan beberapa amplop warna coklat itu di tangannya."Terimakasih",Aliando menjabat tangan Bapak Vano selaku Kepala Direksi di kampus mereka.


Mereka berempat memutuskan untuk pulang ke Rumah Aliando,wajah keempatnya pun terlihat berseri-seri,dan sepakat melupakan kejadian yang tak mengenakkan yang telah menimpa sahabatnya itu.


"Ini Uang hadiah untuk kalian semua,bagilah dengan Nayla dan Sale",kata Aliando seraya menaruh dua amplop berwarna coklat itu di atas kasur."Karena kalianlah model gua, jadi karena kalian juga gua pemenangnya".


"Ya kagak lah Do,kita tidak melakukan apapun,sedang lu yang berusaha".kata Amar merasa sungkan karena Aliando memang sangat baik.


"Sudahlah,,,ini memang surprise buat kalian".kata Aliando seraya merebahkan dirinya di atas kasur.


"Do,,lusa kita menengok Nayla yuk"Usul Amar yang di setujui ketiga temannya itu.


Mereka terbang ke Kalimantan dengan penerbangan awal dari Jakarta ke Samarinda,dan dari sana mereka menyewa mobil rental untuk dua hari agar perjalanan ke rumahnya Sale lebih mudah.


"Selamat datang kembali di Desa kami"kata Sale sambil memeluk Aliando,Amar,Reno dan Daniel secara bergantian,begitu juga Mamah dan Abah si Sale memeluk mereka satu persatu.


"Mamah sudah sangat merindukan kalian"kata Mamah sambil menyeka air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Kami juga Mah,sudah sangat rindu sama Mamah dan Abah".


"Bagaimana keadaan Nayla Mah?"tanya Amar seraya duduk di lantai teras depan rumah Sale.


"Apa?!....."tanya Aliando,Amar,Reno dan Daniel seakan bola mata mereka hendak melompat dari tempatnya.


"Kenapa seperti itu...?,terakhir Sale ngomong katanya Nayla tinggal sama kalian bukan?"Aliando tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.


""Iya Do,Nayla memang tinggal bersama Mamah dan Abah di sini"kata Sale yang merasa tidak enak hati dengan Aliando.


"Lalu...?"kejar Aliando.


"Fandi masih terus mengganggu Nayla Do sampai saat ini,malah keluarga Fandi meminta sama Abah supaya kami menerima lamaran keluarga Fandi".

__ADS_1


"Karena itu Nayla pergi dari rumah ini?"Aliando semakin resah.


"Iya Do,Nayla tidak mau menikah dengan Fandi".


"Apa kalian sudah mencarinya?"tanya Amar.


"Sudah Amar,tapi belum ketemu".


Aliando terlihat begitu resah,dia meremas rambutnya dan menarik nafas panjang kemudian di keluarkannya pelan-pelan.Ketiga temannya yang memperhatikan Dia,bertambah yakin kalau sebenarnya Aliando mencintai gadis sangat sederhana itu.


"Sabar Do,besok pagi kita mencarinya ya"Suara ketiga temannya tepat di telinga Aliando.


Pagi itu setelah sholat subuh Aliando hanya berdiri di halaman depan rumah Sale untuk menikmati udara pagi, dan melepas kegundahan hatinya yang masih memikirkan gadis itu,ketika sekilas dia melihat bayangan seseorang di balik pohon yang rindang di depannya,keadaan pagi itu memang masih gelap,dan dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah di balik pohon itu.


"Nay...tunggu"Aliando menarik tangan di balik pohon itu yang sudah hendak lari ketika Aliando mendekatinya.


"Lepaskan Saya!"Nayla berontak.


"Tidak Nay"Aliando membawa Nayla ke pelukannya.


"Lepaskan...Saya hanya ingin bertemu Abah dan Mamah,setelah itu saya akan pergi dari sini"Nayla masih berontak.


"Tidak Nay....saya tidak akan melepaskanmu"Aliando semakin mendekap gadis itu dalam pelukannya.


"Mamah dan Abah sudah menceritakan kalau kak Aliando yang membantu semua pengobatan saya"Nayla mulai terisak di dada Aliando."Saya akan ganti kalau saya sudah dapat kerja".


"Dengar Nayla,saya ikhlas membantu kamu,dan saya tidak berharap kamu mengembalikannya".


"Tapi kak...?"Nayla melepaskan pelukan Aliando "Saya tidak mau berhutang apapun".


"Kamu tidak berhutang apapun Nay,percayalah saya ikhlas".Aliando tidak melepaskan tangan gadis itu sedetikpun.


"Oh...rupanya kamu di sini Nayla?"suara seorang laki-laki yang sudah berdiri tepat di depan mereka.


"Fandi"Aliando spontan menarik tangan Nayla yang masih dalam genggamannya itu agar berdiri di belakangnya.


"Serahkan Nayla kepada saya!!"


"Kenapa saya harus menyerahkan Nayla sama kamu".

__ADS_1


"Dia calon istri saya".


"Apa saya tidak salah dengar...,saya datang dari jauh hanya untuk menjemput calon istri saya".


"Hahahaha...."tawa fandi menggelegar,"Siapa yang percaya sama kamu bule".


"Kalau sudah tidak ada urusan lagi,silahkan pergi dari sini".


"Jangan membuat saya marah,atau saya akan berbuat kasar sama kamu"Fandi mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan mengayunkannya ke bagian perut Aliando,


Aliando melepaskan genggaman tangannya pada Nayla,dan mulai meladeni amarah mata pisau Fandi.Semua orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan,kini mereka sudah berada di dekat keduanya,namun ketiga temannya tidak langsung membantunya karena mereka tahu Aliando adalah pemegang sabuk hitam taekwondo.Benar saja Aliando dengan mudah meringkus Fandi dan menyerahkannya kepada pilisi yang tadi sudah di hubungi teman-temannya.


Setelah semuanya beres.Nayla hendak berpamitan kepada Mamah dan Abah meskipun mereka semua menginginkan Nayla agar tetap tinggal bersama mereka untuk menjadi anak mereka.


"Nayla,Saya mohon...,jangan pergi"Aliando menggenggam tangan itu dengan erat.


"Tapi kak"Nayla berusaha melepaskan genggaman itu."Saya harus pergi,saya harus membayar semua biaya pengobatan saya".


"Sudah saya katakan bukan,kamu tidak berhutang apapun".


"Lalu sampai kapan saya harus selalu merepotkan kalian?"tangisannya mulai terdengar.


"Kamu tidak pernah merepotkan saya,Nay".


"Saya tidak mau menjadi beban siapapun,mengertilah..."Nayla semakin terisak"Sudah cukup kalian membantu saya".


"Kalau begitu menikahlah dengan saya,jadi kamu tidak akan menjadi beban siapapun,tapi kamu akan menjadi tanggung jawab saya selamanya".


Bukan hanya Nayla yang terkejut dengan permintaan sahabatnya itu,melainkan semua yang tengah berada di tempat itu jadi terperangah.Tapi semuanya jadi senang karena akhirnya si dingin itu telah menemukan tambatan hatinya.


"Ikutlah saya ke Jakarta Nay,saya mohon......"Aliando membungkukkan badannya agar bisa menatap mata Nayla.


"Tapi....?"Nayla tentu saja tidak percaya begitu saja,secara...,mereka hanya bertemu dua kali,tapi kenapa Aliando memintanya untuk menikah dengannya,bukankah itu terlalu aneh?.


"Sejak pertama melihat kamu,saya merasakan ada hal aneh dalam diri saya,apalagi saat jauh dari kamu semua terasa kacau...."Aliando berusaha mengungkapkan perasaannya,untuk meyakinkan gadis itu agar bersedia menerima dirinya.


"Kamulah cintaku Nay..."Aliando menarik Nayla kedalam pelukannya.


Nayla merasa dirinya adalah seorang cinderella dengan keterbatasan dirinya,yang mendapatkan seorang Pangeran yang sangat tampan dan baik hati.

__ADS_1


"Hhhhmmmm....."mereka semua berdeham saling bersahutan saat Aliando mencium kening gadis itu.


"Alhamdulillah,,,,syukurlah Pangeran tampan sudah menemukan pujaan hatinya"kelakar Reno diiringi tawa semua yang ada di ruang itu.


__ADS_2