Gadis Culun Untuk Seorang Ceo

Gadis Culun Untuk Seorang Ceo
kemana rasa percaya itu•


__ADS_3

kini nayya sudah boleh pulang, kondisi nayya dan janinnya sudah kuat, hingga karina kembali memainkan aksinya


dimana Karina merekam di saat berbicara dengan nayya, tapi di detik detik dimana nayya berucap kejam


kini karena karina nayya harus di sidang suaminya habis habisan


"kemana ngomong kek gini?!" tanya reyen emosi


"tapi aku gak ngomong itu aja!!" sangkal nayya


"bohong!!" kali ini reyen menaikkan suaranya


lalu reyen melangkahkan kakinya hendak meninggalkan nayya sendirian di kamar


"di mana kepercayaan itu reyen?" tanya nayya dengan suara yang tercekat


"maksudmu?" tanya reyen yang sudah membalikkan badannya untuk melihat istrinya


"dimana rasa kepercayaan yang kau letak di mahligai pernikahan kita??, dimana rasa kasih sayang itu?? apakah sudah tak ada lagi rasa cinta itu??" ucap nayya sembari bertanya kepada suaminya


"drama" ucap reyen singkat dan segera meninggalkan nayya


kini nayya menangis sejadi jadinya di kamar besar yang ia huni, hancur??, tentu apa lagi kedua mertuanya yang juga percaya akan kata kata karina


jangan lupakan dira yang harus terselubung emosi dan malah mencari karina bukannya menjadi pundak bersandar untuk nayya sekarang


hari berganti dengan cepat, tapi reyen belum juga pulang kepada nayya, bahkan kandungan nayya sudah menginjak usia lima bulan


nayya pernah mengonsumsi obat tidur secara berlebihan hingga akhirnya harus di larikan di rumah sakit, tapi reyen tak kunjung kembali


ribuan kali menelpon reyen bahkan rava tak ada dari kedua laki laki itu untuk menjawab, bahkan adira pun entah kemana


kini nayya menatap enek dengan makanannya, nayya segera membereskan pakaiannya, emosi kecewa sedih sepertinya sedang menyatu dengan seorang nayya


kecewa di tinggal suaminya, sedih karena suaminya tak mau mendengarkan penjelasannya, emosi karena suaminya yang tak memberi kabar


itulah alasan nayya sudah kuat untuk pergi, setelah membereskan barang barangnya, nayya pun segera membawa koper kecil


lalu mendorong koper tersebut menuju lantai bawah


sialnya pembantunya ini harus melihat ke arah nayya


"mau kemana non??" tanya bi isma kepada nayya


"iya non, kok bawa koper segala" timpak bi Silas


"mau pergi bik, oh ya kalo mas reyen pulang, jagain makannya ya?? jangan kasih makan mie apa lagi mie instan" jawab nayya segera meninggalkan pembantunya


lebih sialnya lagi, ada Rava yang berada di depan rumahnya serta ada mamang

__ADS_1


"mau kemana nona??" tanya rava yang sudah mendekat


"nona?? gak ush di panggil gitulah tuan, saya bukan orang kaya" ucap nayya merasa sungkan


"mau kemana??" tanya rava kembali


"pergi" jawab nayya apa adanya


"ngapain pergi??" tanya rava


"gak ada yang ngarepin" jawab nayya dan segera melangkahkan kakinya


ntah kemana langkah kakinya ini memimpinnya, biarlah nayya lelah, setidaknya lukanya tak usah dalam lagi


berbeda dengan reyen yang baru saja sampai di bandara


"maafkan aku nayya, kini aku sudah kembali, aku akan meminta maaf kepada mu" ucap reyen yakin pada dirinya


setelah rava menjemputnya beberapa saat yang lalu, kini reyen sudah berada di mobil


"nyonya pergi" ucap rava


"siapa??" tanya reyen yang tidak mengerti


"nyonya ainayya hikari salvina pergi tuan" jawab rava yang membuat reyen langsung membolakan matanya


Rava pun hanya diam dan mengemudikan mobilnya, reyen terlihat gusar


bagaimana nayya menjadi nekat, bagaimana jika bayinya nanti kenapa kenapa


dan harus di bawa kerumah sakit sementara nayya gak punya uang?? ayolah reyen sudah mulai gila dengan semua ini


di tambah lagi macetnya di tengah kota, yang membuat reyen berfikir bahwa, sudah pasti nayya pergi jauh


bahkan dugaan reyen salah, nayya hanya mencari tempat tinggal tak jauh dari rumah reyen, nayya yang sudah membeli kontrakan pun langsung


menyelesaikan aktivitasnya menata pakaiannya lalu merebahkan dirinya di kasur


"aku gak bisa kalo harus di diemin ya Rey" ucap nayya sendirian


"ingat ya rey, gw bukan wanita lemah yang bakal nunggu Ampe Lo pulang" ucap nayya kembali


lalu memejamkan matanya lelah, sungguh berbicara sendirian membuat mata nayya mengantuk


nayya sengaja melepaskan kartu sim hpnya, biarlah reyen mencarinya sampai mampus di luar sana


soal pekerjaan pasti gampang untuk nayya, sekarang memang tak banyak yang mencari karyawan


tapi di rumah makan, atau dimanapun pasti sedang membutuhkan karyawan, bahkan hanya satu

__ADS_1


berbeda dengan nayya, reyen tengah gusar mencari nayya, bahkan nayya tak ada di rumah lamanya


"kemana kita harus mencari lagi rava??" tanya reyen


"saya tidak tau tuan" jawav Rava apa adanya, di satu sisi rava sendiri setuju dengan pendapat soal kepergian nayya


agar reyen tau artinya berjuang seperti apa, bukan hanya meninggalkan dan pergi tanpa memikirkan kondisi anaknya maupun nayya sendiri


"aku menyesal pergi tanpa ngasih kabar" ucap reyen lirih


"pasti nyonya nayya bisa ketemu tuan" timpal rava agar tuannya ini tak bersedih sekali


hanya karena di tinggalkan satu hari sudah kelimpungan bagaimana dengan nayya yang di tinggal hampir dua bulan??


bukankah nayya lebih stress lagi, tak di beri kabar apa pun selama dua bulan


kini reyen mencoba menghubungi nayya, tak ada jawaban, hanya operator yang mengangkat telpon reyen


"mungkin hp nyonya nayya lobet" ucap rava menenangkan


"tak biasanya hp nayya lowbat rava!!, pasti nayya tau aku sedang mencarinya!!" sangkal reyen yang tau kebiasaan istrinya


rava pun masih setia mengemudi, walau dirinya sendiri tidak tau mau kemana


"kita balik" ucap reyen


"kenapa??" tanya rava yang bingung akan keputusan reyen yang tiba tiba


"aku yakin kalo nayya tak pergi jauh dari kita, pasti nayya sengaja pergi, besok juga dia akan balik lagi" jawab reyen dengan senyum riangnya


rava pun mengangguk dan langsung mengemudikan mobilnya kembali ke rumah besar tuannya


lama berpacu di jalanan hingga akhirnya mobil yang di kendarai oleh rava terpakir sempurna di halaman rumah reyen


reyen pun turun, dan masuk ke rumahnya tanpa dosa dan beban sedikitpun, langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya


mengecek lemari pakaian nayya, benar dugaannya nayya tak membawa semua pakaiannya


reyen pun merebahkan dirinya, hingga pandangannya menuju ke meja rias nayya


terlihat ada beberapa kartu ATM yang sempat rava bikin atas nama nayya dan cincin mas kawin


reyen langsung mendudukkan badannya tak percaya, bagaimana nayya akan hidup jika tanpa uang sepeserpun?


yang benar saja , atau mungkin nayya tinggal bersama adira itu pun bisa saja bukan


reyen pun menganggukkan kepalanya ketika muncul di benaknya nayya sedang bersama adira


lalu merebahkan kembali tubuhnya dan terlelap menuju alam mimpi yang indah dan damai

__ADS_1


__ADS_2