Gadis Buruk Rupa

Gadis Buruk Rupa
Bab.17 Jakarta


__ADS_3

"Sayang...bukan Mamah tidak setuju dengan permintaan kamu itu,tapi apa tidak terlalu cepat,kamu juga masih kuliah"Emi sang Mamah dengan suaranya yang pelan mencoba memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya itu.


"Betul apa kata Mamah kamu itu,Do"timpal Erick,mereka hanya berusaha untuk memberi pengertian saja tanpa melarang keinginan putra tercintanya itu.


"Ini murni keinginan Ado, karena Ado mencintai Nayla,Ma...Pa...".


Dengan usaha Aliando yang gigih meyakinkan kedua orang tuanya itu,kedua orangtuanyapun juga tidak ingin nantinya akan terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan dalam hubungan anaknya dan gadis itu,apalagi gadis itu kini tinggal serumah dengan mereka.


Persiapan pernikahan pun di mulai sejak sekarang.Emi sang Mamah lebih sering mengajak Nayla untuk pergi ke salon kecantikan agar di hari pernikahannya menantunya itu akan terlihat cantik tidak dekil,kotor dan jelek seperti yang terlihat saat dia pertama datang ke rumah mereka.


"Nay..."Aliando mengetuk pintu kamar tempat Nayla tidur di rumah itu.Karena tidak mendapatkan jawaban,Aliando langsung masuk ke kamar itu yang ternyata gadis itu tidak menguncinya.


"Nayla..."bersamaan dengan itu Nayla muncul dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan pada tubuhnya.


"Ma..af..saya langsung masuk"Aliando sangat gugup,begitu juga dengan gadis itu yang hanya bisa tertegun tidak tahu harus bagaimana.


saat Aliando akan menyerahkan bingkisan yang tadi di bawanya,tangannya tidak sengaja menyentuh dua gundukan kembar milik Nayla yang hanya tertutup handuk itu.


"Ma..af" kata Aliando keduanya kini terlihat sangat gugup.Mata mereka bertemu,Aliando menatap lekat wajah gadis yang sangat dia cintai itu,yang kini sudah terlihat cantik dengan kulit yang juga sudah mulai terlihat bersih dan tidak dekil lagi.


Aliando mengangkat dagu lancip Nayla,perlahan Aliando menyentuh bibir gadis itu dengan bibirnya,********** dengan lembut dan sangat berhati-hati karena takut melukai gadis itu,untuk beberapa saat bibir mereka saling bertaut berbaur dengan perasaan berbunga dari keduanya.


"I love you,Nay"Aliando melepaskan ciumannya karena takut semakin berbuat jauh,dan menarik gadis itu dalam dekapannya.


Nayla menitikkan air matanya,dia sangat bersyukur kesengsaraan hidupnya selama ini,telah membawanya bertemu dengan sang pangeran tampan yang mencintainya dengan tulus.


"Pakailah baju ini Nay,nanti malam kita ke acara ulang tahun kampusku".


"Baiklah kak".

__ADS_1


Aliando berangkat bersama gangnya dan Nayla ke pesta hari jadi kampus mereka dengan mengendarai mobil Aliando.


Amar,Reno dan Daniel juga mengakui kalau Nayla kini berubah jadi seorang cinderella yang cantik sangat berbeda dengan dirinya yang dulu bahkan terlihat seperti gadis yang buruk rupa.


Aliando menggandeng tangan Nayla dengan mesra membuat semua mahasiswi di kampus mereka jadi ilfeel dengan pemandangan itu.


"Siapa sih yang bersama Aliando..."tak jarang bisik-bisik di antara cewek di kampus mereka terdengar sinis dan terkesan tidak menyukai Nayla.


"Aliando....Dia adikmu?"tanya Karolin yang sudah berdiri di depan mereka.


"Calon istri saya".


"Apa...?!"mata Karolin membulat dengan spontan Karolin menjambak rambut Nayla yang panjang itu,menariknya dengan sangat keras dan membawanya untuk di bentur kan ke tembok di dekat mereka berdiri.


"Karolin lepaskan"Aliando menarik tangan Karolin dan berusaha melepaskan rambut Nayla dalam genggaman Karolin.


"Apa kurangnya aku Aliando?,akulah yang sejak dulu mencintai mu"Karolin menangis tangannya masih memegang kuat rambut Nayla.


Saat tangan Karolin sudah terlepas dari rambut Nayla dengan brutal Karolin berusaha meraih gaun yang di kenakan Nayla dengan tangan satunya.


"Kamu jahat Aliando..."teriak Karolin dengan tangisnya,tangannya masih menggapai gaun Nayla meski Karolin tengah di pegangi Amar,Reno dan Daniel.


"Ahhhh..."Nayla memekik karena gaunnya kini sudah robek hingga belahan dadanya terekspos sempurna,Aliando langsung memeluk tubuh Nayla dan membuka kemeja yang di kenakannya untuk menutupi tubuh Nayla.Kontan keributan itu kini sudah menjadi perhatian semua orang yang berada di tempat itu,juga tubuh atletis Aliando yang tanpa baju hanya di tutup kaos putih tanpa lengan itupun tak lepas dari perhatian semua mahasiswi di kampus itu.


"Akan aku balas perbuatan kamu Aliando"Karolin masih berteriak kesal meski kini Nayla,Aliando dan ketiga temannya itu berlalu meninggalkan acara di kampus mereka.


"Nay kenapa kamu diam saja"tanya Aliando setelah dirinya dan Nayla berada di depan kamar Nayla,"Ngomong dong Nay"tangannya menahan lengan Nayla.


"Siapa itu Karolin,pacar kakak kan?"

__ADS_1


"Bukan Nay,Dia dari dulu suka sama aku,tapi aku tidak pernah menyukai dia Nay"


"Oh ya...?,bukankah dia sangat cantik,menarik beda sama aku yang dekil,jelek...."Nayla mulai terisak dan menarik lengannya masuk ke dalam kamarnya.


"Suer Nay,aku itu cintanya sama kamu..."Aliando menyusul Nayla ke kamarnya,menarik tubuh Nayla ke dalam dekapannya"Jangan marah lagi ya,kamu harus percaya sama aku".


"Tapi...."Nayla menangis di dada Aliando yang masih mendekapnya.


"Tidak ada tapi Nay,Sebentar lagi kita menikah hanya tinggal menunggu hari,jadi jangan berpikir yang macam-macam ok...".


Nayla mengangguk.Kini Aliando melepaskan dekapannya sehingga kemejanya yang di pakai Nayla untuk menutupi gaunnya yang robek tadi terbuka beberapa kancingnya.Aliando meraih bibir Nayla dengan bibirnya,********** pelan Nayla menerima ciuman itu dengan membuka sedikit mulutnya,akhirnya menjadi ciuman yang panas dan menggairahkan,ini kali kedua mereka berciuman tapi seolah bibir Nayla telah menjadi candu baginya.Tangan Aliando mulai masuk ke dalam gaun yang roobek itu meremasnya sesaat dengan pelan seolah takut menyakiti gadis itu.


Nafas mereka memburu namun Aliando buru-buru melepaskan semua itu dan agak menjauh dari Nayla.


"Maaf kan aku Nay,Aku tidak akan melakukan ini lagi sebelum kita menikah".


Nayla hanya mengangguk."Aku mau ganti baju".


"Baiklah aku keluar dulu ya sayang"Aliando buru-buru keluar dari kamar Nayla dan bertabrakan dengan Emi sang Mama.


"Do kenapa kamu berada di kamar Nayla,tanpa baju?dan baju kamu"tanya Mamanya penuh selidik mata Emi melihat secara bergantian ke arah Aliando dan Nayla.


"Ma...kami baru datang dari acara kampus tapi Karolin menarik gaun Nayla dan robek tepat di dadanya,akhirnya baju Ado di pakai Nayla".


"Oh...seperti itu,ya sudah sana keluar"Emi mengelus dadanya merasa lega.


"Nay...besok ikut Mama fitting baju pengantin ya,sekalian kita ke salon temannya mama buka cabang baru".


"Iya Ma".

__ADS_1


"Ya sudah Mama keluar dulu".


__ADS_2