
Ainun mengajak nayya turun kembali menemui suaminya, nayya hanya mengangguk sudah memikirkan jawabannya nanti
untuk menyelamatkan suaminya dan wanita itu, nayya duduk di ruang tv, di sebelah reyen
"apakah reyen sudah melakukan ini dari semalam??" tanya alex
"enggak pa, reyen baru kali ini, ini pun temen kerja reyen kok," dusta nayya, dosa menyelematkan suaminya sendiri sepertinya tak apa
"apakah kamu yakin nayya??" tanya alex kembali
"nayya yakin pa" jawab nayya layaknya benar benar itulah yang terjadi
"kenapa kamar bawa kotor??" tanya alex kembali
"nayya belum bersihin, pas nayya mau bersihin reyen ngajak nayya makan pa" lagi lagi nayya berdusta
"kenapa kamu begitu kurus dan kamu gak sekolah lagi nay??" tanya ainun
"nayya sedang diet ma nayya rasa berat badan nayya udh kelebihan, nayya mau fokus ngejaga reyen, nayya sekarang udh jadi istri, lebih baik dirumah bukan??" jawab nayya yang lagi lagi berdusta,
mama papa mertuanya pun percaya setelah berjam jam tertawa dan tersenyum ainun dan alex pun memutuskan pulang
"makasih" ucap reyen dingin
"hm" jawab nayya yang juga dingin, lalu nayya kembali ke kamarnya duduk di jendela seperti biasa melihat ke luar
sembari menonton Upin Ipin, masih di posisi yang sama, reyen pun masuk dan melihat nayya sedang tersenyum melihat itu reyen pun kesal pasti nayya chatan dengan Bram
reyen segera menghampiri nayya dan merampas hpnya, reyen langsung membanting hpnya nayya, ternyata terdengar suara kartun, dan seketika suara itu hilang
nayya pun dengan hati hati mendekati reyen, dan mengambil hpnya, saat berusaha di hidupkan hpnya mati total dengan retak yang cukup banyak
nayya hanya diam, lalu berjalan ke nakas, menyimpan Hpnya, lalu duduk di tempat biasanya ia duduk, melihat ke luar raut kesedihan?? sama sekali tak ada
datar, hanya itu raut wajah yang di tunjukkan oleh seorang ainayya hikari salvina
"aku ganti ya??" tanya reyen merasa bersalah
"gak ush, nanti di banting lagi" ucap nayya menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh reyen
reyen pun duduk di belakang nayya, memainkan punggung nayya, nayya hanya diam terlihat horor jika nayya benar benar dingin
__ADS_1
"nay.... jangan diam aja" ucap reyen yang merasakan kesunyian
"sunyi??" tanya nayya
"iya" jawab reyen
"begitulah hidupku" ucap nayya kembali, sore sudah mengganti menjadi malam, reyen masih di samping nayya sampai suatu saat
wanita yang si bawa oleh reyen masuk ke kamar reyen dengan menggunakan lingerie merah, nayya yang melihat itu langsung beranjak dari tempatnya
keluar kamar, dan turun ke bawah, duduk di sofa menghidupkan tv, menonton channel tv yang menayangkan kartun kartun
reyen turun, mengikuti nayya bahkan saat di lihat satu air mata pun tak ada yang menetes dari mata berwarna coklat itu , hanya senyuman yang terukir indah di bibir nayya
'kenapa hanya senyuman mu yang tergambar dan yang ingin aku lihat setiap nafasku nayya??' tanya reyen pada batinnya sendiri
-esok paginya
reyen sudah berada di kantor, terlihat temannya candra memasuki ruangannya
"gimana bro?? udh tau siapa yang Lo cintai?? nayya atau Kirana?? mantan Lo?" tanya candra yang sudah duduk di depan reyen
"itulah yang belum gw ketahui can" jawab reyen
"nayya, ntahlah aku ingin melihat senyuman istri ku, tapi aku tak rela melepaskan kirana" jawab reyen
"jika kau mencintainya kau mencintai nayya, maka segera minta maaf padanya, tapi jika kau mencintai Kirana, ceraikan nayya, agar nayya ke pelukan gw" ucap candra
dari lama nayya memang candra kejar, tapi apalah nayya adalah wanita yang tak peka dan tak mengerti arti cinta kala itu
reyen menggeleng tak mau berfikir bagaimana jika nayya ke pelukan candra atau bram dia ingin nayya bahagia bersamanya
tapi nayya sendiri takut padanya, kepala reyen pusing memikirkan nayya
- 1.bulan kemudian
nayya masih di kurung, keaadan mental nayya tak sehat, kini reyen bertekad menyembuhkan nayya dari sakitnya
reyen ingin menyembuhkannya tapi, reyen terus saja mencambuk nayya bahkan karena masalah kecil, yang membuat mental nayya semakin jatuh
tanpa sepengetahuan reyen, nayya sering menggoreskan tangannya, menangis, tertawa sendiri, nayya merasa lelah dengan hidupnya
__ADS_1
kini nayya sudah berada di taman rumahnya, nayya berusaha jalan menginjak rumput, nayya langsung ketakutan dan langsung berlari ke rumah
reyen pun mengejarnya "ainayya hikari salvina!!" reyen teriak, nayya menutup kupingnya
reyen mendekati nayya, nayya yang masih menutup kedua kupingnya terus menggelengkan kepalanya kuat
reyen segera memeluk nayya, menenangkannya di dalam dekapannya, mengelus puncak kepala nayya dengan sayang
nayya wanita yang baik bahkan wanita yang begitu lembut,
nayya sudah mulai tenang, reyen melepaskan pelukannya dan menatap nayya dengan sayang
"mau ya jalan di taman" bujuk reyen, nayya menggeleng, membuat reyen sepertinya emosi kembali
"terserah Lo!!" teriak reyen, lalu reyen berlalu pergi dan masuk ke kamarnya membanting pintu kamarnya
nayya menunduk memainkan jari kakinya, menahan tangisnya agar tak kelihatan lemah di depan reyen dan semesta
nayya hanya bisa menahan dan menahan agar dirinya tak di kira cengeng oleh reyen, karena reyen tak suka wanita cengeng
nayya menghapus air matanya, "air matanya gak guna nayya ayo semangat untuk mama papa nayya" ucap nayya menyemangati dirinya sendiri
reyen yang sudah keluar itu pun mendengar ucapan nayya rasanya begitu, rasanya dadanya seperti di remas
sakit,perih itulah yang bisa di gambarkan tentang posisi reyen kali ini, dia baik. tapi baiknya kasar
yang membuat reyen harus berpura pura tak terlalu baik kepada istrinya biarlah dia dipandang sebagai lelaki angkuh
setidaknya dirinya baik di dalam, reyen pun duduk di samping nayya, nayya bengong pandangannya terlihat lesu leti
"ayo ke taman lagi nayya" ucap reyen lembut
nayya menggeleng "gak mau, kaki nayya gak terbiasa nanti kamu kerepotan" ucap nayya, nayya sudah sedikit berisi tapi masih banyak luka di tubuhnya
reyen pun menggendong nayya, dan keluar mendaratkan nayya di rerumputan, nayya seperti ketakutan, reyen terus memegangi nayya yang geli karena rerumputan
"ayo karina" ucap reyen, nayya langsung melihat ke arah reyen lalu membuang wajahnya dan tersenyum
"aku bukan karina reyen" ucap nayya lirih, seketika reyen menunduk, reyen salah ucap lagi tentang nama
"nama aku Karina ya kamu panggil?? gk ada yang cocok jadi nama aku rey, jika kamu panggil hikari itu cocok" ucap nayya kembali menyadarkan reyen namanya
__ADS_1
dan itu sudah berulang kali,tak sadar banyak yang memandangi mereka dan mengambil gambar mereka
reyen pun berjalan masuk menuju rumahnya sembari menggendong nayya kembali