Gadis Culun Untuk Seorang Ceo

Gadis Culun Untuk Seorang Ceo
pagi penuh gombalan•


__ADS_3

kini matahari sudah menunjukkan wujudnya pertanda bahwa inilah waktunya untuk melihat dunia dengan sejuta ujian


merasa terganggu dengan matahari yang membuat wajahnya bersinar nayya segera membuka matanya bahkan suaminya pun baru membuka mata


kala merasakan wanitanya ini mulai menggerakkan ototnya untuk bergerak


reyen pun segera mengukir senyumnya lalu mengecup kening nayya dengan tulus dan penuh kasih sayang


kini wajah nayya sudah merah bak tomat,


"udh bangun sayang??" tanya nayya nyeleneh


"belum sayang!, aku masih tidur aku sedang bermimpi bahwa di depanku adalah wanita yang di turunkan oleh Allah dari jannahnya untuk menghiasi hidupku dan memberi warna dalam hidupku!, aku akan bangun lagi karena aku tak yakin" jawab reyen nyeleneh tapi tak urung untuk menghentikan gombalan paginya


"tak yakin kenapa??" tanya nayya kembali karena reyen menghentikan ucapannya


"iyaaa aku gak yakin karena bidadari surga yang di berikan oleh sang pencipta begitu sempurna," jawab reyen kembali yang membuat nayya tersenyum karena wajahnya sudah merah bak tomat


pagi yang penuh gombalan bagi seorang ainayya hikari salvina


"kamu bikin aku malu...." ucap nayya pelan karena takut jika suaminya menertawakan dirinya


seperti yang di bayangkan oleh nayya, suaminya ini tertawa tanpa henti sembari memeluk istrinya


"mas..... anaknya...." peringati nayya


"oh iya maaf maaf, maaf ya anak papa" ucap reyen yang lupa jika istrinya ini berbadan dua sekarang


nayya pun memeluk suaminya dan mengukir pola pola abstrak pada dada bidang suaminya yang membuat reyen menjadi gemas sendiri atas tingkah nayya


"imut banget sih!!!" ucap reyen dengan membuat suara suara imut


nayya pun hanya bisa tersenyum dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya


"makan yok" ajak reyen


"gak mau....gak laper" tolak nayya yang sudah mengangkat kepalanya untuk melihat wajah teduh suaminya


"tapi dedenya laper loh...." ucap reyen


"kan kalo mamanya laper dedenya laper kan mamanya gak laper, jadi dedenya gak laper " ucap nayya tanpa merasa bersalah


"haihhhsss pikiran dari mana itu??" tanya reyen kembali


"dari otak aku" jawab nayya layaknya orang bodoh


reyen pun segera bangkit dan menggendong nayya ala bridal style dan melangkahkan kakinya menuju lantai bawah untuk menyantap sarapan mereka


reyen pun segera mendudukkan nayya saat reyen sudah sampai di meja makan, tak menunggu waktu lama mereka segera mengisi energi

__ADS_1


"katanya gak lapar tapi tambah lagi!" goda reyen yang terkekeh melihat istrinya yang barusan saja tidak ingin makan malah kini istrinya benar benar ntah berapa kali tambah


nayya pun hanya bisa tersenyum malu karena mengingat perlakuannya karena dirinya kayaknya anak kecil yang tak di belikan permen malah di belikan jajanan lain


mereka pun melanjutkan makannya kini keduanya sudah selesai dengan makanan dan sedang bermanja manja dengan air yang mengguyur badan nayya dan reyen


reyen yang tak luput dari gombalannya sedari tadi, dan nayya yang tak berhenti bertingkah aneh karena begitu malu


nayya pun segera menyelesaikan mandinya dan menggunakan bhatrobe lalu keluar dari kamar mandi, segera memakai bajunya dan menyiapkan baju suaminya


setelah merasa puas dengan pakaian yang ia pilih nayya segera duduk di meja rias dan mengeringkan rambutnya, pandangannya kini lari dari aktivitasnya, menoleh ke badan suaminya yang masih basah dan berbalut handuk


bagi nayya suaminya bertambah saja, reyen pun segera mendekat ke arah nayya dan mengambil alih hairdryer


dan menggantikan aktivitas nayya yang mengeringkan rambutnya


"saya siap melayani kamu ratu" ucap reyen dengan senyuman yang dia ukir semanis mungkin


"apasih mas...." kini wajah nayya mulai memerah karena salah tingkah ayolah jantung nayya sudah tak kuat lagi


"eh gak deng, gak ratu tapi.... bidadari surga yang Allah titipkan untuk ku jaga, dan buah cinta yang bidadariku sedang kandung, ku harap jika dia wanita dia akan mirip denganmu ya" ucap reyen kembali


"dan jika dia laki laki kan kubuat dia seperti mu mas, ringan tangan dan ingin membantu istrinya kelak masuk ke jannahnya allah" ucap nayya yang membalikkan ucapan reyen


nayya dan reyen begitu berharap anaknya kelak mendapatkan kedua sikap orang tuanya, setelah rambutnya nayya kering reyen pun segera menyisir rambut nayya


"kamu kalo ada yang di butuhkan bilang ya nay, kamu datang aja ke kantor aku itu ada mamang yang bakal ngantarin kamu" ucap reyen yang sebenarnya berat untuk meninggalkan istrinya


karena reyen takut jika istrinya akan mengalami sakit perut tiba tiba karena mengingat kandungan nayya yang masih lemah hingga bulan ke 4 kehamilannya


nayya pun mengangguk dan segera menyalim tangan suaminya, reyen pun segera masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya


nayya yang melihat kepergian suaminya segera masuk ke dalam kamar kembali, membersihkan tempat tidurnya dan menjatuhkan bobot tubuhnya


nayya pun memainkan game dalam handphonenya, nayya segera berfikir ingin menemui suaminya ntah mengapa hatinya begitu mendesak untuk mendatangi suaminya


nayya pun segera bersiap lalu membawa vitamin ke dalam tasnya tak lupa nayya memberikan polesan di wajahnya


setelah nayya puas dengan dirinya nayya pun segera turun dan menghampiri mamang tak luput dengan sepatu kesayangannya


"mang antari nayya ke kantor mas reyen dong" ucap nayya ketika sudah di depan mamang


"siap non" ucap mamang dan segera menyiapkan mobilnya


setelah mamang membukakan pintu nayya pun segera masuk ke mobil setelah merasa nona mudanya ini nyaman dengan duduknya


mamang pun melajukan mobilnya tak berani ngebut karena takut ada sesuatu yang terjadi pada istri tuannya ini


bisa bisa ini adalah hari terakhir dia melihat matahari, mamang pu. memecah jalanan dengan pelan

__ADS_1


nayya merasa jika perjalanannya begitu lama menuju kantornya reyen, jengah dengan mamang yang melajukan mobilnya dengan pelan nayya pun memainkan ponselnya


hingga beberapa saat berpacu di jalanan nayya sudah menginjakkan kakinya di kantor reyen, nayya pun segera menuju resepsionis


"ketemu siapa?" tanya wanita yang ber name tag rosa


"reyen" jawab nayya


"heh kalo manggil bos besar itu pake embel embel tuan dong!" peringat rosa yang tak suka dengan nayya


"saya istrinya" ucap nayya yang langsung di tertawakan oleh resepsionis dan satu wanita yang menghampirinya


"Hay nona ayolah bangun dari mimpi mu akulah kekasih dari seorang reyen zergio Fahreza Atsmosvier pewaris tunggal Atsmosvier!" ledek Karina yang mengenalkan dirinya


nayya langsung mengerutkan keningnya bingung, sedangkan reyen sudah berjalan ke arah mereka yang membuat Karina langsung berjalan ke arah reyen dengan manjanya


dan berlendot manja di lengan reyen, reyen pun menepisnya dengan cepat dan menghampiri istrinya


reyen pun segera mensejajarkan dirinya dengan perut rata nayya


"kenapa anak Dady?? rindu ya sama Dady sampe datang ke sini??" tanya reyen kepada anaknya yang reyen pun sadari bahwa anaknya tak bisa menjawab


nayya pun segera mengelus kepala suaminya dan tersenyum


"bukan anaknya yang rindu, tapi momynya" ucap nayya malu


reyen pun bangkit dan terkekeh, lalu merangkul bahu istrinya dan menunjukkan kepada resepsionis juga Karina bukan mereka saja tapi seluruh dunia


"wanita yang sedang mengandung anakku yang masih berusia 24 jam ini adalah ainayya hikari salvina wanita yang sudah bertahta kokoh di hatiku dan tak ada satu gundik pun yang bisa menggantikan istriku ainayya hikari salvina Atsmosvier" aku reyen sembari meninggikan suaranya


rava pun segera tersenyum akhirnya bossnya ini tak menyuruhnya untuk mencari Karina di ujung tanduk dunia ini


resepsionis pun menundukkan kepalanya takut, bahkan sekaligus malu karena tak melihat berita


"kamu Rosa! saya pecat!!!" tunjuk reyen, nayya pun segera menurunkan tangan reyen yang sedang menunjuk ke arah rosa


"no ya sayang.... kita gak boleh nunjuk nunjuk orang....berilah dia satu kesempatan hanya disinilah dia bisa menghidupi dirinya dan mungkin keluarganya, sekarang mencari kerjaan susah" ucap nayya yang kasihan dengan rosa


"baiklah, ingat ya Rosa! ini karena istri saya!! jika bukan karena istri saya!! kamu sudah saya tendang dari perusahaan ini!!" bentak reyen dan segera menuntut nayya menuju lift


kini nayya dan reyen pun sedang berada di lift hingga akhirnya liftnya berhenti di lantai paling tinggi


reyen pun kembali menuntut nayya menuju ruangannya, berbeda dengan Karina yang baru saja sampai di lantai atas paling tinggi itu karena liftnya hanya satu


Karina pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangan reyen karena belum menerima bahwa mereka sudah memutuskan hubungan karena sesungguhnya hanya reyen


yang bisa menompang hidupnya


......maaf ya guys saya lagi sakit dan sekolah fullday heheh daya usahain bisa ya guys ya untuk up lagi jangan lupa support yaaaaaa🙏🏻🙏🏻🙏🏻 maaf garing hihihi ......

__ADS_1


__ADS_2