
reyen sudah menarik nayya sampai ke kamarnya, nayya sudah ketakutan setengah mati
"kami di sini dulu!! kamu akan aku kunci!!" bentak reyen
"gak reyen! aku bukan boneka reyen!! aku mau bebas reyen!" sergah nayya kepada reyen
"enggak ainayya hikari salvina!!" teriak reyen kembali
"reyen!! nayya mau bebas! nayya bukan boneka reyen!! nayya mau sekolah!!"
"enggak!! kamu bakal ketemu sama Bram nanti!!"
"nayya manusia reyen!!, nayya mau hidup sama analisis nayya sendiri!, kalo nayya hidup dari analisis orang lain! nayya gak hidup! nayya gak bebas! nayya kek tahanan!! ini hidup nayya reyen!!" nayya kembali menangis berteriak kepada suaminya meminta kebebasan
"enggak ainayya hikari salvina!!" teriak reyen kembali, reyen pun keluar dan mengunci pintu dari luar, dia pun kembali ke kamar perempuan itu
kembali melakukan aktifitasnya, dia tak mau menyentuh istrinya, biarkan saja dia tersakiti, ada rasa kasihan kepada nayya
-esok harinya
reyen kembali ke kamarnya sudah terlihat nayya seperti orang gila, menangis tersedu sedu
"maaf, aku gak mau menyentuh badanmu nayya" lirih reyen yang masih terdengar oleh nayya
"kita suami istri reyen!!" teriak nayya, reyen yang mendengar itu pun langsung menarik nayya
-6 jam berlalu
nayya sudah pingsan dengan badan penuh luka, dan muka sudah banyak memerahan, reyen pun segera mandi lalu dia pergi
Berjam jam kemudian, nayya sudah sadar kepalanya begitu pusing bahkan pemandangannya kabur nayya belum makan selama 2 hari
tapi dia terus ingat kata kata reyen, dia segera bangkit, dia pun pergi ke kamar mandi
setelah mandi dan berpakaian dia pun, membersihkan rumah, menyapu dan mengepel
tepat saat nayya sudah selesai membersihkan rumah reyen pun pulang, nayya segera mendekati reyen, membukakan dasinya jasnya lalu mengambil laptop dari tangan reyen
lalu nayya masuk ke kamarnya menaruh dasi reyen di keranjang kotor juga jasnya, dan laptop reyen dia taruh di meja kerjanya
lalu nayya turun, langsung menuju dapur, memasak untuk reyen dan wanita yang lain lagi, berjam jam masak akhirnya masakannya selesai
nayya pun menaruh makanannya di meja makan, sama seperti semalam, kini nayya duduk di taman belakang bermain dengan kucing
sampai suaminya memanggilnya, nayya segera masuk dengan cepat,
"kenapa tuan??" tanya nayya
"tolong buatkan pacar saya minum dia kehausan" ucap reyen dingin
nayya pun segera menuju ke dapur, membuatkan minuman dingin, setelah selesai nayya pun menaruh minuman itu di meja makan
naasnya wanita yang di bawa oleh reyen membuat seakan akan nayya menjatuhkannya, nayya pun kaget
__ADS_1
reyen yang terlihat marah pun menarik nayya menuju ke kamar
"jangan sakiti aku, nayya mohon" nayya memohon kepada suaminya melihat itu reyen pun menjadi kasihan pada nayya
hanya mengunci nayya
-2 Jam kemudian
reyen masuk dengan membawa makanan, reyen pun mendekati nayya yang sedang duduk di lantai melihat keluar jendela
reyen pun ikut melihat apa yang di lihat oleh nayya, reyen merasa bersalah ketika melihat pemandangan sepasang suami istri sedang tertawa dan bercanda sembari menggendong anaknya
reyen pun duduk di samping nayya, nayya yang melihat itu pun langsung mundur beberapa langkah dari reyen
"makan nay aku suapin" ucap reyen lembut agar tidak menakut nakuti nayya
nayya pun mengangguk dah mendekati suaminya, dengan pelan reyen menyuapi nayya hingga makanannya selesai
reyen pun berdiri, ingin meninggalkan nayya
"a...aku takut sendirian" ucap nayya lirih
"aku... masih" reyen menjeda ucapannya
"hm.. aku mengerti tak apa, aku bisa melihat pemandangan" ucap nayya mengerti
"kau tak apa apa kan??" tanya reyen melihat nayya yang terus memandangi sepasang suami istri tadi
nayya terus tersenyum melihat ke luar, dan melambaikan tangannya kepada anak kecil itu, lagi lagi reyen hanya bisa diam, begitu jarang nayya tersenyum dengannya bahkan memanggilnya
dengan kata sayang, bahkan nayya memanggilnya dengan kata 'tuan' seandainya reyen tak memukuli nayya, pasti kata maaf pasti selalu ada untuknya
reyen pun meninggalkan nayya sendirian, dan kembali mengunci nayya, nayya yang di dalam terus
tersenyum kepada anak kecil yang melihat ke arahnya, nayya rasa badannya sudah gerah, nayya pun masuk ke kamar mandi dan mulai mandi
ketika sudah mandi reyen kembali ke kamarnya, reyen mendengar rintisan kesakitan nayya, mungkin karena luka di tubuhnya
reyen semakin merasa bersalah, ingin meminta maaf pasti maaf itu tak akan diterima oleh seorang nayya
nayya pun keluar, sudah menggunakan bajunya, nayya sedikit memberi jarak, reyen pun kaget atas tindakan nayya
"aku gak mukulin kamu nay, aku mau obatin kamu" ucap reyen lembut
nayya pun mengangguk duduk di bawah dan mengangkat bajunya, dengan pelan reyen memberi salep kepada luka lukanya nayya
nayya diam, hanya bisa meremas celana tidur yang ia kenakan, setelah selesai reyen pun menurunkan baju nayya
dan nayya segera berdiri, kembali duduk di dekat jendela melihat bulan, dan jalan, banyak makanan, nayya jadi berselera tapi..
nayya hanya bisa menatap ke arah makanan, reyen yang menyadari tatapan nayya pun mendekati nayya
"mau makanannya??" tanya reyen
__ADS_1
"gak ada duit" jawab nayya
"aku belikan" ucap reyen inisiatif
"gak usah ah gak bisa gantinya nanti" jawab nayya atas ucapan reyen
reyen menunduk, lalu reyen keluar dan mengunci nayya kembali
nayya terus melihat ke arah jalanan, melihat orang lalu lalang, ketika begitu fokus melihat
nayya melihat bahwa suaminya sedang jalan beli beberapa makanan dengan perempuan itu, nayya tersenyum ketika melihat reyen lebih bahagia dengan wanita itu
reyen pun melihat ke arah jendela kamarnya, terlihat nayya melambaikan tangan dan tersenyum ke arahnya, senyum kesedihan sepertinya
raut wajahnya sedih, reyen pun menyuruh penjualnya cepat melakukan aktivitasnya, reyen merasa bersalah menuruti kemauan wanita ini
nayya pun menutup jendela kamarnya, naik ke tempat tidur dan menonton film kesukaannya, dia menonton Upin Ipin
baru beberapa menit saja menonton terlihat reyen membuka pintu kamarnya dan duduk di sebelah nayya, ikut menonton film yang nayya tonton
"tadi makanannya habis aku gak bisa beliin buat kamu" ucap reyen
"gak papa, lagian aku udh pernah nyoba kok pas kecil" dusta nayya sambil tersenyum kepada reyen
reyen tau nayya berbohong karena itu jajanan baru, reyen semakin merasa bersalah melihat nayya tersenyum, hatinya terasa sakit
karena nayya tersenyum bukan karena kebahagiaan yang di beri oleh reyen, melainkan kepahitan bahwa reyen lebih memilih wanita lain di banding nayya
(jujur guys aku nulis ini nangis, aaaaaaaaa nayya maaf)
reyen pun mengajak nayya makan bersama dengan wanita yang di bawanya nayya pun mengangguk ikut aja kan? pikirnya dalam hati
mereka pun duduk di meja makan, nayya hanya diam melihat reyen menyuapi perempuan itu, nayya hanya mengambil sedikit, ternyata alangkah kagetnya bahwa
orang tua reyen datang, dan sudah masuk ke rumah itu, karena ruang makan dan ruang tv bersatu, orang tua reyen langsung melihat pemandangan bahwa reyen menyuapi perempuan lain
dan nayya terlihat kurus, untuk nayya memakai cardigan kalo tidak orang tua reyen pasti sudah melihat luka luka di tangan nayya
mata papa mertuanya terlihat merah menahan marah dan kasihan, kasihannya karena nayya sangat sangat tidak ada energi, dan begitu lemas,
mama ainun sudah menangis di belakang papa alex, nayya hanya diam begitu juga wanita itu dan reyen
"nayya ke kamar dulu ya ma pa," setelah pamit nayya pun masuk kembali ke kamarnya, dan duduk lagi di dekat jendela
jendelanya pun dia buka, melihat lihat jalanan, anak anak yang bermain dan tertawa suami yang menemani istrinya yang sedang ngidam
"andai kisah cintaku seperti itu aku pasti bahagia, nayya bakal kuat untuk mama papa" ucap nayya
mama ainun langsung memarahi anaknya
"kamu gak mikirin perasaan nayya Rey?! dia sebatang kara Rey!!" teriak ainun membuat reyen tertunduk
benar kata mamanya
__ADS_1