
Kapal kayu mulai berjalan melambat pertanda dia mau berlabuh.
Dan semua penumpang bersiap siap untuk meninggalkan kapal kayu itu.
Begitu juga Aliando,Amar,Daniel dan Reno,mereka pun tengah mempersiapkan diri untuk meninggalkan kapal kayu itu,dengan segala cerita yang baru saja tercipta,yang akan menjadi kenangan di dalamnya,melewati senja di atasnya,dan tertawa bersama hingga mereka menjadi artis dadakan untuk sesaat.Namun itu baru sedikit kisah yang mereka lalui,dan pasti akan lebih banyak lagi kisah yang akan mereka lalui di dalam liburan mereka nanti.
Senyum mengembang di bibir semua penumpang,juga keempat pemuda tampan itu,akhirnya setelah kapal kayu itu benar-benar berhenti.
"Kita cari penginapan di dekat sini saja dulu",kata Aliando sambil membenarkan travelbag di punggungnya".Besuk baru kita pikirkan lagi ke Panajam Paser Utara."
"Iya betul Do,kita rehat dulu atau mandi-mandi lah dulu".timpal Amar.
"Iya nih,badan gua sudah lengket-lengket pengin mandi."jawab Daniel.
"Terserah lu pade dah,gue ngikut".kata Reno kemudian.Mereka berempat berjalan berjajar dua-dua untuk mencari penginapan.
"Alhamdulillah,,,,."kata Amar setelah matanya menangkap papan nama losmen tak jauh dari mereka."Akhirnya gue bisa mandi".
"gua juga".timpal Reno.
"Do,,,kita pesen sekamar aja".kata Daniel setelah mereka masuk ke dalam losmen itu.
"Iya lah Niel,masak pesen nya empat kamar".jawab Reno lagi.
"Kali aja lu pengen sendiri sekamar".kata Daniel ke Reno.
"Gile lu,kagak lah".jawab Reno menanggapi perkataan Daniel.
"Ah mana mungkin si Reno berani tidur sendiri".timpal Daniel lagi.
"Eh,,,,siapa bilang?",tanya Reno sambil matanya membulat ke arah Daniel.
"Ya emang kagak berani,ya kan?"akhirnya Amar menimpali gurauan kedua temannya itu.
Sedang Aliando memesan kamar dengan dua bed atas nama dirinya.
"Lu tidak salah Mar, bener seratus persen tuh!".Jawab Daniel lagi.Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama.Sambil menunggu Aliando ke resepsionis,mereka bertiga duduk di lobby sambil berbincang dan sesekali bercanda.
"Gue laper gaess".kata Reno kemudian,sambil bibirnya nyengir kuda.
"Sama".kata Amar dan Daniel bersamaan.
"Emang lu doang yang laper".jawab Daniel lagi dan Amar mengangguk.
"Ye kali aje lu kagak laper".timpal Reno ke Daniel.
"Eh,,,sudah-sudah",kata Amar ke Reno dan Daniel,"Kalian ini ya,seperti Harimau sama Ayam saja".
"Hah,,,,!?Harimau dan Ayam?!"kata Daniel dan Reno bersamaan dengan mata membulat ke arah Amar.
"Apa lihat-lihat?",tanya Amar kepada Daniel dan Reno,demi melihat kedua mata sobatnya itu.
"Lu kagak salah Mar?,dari manenye coba Harimau ame Ayam".kata Reno di sambut tawa ketiganya.
"Hahahahahaha,,,,,".
Tawa mereka lepas membuat orang-orang di dalam losmen itu berpaling kepada Amar, Daniel dan juga Reno,tak luput juga Aliando yang melemparkan pandangannya ke arah ketiga sobatnya itu.
Di resepsionis.
"Anda mau pesan kamar apa mas".tanya seorang perempuan muda penjaga resepsionis itu.
"Saya maunya satu kamar dengan teman-teman saya yang ada dua bed besar".kata Aliando.
"Baiklah tunggu sebentar",kata resepsionis itu, sambil tangannya membuka buku daftar kamar yang tersisa."Soalnya musim liburan mas, jadi kamar banyak yang Check in".
"Mudah-mdahan masih ada mbak".kata Aliando.
"Untuk berapa hari mas?".
"Insyaallah,,besuk sore kita sudahcheck out."
Petugas resepsionis itu masih mencari daftar kamar yang masih kosong.Losmen itu bisa di katakan tempatnya cukup besar dan bagus,bersih juga,semua fasilitas lengkap.Ada bar di dekat lobby,ada tempat bermain untuk anak,dan ada juga restaurantnya.
"Bagaimana mbak?",tanya Aliando setelah beberapa saat.
__ADS_1
"Nah,,,ini mas,kalau kamar yang seperti Anda inginkan sudah full mas",
"Trus bagaimana mbak?"
"Kalau homestay bagaimana?"tanya petugas resepsionis itu kepada Aliando.
"Ada ya mbak?"
"Ada mas kebetulan tadi pagi yang menyewa sudah check out".
"Boleh deh mbak,tidak masalah".
"Bisa pinjam KTP nya mas?"tanya petugas resepsionis itu kepada Aliando.
Aliando membuka dompetnya dan mengeluarkan KTPnya untuk di berikan kepada petugas resepsionis itu.
"Ini mbak".seraya menyodorkan KTPnya.
"Bayar di muka ya mas."
"Baik mbak".
"Enam Ratus Ribu rupiah mas".
Aliando menyodorkan uang seratus ribuan enam lembar kepada petugas resepsionis itu.
Setelah selesai petugas resepsionis itu memberikan lagi KTP kepada Aliando.
"Mari saya antar mas".kata petugas OB yang sebelumnya sudah di konfirmasi oleh petugas resepsionis itu melalui pesawat telepon yang sudah di pararel di losmen itu.
Aliando memberi isyarat lambaian tangan ke arah Amar,Daniel dan Reno agar ketiganya segera mengikuti Aliando.
Mereka berempat kini mengikuti langkah seorang laki-laki petugas OB untuk menuju ruangan homestay yang di pesan Aliando untuk bermalam mereka berempat.
Homestay di losmen itu tempatnya terpisah dengan kamar-kamar yang berada di ruang dalam di losmen itu.Tempatnya bagus malah lebih dekat dengan pintu samping yang menghubungkan pintu masuk ke restaurant dan bar di losmen itu.
Mereka berempat masuk ke ruangan itu satu persatu,setelah seoarang OB yang mengantarkan mereka berempat,membuka kunci pintu ruangan itu.
"Selamat datang di tempat kami,semoga Anda berempat betah berada di sini".kata OB itu dengan sopan dan setelah itu meninggalkan mereka berempat di ruangan itu.
"Terimakasih".kata mereka berempat serempak.
"Hhmmm,,,."Aliando hanya menggumam sambil mengeluarkan camera dan handphonenya dari dalam travelbagnya kemudian menaruhnya dengan hati-hati,di atas nakas di samping kasurnya yang akan dia tiduri nanti.
Dari pintu masuk di ruangan itu ada semacam ruang untuk santai dengan satu sofa memanjang dan di depannya ada sebuah meja berukiran indah dengan warna kayu berwarna keemasan.Juga ada teras di depan ruangan itu dengan taman yang indah dan asri,setelah masuk ke ruangan ke dua,terdapat sprigbad ukuran jumbo dengan sprei warna putih dan sangat harum baunya,ada sebuah AC di atas kasur itu,kamar mandi terdapat di rungan ke tiga setelah kamar tidur,dan di samping kamar mandi terdapat sebuah dapur yang lengkap dengan lemari pendingin dan kitchen setnya,sangat bersih dan terawat.
"Gaesss,gua mandi dulu".kata Aliando setelah mengelauarkan baju ganti dari dalam travelbagnya.
"Ok boss".kata Reno sambil tangannya memilih baju ganti dari dalam travelbagnya.
"No,,,ntar abis si Ado,gua yang mandi ya?",tanya Amar karena melihat Reno yang sudah bersiap ke kamar mandi dengan baju ganti di tangannya.
"Ya,,,,gue dulu dong Mar".jawabnya dengan intonasi yang memelas.
"Ah,,, ente g setia kawan No",kata Amar dengan bibir mengerucut.
"Eh,,, bukannye begitu Mar",kata Reno masih dengan memelas dan memegang perutnya."Gue punya hajat nih".
Seolah Amar mengerti dengan kata-kata Reno."Oh,,begono ya,kirain".
"Jangan lama-lama No,gua juga punya hajat".timpal Daniel setelah Reno masuk ke kamar mandi setelah Aliando keluar dari dalamnya.
"Lu urutan ke empat Nieeeel",teriak Reno dari dalam kamar mandi.
Aliando menghempaskan tubuhnya di kasur setelah menyisir rambut agak panjangnya itu dengan jari-jari secara acak.
"Do,,,sepertinya ponsel lu ada yang menghubungi".kata Amar dan Daniel hampir bersamaan,yang kini mereka juga memainkan ponsel mereka selagi menunggu giliran mereka ke kamar mandi.
Aliando mengambil handphonennya dari nakas di samping dia merebahkan tubuhnya.Di lihatnya notifikasi di layar ponsel nya ada tulisan mamaku di sana,baru beberapa menit yang lalu.Aliando menekan warna hijau untuk menghubungi orang tuanya itu.
"Walaikumsalam ma,,,",jawabnya setelah suara dari seberang berkata.
"Hehehehe,,,,."tawa Aliando terdengar membuat Amar dan Daniel menoleh padanya."Iya ma,Ado berangkat sama genk",katanya lagi sambil menatap kedua temannya itu.
"Hallo Tan,,,,",teriak Amar dan Daniel bersamaan.Kemudian Aliando menekan loud speaker ponselnya agar mamanya mendengar suara teman-temannya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu".kata mama Aliando lagi setelah mendengar suara dari kedua temannya itu."Kalian semua hati-hati ya sayang".katanya dengan lembut.
"Mama tutup dulu ya Do."
"Ok ma",kata Aliando
"Iya Tan,,,",kata Amar dan Reno bareng.
"Assalamualaikum",kata Mama nya Aliando lagi.
"Walaikumsalam,,,,",jawab ketiganya bersamaan.
Akhirnya setelah beberapa saat Reno keluar dari dalam kamar mandi,di ikuti Amar yang masuk ke kamar mandi,begitulah seterusnya sampai selesai mereka berempat mandi dan mereka memakai minyak wangi yang harumnya berbeda-beda dari keempatnya.
"Kita keluar yuk,jalan-jalan".kata Daniel yang memakai kaos warna putih yang terlihat sangat pas pada kulitnya.
"Boleh",jawab Aliando yang malam itu terlihat sangat tampan dengan kaos brandednya yang berwarna maroon,sungguh sangat terlihat begitu sempurna dengan rambut agak gelombang dan panjangnya yang tanggung.
"Ya ampun Do,lu cakep banget brow".Amar yang berhidung mancung,berkulit putih dan sedikit berewok halus yang selalu di cukur itu,sehingga terlihat seksi,memuji Aliando dengan menatapnya lekat,membuat Aliando salah tingkah.
"Sialan lu Mar,apaan lu",kata Aliando demi menutupi kegugupanya karena malu.
"Pantes aje,ibu-ibu hamil demen ame Ado",timpal Reno yang memiliki wajah manis dengan kulit kuning langsatnya dan bibir mungil serta alis tebal,sungguh perpaduan yang sempurna.
"Apalagi yang kagak hamil ya No",Kata Daniel yang wajahnya sangat mirip opa-opa korea itu.
"Apaan sih kalian",Aliando ngleyor pergi meninggalkan ketiga temannya yang sedang menggoda nya itu.
"Hahahahaha,,,,mereka semua tertawa bersama demi melihat kelakuan Aliando sobatnya itu.
Malam itu mereka berempat jalan-jalan menyusuri jalanan yang tidak terlalu bising,tidak seperti di kotanya yang tidak pernah sepi dengan lalu lalang kendaraan meski hari sudah larut.
Seperti biasanya Aliando tidak pernah melewatkan momen saat menemukan obyek yang di rasanya menarik untuk di abadikan dalam cameranya.
"Do,,, kita bungkus saja ya buat makan malam".
kata Reno di sambut anggukan Amar dan Daniel.
"Ok terserah kalian",jawabnya yang masih asyik dengan cameranya.
Amar berinisiatif untuk pergi membeli makan malam untuk mereka berempat,berdua saja dengan Reno,sedang mereka berdua menyuruh Daniel untuk tinggal,menemani Aliando yang masih tidak lepas dengan cameranya.
"Kita bungkus nasi goreng spesial saja No"kata Amar yang melihat ada restaurant malam yang menyajikan makanan Chinese,yang tak jauh dari tempat mereka meninggalkan Aliando dan Daniel.
"Ok,,ape kate lu aje Mar,gue ngikut".
Setelah pesanan mereka selesai,Amar membayar semua makanan yang mereka pesan,dan kembali berjalan menuju tempat Aliando dan Daniel berada.Yang ternyata Aliando sudah selesai dengan aktivitasnya,kini sedang duduk bersama Daniel di bangku yang tersedia di pinggir jalan itu.
Aliando melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan hampir pukul dua belas malam.Tiba-tiba dari arah berlawanan dari mereka berjalan kembali menuju losmen mereka bermalam.Ada dua perempuan menyapa keempatnya,dan dua-duanya berdiri tepat di depan keempat remaja itu,membuat keempatnya menghentikan langkahnya."Haiii....".kata salah satunya.
"Duh Gusti,,,,kalian berempat ini Pangeran dari Negeri mana?",tanya yang lainnya yang menggunakan pakaian seksi dan wajahnya yang cantik putih.
Mereka berempat bingung dan salah tingkah dengan kata-kata cewek cantik itu.
"Sumpah demi apapun kalian berempat sangat ganteng-ganteng".Kata cewek yang menyapanya pertama kali."Apa kalian artis ibu kota?".tanyanya lagi dengan menatap keempatnya secara bergantian.
"Kita bukan artis mbak,kita orang biasa kok",jawab Reno yang memang sifatnya sangat ceria dari pada ketiga sobatnya yang lain.
"Maaf,,, kita permisi dulu mau pamit",kata Amar akhirnya dengan sopan.
"Tunggu!".kata cewek yang cantik putih,menahan keempatnya yang sudah mau beranjak dari hadapan kedua cewek itu."Kami ingin menemani kalian malam ini,kami harap kalian tidak keberatan".
Demi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut cewek itu,Mata keempatnya membulat dan saling memandang satu sama lain.
"Kami rela tidak kerja malam ini,asal kami bisa menemani kalian malam ini saja,ku mohon".masih kata cewek yang wajahnya cantik putih dengan memohon.
"Maksudt nya mbak itu apa sih?"tanya Daniel dengan sopan.
"Karena saya suka sekali melihat kalian yang memiliki wajah tampan".
"Maaf mbak tapi kita tidak butuh teman,karena kita berempat sudah cukup."kata Amar lagi.Aliando hanya diam karena dialah yang paling dingin kalau urusan kaum hawa.
"Permisi mbak".kata Reno yang langsung menarik tangan Aliando dan Amar yang lebih dekat dengan dirinya berdiri.
Akhirnya mereka berempat bisa kembali ke losmen dengan aman tanpa gangguan lagi.
__ADS_1
"Ada-ada saja kelukuan orang di dunia ini".kata Amar dengan senyuman,setelah mereka berada di dalam ruangan tempat mereka berempat bermalam.
Mereka berempat kini bersiap-siap untuk menyantap bungkusan makan malamnya yang sudah terlambat itu.