
kini nayya sudah boleh pulang, kondisi nayya dan janinnya sudah kuat, hingga karina kembali memainkan aksinya
dimana Karina merekam di saat berbicara dengan nayya, tapi di detik detik dimana nayya berucap kejam
kini karena karina nayya harus di sidang suaminya habis habisan
"kemana ngomong kek gini?!" tanya reyen emosi
"tapi aku gak ngomong itu aja!!" sangkal nayya
"bohong!!" kali ini reyen menaikkan suaranya
lalu reyen melangkahkan kakinya hendak meninggalkan nayya sendirian di kamar
"di mana kepercayaan itu reyen?" tanya nayya dengan suara yang tercekat
"maksudmu?" tanya reyen yang sudah membalikkan badannya untuk melihat istrinya
"dimana rasa kepercayaan yang kau letak di mahligai pernikahan kita??, dimana rasa kasih sayang itu?? apakah sudah tak ada lagi rasa cinta itu??" ucap nayya sembari bertanya kepada suaminya
"drama" ucap reyen singkat dan segera meninggalkan nayya
kini nayya menangis sejadi jadinya di kamar besar yang ia huni, hancur??, tentu apa lagi kedua mertuanya yang juga percaya akan kata kata karina
jangan lupakan dira yang harus terselubung emosi dan malah mencari karina bukannya menjadi pundak bersandar untuk nayya sekarang
hari berganti dengan cepat, tapi reyen belum juga pulang kepada nayya, bahkan kandungan nayya sudah menginjak usia lima bulan
nayya pernah mengonsumsi obat tidur secara berlebihan hingga akhirnya harus di larikan di rumah sakit, tapi reyen tak kunjung kembali
ribuan kali menelpon reyen bahkan rava tak ada dari kedua laki laki itu untuk menjawab, bahkan adira pun entah kemana
kini nayya menatap enek dengan makanannya, nayya segera membereskan pakaiannya, emosi kecewa sedih sepertinya sedang menyatu dengan seorang nayya
kecewa di tinggal suaminya, sedih karena suaminya tak mau mendengarkan penjelasannya, emosi karena suaminya yang tak memberi kabar
itulah alasan nayya sudah kuat untuk pergi, setelah membereskan barang barangnya, nayya pun segera membawa koper kecil
lalu mendorong koper tersebut menuju lantai bawah
sialnya pembantunya ini harus melihat ke arah nayya
"mau kemana non??" tanya bi isma kepada nayya
"iya non, kok bawa koper segala" timpak bi Silas
"mau pergi bik, oh ya kalo mas reyen pulang, jagain makannya ya?? jangan kasih makan mie apa lagi mie instan" jawab nayya segera meninggalkan pembantunya
lebih sialnya lagi, ada Rava yang berada di depan rumahnya serta ada mamang
__ADS_1
"mau kemana nona??" tanya rava yang sudah mendekat
"nona?? gak ush di panggil gitulah tuan, saya bukan orang kaya" ucap nayya merasa sungkan
"mau kemana??" tanya rava kembali
"pergi" jawab nayya apa adanya
"ngapain pergi??" tanya rava
"gak ada yang ngarepin" jawab nayya dan segera melangkahkan kakinya
ntah kemana langkah kakinya ini memimpinnya, biarlah nayya lelah, setidaknya lukanya tak usah dalam lagi
berbeda dengan reyen yang baru saja sampai di bandara
"maafkan aku nayya, kini aku sudah kembali, aku akan meminta maaf kepada mu" ucap reyen yakin pada dirinya
setelah rava menjemputnya beberapa saat yang lalu, kini reyen sudah berada di mobil
"nyonya pergi" ucap rava
"siapa??" tanya reyen yang tidak mengerti
"nyonya ainayya hikari salvina pergi tuan" jawab rava yang membuat reyen langsung membolakan matanya
Rava pun hanya diam dan mengemudikan mobilnya, reyen terlihat gusar
bagaimana nayya menjadi nekat, bagaimana jika bayinya nanti kenapa kenapa
dan harus di bawa kerumah sakit sementara nayya gak punya uang?? ayolah reyen sudah mulai gila dengan semua ini
di tambah lagi macetnya di tengah kota, yang membuat reyen berfikir bahwa, sudah pasti nayya pergi jauh
bahkan dugaan reyen salah, nayya hanya mencari tempat tinggal tak jauh dari rumah reyen, nayya yang sudah membeli kontrakan pun langsung
menyelesaikan aktivitasnya menata pakaiannya lalu merebahkan dirinya di kasur
"aku gak bisa kalo harus di diemin ya Rey" ucap nayya sendirian
"ingat ya rey, gw bukan wanita lemah yang bakal nunggu Ampe Lo pulang" ucap nayya kembali
lalu memejamkan matanya lelah, sungguh berbicara sendirian membuat mata nayya mengantuk
nayya sengaja melepaskan kartu sim hpnya, biarlah reyen mencarinya sampai mampus di luar sana
soal pekerjaan pasti gampang untuk nayya, sekarang memang tak banyak yang mencari karyawan
tapi di rumah makan, atau dimanapun pasti sedang membutuhkan karyawan, bahkan hanya satu
__ADS_1
berbeda dengan nayya, reyen tengah gusar mencari nayya, bahkan nayya tak ada di rumah lamanya
"kemana kita harus mencari lagi rava??" tanya reyen
"saya tidak tau tuan" jawav Rava apa adanya, di satu sisi rava sendiri setuju dengan pendapat soal kepergian nayya
agar reyen tau artinya berjuang seperti apa, bukan hanya meninggalkan dan pergi tanpa memikirkan kondisi anaknya maupun nayya sendiri
"aku menyesal pergi tanpa ngasih kabar" ucap reyen lirih
"pasti nyonya nayya bisa ketemu tuan" timpal rava agar tuannya ini tak bersedih sekali
hanya karena di tinggalkan satu hari sudah kelimpungan bagaimana dengan nayya yang di tinggal hampir dua bulan??
bukankah nayya lebih stress lagi, tak di beri kabar apa pun selama dua bulan
kini reyen mencoba menghubungi nayya, tak ada jawaban, hanya operator yang mengangkat telpon reyen
"mungkin hp nyonya nayya lobet" ucap rava menenangkan
"tak biasanya hp nayya lowbat rava!!, pasti nayya tau aku sedang mencarinya!!" sangkal reyen yang tau kebiasaan istrinya
rava pun masih setia mengemudi, walau dirinya sendiri tidak tau mau kemana
"kita balik" ucap reyen
"kenapa??" tanya rava yang bingung akan keputusan reyen yang tiba tiba
"aku yakin kalo nayya tak pergi jauh dari kita, pasti nayya sengaja pergi, besok juga dia akan balik lagi" jawab reyen dengan senyum riangnya
rava pun mengangguk dan langsung mengemudikan mobilnya kembali ke rumah besar tuannya
lama berpacu di jalanan hingga akhirnya mobil yang di kendarai oleh rava terpakir sempurna di halaman rumah reyen
reyen pun turun, dan masuk ke rumahnya tanpa dosa dan beban sedikitpun, langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya
mengecek lemari pakaian nayya, benar dugaannya nayya tak membawa semua pakaiannya
reyen pun merebahkan dirinya, hingga pandangannya menuju ke meja rias nayya
terlihat ada beberapa kartu ATM yang sempat rava bikin atas nama nayya dan cincin mas kawin
reyen langsung mendudukkan badannya tak percaya, bagaimana nayya akan hidup jika tanpa uang sepeserpun?
yang benar saja , atau mungkin nayya tinggal bersama adira itu pun bisa saja bukan
reyen pun menganggukkan kepalanya ketika muncul di benaknya nayya sedang bersama adira
lalu merebahkan kembali tubuhnya dan terlelap menuju alam mimpi yang indah dan damai
__ADS_1