Gadis Culun Untuk Seorang Ceo

Gadis Culun Untuk Seorang Ceo
momynya atau dedenya•


__ADS_3

kini matahari sudah bersinar terang menembus jendela kamar dua insan yang baru saja membuka matanya


karena nayya harus muntah muntah di pagi hari sejak tadi pagi, bahkan harus mengeluarkan lendir kuning


yang menandakan bahwa perut nayya belum terisi sejak tadi pagi, dengan telaten reyen menyuapi nayya


kini piring nayya sudah bersih, nayya pun segera membaringkan badannya karena merasa lemah saat ini


"mas ke kantor aja" ucap nayya yang sadar jika suaminya pasti tidak akan menuju kantor


"gak ah" tolak reyen


"kalo gak ke kantor anaknya nanti makan apa mas?? minta susu sama tetangga iya?!" ucap nayya yang tak ingin mendengar penolakan seorang reyen


"kan aku bakal dapat harta warisan sayang" ucap reyen


"bagaimana jika anak kita minum formula karena Asiku gak keluar?? bagaimana sekolahnya?? dari paud hingga kuliahnya?? belum tentu anak kita pintar hingga terus mendapatkan biasiswa mas" ucap nayya kembali


reyen pun menghela nafas panjang dan membuangnya, benar kata istrinya tapi begitu tak ingin ia meninggalkan rumah ini


dimana istrinya hanya bisa berbaring lemah di atas kasur karena janinnya yang belum kuat hingga kehamilannya menginjak usia 4 bulan


suami mana yang membiarkan istrinya kesusahan saat istrinya membutuhkan pundak untuk bersandar


bagaimana jika istrinya hanya berbohong karena memiliki rahasia yang di tutupkan karena tak ingin terlihat lemah di depan seorang lelaki??


nayya bukanlah gadis terbuka tentang semua kehidupannya, bahkan reyen saja belum tau kapan nayya menambah usia


"nanti kamu kenapa kenapa sayang" ucap reyen lirih


"nanti aku telpon loh" ucap nayya dengan suara yang sedikit ia naikkan intonasinya, di jaman ini ada yang namanya telephon


mengapa ia harus merepotkan sesuatu yang sudah ada teknologinya??


"iya baiklah jangan lupa hubungi ya" ucap reyen mengalah daripada istrinya harus mengeluarkan suara yang lebih tinggi


pasalnya orang yang pendiam akan lebih emosional ketika sekali marah


kini reyen sudah keluar dari kamar mandi, dengan setelan jas berwarna hitam di padukan dengan celana berwarna hitam pula yang menambah kekejaman bagi seorang reyen


dan ketampanan jangan lupa tatapan sombong dan merendahkan dari seorang reyen ketika tak menyukai rekan kerjanya


reyen pun segera membangunkan istrinya, karena istrinya sudah terbang menuju alam mimpi, sekali kali kan reyen mau kek suami di novel lain


kalo pergi di anterin sampe depan rumah, ini istrinya malah sawan bantal, tidur melulu gak ada romantis romantisnya mungkin gini kali ya rasanya nikah sama cewek cupu tapi sawan bantal

__ADS_1


nayya pun segera terbangun dan membenarkan dasi reyen, karena reyen sengaja membuat dasinya mereng, sedangkan nayya benci jika ada yang mereng barang sedikit pun


kini suaminya sudah pergi, nayya pun melanjutkan mimpinya, tapi lagi lagi ada saja yang mengganggu putri tidur ini siapa lagi kalo bukan suaminya


nayya pun segera memejet tombol hijau, segera itu terhubung menuju hp milik reyen


"lagi ngapain??" tanya reyen ketika panggilan terhubung


"mau lanjut tidur loh!!" jawab nayya ketus pasalnya nayya begitu merasakan ngantuk yang begitu dalam


"iyaaaaa maaf ya" ucap reyen lalu mematikan panggilan tersebut


nayya pun segera memejamkan matanya dan menuju alam mimpi


3 jam kemudian, bukan nayya yang lagi yang di ganggu melainkan reyen yang di ganggu oleh nayya


pasalnya baru saja reyen ingin memanjakan berkas berkasnya nayya sudah lebih dulu menelponnya, reyen pun segera mengangkatnya


"pengen sesuatu" ucap nayya


"apa??" tanya reyen yang menghentikan aktivitasnya mengetik di laptop lalu mengganti dari panggilan ke Vidio call


"mau apa??" tanya reyen lagi


"mau makan mie" jawab nayya


"iya makan mie.... tapi sambil beli mobil" ucap nayya


"ha? beli mobil?! maksudnya beli mobil??" tanya reyen sembari membeo di kalimat 'beli mobil'


apaan istrinya, sepertinya nayya sedang demam hingga menginginkan makan mie sembari membeli mobil


"dedenya mau...." ucap nayya yang dirinya pun bingung mengapa dia menginginkan seperti itu


"momynya atau dedenya??" tanya reyen sembari menggoda nayya


"gak tau....aku tiba tiba mau itu..." ucap nayya yang tak tau tentang keinginannya datang darimana


*


"iya iya iya tenang ya nanti kita beli" ucap reyen yang menganggap itu enteng


"makasih sayang" setelah mengucapkan makasih nayya pun segera memutuskan panggilan


nayya pun segera menyiapkan dirinya karena ingin menyusul suaminya, ya sebentar lagi akan menjadi jam makan siang

__ADS_1


kini setelah berlama lama di depan meja rias, akhirnya nayya siap dengan dandanannya, dengan polesan soft ala Korea dengan rambut yang di ikat dua


nayya pun segera memakai sepatu dan tasnya, setelah merasa semuanya cukup baik nayya puj segera keluar dari kamar dan menghampiri mamang


"mang anterin nayya ke kantor mas reyen dong" ucap nayya meminta tolong ketika sudah berada di depan mamang


"siap non" ucap mamang lalu segera menyiapkan mobil


setelah memanaskan mobil nayya pun segera duduk, setelah melihat nona mudanya ini duduk dengan nyaman barulah mamang melakukan mobilnya


beberapa saat di perjalanan nayya pun segera turun tak lupa dengan berterimakasih kepada mamang


nayya pun segera menghentakkan langkah kakinya menuju ruangan suaminya, yang jelas jelas banyak parasit wanita yang sedang membicarakannya


karena seorang wanita biasa sama sekali tak pantas untuk ceo terkenal itu, nayya pun tak mempedulikannya


segera nayya memasuki lift dan memencet tombol paling atas, beberapa saat menunggu suara lift pun terbuka


pertanda nayya sudah sampai di lantai tujuannya, nayya pun segera melangkahkan kakinya kembali dan memasuki ruangan reyen


reyen memang terlihat begitu gagah ketika jari jarinya menari di atas papan ketik laptopnya


"mas...." panggil nayya


"iya sayang??" sahut reyen yang masih melakukan aktifitasnya


"makan sesuatu yok" ucap nayya sembari mendudukkan dirinya di kursi depan tepat di depan kursi kebesaran reyen yang hanya di batasi dengan satu meja


"mau beli mobilnya??" tanya reyen


"enggak" jawab nayya karena keinginannya sudah berbeda lagi kali ini


"mau apa emangnya??" tanya reyen dengan menghentikan aktivitasnya, yaitu mengetik


"mau rujak" jawab nayya melihat ke arah suaminya


"haihhh mana ada rujak" ucap reyen, toh mana ada rujak siang siang begini


"orang maunya rujak" uap nayya yang tau mau kalah


"iya iya iya, tunggu bentar lagi ya nunggu jam istirahat " ucao reyen memberi pengertian agar istrinya ini menunggu


"iya sayang" ucap nayya mengerti


mereka pun tertawa dan berbahagia sembari menunggu waktu yang di janjikan oleh reyen kepada nayya

__ADS_1


......maaaf kan sayya yaaaaa sayya gak sempat nulisssss nyesel banget asli semoga suka ya ini nulisnya jam 00:02 lohhh ......


__ADS_2