
"Den Ado,,,,,,".Suara ketukan pintu di kamar Aliando terdengar di telinganya.
"Masuk Bik,,,,tidak di kunci kok",suara Aliando serak karena memang baru terbangun dari tidurnya.
"Tuan Besar tilfun,katanya kenapa Handphone Aden kok tidak aktif",kata bik Imah pembantu di rumah Aliando setelah masuk ke kamar Aliando.
"Iya Bik,,,,nanti saja Ado aktif kan".jawabnya asal,dia baru ingat kalau handphonenya sudah pindah tangan,dan dia belum beli lagi setelah kedatangannya dari Kalimantan.
"Baiklah,,,,Bik Imah keluar dulu,Den".
Aliando kembali menarik selimutnya hingga sampai menutupi kepalanya dan kembali meneruskan tidurnya.
"Ado,,,,,Bangun sayang",suara Mama Aliando yang tiba-tiba sudah ada di pinggir tempat tidur anaknya."Ado,,,,bangun sayang",kata mamanya lagi,dengan tangan mengusap kening anaknya dengan lembut.
Aliando membuka matanya malas".Ado ngantuk Ma,,,,".
"Makan dulu Nak,baru tidur lagi".
"Tidak Ma nanti saja,Ado tidak lapar".
"Tapi Ado,kata Bik Imah kamu belum makan apapun mulai tadi pagi".
"Memangnya ini jam berapa sih Ma?",tanya Aliando yang masih enggan membuka matanya.
"Ini jam tujuh malam".
Aliando dengan cepat membuka matanya."Apa Ma,jam tujuh malam?"matanya membulat kearah mamanya.
"Iya sayang".kata Emi yang sekarang duduk di samping tempat tidur sang Anak."kenapa Do,,,?".
"Sudah berapa jam Ado tidur?".katanya pada dirinya sendiri tanpa berniat bangun dari tempat tidurnya.
"Do,,,,kenapa Ponsel kamu tidak aktif?",tanya mamanya yang masih duduk di tempat tidur,di samping Aliando.
"Ado kelupaan Ma,tadi malam datang langsung tidur",katanya dengan kebohongannya,"Bohong demi kebaikan,tidak masalah",kata Aliando,tentunya hanya di dalam hati.
"Mama kapan datang?",tanya Ado untuk mengalihkan pembicaraannya.
"Baru saja Mama sama Papa datang."
"Oh ya?".
"Bagaimana liburan kalian,apa menyenangkan?".
"Sangat Ma".
"Karena itu kamu jadi jarang menghubungi Mama?".
"Ah Mama,,,,biasa saja kali Ma".
"Mmmm,,,".Bibir Emi manyun."Sepertinya anak Mama mulai membagi perhatian",kata Emi menggoda Aliando.
"Maksud Mama apaan sih?".kata Aliando membuka sedikit selimut sebatas lehernya.
"Siapa tahu Anak Mama yang ganteng ini sudah menemukan pujaan hati".
"Apaan sih Ma,,,,".kata Aliando menutup kembali wajahnya dengan selimut.
"Ado,,,,lihat Mama".Emi menarik selimut anak semata wayangnya itu."Coba tatap mata Mama".
"Mamaaaaa,,,,,,apaan sih?,kayak Dedy Corbusier aja".teriak Aliando,sedang Emi hanya senyum saja.
__ADS_1
"Makan dulu setelah itu tidur lagi,Do,,,".Kata Emi seraya keluar dari kamar Aliando.
"Iya Ma,,,,Ado mandi dulu".
"Ya sudah,,,Mama dan Papa tunggu di ruang makan,Do".
"Do,,,Bagaimana liburan kamu".kata Erick louise sang Papa yang berkebangsaan Belanda setelah Aliando berada di meja makan bersama mereka.
"Sangat menyenangkan Pa".jawab Aliando sambil menyantap makan malamnya.
"Do,,,kemarin GrandPa dan GrandMa menanyakan kamu",kata Papanya.
Erick dan Emi memang baru datang dari Belanda untuk menengok kedua Orang tua dari Erick.
"Bagaimana kabar GrandPa dan GrandMa?",tanya Aliando menatap mata sang Papa.
"Alhamdulillah Mereka baik,kapan kamu mengunjungi mereka Do?",kata Erick setelah menghabiskan Makanan di mulutnya.
"Mereka merindukan kamu Do",timpal Mamanya.
"Iya Ma,,,,nunggu Ado libur ya?".
"Masih lama dong Do?",tanya Erick menatap Aliando.
"Trus kalau tidak liburan,apa Ado harus bolos kuliah Pa?".
"Iya sih,,,".kata Erick manggut-manggut."Ya sudah kuliah dulu saja".
"Do,,,,kamu VC GrandMa dan GrandPa ya?,mereka pasti senang",kata Emi lagi.
"Baik Ma,,,kenapa GrandPa dan GrandMa tidak ikut ke sini Pa,Ma,,,?",tanya Aliando.
"GrandPa dan GrandMa baru memulai berkebun mereka,jadi kalau di tinggal ke sini,katanya sayang tidak ada yang jaga".kata Erick.
"Iya Do,mereka orangnya tidak suka berdiam diri".jawab sang Papa dengan pelan.
"Iya,,,,besuk Ado VC mereka ya Ma,Pa",kata Aliando mengakhiri makan malamnya.
"Kamu mau ke mana,Do?",tanya Emi demi melihat Aliando yang hendak beranjak dari kursi makannya.
"Ado mau keluar Ma",jawab Ado sambil melangkah ke tempat Papanya duduk,dan mencium kening Papanya,dan kemudian beralih ke tempat Emi duduk mencium kening Mamanya itu.
"Bye Ma,,,,Pa,,,Assalamualaikum".pamit Aliando kepada kedua orangtuanya.
"Waalaikumsalam,,,hati-hati Do,,,".kata Emi dan Erick hampir bersamaan.
Aliando mengeluarkan motor sport kesayangannya dari dalam garasi dan helm teropong warna senada dengan motornya yang berwana hitam dop.Melajukannya dengan kecepatan sedang menuju mall untuk membeli handphone baru.
Setelah Aliando mendapatkan handphone yang dia inginkan.Dia kembali lagi melajukan motornya kembali menuju rumahnya.Malam ini dia tidak ingin kemanapun,dia hanya ingin kembali ke kamarnya dan melihat-lihat hasil fotonya pada kameranya.
Ya.....pikirannya kembali melayang kepada gadis itu yang jauh berada di Kalimantan,hingga tanpa sengaja motornya tersenggol mobil ferrari warna orange tua dari arah berlawanan dengan motornya melaju.Aliando oleng dengan motornya hingga hampir terjatuh tapi untung saja Aliando memiliki keseimbangan yang bagus,jadi hal yang buruk tidak sampai terjadi padanya.
Pengendara ferrari itu keluar dari dalam mobil setelah dia menepikannya dan menghampiri Aliando yang juga menepi dengan motornya.
"Aliando,,,,",kata pengendara ferrari itu yang ternyata adalah Karolin cewek blasteran idola di kampus Aliando.
"Maafkan saya",kata Aliando setelah melepaskan helm penutup kepalanya."Saya tidak melihat mobil kamu melaju".
"Tidak apa-apa Aliando,saya juga minta maaf karena saya juga tidak melihat motor kamu".Kata Karolin dengan senyuman termanis.
"Apa mobil kamu tidak ada yang lecet?",tanya Aliando dengan serius.
__ADS_1
"Tidak ada Aliando,jangan pikirkan itu",kata Karolin dengan pelan.
"Syukurlah,,,Kalau begitu saya permisi mau pulang dulu",kata Aliando lagi.
"Tunggu Aliando,bukankah tadi saya yang menyenggol motor kamu?",tanya Karolin demi mengulur waktu agar Aliando tidak cepat-cepat pergi dari hadapannya.
"Tidak masalah Karolin,jangan pikirkan itu".
"Tapi,,,apa motor kamu ada yang lecet?".
"Tidak ada kok".jawab Aliando lagi."Kalau begitu saya permisi dulu".katanya sambil memasang helmnya kembali dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.Tapi kali ini Aliando konsentrasi penuh hingga sudah sampai di rumahnya.
Karolin yang melihat Aliando meninggalkan dirinya,hanya bisa menatap kepergian Aliando sampai dia tidak terlihat lagi,setelah kemudian dia masuk kembali ke dalam mobilnya dan melajukannya.
Sementara itu Aliando masuk ke dalam kamarnya lagi setelah memasukkan motornya kembali ke dalam garasi rumahnya.
"Iya..Mar",kata Aliando setelah mengaktifkan kembali simcardnya ke dalam handphone barunya,karena setelah itu,ponselnya bunyi ada nama Amar sahabatnya tengah menelpun dirinya.
"Lu sudah beli handphone baru Do?",tanya Amar dari seberang.
"Baru saja gue beli,di mall".
"Oh pantes,,,,tadi gue telfun lu,kagak bisa".
"Iya,,,,tadi gue tidur mulu,sampai kagak sempet beli,ada apa lu menghubungi gue?".
"Tadi si Sale hubungi gue,Daniel,dan Reno katanya cuma lu yang kagak bisa".
"Besuk aja gue telfun si Sale".
"Ok Do,,,.Sampai ketemu di kampus besok pagi".kata Amar mengakhiri pembicaraannya dengan Aliando di ponselnya.
"Ok".
Aliando menatap jam besar di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan angka dua belas malam,tapi matanya sangat sulit untuk terpejam,dia dari tadi hanya membolak balikkan badannya di kasur king size di kamar miliknya,Namun Aliando tetap berusaha memejamkan matanya karena besuk dirinya harus kuliah,ada jam pagi di kelasnya,sehingga harus berangkat pagi buta setelah selesai sholat subuhnya kalau tidak ingin terkena macet.
wajahnya di tutupi bantal guna untuk mempercepat tidurnya,tapi kenapa malah pikirannya kembali melenggang ke Kalimantan di mana ada gadis itu tinggal."Bagaimana kabarnya Nayla,bagaimana keadaannya sekarang,apa dia sudah kembali ke Desanya atau dia,,,,,",tanyanya pada dirinya sendiri."Duh,,,,,,Ya Allah,,, kenapa gue malah memikirkan dia terus,apa yang terjadi pada Hamba?".
Pintu kamar di gedor dengan keras dari luar di pintu kamarnya."Doooooo,,,,,"suara itu memanggil-manggil namanya.
"Siapa sih malam-malam gini gedor-gedor pintu?",katanya pelan sambil berjalan untuk membuka pintu kamarnya,"Iya tunggu bentar,napa?"teriaknya dari dalam kamarnya.Mata Aliando membulat setelah yang dia lihat di depan kamarnya setelah pintu terbuka."Aduh,,,,kenapa malem-malem kalian ke sini?,gangguin gua aja,gua masih ngantuk."sambil ngloyor pergi ke tempat tidurnya lagi.
"Eh Do,,,,",cegah ke tiga temannya sambil masuk ke kamar Aliando.
"Apaan sih,,,, gua mau tidur lagi",kata Aliando sambil merapatkan selimutnya.
"Lu kagak kuliah Do?",tanya Reno sambil menarik kembali selimut yang menutupi tubuh Aliando.
"Iya kuliah,,,,tapi ini kan masih malem",kata Aliando tanpa melihat teman-temannya yang sudah menertawakannya.
"Ya ampun Do,lu nglindur apa?",kata Daniel di sela tawanya.
"Ini sudah jam berapa boy?",tanya Reno lagi masih dengan tawanya.
"Ini sudah jam delapan pagi",kata Amar,membuat Aliando buru-buru mengalihkan matanya kearah jam di dinding kamarnya,sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ya Allah jadi gue kagak kuliah gaess",kata Aliando setelah benar-benar memastikan jam di dindingnya menunjukkan angka delapan.
"Makenye kita ke sini,buat mastiin lu sehat walafiat,ape kagak?",kata Reno.mereka berempat kini sudah berada di atas kasur Aliando.
"Dari tadi juga kita tilfunin lu,tapi kagak nyambung-nyambung",kata Daniel lagi.
__ADS_1
"Tapi tadi lu kita apsenin kok,Do",kata Amar dengan nada serius.