
kini reyen harus duduk terpaku ketika adira baru saja meninggalkannya di ruang keluarga, sungguh nayya sudah menghilang selama dua hari
reyen kini terlihat seperti di sambar petir, bahkan Adira melayangkan ancaman untuk seorang reyen, reyen zergio fahreza atmosvier
hingga sekertarisnya menghampirinya dan membuyarkan lamunannya, memberikan tepat lokasi nayya yang hanya menghabiskan setengah jam saja dari rumah kediaman reyen
"apa yang di katakan nona adira tuan??" tanya Rava penasaran yang mendengar bahwa adira berteriak
"dia berkata jika aku tau menemukan nayya dalam waktu dekat dia akan menghancurkan perusahaan ku rav, ku mohon kita langsung ke rumah nayya saja" jawab reyen sembari melangkahkan kakinya
Rava pun segera mengekori tuannya untuk menuju mobil, ketika kedua pria ini sampai di mobil Rava segera melajukan mobilnya
beberapa saat berpacu di jalanan, hanya menghabiskan waktu setengah jam saja berkendara di jalanan
mobil mewah yang di kendarai oleh rava dan reyen sudah terpakir sempurna di depan kontrakan nayya
reyen segera turun dari mobil dan mempercepat langkahnya untuk mengetuk pintu kontrakan tersebut, setelah beberapa kali mengetuk
masih belum ada jawaban padahal kini malam sudah Semakin larut, reyen pun segera menuju belakang kontrakan tersebut
membuka pintu belakang yang ternyata belum di kunci oleh nayya
dengan pelan reyen masuk ke rumah tersebut gelap, tak ada lagi pencahayaan kecuali di ruang keluarga, reyen pun terus melangkah pelan
hingga ia sudah berada di belakang nayya, dan segera menyekap nayya
"tenang.... ini aku reyen zergio Fahreza Atsmosvier," ucap reyen agar nayya tak berteriak dan malah menimbulkan kecurigaan
nayya pun tenang dan meminta reyen untuk melepaskan tangan reyen yang berada di mulutnya, reyen pun melepaskan
"kau kenapa kesini??" tanya nayya
"rindu" cicit reyen yang hampir tak terdengar oleh siapapun
nayya pun memutar bola matanya malas lalu meninggalkan reyen yang masih berdiri di tempat, nayya pun masuk ke kamarnya
baru saja duduk di meja rias, untuk menghapus make up selesai ia bekerja menjadi karyawan kantoran di bagian pemasaran
__ADS_1
reyen pun memasuki kamarnya, lalu duduk di tepi ranjang dan menatap lekat ke arah nayya
"kenapa??" tanya nayya heran
"pulang ayok..." ajak reyen
"untuk??" tanya nayya lagi
"aku rindu... kamu boleh marahi aku, kamu boleh maki aku, atau kamu kau nampar aku tapi pulang!!" ucap reyen dengan air mata yang mulai membahasi pipinya
"aku gak mau rey, aku takut kamu gak bakal percaya sama aku lagi," tolak nayya sembari memberhentikan aktivitasnya dan menatap ke arah reyen
yang berusaha untuk menghapus air matanya
walau dari kacapun nayya tau bahwa reyen sedang menangis
"aku janji gak bakal kek gitu lagi, tapi ku mohon.... jangan tinggalin aku" ucap reyen
"aku mau cerai.... setelah anak ini lahir kita gak bakal ada hubungan apapun lagi" ucap nayya yang sudah berdiri
"tapi aku gak mau ainayya hikari salvina!! aku cinta sama kamu!!" ucap reyen yang mulai menangis
menantang suaminya ini, apakah yang di katakan oleh reyen hanya perkataan semata atau memang dia akan melakukannya
"apa yang harus ku buktikan??" tanya reyen yang mendekati nayya
"jauhi Karina!" ucap nayya dengan suara menantang
"baiklah! akan ku lakukan" terima reyen dengan lapang dada
nayya pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke kamar mandi sekedar mencuci muka, setelah selesai dengan aktivitasnya, nayya pun keluar
terlihat nayya mengirim pesan kepada seseorang, agar kedatangan reyen tak di curigai
setelah itu nayya ikut berbaring di samping suaminya yang sudah tenang dan menanti dirinya
reyen pun memeluk tubuh nayya dan menenggelamkan wajahnya di leher putih milik nayya
__ADS_1
sungguh wangi lemon dari nayya mampu menjadi candu untuk seorang reyen zergio fahreza atmosvier
"aku mau cerita" ucap reyen
"apa??" tanya nayya lalu menatap ke arah reyen
"aku kan punya temen, terus temen aku ini mau tunangan, jadinya aku bingung mau kasih kado apa, tapi dia di jodohin jadinya dia gak cinta sama istrinya" jawab reyen memberitahu
"menurut kamu kasih apa??" tanya reyen kemudian
"kasih duit ajalah, kan mereka gak saling cinta, tapi kalo udah saling cinta, kita kasih aja sesuatu, untuk saat ini kasih duit aja" jawab nayya memberi saran kepada reyen
"iya sih, tapi kamu mau gak ngadain pesta untuk pernikahan kita yang kedua kali??" tanya reyen kembali
"untuk apa?" bukannya menjawab nayya malah bertanya
"dulu kita nikah karena gak cinta, sekarang kan udah saling cinta, jadi kita ulang lagi" jawab reyen enteng seolah acara pernikahan tak memakai uang yang banyak
"heh, dulu ya dulu, setidaknya kita dah di agama dan hukum" tolak nayya
pasti acara pernikahan akan sulit dan memakan waktu yang banyak, tentu untuk nayya akan sangat merepotkan apalagi dengan perut buncitnya
"tapi kan... biar semua orang tau aku cinta sama kamu " ucap reyen
"Rey... duitnya sayang mending untuk anak kita nanti" ucap nayya yang benar benar tak mau
sungguh itu akan menjadi acara yang sangat melelahkan, reyen pun menerima penolakan istrinya walau tidak dengan sepenuh hati
"yang iklah" ucap nayya seolah tau jika Jiwa dan pikiran reyen sedang bertengkar karena penolakannya
"iya iya iklhas kok" ucap reyen lalu kembali menenggelamkan wajahnya di leher putih nayya
dan segera memejamkan matanya, wangi yang di miliki oleh nayya sungguh menenangkan dirinya, mungkin lelaki manapun yang mencium wangi lemon dari ujung kepala hingga ujung kaki nayya
pasti akan candu dengan aroma ini, menenangkan dan sungguh nyaman untuk di hirup setiap waktunya
nayya pun mengelus kepala reyen pelan, lalu ikut juga ke alam mimpi bersama suaminya
__ADS_1
...ok mungkin aku bakal banyak bicara dan meminta maaf juga soalnya hampir dua minggu gak up karena masalah otak aku yang buntu, tapi sebisa mungkin dengan tidak mengurangi rasa hormat ku kepada kalian, aku akan berusaha up setiap minggunya dikarenakan tugas aku yang numpuk dan sekolah aku yang fullday, lagi pula aku harus belajar setelah pulang sekolah maklum guys, anak sekolah ini begitu banyak tugasnya belum lagi sekolah aku banyak lomba di bulan Agustus ini, jadi mohon maaf kalo aku sering Nunda buat up, walau sedikit yang baca, tapi setidaknya adalah atau gak ada?? i don't care anyway semangat menjalani hari hari yang tak cukup dengan satu ujian...