
Aliando,Amang Zul dan Abah,ketiganya kini dalam kondisi lemah,keringat ketiganya terlihat cukup banyak,di wajah juga baju ketiganyapun sudah basah oleh air keringat mereka.
Amar,Daniel,Reno,dan juga Sale memberikan air minum untuk ketiganya.
"Abah,,, Amang,,, bagaimana keadaan kalian?",tanya Sale yang berada di dekat mereka.
"Kami baik-baik saja Sale."Kata Abah setelah menbenarkan letak duduknya menghadap ke arah Aliando.
"Do,,,,,lu bisa denger gue kan?",tanya Amar setelah memberikan air mineral ke mulut Aliando yang terlihat sangat pucat.
"Do,,, bicaralah",kata Daniel merasa sangat khawatir.
"Ado,,,, bicara dong Do,lihat gue siapa?",kata Reno dengan kedua tangannya menangkup wajah tampan sahabatnya itu agar melihat ke arahnya.
Tiba-tiba Aliando menjatuhkan kepalanya ke samping,tepat di pundak Amar yang memang berada di samping kanannya,seperti tak ada tenaga yang menopang tubuhnya itu,dia sangat lemah,membuat ketiga temannya menjadi panik.
"Do,,,, lu kenapa?",tangan kiri Amar spontan menopang kepala Aliando yang sama sekali tidak bertenaga itu.
"Ado,,,,, bangun do,,,",kata Daniel dengan mengguncang tubuh Aliando.
"Do,,,, bangun Do,,,,, ",teriak Reno dalam kepanikannya,membuat Sale,Amang dan Abah berdiri dan mendekati keempat anak muda itu.
Amang Zul menekan pergelangan tangan Aliando memeriksa denyut nadinya."Aliando pingsan",kata Amang Zul kemudian.
"Kenapa dia pingsan Amang",tanya Sale dengan membuka sepatu kets dan kaus kaki Aliando di bantu dengan Reno.
Sedang Amar masih memangku kepala Aliando sambil mengusap -usap kening Aliando yang masih berkeringat dingin itu."Do,,,, ada apa dengan lu Do?",katanya lirih di telinga Aliando.
"Sale,,,,",panggil Abah kepada anaknya itu,"Tekan-tekan ibu jari kaki Aliando".perintah Abanya kepada Sale.
"Baik Abah",kata Sale sambil tanganya bergerak melakukan seperti yang abahnya perintahkan.
Reno juga melakukan seperti apa yang di lakukan Sale pada ibu jari kaki Aliando yang satunya.
Amang Zul membuka mata Aliando dengan jarinya untuk memeriksa mata Aliando.
"Apa masih ada Zul?",tanya Abah kepada adeknya itu,yang tidak di mengerti ketiga anak muda itu arah pertanyaan Abah kepada Amang Zul.
"Tidak ada kak,sudah kosong".kata Amang Kepada kakaknya itu.
"Baiklah,,,".kata Abah lagi.
Amang mengambil minyak kayu putih dari dalam tas kecil di pinggangnya,untuk di berikan kepada Daniel,agar di oleskan ke seluruh tubuh Aliando,dan Daniel menerimanya lalu melakukan seperti yang di katakan Amang padanya.
"Amang membawa minyak kayu putih?",tanya Sale yang merasa heran karena Amangnya membawa peralatan P3K nya di dalam tas kecil di pinggangnya.
"Amang selalu membawa peralatan P3K bila sedang bertugas di dalam hutan",jawabnya dengan logat daerahnya.
"Oh,,,, ",Bibir Sale membulat membentuk huruf "O"."Begitu ya?".
"Apa teman kalian Aliando ini sering pingsan?",tanya Amang Zul kepada teman-teman Aliando.
"Tidak pernah Amang".jawab ketiganya dengan yakin yang hampir bersamaan,karena mereka berempat memang bersahabat sejak masih duduk di bangku SMU sampai mereka duduk di bangku kuliah,dan selama itu pula tidak pernah sekalipun Aliando pingsan.
Amang merasa iba dengan Aliando yang masih pingsan.Di tatapnya wajah itu lekat."Apa teman kalian ini bukan orang Indonesia?",tanya Amang kepada Amar,Daniel ataupun Reno,tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Aliando.
"Ayahnya orang Belanda dan ibunya orang Indonesia asli",kata mereka hampir bersamaan.
"Kenapa Amang",tanya Sale demi melihat wajah pamannya yang sedikit aneh menatap ke arah wajah Aliando tanpa memalingkan tatapannya sedikitpun.
__ADS_1
"Sangat tampan wajah ini Sale",katanya lirih tanpa melihat ke arah Sale.
"Iya Amang,memang dia tampan",kata Sale lagi."Teman-teman di tempat kerja Sale mengatakan kalau ada empat artis yang menginap di losmen kami".kata Sale kepada Amang nya itu,,yang membuat Amar, Daniel dan juga Reno merona.
"Kami bukan artis Sale",kata ketiganya dengan malu-malu.
"Teman-teman Saya yang mengatakan itu",kata Sale sambil tangannya memijat-mijat kaki Aliando."Makanya pas waktu itu pintu kamar kalian terbuka,saya mencoba untuk masuk dengan alasan untuk membersihkan tempat ruangan itu,karena penasaran dengan apa yang di katakan teman-teman saya",kata Sale dengan jujur.
Mata ketiga anak muda itu membulat dengan mengingat kejadian saat pertama kali bertemu Sale,dan tidak menyangka dengan kemodusan pertemuan yang tidak di rencanakan Sale,hanya penasaran dengan apa yang di katakan dengan teman-temanya itu kepada Sale.
Tiba-tiba Aliando bergerak sepertinya dia mulai siuman dari pingsannya.Aliando mencoba untuk duduk dari berbaringnya yang hanya beralaskan dedaunan karena memang mereka masih di dalam hutan,Namun tubuhnya masih sangat lemah.
"Ado...syukurlah Lu sudah sadar",kata ketiga sahabatnya itu.
"Berbaringlah dulu Do,,, ",kata Amar yang melihat Aliando masih berusaha untuk duduk.
Mata Aliando menyapu ke semua yang ada di sekelilingnya itu.Melihat satu persatu orang yang berada di dekatnya,dan mencoba mengingat-ingat apa yang sudah terjadi pada dirinya.Aliando masih berusaha untuk duduk kali ini di bantu Daniel dan Amar yang berada di sampingnya."Maaf Saya merepotkan kalian",kata Aliando yang di tujukan untuk semua orang yang kini sedang mengerumuninya,khususnya untuk Abah,Sale dan Amang Zul,karena mata Aliando yang menatap ke arah mereka bertiga.
"Sudahlah Aliando,jangan kamu pikirkan",kata Sale seolah mengerti dengan perkataan Aliando.
"Ayo kita pulang",kata Aliando sambil berusaha untuk berdiri dari duduknya.
"Apa kamu sudah kuat untuk jalan?",tanya Amang Zul kepada Aliando.
"Sudah Amang",jawab Aliando yang merasa tidak enak karena telah merepotkan semua orang.
"Jangan di paksa kalau belum kuat berjalan",kata Abah yang melihat Aliando yang masih di bantu kedua temannya untuk berdiri.
"Tidak Abah,Saya sudah kuat".
"Pakai dulu sepatu mu",kata Abah lagi.
"Maaf kan Saya Amang,,,,Abah,,,,Sale,,,karena Sayalah,kita jadi terlambat keluar dari hutan ini".kata Aliando yang selesai memakai sepatu ketsnya secepat kilat.
"Sudahlah jangan kamu pikirkan itu",jawab Abah dengan penuh kasih sayang layaknya seorang Bapak kepada sang Anak."Yang penting kamu baik-baik saja".kata Abah lagi dengan menepuk lembut lengan Aliando.
"Terimakasih Abah",kata Aliando dengan memeluk Abah sekilas.
"Sama-sama",jawab Abah membalas pelukan Aliando dengan penuh kasih.
"Amang terimakasih ya",Aliando memeluk juga tubuh Amang Zul yang sedikit berisi dari pada tubuh Abah sang kakak.
"Sama-sama anak muda",jawab Amang Zul membalas pelukan Aliando itu.
"Co Cuit,,,,,",celetuk Reno pelan yang memang memiliki sifat periang dari ketiga temannya itu.Suasana yang haru itu jadi kembali hangat dengan senyuman di wajah mereka yang kembali hadir,setelah beberapa saat hilang dengan adanya kejadian yang menimpa Aliando itu.
"Sale terimakasih ya",kata Aliando lagi dengan kembali memeluk Sale untuk beberapa saat.
"Sama-sama Aliando",jawab Sale seraya membalas pelukan teman barunya itu.
Aliando melirik jam tangannya yang hampir jam tiga sore."Ayo kita pulang,Mamah pasti sudah menunggu kita."kata Aliando lagi.
"Ya sudah,,,ayo,,, ",kata Abah yang berjalan di depan diikuti oleh Aliando dan Amar,sedang baris ketiga Reno dan Sale,sedang Daniel dan Amang berjalan paling belakang.
Mereka menyusuri jalan setapak keluar dari hutan itu,sambil menikmati sesekali saat ada satwa yang menarik perhatian mereka.
"Amang itu apa?",tanya Daniel saat melihat hewan sebesar manusia."Apa Orang Utan ya?",katanya setelah beberapa saat berpikir.
"Apa,,,!?Orang Utan,,,!?",tanya Amar dan Reno hampir bersamaan.Dan semua yang ada di tempat itu pun menatap Daniel.
__ADS_1
"Iya,,,,Suwerrrrr,,,,,Saya melihatnya."kata Daniel dengan dua jarinya membentuk angka dua.
"Di mana?",tanya Amang dan Abah berbarengan.
"Tadi di semak itu Abah,,, Amang,,, ",Daniel menunjuk ke semak-semak yang di tengarai Daniel ada hewan yang sebesar manusia.
Mereka semua berhenti dan Amang membuat suara dari mulutnya,yang cukup enak di dengar oleh telinga,cukup lama Amang melakukan itu.Dan membuat semua yang berada di tempat itu hanya diam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Benar saja setelah beberapa saat Amang melakukan kegiatan itu,di beberapa dahan pohon yang tak jauh dari mereka ada beberapa Orang Utan bergelantungan di atasnya.
Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan,terutama untuk Amar,Aliando,Daniel dan Reno yang baru pertama kali menikmati pemandangan langka seperti itu.
"Wow,,,,,Amazing",kata Daniel lirih.
"Wow....",mulut Reno membulat tanpa bersuara.
Sedangkan Aliando menikmati saja tanpa bersuara apalagi dengan kebiasaan yang dia lakukan mengabadikan setiap momen yang baginya sangat menarik,kali ini tidak dia lakukan.
Amang sengaja tidak membuat Orang Utan itu turun ke bawah mendekati anak-anak manusia di tempat itu,karena Amang menghindari hal-hal yang tidak dia inginkan terjadi.
"Sungguh beruntung kalian bisa menyaksikan itu semua meski tidak bisa berinteraksi secara langsung",kata Amang lagi."Nanti kalau kalian ke sini lagi kita harus membawa makanan kesukaan mereka".
"Pasti Amang,semoga secepatnya bisa bertemu lagi".kejar Aliando yang akhirnya membuka suaranya lagi.
"Sekarang ayo kita pulang".kata Abah."Ini sudah sangat sore".
Merekapun bergegas untuk berjalan dengan posisi yang sama seperti semula.
sampai akhirnya,mereka telah sampai di kantor Amang Zul,dengan melewati jalan yang sama menyebrangi Sungai yang sama pula.
Haripun sudah sangat gelap saat mereka sampai di sana,hingga tidak memungkinkan Abah,Aliando,Amar,Daniel,Reno dan Sale berjalan kaki melewati beberapa desa untuk mencapai rumah Abah dan Sale.
"Sudah,kalian tidak perlu khawatir,Saya akan mengantar kalian sampai rumah".kata Amang."Ayo".
Akhirnya mereka berenam pulang ke rumah Abah dan Sale di antar menggunakan mobilnya Amang Zul.
Sampai tiba-tiba suara benturan yang cukup keras membuat mobil Amang Zul berhenti dengan rem yang sangat mendadak hingga menimbulkan bunyi melengking karena ban mobil yang menggesek di jalanan aspal.Semua yang berada di dalam mobil itu keluar demi melihat yang terjadi di depan mobil mereka.
Pandangan mereka menangkap sosok yang tergeletak tak berdaya tak jauh dari mobil Amang Zul berada,Mereka semua berlari ke arah sosok itu yang ternyata seorang ibu yang sudah rentah,ada darah di kepalanya lalu datang seorang perempuan yang masih sangat muda menangis di sisih ibu tua itu.
Tanpa pikir panjang Mereka menolong ibu itu dengan membawanya ke rumah sakit.Gadis mudah itupun ikut serta ke rumah sakit.
Setelah ibu itu mendapatkan perawatan dan di tangani secara baik oleh pihak rumah sakit.
"Maaf Amang tolong katakan kepada pihak Rumah Sakit agar memberikan penanganan yang terbaik dan kamar perawatan yang paling baik,Saya yang akan membiayainya".kata Aliando dengan serius.
"Baiklah,Saya akan mendaftar atas nama saya".kata Amang lagi.
"Kita harus melapor Amang,Dia korban tabrak lari".kata Sale serius setelah kita bertuju berada di mobil untuk pulang ke rumah Abah dan Sale.
"Baiklah,kita pulang dulu saja,kalian pasti sudah sangat lelah",jawab Amang kepada keponakannya itu.
Hari hampir pagi ketika mereka sampai di rumah,Amangpun langsung berpamitan pulang kepada kakak iparnya,tanpa masuk dulu ke dalam rumah.
"Kenapa sampai sepagi ini kalian pulang",tanya Mamah kepada mereka berenam."Mamah sangat khawatir,tapi syukurlah kalian sudah sampai rumah dengan selamat".Kata Mamah dengan penuh kasih.
"Banyak yang terjadi Mah".kata Sale.
"Baiklah,,,ceritanya nanti saja,sekarang kalian mandi,setelah itu makan dan istirahat".kata Mamah Sale lagi.
__ADS_1