Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab.15 Mendapat Kabar Baik


__ADS_3

Setelah mereka sampai di Rumah Sakit,Amar memakirkan mobilnya di pelataran parkir yang sangat luas itu,dan sebelumnya Amar menurunkan teman-temannya di pintu masuk IGD.


Aliando dengan cepat mendapatkan penanganan dari tim medis di sana,meskipun Malam tapi Dokter jaga di Rumah Sakit itu tersedia.Sungguh Rumah Sakit yang bonafit.


Daniel dan Reno menceritakan semua yang terjadi pada Aliando kepada Dokter Pras yang sedang bertugas jaga malam itu,seolah Dokter Pras tahu ketiga pemuda itu membutuhkan bukti yang otentik dari Rumah Sakit kalau Aliando itu benar-benar sudah di beri obat potenzol.


Tangan Aliando di infus,dia sangat lemah dan matanya terpejam."Nayla,,,,".kata Aliando lirih membuat ketiga temannya menoleh ke arah Aliando yang tidur di kasur pasien di IGD.


"Kenapa Aliando dari tadi menyebut nama Nayla",kata Amar, Reno dan Daniel hampir bersamaan.


"Apakah Ado jatuh cinta pada gadis itu?",tanya Amar kepada kedua temannya.


"Nah itu yang dari tadi gue ingin tanyakan Mar",kata Daniel cepat.


"Kalau memang Ado jatuh hati pada Nayla,lalu apa istimewanya gadis itu?Kenapa Ado tidak memilih dari sekian gadis cantik blasteran yang mengejar dia di kampus kita ya?",tanya Reno keheranan.


"Seperti si Karolin tadi gadis itu sangat sempurna,cantiknya luar biasa,bahkan blasteran sama seperti Ado,juga Karolin cinta berat sama Ado bahkan sampai rela berbuat nekat saking cintanya sama si Ado",kata Reno panjang lebar kepada Amar dan Daniel yang hanya manggut-manggut mendengarnya.


"Tapi si Adonya malah cuek-cuek aja ya?",tanya Amar tanpa membutuhkan jawaban dari Reno dan Daniel,karena memang Ketiganya tahu bagaimana Aliando terhadap cewek-cewek yang mengejarnya selama ini.Aliando sangat dingin terhadap perempuan manapun,dengan sikapnya yang terkadang kesannya sangat menyebalkan bagi perempuan yang baru mengenalnya.


Tapi kenapa justru nama Nayla yang notabene sangat jauh berbeda dengan dirinya dalam segala hal,ataupun dengan cewek-cewek cantik yang mengejarnya,Kenapa?,Ada apa dengan Aliando?.Kenapa jatuh hati kepada gadis yang terlihat sangat dekil,kotor bahkan terlihat tidak cantik bagi ukuran mereka?.


"Gue sebenarnya tidak percaye dengan pilihan hati Ado,kalau memang benar Ado jatuh hati pada gadis itu".kata Reno setelah mereka terdiam beberapa saat.


"Gue juga sih,secara Ado cakepnya luar biasa,baik juga,sedang Nayla,,,?",kata Daniel tidak meneruskan kata-katanya.


"Sudah-sudah,kita harus menghargai pilihan si Ado,bagaimanapun Ado sahabat kita",kata Amar dengan bijaksana.


"Iya lu bener,kita tidak tahu dasar apa si Ado memilih Nayla".kata Daniel lagi mencoba untuk mengerti tentang ketidak mengertian dirinya tentang pilihan hati sahabatnya itu.


"Iye kalian bener,kita harus menghargai pilihan si Ado",timpal Reno."Kasihan si Ado dia memendam semuanya sendiri,sebagai sahabat yang baik kita harus tahu sebenarnya apa yang ada di hati Ado",


"Betul lu No,kita bantu Ado".kata Amar dan Daniel akhirnya.

__ADS_1


"Nah gitu dong",kata Amar dengan senyuman."Gue mau menghubungi Sale",kata Amar yang langsung menghubungi Sale dengan ponselnya.


"Ide bagus Mar",kata Daniel.


"Halo Sale",kata Amar setelah suara Sale dari seberang terdengar menyapa Amar."Kita mau tanya Sale,,,apa yang terjadi sama Nayla?".tanya Amar,"Aliando tidak menceritakan apapun Sale".


Amar hanya manggut-manggut ketika Sale menceritakan kronologi yang menimpa Nayla.Setelah berbicara panjang lebar dengan Sale di ponselnya,Amar mengucapkan selamat tinggal sebelum menutup pembicaraan mereka.Amar menceritakan kabar dari Sale tentang Nayla,membuat ketiganya geram kepada Fandi.


"Laki-laki biadab",kata Reno penuh amarah.


"Semua dugaan Ado benar kan?",kata Amar dengan mengingat kata-kata Aliando tentang Fandi.


"iya Mar,semua kekhawatiran Ado terbukti".kata Daniel.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk Ado?",tanya Reno kepada kedua temannya itu.


"Kita lihat dulu si Ado mau melakukan apa,kalian tahu sendiri kan si Ado orangnya tertutup".


"Amar,,,Reno,,,Daniel,,,",panggil Aliando dari tempat tidur pasien yang di panggilnya langsung menoleh bersamaan,dan mereka bertiga berjalan mendekati Aliando yang masih terlihat pucat.


"Lu bener-bener kagak inget Do?",tanya Reno balik bertanya kepada Aliando.


"Gua inget terakhir gua lagi nunggu Karolin lagi pingsan,itu aja yang gua ingat",kata Aliando sambil mengerutkan keningnya.


"Terus yang lain kagak ingat samasekali?",tanya Amar.


Aliando mencoba mengingat-ingat semua kejadian yang dia alami di kampus tadi,tapi tetap saja yang dia ingat terakhir kali sedang menunggu Karolin.


"Apa Lu tidak bertemu Nayla,Do?",tanya Daniel dengan hati-hati,berharap pertanyaannya ini adalah awal untuk Aliando berkata jujur pada mereka.


"Maksudnya Niel?",tanya Aliando tidak mengerti dengan arah pertanyaan Daniel padanya.


"Do,,,dari tadi yang lu panggil nama Nayla terus",kata Amar pelan.

__ADS_1


"Apa,,,,?",mata Aliando membulat,dan perkataan Amar bagaikan petir di siang bolong,bagaimana mereka sampai tahu,apa yang dia lakukan?,perasaannya yang dia tutupi selama ini terkuak sudah,haruskah dia malu?,ataukah justru senang?sehingga tidak ada beban lagi dalam hatinya?,ataukah Amar sedang menerka saja?,ataukah sedang bercanda dengan kata-katanya itu?,tapi,,,, bukankah saat ini mereka tidak sedang bercanda?.


"Ayo kita pulang,gua sehat-sehat saja",kata Aliando setelah beberapa saat."Tolong panggilkan perawat",katanya lagi untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Do,,,sebentar lagi hasilnya keluar".kata Reno yang dari tadi hanya diam.


"Hasil apaan?",tanya Aliando,yang akhirnya perawat datang untuk mecabut jarum infus di tangannya.


"Do,,,,Dengar",kata Amar serius."Lu tadi di jebak sama Rara dan Karolin,Lu di kasih obat Potenzol",Amar diam sesaat,dia melihat Aliando mulai serius mendengar cerita Amar,"Lu tadi di kasih minuman atau makanan,lu ingat kan Do?",


"Iya benar, gua di kasih air mineral sama Rara",kata Aliando dengan serius.


"Nah,,,,itu dia,Do",timpal Reno cepat."Lu ngelakuin sesuatu yang di luar kendali lu Do".


"Apa gua melakukan sesuatu yang tidak lazim?dengan siapa?",mata Aliando membulat tajam menatap Reno,Amar,dan Daniel bergantian."Cepat katakan!!".


"Karolin Do",jawab ketiganya hampir bersamaan.


Aliando mengusap wajahnya kasar,bersamaan dengan itu seorang perawat datang sambil membawa hasil sementara tes laboratorium.


Aliando melihat sendiri hasilnya yang memang dia positif menggunakan obat potenzol.Dia sangat menyesal dengan kejadian ini.


"Siapa lagi yang tahu dengan kejadian ini",tanya Aliando dengan suara tertahan.


"Tidak ada Do,syukurlah cuma kita yang tahu".kata Amar dengan pelan,"Untung gue sempet lihat Rara yang jalan sama elu ke arah taman".


"Terimakasih gaess,kalian telah menyelamatkan gue".kata Aliando tangannya mengepal di sambut oleh kepalan pelan tangan Amar begitu juga pada keduanya.


"Do,, dari tadi ponsel lu bunyi,Nih,,,",kata Amar sambil memberikan ponsel ke Aliando.


"Halo,,,ya saya Aliando,,,"katanya setelah menerima panggilan di ponselnya."Apa,,,!!??,foto saya masuk kategori terfaforit?",membuat ketiga temannya jadi kebingungan.


"Ayo Gaess kita kembali ke kampus".Aliando langsung mengajak ketiga temannya untuk segera ke kampus setelah Aliando membayar biaya administrasi di Rumah Sakit itu.

__ADS_1


"Tapi foto apa,Do?"tanya ketiga temannya saat mereka sudah ada di di dalam mobil kembali menuju kampus.


__ADS_2