Gadis Culun Untuk Seorang Ceo

Gadis Culun Untuk Seorang Ceo
berjuang bersama •


__ADS_3

nayya masih berada di rumah sakit karena badannya masih begitu lemah, setiap nayya merasakan sakit dengan sigap reyen selalu berada di sampingnya apa pun yang terjadi


pintu ruangan nayya pun terbuka, terlihat mama Ainun dan papa Alex memasuki ruangannya kini wajah pucat nayya merekahkan senyumnya ketika melihat kedua mertuanya ini


"gimana menantu mama??" tanya ainun sembari mengusap kepala nayya dengan sayang


"sehat ma... cuman agak lemas..." jawab nayya agar mama mertuanya ini tidak khawatir toh ada suaminya yang berada di sampingnya


alex pun memberikan buah buahan kepada reyen, reyen pun segera menerimanya dan menaruhnya di atas nakas


"papa sama Mama beliin buah soalnya pas mama kamu hamil mama ainun selalu makan buah kalo lagi muntah muntah walau gak ada nasi setidaknya penawarnya ada lah" ucap papa alex lembut


karena papa alex percaya bahwa hamil nayya tidak kuat mungkin saja akan mengalami morning sickness seperti gejala ibu hamil pada umumnya


papa dam mama alex banyak berbincang dengan nayya dan memberikan nayya tips tips agar bisa menjaga kehamilan sampai hamil tua


setelah merasa puas berbicara dengan menantunya kedua mertua nayya pun segera pulang karena memiliki acara yang memang harus mereka selenggarakan


"kamu beruntung banget punya mertua baik...." ucap reyen rilih


"emang kenapa mas??" tanya nayya penasaran mengapa suaminya ini bertanya seperti itu


"aku yang anak sendiri aja si kacangin" jawab reyen sembari mengerucutkan bibirnya bertanda bahwa reyen sedang kesal dengan kedua orang tuanya


nayya pun tertawa dan mengelus punggung tangan suaminya, reyen yang melihat senyuman nayya pun serasa kesalnya telah melayang ternyata begitu manis senyuman istrinya


begitu tulus juga nayya masih mencintainya sampai di titik ini, dan begitu besar pula pintu maaf seorang ainayya hikari salvina ini tanpa melihat masalah reyen yang pernah bersikap dan


berbicara buruk kepada nayya, tapi wanita yang di depannya yang sedang mengandung anaknya masih membukakan pintu maafnya


"makasih ya" ucap reyen yang berterimakasih kepada istrinya

__ADS_1


"makasih kenapa mas??" nayya pun bertanya karena ucapan suaminya terdengar aneh di kupingnya pasalnya reyen jarang mengucapkan terimakasih dan maaf


"udh mau nerima aku...udh mau maafin aku walau aku buruk banget" jawab reyen menundukkan kepalanya lirih menyadari akan kesalahannya


"mas... gak ush berterimakasih atau meminta maaf, aku juga ada salahnya gak ada manusia yang sempurna gak ush berterimakasih ya... jika sang pencipta saja maha memaafkan mengapa hambanya tidak??" ucap nayya yang bertanya di akhir kalimatnya


reyen pun hanya mengangguk kan kepalanya dan menangis sembari tangannya di taruhnya di atas perut nayya yang masih datar


"anak papa nanti ikut mama kamu ya, kalo anak kita yang lahir cewek.... papa minta maaf jika kamu di sakiti laki laki ya nak, karena papa pernah nyakitin mama kamu dulu maaf ya.... dan jika anak papa mama nanti laki laki jangan kek papa ya.....kamu nanti menyesal"


ucap reyen lirih dan mendalam atas penyesalannya ia takut jika anaknya yang perempuan akan terus di sakiti oleh laki laki kelak dan begitu sulit untuk membuka hatinya kembali karena trauma


apa lagi reyen takut jika anaknya laki laki maka anaknya akan seperti dirinya yang benar benar tak menghargai wanita dan akhirnya menyesal karena belum pernah membuat wanitanya bahagia


nayya pun tersenyum mendengarkan perkataan suaminya dan mengelus kepala suaminya


"mas kita jaga sama sama ya anak kita, jika pun aku nanti gak bisa bertahan saat melahirkan nanti maka jagalah anak kita, ajari dia bagaimana menghargai wanita jika ia laki laki, dan ajari anak kita menutup aurat jika ia perempuan"


"kamu bisa!! kita bakal jaga sama sama!! gak!! pokoknya kita akan melihat perkembangan anak kita!!" semangat reyen kepada istrinya yang seolah reyen mengetahui bahwa istrinya ini kehilangan semangat


nayya mendengar perkataan reyen, lalu mengangguk benar kata reyen nayya harus semangat bahkan jika hanya bisa memberikan asi pertama kepada bayinya nanti dan bayinya harus minum susu formula nanti


setidaknya anaknya pernah merasakan cinta seorang ibu kandung, nayya pun tersenyum tangannya masih mengelus kepala suaminya


"semangat ya?? kalo kamu putus asa gini aku juga gak semangat" ucap reyen yang tak mau jika istrinya berfikir yang tidak tidak


nayya pun mengangguk menyetujui ucapan reyen bagaimana pun nayya harus semangat demi bayinya dan suaminya


nayya juga kasihan jika melihat reyen yang begitu khawatir tentang dirinya, nayya memandang ke wajah teduh milik suaminya yang menatap ke arah perutnya


"kamu adalah laki laki terhebat setelah ayahku" ucap nayya yang bersyukur

__ADS_1


"dan kamu adalah perempuan yang hebat dan begitu aku sayangi setelah wanita yang melahirkan ku" bukannya menjawab ucapan nayya reyen malah kembali membalikkan ucapan nayya


nayya pun tersenyum, "kamu tau mas? kamu adalah cinta kedua ku setelah ayahku, aku tak berbohong sebelum ada dirimu yang mengambil hak ku darah ayahku tak ada laki laki lain yang pernah melakukan hubungan lebih dari sekedar teman" ucap nayya jujur


"maafkan aku.... kamu adalah wanita yang hebat untuk menjaga diri dari hubungan pacaran seperti itu, sedangkan aku telah menduakan mu" ucap reyen sembari menghela nafasnya kasar


"gak gak gak, gak ada kata maaf kan aku bilang?? kamu juga laki laki hebat loh mas, benar benar mau berjuang bersama ku dan tak meninggalkan ku di saat saat aku membutuhkan mu" ucap nayya dan di awal kata dia memperingati reyen


bahwa tak ada kata maaf atas segala hubungan karena suami istri harusnya memahami kesalahan masing masing karena mereka sendiri tak sempurna


reyen pun tersenyum dan memeluk pinggang ramping nayya yang tidak terlalu kuat, jika kuat kuat reyen takut jika anaknya menjadi penyet


nayya pun memegang tangan reyen dan memejamkan matanya, kini nayya menuju ke alam mimpi


reyen yang menyadari tak ada pergerakan dari istrinya segera mendongakkan kepalanya dan melihat wajah teduh istrinya yang sedang menyelami dunia mimpi


reyen tak takut karena istrinya masih memiliki nafas, jadi tak ada alasan reyen harus khawatir


sedangkan nayya di dalam mimpinya


-mimpi ainayya


nayya kini sedang berjalan jalan di taman yang begitu indah, saat berjalan jalan ternyata ada anak perempuan yang berusia 3 tahunan sedang mendekatinya


"mama..." panggil anak itu


"mama??" nayya pun heran pasalnya anak perempuan itu memanggilnya dengan mama


"mama yang kuat ya sampe ade lahir, setidaknya kita bisa bertemu" ucap anak perempuan itu


saat anak perempuan itu berucap seperti itu, nayya melihat ada bayangan suaminya yang mendekati mereka

__ADS_1


__ADS_2