
tepat seperti yang di katakan oleh dokter, nayya bangun setelah 3 hari, matanya kini sudah terbuka lebar
di sampingnya ada ibu mertuanya, papa mertuanya papa Alex, dan suaminya serta natalya yang membuatnya aneh adalah
tidak ada orang tuanya "ma... mama papa mana?" tanya nayya sudah mulai khawatir raut senang ainun pudar, wajahnya pucat
"di mana ma?!" kini nayya mulai terisak,begitu juga mama mertuanya, papa mertuanya kini mulai menahan badan nayya yang bergetar hebat
"mama papa kamu meninggal, saat kamu di rumah sakit hari pertama nayya, mereka ngebut di jalan nayya, lalu mereka ketabrak truk yang besar nayya" ucap ainun tak sanggup
ainun menangis, nayya yang shock dan tak percaya sekuat tenaga dia lepaskan infusnya dan melepaskan diri dari badan Alex
mereka semua terkejut akan tingkah nayya, nayya langsung berlari keluar, dia yakin mama papanya pasti masih di rumah sakit ini
dia pun ke resepsionis dan bertanya apakah ada dua orang yang meninggal kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit ini 2 hari yang lalu
resepsionis pun mengangguk nayya bersikeras ingin melihat mayat itu, resepsionis pun mengangguk karena kasihan
nayya di tuntut menuju ruangan mayat, dia pun melihat 2 orang yang di taruh di kamar mayat, saat nayya buka
ternyata itu adalah dua orang yang dia cari. iya itulah mamanya aneshia putri pandu gozandra dan ayahnya Muhammad Cakrapandu gozandra
melihat itu lutut nayya serasa lemas, seakan kakinya tak memijak tanah ketika nayya akan jatuh, mama mertuanya pun menahan badan nayya yang lemas
nayya di bawa ke ruangannya kembali, kini nayya sudah di ranjang rumah sakit, mencerna semuanya
"Lo gak ush lari kek gitu nayya!! orang tua Lo itu udh mati udh iklhaskan aja sih!!" cerca reyen yang membuat nayya langsung melotot ke arah reyen
"emang Lo rasain kehilangan gak?! Lo ngerasain?! Lo gak tau rasanya kehilangan kedua orang tua!! Lo kalo gk ngerasain di posisi gw! jangan Lo cerca! karena Lo gak rasain dan Lo gak tau gimana terpuruknya gw reyen zergio Fahreza Atsmosvier "
kini emosi seorang ainayya hikari salvina begitu berada di ujung tanduk, tangis nayya semakin kencang, tak ada rasa bersalah sedikitpun pada reyen karena telah mengucap seperti itu
memang benar yang di katakan nayya, dia tak merasakan itu
-4 hari kemudian
nayya dan reyen memilih tinggal sendiri di rumah reyen, mereka sudah berada di rumah reyen
memang tak jauh dari sekolah reyen maupun kantor reyen, mereka satu kamar bahkan satu ranjang
-besoknya
nayya sudah siap dengan masakannya dan pakaian sekolahnya, yang sudah di belikan oleh reyen
reyen sudah berada di meja makan nayya pun meladeni suaminya dulu soal perutnya nanti saja dia masih ada uang
__ADS_1
setelah suaminya selesai makan, nayya mengangkat piringnya lalu dia pergi ke dapur
untuk mencuci piringnya, "ainayya aku akan memperingati bahwa jika makanan yang ada di kulkas jangan kau makan!!" ucap reyen memperingati nayya, dari dapur terdengar suara nayya yang berteriak iya dan berterimakasih
reyen pergi duluan, setelah nayya selesai dengan piring piring kotor, nayya segera memesan gojek
nayya sudah menunggu di depan dengan tas punggungnya, hanya menunggu selama 15 menitan gojeknya pun sampai
nayya langsung naik kereta lalu gojeknya menancapkan gas keretanya
hanya perlu 30 menit gojeknya nayya sudah sampai di halaman sekolahnya nayya segera turun dan membayarnya
nayya langsung berlari menuju kelasnya, untungnya dia tak terlambat
-pulang sekolah
seperti biasa nayya sudah berada di cafe tempat dia bekerja, ternyata klien reyen pun janji bertemu dengan reyen di cafe
tempat nayya bekerja, nayya pun di panggil di meja reyen, pura pura tak kenal pada reyen itulah yang nayya lakukan
setelah mencatat pesanan reyen, nayya langsung menuju ke dapur memberi catatannya kepada koki, setelah koki selesai membuat pesanan reyen
nayya membawanya ke meja reyen, dan menyuguhkannya, lalu dia di panggil oleh pelanggan lain
'candra' candra memanggil nayya, dan memesan pada nayya, nayya pun pergi ke dapur
"pecat dia bro" ucap reyen tiba tiba
"gak ah dia yang buat cafe gw jadi rame Rey" tolak Candra terus melihat ke arah nayya
nayya pun datang dengan minuman yang di pesan oleh candra
"kamu kenal dia nay?" tanya candra yang menunjuk ke arah reyen
"enggak kak, oh dia ceo yang terkenal ya?? maaf tadi saya tidak melayani anda dengan baik, saya begitu terburu buru karena di panggil pelanggan lain" ucap nayya sopan
sambil membungkukkan badannya, lalu nayya kembali ke belakang bekerja hingga siftnya selesai
setelah selesai nayya pun menerima gajinya, lalu dia menggunakan tasnya dan pergi, ternyata reyen belum pulang
nayya pun mengikuti jejak reyen yang menuntutnya menuju mobil reyen, nayya pun duduk di depan di samping suaminya
mobil pun di lajukan mobilnya
"kenapa kamu bilang gak kenal sama saya??" ucap reyen
__ADS_1
"kamu orang terkenal, masa saya bilang saya istri kamu? wajahmu mau di taruh di mana tuan reyen zergio Fahreza Atsmosvier" ucap nayya dengan nada selembut mungkin
reyen hanya diam mendengarkan ucapan istrinya, terasa sakit hatinya mendengar itu, nayya... begitu berbeda
kini mobil reyen sudah terpakir di rumah reyen, nayya pun turun dan segera masuk ke kamarnya
setelah berada di kamarnya nayya langsung mandi, nayya berpakaian di dalam kamar mandi
saat dia keluar, tak ada tanda tanda suaminya, nayya pun segera turun, saat dia turun terlihat suaminya sedang menyatukan bibirnya dengan bibir wanita yang tak nayya kenali
nayya diam di tempat membeku, tak mempercayai bahwa inilah yang terjadi, tapi memang inilah yang terjadi, nayya masih diam di tempatnya
setelah reyen melepaskan ciuman itu, nayya baru pergi ke dapur, menahan tangisnya karena semalam nayya dan reyen membeli bahan masakan jadi nayya bisa masak hari ini
nayya memasak semur ayam dan nasi goreng, setelah 3 jam berada di dapur nayya pun selesai dia menyusun makanannya di meja makan lalu dia kembali ke dapur
menahan perutnya yang kelaparan dan membersihkan dapur, setelah dapur terlihat bersih, nayya langsung menyapu rumah dan mengepel
reyen dan wanita itu sudah makan, setelah selesai menyapu dan mengepel nayya menaruh peralatannya ke dapur
lalu mengambil piring kotor dan mencucinya, dia tak peduli dengan laparnya, setelah selesai nayya pun keluar dari dapur terlihat reyen sudah menunggunya
"bersihkan kamar bawah, istri saya mau nginap" ucap reyen yang di angguki oleh nayya
nayya pun mengganti sprei kamar bawah yang di suruh oleh reyen, setengah jam berlalu nayya selesai dengan kamarnya dan kamar mandinya
nayya langsung keluar, lagi lagi pemandangan yang membuat nayya kembali menahan tangisnya, reyen sudah berada di atas wanita itu tanpa pakaiannya atasnya dan wanita
yang di bawahnya itu sudah tak menggunakan pakaian, nayya langsung berlari menuju kamarnya,
setelah nayya di dalam kamar nayya langsung menangis hebat, badannya gemetaran, dadanya sakit
ntah kenapa takdirnya begini, ntahlah nayya sendiri tak tau mengapa takdirnya begitu kejam, ntah ia yang salah memilih takdir, atau takdir yang seperti ini
kehilangan kedua orang tua, suami berselingkuh secara terang terangan, dan Bram di sekolah menjauhinya tanpa alasan
kini malam semakin larut nayya sudah berhenti menangis, nayya pun turun untuk mengambil air, saat dia ingin kembali ke kamarnya
dia mendengar suara kenikmatan dari suaminya, dia pun mengintip dari celah pintu ternyata suaminya sedang melakukan penyatuan dengan wanita lain
nayya tak tahan, nayya langsung membuka pintunya, reyen pun terkejut, reyen segera memakai jubah mandi, lalu menyeret nayya menuju kamarnya
nayya hanya berdoa kepada Tuhan agar nyawanya di selamatkan kali ini, setidaknya dirinya masih bisa bertahan untuk kedua orangtuanya yang di surga
menyelamatkan orang tuanya dengan doa, nayya terlalu takut mati, dalam hati dia terus berdoa
__ADS_1