Gadis Culun Untuk Seorang Ceo

Gadis Culun Untuk Seorang Ceo
rujak•


__ADS_3

dengan waktu yang telah reyen janjikan kepada nayya, kini reyen benar benar membawa nayya menuju penjual rujak


selesai membeli rujak reyen dan nayya pun kembali menuju kantor, beberapa saat berpacu di jalanan


akhirnya mobil reyen berhenti dengan sempurna di parkiran kantor


mereka berdua pun segera turun, dan berjalan dengan beriringan takut salah satunya akan kehilangan, walau kandungan nayya masih muda


itu tak membuat nayya takut sama sekali untuk kehilangan anaknya, berbeda dengan suaminya reyen yang benar benar takut


ntah siapa mama dan papanya kelak enathlah


hari terus saja berganti hingga kini usia kandungan nayya sudah menginjak 3 bulan, nayya sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit


dengan segala alat yang menjadi penguatnya untuk beberapa hari kedepan, kandungan nayya memang masih kuat


"siapa yang buat kek gini sayang???" tanya mama mertuanya mama ainun


"k...Karina mama" jawab nayya,


sebelum dirinya di temukan oleh mama ainun, Karina sedang berdiri tegak di depan pintu kamar tidur nayya


nayya yang kaget ingin mengusir Karina dengan lembut, tapi Karina enggan untuk pergi dari sana


hingga terjadilah dimana nayya mendorong Karina karena hendak masuk ke kamarnya,


Karina yang tak terima pun segera mendorong badan nayya ke arah tangga, kecelakaan yang tak pernah Karina rencanakan sebelumnya


kaki nayya harus terpeleset, yang membuat dirinya harus jatuh dari lantai dua,


hingga dirinya harus bersimbah darah segar yang keluar dari ***********, untunglah mama Ainun dan papa alex segera mengetahui kejadian itu


karena memang mama ainun ingin kerumah menantunya, alhasil disinilah sekarang nayya

__ADS_1


reyen pun baru saja sampai, sungguh reyen merasa menyesal karena tidak menunggu ibunya datang terlebih dahulu, barulah melepaskan istrinya ini


"maafkan aku ma....pa...." ucap reyen dengan air mata yang sudah tak bisa dibendung lagi


"udh ini sepenuhnya bukan kesalahan darimu, tapi ini kesalahan Karina, jangan menangis lagi ya, kita sama sama doakan saja" ucap alex yang merasa sedih ketika melihat kondisi anaknya


"maafkan dady nak, Dady gagal ngejaga kamu sayang....hukum Dady saja ya, pindahkan sakitnya ke dady sayang jangan ke mamy kamu nak, mamy kamu begitu menderita menjalani 3 bulan ini untuk mengandung kamu, mamy mu harus mengalami muntah di pagi hari, bahkan harus keram perut, pindahkan sakitnya ke dady sayang, sudah cukup hukum mamynya, ini ada dady yang siap menerima sakitnya sayang"


ucap reyen kepada perut nayya yang sudah kelihatan buncitnya, kini tangisan reyen semakin deras saja


nayya pun tersenyum kecil dan mengusap kepala reyen dengan lembut, membuat reyen langsung mendongakkan kepalanya melihat wajah pucat seorang ainayya


"maafkan aku sayang" ucap reyen


"ussss kata dede, Dede gak suka kalo Dady minta maaf terus, kalo dady minta maaf terus, nanti Dede hukum mamy lebih lama lagi" ucap nayya yang tidak suka melihat reyen yang terus meminta maaf


pintu ruangan nayya terbuka, saat pintu itu terbuka, terlihat wanita cantik dengan kacamata yang hampir menutupi setengah wajahnya


itu adalah adira saputri salvina, siapa lagi kalo bukan kakak dari nayya yang baru saja mendengar kabar adiknya, dan segera meluncur ke rumah sakit ini


Adira pun segera menaruh buah buahan tersebut di atas nakas, dan menyalin kedua orang tua reyen, dan mendekati nayya yang tampak lemas


"aduhhh ponakan aunty nakal ya sekarang, mainnya buat mamymu di rumah sakit, kalo nanti kamu udh lahir, masih nakal juga, aunty hukum kamu ya dek" ucap adira sembari mengusap perut nayya


tentu saja kedua orang tua reyen sudah tau siapa gadis yang datang dan menyalim kedua tangan mereka


itu adalah wanita yang mereka bayar, atas kenakalan berbulan bulan lalu, setelahnya membiayai sekolah adira hingga lulus dan membuat adira harus bertahan di luar negeri


untuk menyelesaikan sekolahnya dan mampu mendirikan perusahaan seperti sekarang


"kak adira kok bisa tau??" tanya nayya heran


"siapa lagi kalo bukan asisten suamimu yang menelpon kakak??" jawab Adira sembari melirik tajam ke arah reyen, yang membuat reyen langsung menundukkan kepalanya

__ADS_1


"iya kak Dira, aku minta maaf" ucap reyen dengan rasa salah


"udahlah kak Dira, sekarang kak dira jujur sama aku ya??, kemaren kak dira kemana setelah buat kesalahan itu??" tanya nayya yang membuat 3 orang yang berada di ruangan itu langsung mematung di tempat


"ok kakak keknya memang harus jujur, jadi Tante ainun dan om alex suka sama perawakan kamu, dan mereka membayar kakak untuk melakukan kejahatan itu, dengan upah kakak di biayayi sekolah di luar negeri, kamu tau kan kakak mau jadi pengusaha dan orang tua kakak mau kakak jadi dokter??, jadi kakak terima persyaratan itu, mereka pun berjanji akan menjagamu dan menyayangi mu, pas mama papa meninggal, kakak di kabari, dan Tante ainun dan om alex bilang kakak jangan temui kamu dulu"


kelas adira panjang kali lebar, menceritakan semuanya yang benar faktanya


nayya pun langsung melirik ke arah mertuanya yang sama sama menunduk malu


"makasih ma, pa, berkat mama papa sekarang kedua orang tua nayya, walaupun sudah pergi, setidaknya nayya gak kesepian, mama dan papa selalu ada buat nayya, nayya terimakasih banyak ya??" ucap nayya dengan rasa syukur


kedua mertuanya pun menegakkan kepalanya dan merekahkan senyumnya


"inilah alasan mama milih kamu sayang" ucap ainun


"aku gak di anggap??" tanya reyen dengan mata yang mulai berkaca kaca


"hahahah, iya iya, kamu juga kok bagian dari kebahagiaan di hidupku" ucap nayya sembari menerima pelukan reyen


begitu indah kisah nayya kali ini, dengan di datangkannya orang jahat dalam kehidupannya, tapi ia bersyukur memiliki orang baik di sekelilingnya


apakah ini balasan dari allah atas kebaikan dan ketaatan nayya kepada sang pencipta, kalo begitu nayya begitu bersyukur atas hidupnya


semoga kisah hidup nayya memiliki kebahagiaan di akhir ceritanya, itulah yang semua orang harapkan


mungkin semua orang hanya bisa berencana, tapi mereka tidak akan pernah berhenti untuk meminta kepada sang pencipta atas kebahagiaan yang harus nayya dapatkan


setidaknya biarlah seorang nayya tersenyum hingga akhir ceritanya, jika dia harus menangis pun, biarlah tangisan itu menjadi tangisan bahagia


semua orang berharap penuh atas kehidupan nayya, mereka memandangi nayya, jika mereka tak ada, manusia seperti apa yang sang pencipta datangkan untuk nayya


...maaf gj, gak tau lagi mau nulis apa, soalnya masih sakit ...

__ADS_1


__ADS_2