
kini nayya sudah full dengan seragam dan tas punggungnya, nayya mengekori suaminya menuju ke ruang makan, bedanya kali ini
reyen duduk di samping wanita yang tak di kenali oleh nayya, sama seperti malam semalam nayya menunggu suaminya untuk makan dulu
kali ini ada kecurigaan, reyen menyuapi perempuan itu, nayya pun segera menghabisi makanannya takut terlambat
setelah makan nayya langsung mencari arah dapur, 'ini rumah apa istana?? luas bener' gumam nayya, setelah di beri arahan oleh BI intan
akhirnya nayya menemukan dapur dan menaruh piringnya ke wastafel, segera dengan bantuan bi intan dia juga kembali ke ruang makan
setelahnya nayya membungkuk hormat dan berterimakasih telah membantunya, nayya duduk di meja makan memainkan ponselnya di bawah meja
memberi chat kepada teman satu satunya yang bernama bram semua makan dengan tenang, nayya pun duduk tenang di posiinya
sambil melihat reyen berinteraksi lebih dengan wanita itu, nayya hanya bisa memperhatikan hingga seorang bodyguard memberitahunya
bahwa temannya datang, dia pun segera memakai tas pundaknya dan berpamitan dengan semua orang di meja makan
bahkan dengan pekerja yang sedang menyapu dia pun membungkuk hormat juga berpamitan
nayya sudah berada di mobil Bram
"jadi orang kaya lo" 5 kata yang ia ucapkan saat melihat bahwa nayya sudah masuk ke mobilnya
"dih yang kaya kan lakik gw bukan gw" jawab nayya membalas ucapan Bram
Bram segera melajukan mobilnya, menuju ke sekolah mereka, di perjalanan sambil bernyanyi bersenandung dan berbicara
hingga akhirnya mereka sampai nayya segera turun karena Bram akan memarkirkan mobilnya, nayya langsung melangkahkan kakinya
menuju kelasnya yang terletak di ujung, sedang kan Bram masuk di kelas sebelah sebelum kelas nayya
Bram ips dan nayya ipa, makanya jika berdebat mereka tak luput dari ilmu
nayya menghabiskan Jam pembelajarannya dengan mencatat sesuatu yang penting, setelah setengah jam berlalu bell sekolah berbunyi menandakan istirahat
nayya pun keluar berbarengan bersama Bram yang akan ke kantin, mereka berdua sering di bilang cocok, karena sama sama kutu buku dan memakai kaca mata
bedanya adalah, nayya berfikir menggunakan mood sedangkan Bram berfikir menggunakan otak
__ADS_1
kini Bram dan nayya sedang makan bakso di kantin sekolah mereka, mereka makan sambil bercanda dan ketawa
kini bell sekolah juga telah berbunyi kembali, hingga nayya dan Bram harus berpisah
nayya memperhatikan dengan jelas, dan mencatat hal yang penting, siap siap untuk ujiannya juga yang akan datang
lain hal dengan Bram yang sedikit tidak fokus memikirkan nayya bohong jika Bram berkata dia tak menyukai ainayya hikari salvina
wanita yang pertama ingin berteman dengannya dan yang mendukung hobinya bermain gitar, sungguh tak mungkin
jika dirinya tak memiliki perasaan lebih kepada nayya, sayangnya dia sudah menikah dan kabar pernikahan itu hanya Bram saja yang tau
karena nayya berfikir bahwa hanya Bram lah teman yang ia punya, bell sekolah kembali berbunyi yang membuyarkan lamunan bram
lain hal dengan nayya yang sudah membereskan peralatannya dan mengambil baju yang ia bawa
segera dia keluar dan menuju ke kamar mandi, untuk mengganti pakaiannya karena dia akan bekerja
nayya kini selesai dengan celana jeans dan baju berwarna navy polos, dan pun keluar
manusia pertama yang ia lihat ketika keluar dari kamar mandi adalah bram
bram pun segera memimpin jalan nayya membawanya ke parkiran mobil
dan ia merasa begitu juga dengan Bram yang hanya menganggapnya sebagai adik perempuannya, pasti begitu secara
dia bukanlah wanita idaman, Bram sudah sampai si tempat dimana nayya bekerja nayya pamit menggunakan tas punggungnya lalu turun
dan memasuki cafe itu, nayya segera masuk ke dapur untuk memasukkan tas punggungnya di lokernya, setelahnya dia memakai celemek
bekerja dengan cepat dan mendapatkan gaji harian yang nominalnya cukuplah untuk dirinya yaitu 50 ribu untuk anak yang hanya membutuhkan paketan internet
tak terlalu banyak makan, dan hanya berdiam diri di rumah layaknya nayya itu sudah cukup
dari jam 2 siang sampai jam 6 sore, setelah siftnya selesai dia pun membuka celemek nya lalu memakai tas punggungnya
segera menelpon Bram agar menjemputnya, menunggu beberapa menit saja Bram sudah sampai, nayya segera masuk ke mobil Bram
Bram pun segera melajukan mobilnya menuju rumah reyen, mereka mengobrol bercerita tertawa selama perjalanan
__ADS_1
hingga mobilnya Bram terparkir sempurna di halaman rumah yang megah bak istana setelah berterimakasih kepada bram nayya turun dan memasuki rumah mertuanya itu
tak melihat ada siapapun, nayya langsung menuju ke kamarnya, hanya pemandangan dimana reyen sedang bekerja berkutik di depan laptopnya
nayya memasuki walk in clothes, San menyimpan tasnya dan membawa pakaian sekolahnya tadi dan baju ganti
nayya menaruh pakaian sekolahnya di sofa tempat dia tidur, nayya segera memasuki kamar mandi, dan memulai acara mandinya
setelah mandi nayya berpakaian di dalam kamar mandi dan mengikat dua rambutnya yang panjang hingga pinggangnya
lalu membenarkan kaca matanya nayya keluar dan mengambil baju sekolahnya, lalu berjalan menuju halaman belakang rumah besar itu
beberapa menit barulah nayya sampai, nayya langsung menyuci pakaian kotornya dan pakaian sekolahnya
tanpa ada yang tau karena nayya begitu tenang melakukannya, setelah itu nayya menjemurnya terlihat ada tempat gantungan baju dia pun menggantung bajunya disitu
lalu kembali ke kamarnya, saat dia berada di kamarnya tidak ada tanda tanda suaminya, nayya pun memainkan ponselnya di sofa
nayya yang hanya menunggu hingga pakaiannya selesai pun tak terlalu fokus karena dia pelupa
kini reyen baru saja masuk ke kamarnya, dia terus memandangi nayya yang sedang bermain hp
nayya yang menyadari ada yang memandangnya pun menghentikan aktivitasnya, lalu menyimpan Hpnya di tempat pakaiannya
"kau tak butuh uang?" tanya reyen tiba tiba yang membuat nayya mengerutkan keningnya
"untuk apa?? aku sudah bekerja paruh waktu, jadi aku punya uang sendiri" jawab nayya atas pertanyaan reyen yang tiba tiba
"bukannya wanita suka skincare??" tanya reyen lagi
"aku hanya menggunakan skincare murah, untuk apa mahal mahal" ucap nayya yang sudah duduk di sofa
"maksud ku kenapa gak shoping??" tanya reyen lagi
"aku gak hobi" jawab nayya
"kau punya suami yang memiliki banyak uang mengapa kau tak memanfaatkannya?" tanya reyen
"aku bukan wanita materialistis" jawab nayya singkat
__ADS_1
reyen pun mengangguk karena memang benar nayya berani bekerja sendiri, bahkan dia tak pernah meminta uang ia gak akan tau selama beberapa hari kedepan
mungkin saja ia hanya manis di awal