Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab. 4 Melanjutkan Perjalanan.


__ADS_3

Setelah makan malam selesai satu persatu dari mereka tumbang di tempat tidur dengan satu kasur untuk berempat.


Suara Adzan subuh terdengar dari masjid yang tak jauh dari losmen itu membuat Amar yang memang sudah terbiasa bangun jam segitu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Gaess,,, bangun."suara Amar membangunkan ketiga temannya setelah dirinya selesai melaksanakan ibadah sholat subuhnya,


"Ngantuk Mar,,,",jawab ketiganya hampir bersamaan.


"Eh,,,tapi kalian belum absen subuh".


Akhirnya Aliando lah yang lebih dulu bangun dari kedua temannya itu,kemudian bergegas ke kamar mandi berwudhu dan melaksanakan ibadah subuhnya,di susul kedua temannya yang juga melaksanakan ibadah subuhnya.


Mereka nyatanya tidak bisa tidur lagi setelah kegiatannya melakukan ibadahnya.Mereka hanya duduk-duduk di ruang depan utama ruangan itu,sambil membicarakan rencananya ke Panajam Paser Utara tujuannya semula.


Sambil memakan makanan ringan yang di beli Amar dan Reno tadi malam mereka berbincang sambil sesekali bercanda tentang kejadian yang mereka alami semalam dengan dua orang perempuan asing yang menyapa mereka.


Tiba-tiba suara pintu kamar mereka di ketuk seseorang dengan pelan,dan memang Amar tadi membuka pintu ruangan itu dengan tujuan agar udara dari taman itu masuk ke dalam ruangan.


"Permisi".kata suara yang mengetuk pintu itu yang ternyata seorang OB cowok."Maaf saya melihat ruangan ini pintunya terbuka,jadi saya rasa saya tidak mengganggu bila saya membersihkan ruangan anda."katanya dengan sangat sopan.


"Iya,,,iya,,silahkan",jawab Aliando dengan ramah.


"Bagaimana Do,,?",tanya Amar dengan mulutnya penuh dengan makanan ringan.


"Kita berangkat jam berapa?",tanya Reno juga dengan mulut yang masih mengunyah makanan itu.


"Apa kita langsung check out",tanya Daniel kemudian.


"Kita naik angkutan umum saja ke Panajamnya,Do,,,".usul Amar lagi.


"Ok,,,kita naik angkutan umum saja,kita berangkat agak siangan sekalian check out".Begitu jawaban Aliando tentang pertanyaan teman-temannya itu.


sementara OB membersihkan tempat tidur mereka dengan sangat rapi,yang sebelumnya terlihat amburadul karena perbuatan mereka berempat itu,kemudian membersihkan kamar mandi nya sekalian mengepel lantainya sehingga terlihat bersih seperti yang terlihat saat pertama mereka masuk ke ruangan itu.


"Maaf bukan saya bermaksud menguping pembicaraan anda berempat".Kata OB itu kemudian yang telah berdiri diantara mereka berempat yang tengah duduk santai itu."Sepertinya Anda mau ke Panajam Paser?".tanyanya dengan hati-hati.


"Iya betul",jawab Aliando cepat tanpa merasa pembicaraan telah di sadap OB itu."Kita mau ke sana".


"Apakah tujuan Anda-Anda ingin ke pedalaman? ",tanya OB itu lagi yang merasa gayung bersambut.


"Iya sih kita ingin melihat-lihat satwa langkah di hutan itu".kata Reno dengan antusiasnya.


"Apa tidak sebaiknya Anda ke Kutai Kartanegara kalau Anda ingin melihat -lihat satwa langkah, kalau beruntung Anda juga bisa melihat aktifitas orang utan langsung melalui habitat asli nya".Begitu penjelasan dari OB itu yang telah mempekenalkan namanya sebagai Sale.


"Oh ya?",tanya Aliando yang merasa tertarik dengan penjelasan Sale tersebut."Begitu kah?".


"Iya mas".jawab Sale sambil menatap Aliando."Kalau Masnya berminat ke sana,kita bisa berangkat sama-sama ke sana".


"Wah... ",Mata Daniel membulat dia senang sekali ada yang menawari mereka bantuan."Gimana Do?".Tanyanya pada Aliando yang memang merasa tertarik dengan tawaran Sale.


"Ok,kita berangkat dengan mas Sale".positifnya pada ketiga temannya."Kita berangkat jam berapa mas?".tanya Aliando pada Sale.


"Kebetulan saya selesai kerjanya jam satu siang mas".


"kita berangkat sama mas Sale jam satu siang gaess,ok?".kata Amar kepada teman-temannya.


"Ok mas Sale,kita berangkat sama mas Sale jam satu siang",kata Aliando sekali lagi kepada Sale.


"Kalau begitu saya tunggu Anda di lobby nanti siang,saya permisi dulu mas".Kata Sale dengan sangat sopannya.


"Ok mas Sale,trimakasih atas semuanya".jawab Aliando,di ikuti teman-temannya mengucapkan terimakasih.


"Gue mau tidur lagi ya gaess",kata Reno sambil ngeloyor masuk ke ruang tengah.


"No,,,lu kagak sarapan dulu?",tanya Amar kepada Reno.


"Kagak!,gue masih kenyang,ntar aje".jawab Reno sambil menghempaskan tubuhnya di atas springbad yang sudah rapi itu.


"Do,,, Niel,,,lu kagak sarapan?",tanya Amar yang memang mempunyai sifat perhatian itu kepada temannya-temannya.

__ADS_1


"Kagak Mar,gua masih kenyang,ntar aja",jawab Aliando sambil jalan menyusul Reno ke kasur.


"Gua juga Mar,ntar aja",kata Daniel menyusul Aliando dan Reno ke ruang tengah, "Gua masih ngantuk".


Akhirnya Amar pun mengikuti ketiga temannya itu."Ternyata bukan ide yang buruk,untuk kembali bermimpi".kata Amar sambil berjalan menyusul ketiga temannya itu pergi ke pulau kapuk,yang sebelumnya menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


Amar tidur di sisi Daniel kemudian menjadikan tubuh Daniel sebagai guling.


Tak lama kemudian Mereka berempat terbangun karena suara bising yang di timbulkan oleh nada dari ponsel entah ponsel siapa yang tengah bunyi itu.


"No,,,bangun,sepertinya itu nada ponsel lu",kata Aliando yang tidurnya di sisi Reno sambil tangannya menggoyang-nggoyang tubuh Reno.


"Biarin kagek useh di dengerin",jawab Reno cuek.


"Kagek useh di dengerin pegimane,suerenye tuh gangguin",kata Daniel menirukan logat betawi si Reno,"Matiin kek,silent kek".Kata Daniel kesel sambil memberikan ponsel Reno ke empunya ponsel yang di ambilnya dari lemari pendek di samping pembatas tembok antara ruang utama dengan ruang tengah.


Reno menerima ponselnya itu tanpa melihat notifikasi nya yang langsung di mode silent.Lalu mereka berempat pun meneruskan kembali mimpinya.


Setelah hampir pukul sebelas siang Aliando melihat jam pergelangan tangannya,diapun bergegas bangun dan turun dari tempat tidur menju kamar mandi,untuk membersihkan dirinya.


"Do,,,,di mana si Reno?",tanya Amar kepada Aliando yang sudah keluar dari dalam kamar mandi,


"Iya,,,ya kemana dia?",tanyanya balik,kepada Amar,Aliando baru menyadari kalau ternyata Reno sudah tidak ada di tempat tidur di antara mereka.


"Gue mandi dulu Do",kata Amar seraya berjalan memasuki kamar mandi."Lu telfon gih si Reno,sepertinya doi bawa ponselnya".teriak Amar dari dalam kamar mandi".


Aliando mengambil ponselnya dari nakas sebelah tempat tidur di sisih dia meletakkan cameranya juga,untuk menghubungi temannya itu,"Hallo No,lu di mana?".katanya setelah suara Reno terdengar.


"Ini gue sudah di depan pintu",Jawab Reno masih belum menutup pembicaraan nya dengan Aliando meski dia sudah berjalan masuk ke dalam ruang homestay itu.


"Ah lu",kata Aliando seraya menekan tanda merah pada ponselnya untuk menutup pembicaraannya dengan Reno.


"Dari mana si Reno Do?".tanya Daniel yang sudah bangun karena mendengar Aldo berbicara dengan Reno di handphonenya.


Reno masuk ke dalam ruangan tempat teman-temannya berada,"Gue bungkus sarapan buat kita,perut gue sudah paduan suara."


Amarpun sudah keluar dari dalam kamar mandi."No,,,lu dari mane?" tanya Amar setelah melihat Reno di antara mereka lagi.


"Gue bungkus sarapan kita,di restaurant depan sono".


"Lu keluar ke jalan No?",tanya Amar lagi.


"Kagak,restaurant samping lobby sono-noh".jawab Reno sembari kepalanya juga ikut mendongak seolah memberi isyarat.


"Gua mandi dulu",kata Daniel sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Cepet Niel,kita sarapan bareng".kata Reno.


"Ok,,, ".Teriak Daniel yang memang perutnya juga sudah keroncongan.


"Hallo,,,walaikumsalam....",tiba-tiba kata Reno yang mengagetkan dua temannya karena tidak mengetahui kalau ternyata Reno sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya,mereka tidak mendengar panggilan masuk karena mode silent.


"Lagi di penginapan sama geng".kata Reno lagi.Entah apa yang di bicarakan,dan dengan siapa Reno berbicara keduanya tidak tahu.


"Sebentar lagi kita berangkat ke tujuan".kata Reno lagi.


"Walaikumsalam".Reno mengakhiri nya.


"Cie,,,cie,,,,,yang sudah jadian sama pramugari",goda Amar pada Reno yang hanya menebak si penelefon temannya itu,membuat Aliando juga tersenyum.


"Kagak,,siape yang jadian?",jawab Reno dengan bibir mungilnya yang manyun.


"Lu ngarep?,tembak aja No,,,".jawab Amar masih dengan godanya.


"Kagak,,,kenal aje belon".jawab Reno lagi.


"Nooohhh,,,,,barusen ape?,Tilpon-tilponan,, chat-chattan,,,kagek kenal pegimane?",kata Amar menirukan gaya logat betawinya Reno.


"Eh,,,, sudah-sudah",timpal Aliando kepada Reno dan Amar,"Lu sudah mandi No?",tanya Aliando karena melihat Daniel yang telah keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Cepetan sana mandi".kata Aliando lagi yang masih belum mendapat jawaban dari Reno."Setelah itu kita sarapan dan langsung berangkat".


Reno mengangguk dan secepat kilat masuk kedalam kamar mandi.


Setelah mereka berempat mandi,beribadah,dan kemudian sarapan nasi rames yang telah di bungkuskan Reno untuk mereka berempat,Merekapun bersiap untuk meninggalkan ruangan homestay itu menuju ke lobby yang sudah di sepakati untuk menunggu Sale pegawai OB itu di sana.


Aliando menyerahkan kunci homestsay ke bagian resepsionis dan mengucapkan terimakasih kepada petugas resepsionis yang sudah berbeda dengan petugas yang Aliando checkin in kemarin.


Di lobby Sale sudah menunggu keempatnya dan akhirnya mereka berlima berjalan keluar dari losmen itu mecari angkutan umum menuju tempat yang mereka sepakati.


setelah beberapa jam di dalam bis yang membawa mereka berlima ke Kutai Kertanegara,mereka berhenti dan turun di pinggir jalan agak besar yang di lalui kendaraan roda empat ataupun roda dua yang melintasi jalan itu.Mereka berempat mengikuti Sale,sang penunjuk jalan.


Sale berjalan di depan di ikuti keempatnya."Mas nanti malam kita tidur di rumah saya saja ya?",Sale menawarkan tempat untuk mereka tinggal karena di desa Sale tidak ada penginapan.


"Tapi,,,apa kami nantinya tidak merepotkan kamu?",tanya Aliando dengan hati-hati.


"Tidak sama sekali mas,saya justru senang Anda menerima tawaran saya",jawab Sale dengan nada yang ramah dan bersahabat.


"Baiklah,,,terimakasih yang banyak sebelumnya Mas Sale".Kata Aliando.


"Panggil saya Sale saja mas,biar kita bisa jadi teman",kata Sale sambil tetap berjalan.


"Baiklah,,,".kata mereka berbarengan,"Tapi kamu juga harus memanggil kita dengan nama saja ya?",tanya Aliando dan ketiga temannya mengangguk.


""Baiklah,,, kita berteman Sale".kata Aliando,menjabat tangan Sale dan menyebutkan namanya, "Aliando".


Di ikuti ketiga temannya yang menjabat tangan Sale dan menyebutkan nama mereka satu persatu.


"Sale apa masih jauh Desa kamu?",tanya Amar.


"Tidak Amar,itu Desa saya",jawabnya sambil menunjuk sebuah Desa yang sudah terlihat beberapa rumah yang berjajar.


Senyum keempat nya pun mengembang."Apa setiap hari kamu melakukan perjalanan seperti ini ke tempat kerja kamu Sale",tanya Daniel kemudian.


"Tidak Daniel,kebetulan saya indekost di dekat tempat kerja saya".


"Jadi kamu pulang kampung karena kita dong,Sale?",tanya Reno cepat karena merasa tidak enak.


"Tidak Reno,kebetulan besuk saya ambil cuti beberapa hari,karena saya bahkan tidak pernah mengambil cuti saya kok".Jawab Sale yang tahu bahwa Mereka berempat merasa tidak enak.


"Ah,,,, syukurlah",kata Aliando dan ketiga temannya bersamaan.


Mereka berlima sudah sampai di desa yang tadi di tunjuk Sale.


Aliando,Amar,Daniel dan juga Reno melihat ke belakang,jalanan yang sudah mereka lalui untuk mencapai Desanya Sale,ternyata cukup jauh mereka berjalan di antara semak-semak belukar yang sudah di jadikan akses satu -satunya jalan bagi penduduk desa itu bila ingin bepergian keluar dari Desanya.


Mereka berlima sampai pada salah satu rumah yang yang berbentuk panggung yang terbuat dari kayu,di hiasi dengan ukiran-ukiran yang sangat indah di setiap dindingnya,yang terbuat dari kayu juga.Tepatnya rumah itu berada tepat di penghujung jalan yang tadi mereka lalui.


"Wowww,,,,".Mata dan bibir Aliando,Amar,Daniel dan juga Reno membulat di sebabkan mereka begitu takjub dengan bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu.


"Selamat datang di gubuk kami,semoga kalian betah tinggal di sini".kata Sale membuka pintu rumahnya dengan badannya sedikit membungkuk seperti orang memberi hormat.


"Bagaimana kami tidak betah tinggal di sini Sale,Rumahmu sangat indah".kata Mereka berempat hampir bersamaan.


"Terimakasih".kata Sale sambil mengajak keempat teman barunya untuk berkeliling melihat semua bagian ruangan di rumah itu,"Ini adalah Rumah Lamin,Rumah adat kami".


Aliando,Amar,Daniel dan Reno manggut-manggut mendengar penjelasan Sale.Dan orang tuanya kebetulan juga adalah ketua adat di Desa itu.


Sungguh beruntung nasib Aliando,Amar,Daniel dan Reno karena telah di pertemukan dengan Sale yang akan menjadi pemandu nya nanti untuk mengisi hari-hari liburan mereka.


"Terus di mana kedua orangtuamu Sale,kenapa kami tidak melihatnya?".tanya Aliando sambil kepalanya celingak celinguk seperti orang yang mencari sesuatu.


"Kalau tidak ada begini,biasanya mereka menghadiri pertemuan adat atau menghadiri acara selamatan di rumah penduduk lain".


"Oh,,,jadi rumah kamu tidak pernah di kunci?"tanya Reno.


"Berarti mereka tidak sedang pergi jauh Reno".jawab Sale lagi."Ayo saya tunjukkan kamar kalian",kata Sale sambil mengajak keempat teman barunya memasuki sebuah kamar yang cukup besar dan bersih".Nah,, kalian bisa tidur di sini berempat atau berdua,jangan kuwatir di sini ada banyak kamar".


"Kita bisa berempat saja Sale",kata mereka membentuk paduan suara.

__ADS_1


__ADS_2