
nayya kini sedang berjalan jalan di taman yang begitu indah, saat berjalan jalan ternyata ada anak perempuan yang berusia 3 tahunan sedang mendekatinya
"mama..." panggil anak itu
"mama??" nayya pun heran pasalnya anak perempuan itu memanggilnya dengan mama
"mama yang kuat ya sampe ade lahir, setidaknya kita bisa bertemu" ucap anak perempuan itu
saat anak perempuan itu berucap seperti itu, nayya melihat ada bayangan suaminya yang mendekati mereka
ketika suaminya sudah berada di hadapannya suaminya segera mensejajarkan dirinya kepada anak perempuan itu dan tersenyum
"kamu gak boleh ngomong gitu sama mama, mama bakal selalu ada kok untuk kita, mama sama papa pasti bakal jaga kamu" ucap reyen
kini air mata nayya jatuh, ntahlah mengapa rasa bahwa dia akan kehilangan hidupnya seperti di depan mata
kini kegelapan merenggut pemandangan nayya seakan nayya di tarik ke dunia nyata kembali
kini nayya pun membukakan matanya, kaget ketika pemandangan yang ia lihat bukanlah taman yang indah, melainkan ruang rawat inap dimana dia berada
"kamu haus??" tanya reyen yang sudah berada di sampingnya
"iya aku haus" jawab nayya, guna menutupi kebingungan atas mimpinya hati nayya menolak jika itu mimpi, tapi pikiran nayya berkata bahwa itu hanya bunga tidur
pasalnya begitu nyata, lamunan nayya segera buyar ketika reyen memberikannya air
nayya pun segera meneguk air itu hingga tandas, lalu kembali mencari posisi yang enak untuk merebahkan tubuhnya
"kamu mimpi buruk??" tanya reyen yang di jawab gelengan kepala oleh nayya
reyen pun mengelus kepala nayya dengan sayang dan lembut, lalu tersenyum
"kamu cantik banget sih nayya" ucap reyen yang berhasil membuat nayya melihat ke wajah reyen dan ikut tersenyum
"kamu juga ganteng" ucap nayya balik mereka pun tertawa
tak terasa hari demi hari mereka jalani di rumah sakit dan kini mereka sudah berada di rumah setelah satu Minggu di rumah sakit
__ADS_1
kini nayya bisa makan masakan rumah nayya hanya perlu untuk meminum vitamin penguat janin
nayya sedang merebahkan dirinya di samping suaminya yang masih berhadapan dengan laptop karena meninggalkan pekerjaannya satu Minggu dan banyak klien yang memutuskan kerja sama
karena bukan reyen lah yang turun tangan untuk menangani projectnya melainkan asisten pribadinya, sepertinya asisten pribadinya ingin mengumpat kepada bossnya
karena kencannya untuk mendapatkan wanita yang selalu dia Pepet menjadi gagal dan harus meninggalkan wanita itu di apartemennya
ingin memaki tapi rasanya ia tak bisa karena dia sadar bahwa dia bawahan walau pada dasarnya jika dia tak bekerja pun duitnya tetap mengalir
nayya pun mulai bosan membolak balik badannya ke kanan dan ke kiri karena tak di perhatikan oleh suaminya
sementara mata nayya sudah berat untuk terbuka tapi rasanya nayya tak mau memejamkan matanya karena tak mendapatkan pelukan dari suaminya
reyen yang menyadari tingkah istrinya pun segera meletakkan laptopnya dan segera memeluk istrinya, nayya pun segera membalas pelukan tersebut dan menenggelamkan wajahnya
pada dada bidang suaminya, reyen pun mengusap punggung nayya dengan pelan agar istrinya ini menyelami alam mimpi dan dia bisa bekerja kembali
nayya pun mulai tenang dan menyelami dunia mimpi nya, setelah melihat istrinya tidur reyen pun dengan pelan melepaskan pelukannya agar nayya tak bangun
reyen pun membawa laptopnya untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya untuk bekerja
reyen pun segera menghampiri istrinya karena khawatir
"jangan tinggalin...." ucap nayya lirih di sela sela tangisannya karena saat dia terbangun suaminya tak ada di sampingnya
"iya maaf....gak di tinggal lagi kok tidur lagi ya??" ucap reyen sembari mengajak nayya untuk tidur kembali
nayya pun mengangguk dan kembali merebahkan dirinya, reyen pun segera memeluk istrinya, sama seperti tadi reyen pun mengusap punggung nayya
bukan hanya nayya saja yang menyelami dunia mimpi, bahkan reyen juga sedang terbang di dunia mimpi
reyen yang merasa sebentar tidur pun langsung di buat terbangun karena deringan ponsel miliknya
reyen pun segera membuka matanya dan menjawab telponnya, siapa lagi kalo bukan mantannya
reyen pun segera menjawabnya
__ADS_1
"ya??" tanya reyen yang malas berbasa basi
"kita ketemuan yok sayang aku rindu" ajak karina dengan nada lembutnya
"gak. aku udh ada istri" tolak reyen mentah mentah
"gak percaya! bahkan di berita pun tak ada kabar bahwa dirimu nikah sayang!" sangkal Karina tak percaya
reyen pun menghembuskan nafasnya lalu mematikan panggilan dengan karina, dan mencari cari nomor asistennya
reyen pun segera menelpon asistennya syukurlah satu deringan saja panggilannya sudah di angkat oleh asistennya
"ya tuan??" tanya Rava to the point
"buat berita bahwa aku sudah nikah" jawab reyen tak mau terlalu banyak berbicara, setelahnya reyen mematikan ponselnya
rava di sebrang sana pun sudah mulai emosi karena tuannya hanya bisa menyuruh dan tidak ingin tahu bahwa mengurusnya susah!!
rava pun memijat pelipisnya, pusing, menjadi asisten reyen selama bertahun-tahun membuatnya pusing dan harus menyiapkan mental karena selalu di marahin
walau itu bukanlah salahnya, menyiapkan kuping dengan kulit baja, dan hati yang harus banyak mengucap dan meminta kepada sang pencipta agar selalu sabar dan tidak memutilasi bossnya ini
rava pun segera menelpon seseorang untuk menugaskan apa yang di suruh oleh reyen, karena sesungguhnya rava sedang berada di kamar mandi
ya dia sedang menuntaskan panggilan alamnya, bahkan saat bossnya sedang menelpon dirinya masih fokus untuk membuang ampas ampas hasil makanan yang ia cerna
rava pun segera menuntaskan panggilan alamnya dan keluar kamar mandi, rava pun menjatuhkan bobot tubuhnya di ranjang
dan memejamkan matanya membayangkan satu wanita yang sudah lama ia ukir namanya dalam hati yang paling dalam
rava sendiri tidak tau apakah wanitanya ini sedang dalam hubungan pacaran atau dia masih sendirian tapi rava yakin doa doanya selama ini pasti sudah di dengar oleh sang pencipta
rava pun mengukir senyum di bibirnya dan membuka matanya, dan segera melihat walpeper yang ia pasang wajah wanitanya itu
"maafkan aku ya kalo kamu dalam hubungan yang sedang kamu jalin dengan orang lain terasa hambar, hahahah doaku begitu kuat, setidaknya jika al-waqiahku tidak bisa mendapatkan mu, izinkan Al-mulk ku menjagamu"
ucap rava lalu kembali menaruh ponselnya, menatap langit langit kamarnya, begitu lama rava memendam rasa cintanya ini, dan ia harap bahwa cintanya di balas
__ADS_1
setidaknya jika tidak di balaspun biarkanlah doa doanya menjaga wanitanya ini biarlah rava harus menghadiri pesta pernikahan wanitanya
setidaknya wanitanya itu bahagia itulah yang rava inginkan