Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab. 19 Malam Pengantin


__ADS_3

Tiba sudah hari kebahagiaan dua anak manusia yang tengah di landa cinta itu,yaitu Aliando dan Nayla,pernikahan keduanya di gelar sangat mewah di Hotel berbintang lima milik keluarga Aliando,dengan tamu undangan dari kalangan pebisnis di dalam dan luar negeri.Semua tamu undangan memberinya selamat dan senyum kebahagiaan yang terpancar dari semua orang yang ada di sana.


Ke dua orang tua Aliando serta Abah dan Mamah Sale yang sudah di anggap orang tua Nayla duduk di deretan kursi besan dengan senyum merekah dan juga menyalami tamu satu persatu.


Tak lupa juga keempat temannya,Amar,Reno,Daniel dan Sale mengabadikan setiap momen mereka dengan sang pengantin,yang di ambil gambarnya dari ponsel masing-masing.


Tamu undangan yang hadir satu persatu mulai meninggalkan tempat itu.


"Mam,,,Ado masuk dulu ya,capek mam"Aliando berbisik di telinga Emi,yang di sambut anggukan kepala mamanya itu.


"Mau Malam Pertama ya?"tanya Emi tak kalah pelannya dengan bisikan putranya di telinganya.


"Nah itu mama tahu".canda Aliando yang masih berbisik di telinga Emi.


"Ihh...anak mama sudah dewasa".sambil mencubit pinggang Aliando dengan pelan.


Setelah Nayla dan Aliando berada di kamar hotel yang telah di persiapkan untuk mereka.


Nayla yang kesulitan membuka resleting gaun pengantinnya itu hanya di lihat saja oleh Aliando yang sudah duduk di pinggir springbad yang telah di hias begitu indah bentuk hati dengan taburan bunga mawar merah dan pink di Tengahnya dan ada juga hiasan sepasang angsa berwarna putih.


Aliando tersenyum melihat tingkah Nayla yang masih sibuk dengan gaunnya.


Aliando berdiri di belakang gadis itu dengan tangannya menggenggam tangan Nayla yang masih memegang resleting,dengan pelan Aliando membimbing tangan Nayla membuka resleting itu hingga hampir ke bagian pantatnya.Jantung mereka berdetak sangat kencang namun mereka hanya diam tanpa bersuara,tangan Aliando membuka bagian depan gaun itu,hingga benar-benar gaun itu terlepas turun ke lantai dari tubuh nayla,tubuh itu kini hanya tertutup segitiga pengaman tanpa bra yang menutupi breasnya.


Tiba-tiba Nayla lari ke kamar mandi sambil menutupi bagian yang terekspos itu dengan kedua tangannya.


"Nay..."Aliando memekik.


"Mandi kak"teriaknya dari dalam kamar mandi.


Aliando mengikuti Nayla masuk ke kamar mandi yang pintunya tidak terkunci.


"Mandi bareng yuk Nay"bisik Aliando tepat di telinga Nayla.


"Malu..."


"Kita sudah halal Nay"kata Aliando sambil menyalakan air hangat di bathtub.


Aliando membantu Nayla menggosok punggung Nayla dengan sabun cair,tidak ada yang terjadi di sana hanya beberapa ciuman ringan di bibir mereka.


Aliando Menggendong tubuh Nayla ala bridal style ke atas springbad king size.

__ADS_1


"Kamu capek Nay?,tidur lah aku tidak akan mengganggu mu".Aliando tidur di samping Nayla dengan posisi memeluknya dari belakang.Mereka tidur dengan satu selimut yang menutupi tubuh merdeka.


Mereka sama-sama tidak bisa memejamkan mata mereka di rasakan Aliando Nayla begitu resah dalam diamnya.


"Kamu belum tidur Nay?"tanya Aliando tepat di telinga Nayla.


"Aku tidak bisa tidur,biasanya tidurnya sendiri kan"


"Mulai malam ini dan selamanya akulah teman tidur mu,sini..."Aliando membalikkan badan Nayla menghadap ke arahnya.Di raihnya bibir mungil Nayla dengan bibirnya,sangat lembut dan lama hingga ciuman turun ke leher gadis itu,yang kini posisi gadis itu di bawah tubuh Aliando,terus Aliando menuruni setiap inci tubuh gadis itu,sampai akhirnya ke inti permainan percintaan mereka,Aliando melihat Nayla menggigit bibir bawahnya dan merasakan tangan gadis itu mencengkram kuat ke pinggang Aliando.


"Sakit sayang?"bisik Aliando di telinga Nayla sambil terus berusaha menjebol area pertahanan milik Nayla.


"Sakit... Ahhhh".Nayla semakin kuat menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.


"Tahan sayang"peluh mereka sudah bercucuran meski Kamar itu berAC.


"Masih sakit?"tanya Aliando yang sudah sukses menjebol gawang Nayla.


Hingga Aliando pun berhasil membawa Nayla terbang ke langit ke tujuh dengan nafas yang memburu dari keduanya yang masih terdengar.Aliando mencium kening Nayla dengan senyum yang terpatri dari bibir keduanya.


"Berat kak"celetuk Nayla karena tubuh Aliando yang masih menindih tubuhnya.


"Kalau sudah tidak sakit,apa mau di tindih lagi?".


"Iya dong Nay,habis enak sich"jawab Aliando bermaksud menggoda istrinya itu.


"Apa...?"mata Nayla membulat,"Capek kak".


"Bercanda kok sayang,tapi besuk pagi tidak ada capek ya?".


Aliando membuka matanya ketika di rabanya Nayla tidak ada di sampingnya.


"Nay..."panggil Aliando yang masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya"Kamu di mana sayang?".


Bersamaan dengan itu Nayla yang sudah keluar dari dalam kamar mandi tubuhnya di tutupi handuk piyama.


"Nay...jangan tinggalkan aku"tangannya menarik tali yang mengikat piyama itu sehingga terlepas dari tubuh Nayla sekali tarik.


"Ihh Kak Ado"Nayla menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya.


"Hahaha...."Aliando tertawa melihat tingkah Nayla yang mengemaskan,menarik tangan gadis itu sehingga Nayla terjatuh di kasur menindih tubuhnya.Aliando merengkuh pinggang itu dan kembali melakukan kegiatan percintaannya dengan sang istri,hingga berakhir keduanya terbang ke atas langit yang ke tujuh dengan peluh yang bercucuran.

__ADS_1


"Masih sakit sayang?"bisik Aliando yang masih berada di atas tubuh Nayla dengan kedua tangannya menahan berat tubuhnya sehingga tidak menyentuh tubuh Nayla.


"Perih..."kata Nayla sambil memicingkan mata nya"Sepertinya lecet".


"Di kasih obat ya?,di mana yang lecet?"Aliando bangun dari posisinya dan hendak memeriksa daerah yang lecet.


"Ehhh...jangan di lihat kak Ado,aku malu"Nayla menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya itu.


"Apaan sih Nay,kan aku kepingin tahu yang mana yang lecet,biar enak nanti kasih obatnya"katanya dengan wajah serius.


"Tidak mau...."pekik Nayla wajahnya kini sudah tertutup selimut"Pokoknya tidak mau".


"Terus gimana ngobatinya Nay?"tanya Aliando masih serius.


"Tidak usah di obati".


"Lha terus kalau mau lagi gimana?".


Suara dering dari ponsel Aliando terdengar,Aliando melihat siapa yang menghubunginya,di lihatnya jam tangannya di atas nakas di samping tempat tidur,matanya melotot"Apa?!!ini sudah sore,kenapa tidak terasa ya",Aliando menekan tanda hijau.


"Ya mam...".


Aliando menutup pembicaraan dengan sang mamah,kemudian buru-buru melompat dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Nay...mandi berdua yuk biar cepet,Abah Mamah dan Saleh mau balik Kalimantan sekarang,penerbangan jam tujuh malem".


Nayla memeluk Mamah,Abah dan Sale secara bergantian setelah mereka berada di bandara.


"Kenapa kalian terburu-buru balik ke Kalimantan,kalian belum mampir ke rumah saya"kata Aliando yang masih di peluk Mamah.


"Iya Nak,pekerjaan Sale tidak bisa lama-lama libur nya"kata mamah.


"Nanti saja Do kalau saya bisa libur panjang,kita ke Jakarta lagi dan nginap di rumah kamu ya"Sale memeluk Aliando.


"Ok,kabari ya Sale".


"Mah....Nayla masih kangen"peluk Nayla manja ke Mamah si Sale yang sudah di anggapnya ibu kandungnya sendiri.


"Kamu harus jadi istri yang baik ya sayang,harus nurut suami dan orang tua suamimu,karena merekalah sekarang keluargamu"Mama memeluk tubuh Nayla erat,air matanya mulai jatuh ke pipinya.


"Iya Mah...Nayla akan selalu mengingat kata-kata Mamah".

__ADS_1


__ADS_2