Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab.5 Orang Yang Baik


__ADS_3

Setiba di rumah Sale,waktu sudah menunjukkan hampir pukul delapan malam,dan suasananya cukup gelap namun di desa itu sudah ada penerangan,meski tidak semua rumah penduduk teraliri listrik,hanya sebagian saja yang letaknya dekat dengan tiang induk listrik.Termasuk rumah Sale yang sudah di aliri listrik jadi mereka tidak susah-susah untuk mengecharger handphone mereka.


Sepasang suami istri yang sudah berada di ruang tengah rumah Sale,yang kini mereka berlima berada."Sale",terdengar seorang wanita memanggil,membuat mereka berlima memalingkan wajahnya ke arah suara itu.


"Mamah,,,Abah".Sale menghamburkan pelukannya kepada kedua orangtuanya itu."Perkenalkan ini teman-teman Sale datang dari Jakarta".katanya setelah melepaskan pelukannya.


"Selamat datang di gubuk kami Nak".sapa Mamahnya Sale,menyalami mereka berempat satu persatu dengan sangat ramah.


"Terimakasih Tante",kata mereka berempat bersamaan.


"Panggil saya Mamah,,,dan ini Abah".kata Mamah Sale,di sambut senyuman dari Abah untuk mereka berempat.


"Saya Aliando Mama,,Abah".


"Saya Amar".


"Saya Daniel".


"Saya Reno Mama,,, Abah".


"Kalian anak yang tampan-tampan,senang sekali Mamah bertemu kalian".kata Mamah dengan memeluk keempatnya satu persatu.


"Kita juga sangat senang bisa bertemu sama Mamah dan Abah".kata mereka berempat bersamaan.


"Kalian sudah makan?".tanya Abah dan Mamah sale hampir bersamaan.


"Belum Abah,,,Mamah,,,Kami baru saja tiba",jawab Sale kepada kedua orangtuanya itu.


"Baiklah,,,kalian tunggu di sini Mamah akan membuatkan makan malam untuk kita".katanya sembari melangkah ke belakang dapur mereka.Sedangkan Abah Sale ikut bergabung dengan Sale, Aliando,Amar,Daniel dan Reno di ruang depan yang pintunya terbuka sehingga terlihat suasana gelap dari dalam rumah itu.


"Begini Abah teman-teman Sale ini sedang liburan,mereka ingin menjalajahi hutan di Desa seberang itu Abah,mereka ingin melihat satwa Abah".Sale menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada Abahnya.


Abah manggut-manggut mendengarnya."Baiklah Abah mengerti".


"Abah besuk tidak ada acara,kan?",tanya Sale lagi.


"Tidak ada Sale,Abah akan menemani kalian besuk ke hutan sebelah".


"Terimakasih Abah",kata mereka berlima hampir bersamaan.Kemudian mereka tertawa bersama karena suara mereka yang mirip paduan suara.


"Besuk pagi Abah akan menghubungi Amang kamu sebagai ketua LPHD untuk meminta ijin memasuki hutan".kata Abah lagi.


"Emang lu tahu apa arti LPHD?",tanya Daniel ke Reno dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh mereka yang berada di dekat mereka.


"tau",jawab Reno asal.


"Apa?",tanya Daniel lagi.Membuat semua yang berada di ruangan itu terdiam ingin mendengarkan jawaban Reno.


"Lembaga Pengelola Hutan Desa".jawab Reno di sambut tepuk tangan semuanya,dan Reno membenarkan krah bajunya yang memang tidak sedang memakai kemeja berkrah.Di sambut tawa semuanya yang melihat tingkah konyol Reno.


Begitulah malam itu telah terjalin kebersamaan yang hangat antara keempat pemuda dengan keluarga Sale yang baru di temui.Meski awalnya mereka adalah orang yang asing bagi keempat pemuda itu,namun sekarang mereka bersama dalam kehangatan sebagai keluarga.


Setelah beberapa saat terdengar Mamah memanggil Sale dari arah dapur."Sale bantu Mamah,bawah ke depan ini makan malamnya."


Tidak hanya Sale yang datang ke dapur namun ke lima pemuda itu datang ke dapur untuk membantu Mamah.


Akhirnya mereka bertujuh makan malam bersama di ruang depan tempat mereka berbincang.


"Maaf ya Anak-anak Mamah yang tampan-tampan,di sini makan seadanya,karena pasarnya sangat jauh,orang di desa ini hanya mengandalkan hasil bumi untuk lauk makan".


"Wah,,,ini sudah sangat nikmat Mamah".kata Aliando.


"Iya Mah,,, enak sekali ini".kata Reno sambil bibirnya mendesis karena kepedesan.


"Mamah pandai masak ya?",timpa Daniel.


"Sambelnya enak sekali".puji Amar yang mendesis juga seperti Reno.

__ADS_1


"Sudah-sudah,jangan di puji terus Mamah,nanti kepalanya jadi besar".kata Abah menggoda Mamah.membuat pipi mamah merona."Itu lihat pipi mamah sudah seperti tomat".Abah terus menggoda mamah,hingga mamah jadi semakin bersemu.


"Sudah Abah,,Mamah jangan di goda terus,nanti Abah malah tidak di kasih makan sama Mamah".Rajuk Sale kepada Abahnya,yang membuat Aliando,Amar,Daniel dan Reno suka sekali melihat kehangatan keluarga itu.Sangat jarang mereka melihat pemandangan seperti itu,di rumah mereka,karena kesibukan kedua orangtua mereka masing-masing,apalagi Aliando yang kedua orangtuanya selalu bepergian ke Luar Negeri untuk mengurus perusahaannya.


"Iya,,Abah takut nanti kelaparan,kalau Mamah tidak memasak".kata Abah sambil melirik ke arah istrinya dengan pandangan sayang.


"Abah,,,Mamah tidak akan membuat Abah kelaparan,jadi tidak usah khawatir".kata Mamah dengan lembut.


"So sweet".Celetuk Reno yang membuat semua tertawa.


"Ayo di habiskan semua makanannya".Kata Mamah lagi.


"Sudah kenyang Mah,,,ini perut Ado sudah gendut malah",kata Aliando dengan memegangi perutnya.


"Entah karena suasana makan malam yang hangat,atau karena masakan Mamah yang sangat enak,kita jadi kekenyangan".kata Daniel yang menyudahi makan malamnya.


"Iya,ini kenyang sekali perut saya",kata Amar pula.


"Ya sudah,nanti kalian sakit perut kalau kekenyangan",kata Mamah sambil membereskan piring-piring yang kotor.


Mereka berlima Aliando, Amar, Daniel,Reno dan Sale ikut membersihkan bekas makan mereka,untuk di bawa kembali ke dapur, dan Aliandopun ikut mencuci perabotan yang kotor bekas makan mereka.Sedang Reno membersihkan lantai kayu bekas tempat untuk mereka makan.Begitulah mereka berbagi tugas membantu Mamah,sehingga semua jadi bersih dengan cepat.


Mereka semua kembali berkumpul di ruang tengah,sedang pintu teras depan di rumah itu sudah di tutup dan di kunci Abah karena sudah malam.Tak terasa waktupun sudah semakin larut membuat mereka harus kembali mengistirahatkan diri masing-masing.Mereka berempat masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan Sale untuk mereka,sedang Sale sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri,begitu juga Mamah dan Abah yang telah masuk ke dalam kamarnya.


Amar melihat jam di pergelangan tangan kirinya menunjukkan pukul lima pagi,dan bergegas menuju kamar mandi lalu melaksakan ibadah subuhnya,seperti biasa Amar membangunkan ketiga temannya juga.


Begitupun dengan pemilik rumah itu yang sudah bangun dengan aktivitasnya masing-masing.


Setelah mereka berempat melaksanakan ibadah,mereka keluar dari rumah itu untuk menikmati udara pagi,tak lupa Aliando juga membawa cameranya dengan tali pengait yang di kalungkan di lehernya.Di luar sudah ada Sale yang menunggu mereka untuk di ajaknya berjalan-jalan sekedar melihat suasana pedesaan di dekat rumah Sale.


Mereka berlima berjalan kaki,menikmati udara pagi,dan Matahari yang mulai muncul memperlihatkan kecantikannya.


Orang-orang desa yang mulai kembali dengan aktifitas paginya,ada beberapa orang sedang berjalan kaki,mereka hendak pergi meladang karena ada sabit atau cangkul di tangan mereka.


Semua orang yang melintas di depan mereka berlima pasti tersenyum dengan sangat ramah,dan tak jarang mereka berhenti hanya untuk mengajak Sale berbincang sesaat.Begitulah penduduk di Desa Sale dengan segala keramahannya, dan yang penduduknya tidak terlalu padat.


Saat mata lensa cameranya menangkap kepolosan anak-anak kecil sedang bermain di anak sungai yang tak jauh dari tempat mereka berada,Aliando cepat-cepat mengabadikan momen itu dengan senang hati.


Keempat temannya pun tak jarang jadi obyek lensa cameranya.


Tak terasa mereka berlima berjalan cukup jauh hingga sudah melewati dua desa tetangga dari Desa Sale tinggal.


"Wah,,,kita berjalan cukup jauh dari Desa kamu,Sale",kata Amar sambil duduk-duduk di pinggir anak sungai di dekat anak-anak kecil yang tengah bermain dan mandi di sungai itu.


"Iya,tidak terasa kita berjalan",timpal Daniel sambil kakinya di masukkan ke dalam air sungai yang terasa dingin.


"Coba di tempat kita ada sungai yang sebersih ini",kata Reno melakukan seperti yang di lakukan Daniel.


"Kalian harus sering-sering ke mari,kami akan sangat senang",kata Sale sambil duduk di samping Amar.


"Mainlah kamu ke tempat kami Sale,kita akan sangat senang sekali".kata Amar dengan menatap Sale.


"Iya Sale,kita akan mengajak kamu mengelilingi Jakarta",kata Daniel lagi.


"Ajak Mamah sama Abah sekalian ya",kata Reno dengan serius,"Kami bersyukur bisa bertemu dengan kamu,Mamah dan Abah".


Sedang Aliando masih asyik dengan hobyynya itu,hingga tak terasa sudah berada jauh dari keempat temannya itu.Saat mata lensa cameranya menangkap sosok yang menarik perhatiannya,di kejauhan sosok itu membungkuk seperti mencari sesuatu di bawahnya,Aliando mengabadikan momen itu,obyek itu sangat sederhana hingga Aliando itu terus mengabadikannya sampai sosok itu menghilang dari hadapan lensa cameranya.


"Do,,,,kata ketiga sahabatnya setelah berada di dekat Aliando,membuat Aliando menoleh ke arah mereka.


"Lu jangan jauh-jauh ntar ilang gimana",kata Amar matanya menikmati pemandangan ke arah lain.


"Gue takut ada binatang buas Do",timpal Reno.


"Emang pernah ada binatang buas yang berkeliaran di sini?",tanya Daniel kepada Sale.


"Ya jelaslah ada Niel,orang banyak hutan di sini".jawab Reno yang di benarkan oleh Sale.

__ADS_1


"Tuh kan,di bilangin juga apa",kata Reno lagi.


"Pernah ada Harimau yang keluar dari hutan berkeliaran di Desa ini,mereka bingung karena habitatnya di obrak abrik oleh orang yang tidak bertanggung jawab",kata Sale kepada teman-temannya.


"Harimaunya terus di apakan?",tanya Amar.


"Akhirnya petugas kepolisian hutan mengembalikan ke habitatnya lagi",Jelas Sale kepada keempat temannya itu.


"Tidak ada korban?",tanya Aliando yang ikut mendengar pembicaraan teman-temannya.


"Petugas kepolisian hutan datang tepat pada waktunya,dengan tembakan bius".terang Sale lagi.


Mereka berempat manggut-manggut.


"Kita pulang yuk!",kata Sale lagi"Abah sama Mamah pasti sudah menunggu kita".


Aliando melirik jam di pengelangan tangannya menunjukkan pukul delapan pagi.Mereka berlima kembali berjalan melewati hampir tiga desa menuju Desa Sale berada.


setelah berjalan hampir dua jam mereka berlima sampailah kembali di rumah Sale.


"Mamah,,,Abah,,,".sapa mereka berlima hampir bersamaan setelah bertemu dengan kedua orang tua Sale yang menyambut mereka di atas teras rumah Sale.Mereka berlima naik ke atas panggung rumah Sale secara bergantian satu persatu.


"Kalian mandilah dulu,setelah itu kita sarapan".kata Mamah kepada kelima pemuda itu.


"Baik Mamah",jawab mereka bersamaan.


"Bagaimana jalan-jalan kalian?",tanya Abah.


"Wah,,,,!seruh sekali Abah".jawab Reno dengan semangat.


Sale yang pertama giliran mandi,dia masuk ke kamar mandi,setelah beberapa saat Aliando giliran kedua untuk mandi,dan seterusnya sampai mereka berlima selesai mandi.


"Setelah sarapan kita pergi ke hutan biar tidak terlalu sore kita keluar hutannya",kata Abah kepada mereka berlima yang kini tengah sarapan bersama seperti tadi malam,namun tidak sesantai seperti makan malam,di sebabkan rencana perjalanan mereka yang hendak ke hutan.


"Apa Abah sudah menghubungi Amang?",tanya Sale kepada Abahnya.


"Sudah Sale,Amang kamu sudah menunggu di kantornya".


"Ya sudah,kalian pergi saja sekarang",kata Mamah dengan lembut karena melihat suami dan kelima pemuda itu sudah selesai sarapan."Biar Mamah yang membereskan,nanti terlalu sore keluar hutannya kalau terlalu lama berangkatnya".kata mamah dengan logat kalimantan yang kental.


Akhirnya Abah dan Sale,Aliando,Amar,Daniel dan juga Reno berangkat ke tujuan mereka dengan berjalan kaki,karena akses ke arah itu hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki guna untuk menghemat waktu,kalau justru kita naik angkutan umum ke tempat Amangnya Sale malah akan memakan waktu yang lama.


Begitulah Mereka berjalan berjajar dua-dua dengan Abah yang jadi pemandu nya.


setelah hampir satu jam berjalan menyusuri semak belukar melewati dua Desa tetangga dari Desa Sale tinggal,yang berlawanan dari arah mereka berjalan-jalan tadi pagi.


Sampailah mereka di kantor Amang yang sudah menunggu mereka.


Tidak membuang waktu lama Amang langsung mengajak mereka berenam langsung berangkat.Untuk mencapai hutan,mereka bertujuh berjalan ke sungai guna menaiki perahu,melewati keheningan Sungai Belayan yaitu anak Sungai Mahakam,lalu masuk melawati sungai yang lebih kecil yaitu Sungai Luah Tanjung namanya.Tak lupa Aliando mengabadikan momen itu dengan cameranya,sangat indah Sungai itu airnya tenang dan bersih.


"Nanti kalau kita sudah di dalam hutan,tidak boleh bicara sembarangan".Amang membuka pembicaraan.


"Apakah hutannya angker Amang?",tanya Aliando.


"Semua rata-rata hutan di Kalimantan adalah hutan perawan yang lebat dan banyak satwa yang masih asli pada habitatnya,dan hutan yang seperti itu pastilah ada penunggu dari makhluk yang tak biasa,menghuni hutan itu,dan keyakinan dari suku kita meyakini itu".jelas Amang kepada semua yang berada didalam perahu itu.


Terutama untuk Aliando,Amar,Daniel dan Reno manggut-manggut dan serius mendengarkan setiap penjelasan dari Amang.


"Banyak sudah kejadian aneh yang terjadi di hutan itu,ketika orang yang masuk ke dalamnya,tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang sudah ada sejak turun temurun di Desa kita".katanya lagi,"Mereka bahkan tanpa melakukan permisi saat akan memasukinya".


"Terus apa yang terjadi kepada mereka Amang? ",tanya Daniel dengan serius.


"Ya,,,mereka tidak bisa keluar dari hutan itu".jawab Amang lagi.


"Lalu?",tanya Amar tak kalah seriusnya,"Bagaimana mereka di temukan Amang?".


"Kita akan mencari setelah ada laporan masuk".kata Amang dengan telatennya menjawab semua pertanyaan keempat pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2