
Sejak Aliando menerima kabar dari Sale,dia menjadi lebih pendiam dan wajahnya terlihat murung.
"Do,,lu baik-baik saja kan?",tanya Amar setelah mereka berada di kampus lagi untuk perform mereka yang menunggu giliran.
"Jangan khawatir,gua baik-baik saja kok",jawab Aliando meyakinkan teman-temannya.
Tiba giliran mereka tampil,Amar,Reno dan Daniel semua dengan alat musiknya masing-masing,ke tiga temannya merasa khawatir kalau perform mereka akan gagal,karena pemain drum yang merangkap lead vocal yaitu Aliando sedang tidak baik-baik saja.Mereka bertiga memberi kode kepada Aliando yang sepertinya belum siap.
"Selamat Malam perkenalkan pada gitar Amar,,, pada keyboard Daniel,,,,pada drum Aliando dan pada bass saya sendiri Reno,,,,, ".Begitulah pembukaan dari Reno untuk mengalihkan perhatian kedua temannya yang hanya tertuju pada Aliando.
Sedang kini Aliando seperti merasakan kehadiran Nayla di hadapannya,menjelma sebagai wanita cantik yang memberinya kekuatan,seketika Aliando merasakan tubuhnya menjadi memiliki energi yang positif,yang membuatnya sangat siap untuk menampilkan perform mereka dengan sangat sempurna.
Suara riuh menyambut mereka setelah mereka menyelesaikan dua lagu,tepuk tangan dan siulan dari para penonton di kampus itu.Suara Aliando yang sungguh enak terdengar menambah nilai tersendiri bagi penikmatnya.
Mereka pun turun dari atas panggung dengan wajah berseri-seri,bagaimana tidak,kekhawatiran Amar,Reno dan Daniel tentang badmoodnya Aliando waktu mereka baru naik ke atas panggung syukurlah tidak terjadi,bahkan performa mereka sangat sempurna,semuanya puas.
"Do terimakasih ya",kata Reno,mereka kini berempat sudah duduk di kursi khusus bagi mahasiswa dan mahasiswi yang mengisi acara, di samping panggung.
"Untuk apa?",tanya Aliando.
"Untuk performa kita",jawab Reno menepuk bahu Aliando.
"Puas Do",kata Daniel.
"Suara lu enak banget Do",puji Amar dengan menepuk pipi Aliando yang putih merona.
"Biasa saja gaess,kagak usah muji gitu",kata Aliando cuek,sambil berdiri dari kursinya hendak berjalan.
"Lu mau kemana Do?",tanya Amar.
"Mau ke toilet dulu".
__ADS_1
Setelah keluar dari toilet Aliando berpapasan dengan Rara teman karolin.
"Aliando,,,tunggu."kata Rara yang kini sudah berdiri di depan Aliando.
"Ada Apa?",tanya Aliando.
"Tolong saya Aliando,Karolin pingsan,tadi saya cari bantuan tapi tidak yang lewat sini,dan kebetulan kamu yang lewat sini".
"Di mana dia?",kata Aliando yang merasa kasihan dengan Rara teman satu kelasnya itu,mengikuti Rara berjalan ke arah Karolin berada.
"Itu Karolin",Rara menunjuk karolin yang masih tergeletak di taman dekat perpustakaan kampus.
Tanpa curiga sama sekali Aliando berjalan cepat untuk menolong karolin.mengangkat tubuh karolin menggendong nya sendiri karena tubuh Aliando tinggi atletis sehingga tidak ada kesulitan sama sekali saat menggendong tubuh karolin yang langsing itu.
"Kita bawa ke ruang UKS saja Aliando".kata Rara sambil berjalan di samping Aliando yang menggendong tubuh Karolin ala bridal style.
Sampai di ruang UKS Aliando menidurkan tubuh karolin dengan pelan dan sangat hati-hati.
"Di minum dulu Aliando,kamu pasti lelah",kata Rara sambil menyodorkan Air mineral kepada Aliando.
"Sebagai rasa terimakasih ku sama kamu,karena sudah membantu Karolin,terimalah,,,cuma air putih".Rara memberikan air mineral itu lagi kepada Aliando.
"Baiklah",Aliando menerima air mineral itu dari tangan Rara."Saya kembali dulu,kamu urus Karolin",kata Aliando yang hendak beranjak dari tempat itu.
"Tunggu Aliando",kamu mau kemana?",tanya Rara demi mengulur waktu agar Aliando tidak segera pergi dari tempat itu."Tolong jaga Karolin dulu,aku mau cari bantuan,tolong ya?",kata Rara seraya pergi meninggalkan Aliando tanpa menunggu persetujuan dari Aliando.
"Tapi,,,",kata Aliando,sedangkan Rara sudah pergi dari hadapannya.
Aliando duduk di depan ruang UKS tanpa melihat sama sekali Karolin yang tengah berada di dalam ruang UKS.
"Sialan ponsel gue ada di Amar",Aliando menggerutu,Dia tidak tahu harus berbuat apa,"Kenapa tidak ada orang sama sekali yang lewat sini sih",katanya hanya dalam hati."Masak gua harus ninggalin Karolin",katanya dengan kegundahan hatinya,sambil meneguk air mineral yang tadi di berikan Rara padanya.
__ADS_1
Bermenit-menit Aliando menunggu Rara sampai air mineral itu habis tak bersisa di tangannya,dia menaruh botol plastik kosong itu di samping dia duduk.
Setelah beberapa lama dia menunggu Rara,namun yang di tunggu belum juga nenunjukkan batang hidungnya,sampai Aliando merasakan kepalanya begitu berat,badannya merasakan panas dan entah perasaannya kacau,Aliando tidak mengerti perasaan apa yang kini tengah menyerangnya.
Dia bermaksud untuk melihat Karolin ke dalam ruang UKS tapi justru yang dia lihat yang tengah terbaring bukan Karolin,tapi Nayla yang ada di tempat tidur di ruang UKS itu.
"Nayla",katanya lirih dan mendekati tempat di mana Karolin berada.
Aliando yang merasakan tubuhnya kini semakin memanas,dia langsung memeluk Karolin yang di sangkanya Nayla.Karolin yang memang tidak benar-benar pingsan menyambut pelukan hangat Aliando,Karolin mencium bibir Aliando dengan pelan dengan penuh perasaan dan dengan segenap cinta Karolin kepada Aliando.Begitu juga Aliando yang merasa bahwa Karolin adalah Nayla,dia menyambut ciuman manis itu dengan sejuta kerinduan yang dia pendam selama ini kepada gadis itu,bibir mereka saling mengulum,lidah mereka saling berpagut di dalam mulut mereka,akhirnya menjadi ciuman yang panas penuh gairah dari keduanya.Aliando menjelajahi leher jenjang nan putih milik Karolin itu dengan ciuman membara,nafas Karolin memburu,hingga Karolin membuka sendiri kancing bajunya agar Aliando menurunkan ciuman bibirnya ke daerah tersebut."Aaarrrggghhh...".nafas Karolin memburu membuat Aliando semakin bergairah.
"Kamu ganteng sekali Aliando,kamu juga baik,kali ini kamu tidak akan lepas dari ku",kata Karolin dengan senyum kemenangan.
Di saat gairah Aliando semakin membara dan nafasnya memburu.Amar,Reno dan Daniel Tiba-tiba masuk secara paksa ke ruang UKS dan mendapati Aliando yang sedang mencium Karolin di daerah yang tadi kancing bajunya di buka sendiri oleh Karolin.
"Aliando,,,",teman-temannya langsung menarik tangan Aliando yang masih melakukan aktivitasnya itu seolah tidak menghiraukan ketiga temannya yang tengah mengkhawatirkannya itu.
"Nayla,,,,"kata Aliando lirih namun masih bisa di dengar semua yang ada di ruangan itu.
Aliando merasa lemas dan dia merasa sangat kacau.Reno menyiram rambut dan tubuh Aliando dengan air mineral yang dia bawa.
"Kamu perempuan tidak tahu malu,kamu menjebak Aliando kan?, kamu beri dia obat perangsang kan?,"Kata Amar dengan penuh amarah.
"Tidak Amar,kamu jangan asal menuduh tanpa bukti",kata Karolin sambil merapikan kembali bajunya.
"Bagaimana kalau terbukti,gue akan bawa Aliando ke dokter",kata Amar,lalu keluar dari ruangan itu menyusul Reno dan Daniel yang sudah membopong Aliando keluar lebih dulu dari ruangan itu.
Amar mengendarai mobil Aliando dengan Reno duduk di depan,di samping Amar,dan Daniel duduk di kursi jok belakang bersama Aliando yang masih dalam keadaan sangat lemas.
"Apa kita jadi membawa Ado ke dokter?".tanya Amar kepada kedua temannya itu.
"Jadi dong Mar,kita harus tahu,kalau Aliando benar-benar di beri Potenzol sama Karolin".kata Reno.
__ADS_1
"Ya jelas itu mah,kita kan tahu si Ado seperti apa sama perempuan".kata Daniel,"Tapi tidak ada salahnya sih kita ke Dokter".
"Ok kita ke dokter".Kata Amar sambil melajukan mobil Aliando ke arah rumah sakit yang terdekat dari kampus mereka.