
Aliando terus mengecek situs kampusnya tentang perlombaan itu.
"Yesssss,,,,kurang satu langkah",kata Aliando dengan mata berbinar karena semua foto yang Dia lombakan semua masuk kategori pilihan.Dan setelah babak penyisihan fotonya lolos,kemudian semua fotonya akan di ikutkan ke dalam kategori foto dan fotografer terfaforit.Tapi itu pun harus melalui proses yang cukup sulit karena Dia harus bertanding dengan anak-anak kampusnya yang memang dari jurusan fotografi,sedang Aliando tidak dari jurusan tersebut,Aliando dan ketiga temannya memilih jurusan Bisnis Internasional.Dan pengumuman pemenangnya akan di umumkan di Malam Pentas Seni Kampusnya,dan bagi foto yang menang akan di pajang di galeri foto di kampus mereka.
Aliando sengaja tidak ngomong perihal itu ke tiga temannya karena Dia ingin memberi surprise untuk mereka.Hadiahnyapun lumayan besar uang tunai hingga puluhan juta rupiah.
"Do,,,,kita latihan yuk",kata Amar siang itu di kampus setelah jam pelajaran usai.
"Di mana si Reno?",tanya Aliando yang tidak lagi melihat temannya itu berada.
"Tahu tuh,si Reno tadi sepertinya janjian sama Gisel anak Grafi",kata Daniel.
"Dasar playboy kelas teri,PHP mulu",celetuk Amar di sertai tawa teman-temannya.
"Lha si Amira gimana?",tanya Aliando kemudian.
"Au Ah,,,,si Reno tuh".kata Daniel lagi.
"Hai gaess,,",kata Reno yang akhirnya muncul di antara mereka."Ade ape sih,serius amat?".
"Lu jadian sama Gisel,No?",tanya Daniel.
"Mumpung lagi laku,Niel".kata Reno dengan candanya.
"Sialan lu,No",kata Amar."Lha si Amire pegimane?"tanya Amar yang menirukan logat si Reno.
"Hehehe,,,,,semoga semua berjalan lancar ya gaess".jawabnya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya.
"Ehhhh,,,niatnye",kata Daniel lagi."kagak ade amin".
"Reno,,,Reno,,,".Kata Aliando geleng kepala."Yuk ah,,,,,kita latihan gaess."
"Ayo Do",kata ketiga temannya dengan bersamaan.
Mereka sudah di bascamp studio Aliando,Bi Imah pembantu di rumah Aliando menyiapkan makanan ringan dan es jus mangga sebagai teman mereka berempat latihan.
Aliamdo dan ketiga temannya semakin giat latihan karena waktu MaPenSi sudah semakin dekat hanya tinggal lima hari.
"Do,,,,lu jaga stamina,banyak istirahat,jangan begadang terus kalau malem",kata Amar setelah mereka menyelesaikan latihannya.
"Iya si Ado,tengah malem masih Ol aja",kata Daniel menimpali kata-kata Amar tentang sahabatnya itu.
__ADS_1
"Nah,dari mane lu tahu Niel,kalo Ado tengah malem masih Ol",tanya Reno sembari duduk di antara mereka.
"Iya lah gue tahu,orang dinding kamar Ado kasih tahu ke gue",kelakar Daniel dengan cueknya.
"Apa si Ado punya cewek ya?,kagak ngomong ke kita?",tanya Amar sambil nyeruput es jus mangganya.
"Apaan sih kalian,ngomongin orang di depan orang nya",kata Aliando yang juga lagi menikmati kue bolu bikinan Bi Ima.
"Ya harus gitu lah Do,dari pada ngomongin orang di belakang dia",jelas Daniel pada sahabatnya itu.
"Nah,,,Betul itu",kata Reno yang mulutnya masih penuh dengan kue bolu.
"Apaan sih No,betul-betul,,,",kata Daniel lagi."Habisin dulu napa makanan tuh di mulut".
"Maksud lu,betul si Ado punya cewek No?",tanya Amar masih seputar pertanyaan yang sama.
"Gua kagak punya cewek,ntar kalau ada gua umumin",kata Aliando seolah mengerti arah pembicaraan ketiga temannya itu.
"Nah,,,,tuh,langsung dari sumbernya",timpal Reno cepat sambil manggut-manggut.
"Hehehe,,,,"tawa Amar."Bener lu kagak ada cewek Do?",tanya Amar lagi tidak yakin.
"Kagak gitu Do,soalnye kalau gue baca sekilas dari wajeh elu,romen-romen nye,lu itu ade yang lagi elu demenin",kata Reno mengutarakan pendapatnya.
"Nah,,,,tuh si Reno bener",kata Amar lagi di iyakan oleh Daniel.
"Kagak,,,,kalian ini kayak dukun aja,pake nebak segala",jawab Aliando masih berusaha menutupi perasaannya yang selalu memikirkan Nayla.
"Ok,,,,Ado kagak mau jujur same kite gaess,tapi ntar pasti kitae akan tahu",kata Reno meyakinkan dirinya sendiri.
"Yup,,, betul No",suara Amar dan Daniel membentuk paduan suara.
"Apaan sih kalian",kata Ado suaranya di buat agar terdengar dirinya baik-baik saja,karena teman-temannya sepertinya mulai bisa membaca perubahan pada diri Aliando yang latihan pun kadang harus di ulang karena konsentrasi Aliando yang hilang."Gua mau istirahat,kalian mau tidur di sini?",tanya Aliando sambil berdiri dan hendak berjalan ke kamarnya.
"Ya tidur di kamar lu lah Do,masak tidur di studio",kata Reno sambil berjalan menyusul Aliando,diikuti Amar dan Daniel.
"Gue mau pulang gaess,bonyok gue mau mudik ke arab",kata Amar setelah berada di kamar Aliando.
"Gue,mau nemenin si Ado malem ini",kata Reno.
"Gue juga,males pulang",timpal Daniel cepat.
__ADS_1
"Gue kagak butuh teman,malam ini gua mau sendiri",kata Aliando dengan wajah dibuat serius karena mendengar kata Reno dan Daniel yang hendak menginap di rumahnya.
"Apaan sih Do,lu mau bikin puisi,maunya sendiri",jawab Reno pada Aliando yang sudah tiduran di atas kasurnya.
"Gue bantu bikin puisinya,tenang saja",kelakar Daniel.
"Hahaha,,,,",tawa Amar lepas demi mendengar kelakar kedua sahabatnya itu,Reno dan Daniel."Gue pulang dulu,gaess".kata Amar seraya berjalan keluar dari kamar Aliando.
Di kampus mereka hari ini sangat ramai,karena para para panitia penyelenggara sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk acara Malam Pentas Seni nanti malam,begitu juga Aliando,Amar,Reno dan Daniel tengah mempersiapkan diri untuk acara nanti malam,setelah gladi bersih di aula kampus,mereka semua yang mengisi acara di persilahkan untuk pulang dan beristirahat karena pukul lima sore mereka sudah harus di kampus.
Mereka berempat pulang ke rumah Amar karena jarak ke kampus lebih dekat dari rumah Amar,dengan mengendarai mobil sport keluaran terbaru milik Aliando mereka jadi pusat perhatian mulai dari kelas senior sampai ke adek kelas mereka,yang memang mobil itu jarang dia pakai ke kampus.
"Halo Sale",suara Aliando setelah menerima panggilan di ponselnya.Setelah merekapun tiba di rumah Amar.
"Aliando,,,apa saya mengganggu kamu?",tanya Sale tanpa tahu bahwa Amar,Reno dan Daniel juga ada di bersama Aliando.
"Kamu tidak mengganggu Sale,ada apa?,sepertinya serius",tanya Aliando.
"Do,,,Nayla masuk Rumah Sakit",Sale terdiam sesaat,sebelum meneruskan kata-katanya lagi,Aliando menyela karena mendengar nama Nyala.
"Ada apa dengan dia?",tanya Aliando serius,membuat ketiga temannya memperhatikan Aliando tanpa bertanya padanya.
"Fandi berusaha memperkosa dia lagi,Do,,,.Tapi kali ini Nayla berusaha berontak,dia lari ke dalam hutan dan karena malam,keadaannya sangat gelap jadi Nayla terperosok ke dalam jurang,sehingga mengalami luka yang serius",Sale diam lagi sesaat."Dia harus segera di operasi Do,kakinya patah".
Aliando hanya tertegun,dan hanya diam,dia ingin sekali marah,tapi juga ingin memeluk gadis itu untuk memberikan kekuatan,tapi dalam hatinya lebih marah lagi,karena apa yang dia takutkan selama ini benar-benar terjadi,Fandi akan mengulang perbuatannya lagi.
"Untung saja Nayla di temukan penduduk yang hendak merumput Do,jadi penduduk langsung memberi tahu Abah",kata Sale dengan suara yang mulai parau.
"Baiklah Sale,berikan Nayla pengobatan yang terbaik,saya akan segera mengirimkan biayanya ke rekening kamu".kata Aliando dengan suara yang berat.
"Do,,, maafkan kami,kami sudah merepotkan kamu,karena kami tidak tahu kemana lagi harus mencari bantuan,karena hanya kami yang Nayla punya,dan keadaan kami juga seperti ini",suara Sale terdengar semakin parau.
"Jangan ngomong seperti itu Sale,Saya juga saudara kamu bukan?",kata Aliando dengan serius."Kirimkan no rekening kamu Sale,saya akan tranfer sekarang".
"Baiklah Aliando saya akan kirim sekarang nomor rekening saya,terimakasih atas semuanya Aliando".
"Ok sama-sama Sale".
"Salam buat Amar, Reno dan Daniel".
"Ok".
__ADS_1