
Pagi yang cerah, kini Qila telah selesai dengan seragam sekolah nya, turun dari kamar nya menuju meja makan.
"Pagi semua" sapa Qila yang terlihat lebih ceria, walau pipi nya masih terlihat sedikit bengkak.
"Pagi sayang" Vivi yang sedang menyiapkan makanan menjawab sapaan sang putri.
"Good morning everybody" sapa Ferdi agak sedikit berteriak. Di belakang Andi menampol kepala Ferdi
"Ini bukan hutan, lagian sok inggris banget lo" ucap Andi dengan sinis
"Apaan si bang sakit tau, lagian syirik amat lo" balas Ferdi tak kalah sinis dari Andi
"Debat terus panjangin, biar Reza jadi mederator nya" Reza lewat dengan santai di tengah² ke dua abang nya
"Pagi yah, pagi bun, pagi kak" sapa Reza
"Pagi sayang (pagi Reza)" jawab Keanu, Vivi dan Qila
Kini Andi dan Ferdi sudah bergabung di meja makan.
Mereka menyantap roti selai yang telah di siap kan oleh Vivi
"Bun Qila bawa bekal aja ya"
"Kenapa gk sarapan sekalian?" Tanya Andi menatap sang adik
"Gak apa, Qila pengen sarapan sama yang lain di sekolah" jawab Qila
Vivi hanya menganggukkan kepala nya sembari tersenyum
Kini ponsel Qila berdering...
"[Kita uda di depan rumah, lo da siap?]" Tanya Micco
"Uda, ini masik nunggu bekal 5 menit, gue turun" Qila menutup panggilan secara sepihak
"Siapa Qila?" Tanya Ferdi penasaran
"Kak Micco, Yah, Bun, Qila berangkat ya Assalamualaikum" tak.lupa Qila menyalim kedua orang tua dan abang² nya
Mereka sudah berkumpul, dan bersiap berangkat, ke sekolah. Mereka melaju dengan kecepatan sedang, sampai di parkiran mereka memarkir motor dan langsung menuju kelas masing masing.
"Cil pipi lo masib bengkak?" Tanya Kay di perjalanan menuju kelas
Sontak yang lain memperhatikan Qila, dan benar ada nya mereka melihat pipi gadis itu masih terlihat sedikit bengkak.
"Gak lo lapisin pake bedak?" Tanya Riska
Qila hanya menggelengkan kepala nya.
Saci sendari tadi hanya menyimak pembahasan mereka. Qila, Micco dan Kay telah sampai di depan kelas mereka.
"Guys kita duluan ya" ucap Kay masuk ke dalam kelas
__ADS_1
Kini mereka bertiga berjalan di koridor menuju kelas masing masing, sampai mereka simpangan dengan Cecil dan para sahabat nya.
"Heh kalian...." suara Cecil membuat mereka bertiga berhenti, dan melihat ke arah Cecil
"Gara gara kalian gue jadi di marahin sama bokap gue, dan liat aja, gue gk akan ngelepasin si pendek itu" ucap Cecil yang sudah sangat geram.
Zain, Riska dan Saci hanya menatap dengan datar. Zain maju dan menatap Cecil dengan intens, menarik dan mencengkram tangan Cecil dengan kuat.
"Berani tangan lo nyentuh Qila, gak ada ada hari esok buat tangan lo ngerti?" Zain menghempaskan tangan Cecil dengan sangat kuat.
Kini mereka bertiga pergi menuju kelas masing masing.
Di dalam kelas Qila....
Qila duduk manis sembari memakan bekal bawaan nya.
"Cil lo makan sendiri² kagak nawarin kita?" Kay yang dari tadi memperhatikan Qila makan membuag nya menjadi laper.
"Lo mau?" Tanya Qila yang di jawab anggukan kepala oleh Kay, berharap Qila akan membagi nya. "Noh di kantin banyak, beli sendiri" sambung Qila
Micco terkekeh melihat Kay yang ngambek pada Qila.
"Lo kalau ngambek bukan nya imut, malah amit amit gue liat nya" ucap Micco membuat Qila tertawa sejadi jadi nya hingga membuat nya tersedak
Uhuk.....uhukk.....
Micco yang melihat Qila batuk² langsung gercep mengambilkan minum di tas Qila dan memberikan nya pada gadis itu, tak lupa ia buka kan penutup botol nya
"Nah kan, lo si cil ngeledekin gue, kena batunga kan lo" ucap Kay dengan senyuman kemenangan
Qila ingin beranjak dari tempat duduk nya untuk memukul Kay, di tahan oleh Micco
"Uda Qila jangan emosi terus entar kamu nya gk tinggi tinggi lo" Micco mengelus punggung Qila supaya gadis itu kembali tenang.
Qila kembali duduk dengan wajah yang tidak enak di pandang.
Salsa yang satu bangku dengan Kay penasaran dengan gadis itu.
"Em...Kay boleh nanyak?" Ucap Salsa
Kay yang di panggil langsung melihat ke arah sumber suara
"Nanya apa?" Kay mengerutkan kening nya, karna tidak biasa gadis di samping nya menyapa duluan apalagi bertanya
"Itu Aqila kenapa?"
Kay semakin mengerutkan kening nya
"Emang nya kenapa? Kalau lo mau tau tanya aja sendiri sono" . Kay bukan nya menjawab pertanyaan Salsa malah menjawab pertanyaan Salsa dengan sinis
Salsa yang mendapat jawaban seperti itu langsung diam.
Hari ini adalah hari kedua masuk sekolah, para murid baru belum belajar. Hari ini mereka memilih ekstrakurikuler yang mereka minati.
__ADS_1
Jam istirahat.....
Mereka berenam berkumpul di kantin, saat lagi asik makan tiba tiba, ada seseorang yang menghampiri mereka, dan langsung duduk di tempat mereka.
Mereka menatap keheranan karna belum perna mereka jumpai orang yang sok akrab seperti ini.
"Lo siapa??" Tanya Saci
"Kenalin aku Salsabila, sekelas sama Micco, Kay dan Aqila" ya gadis itu adalah Salsa
Qila, Kay dan Micco melihat ke arah Salsa
"Gue gk kenal sama lo" ucap Qila tanpa memalingkan wajah nya dari makanan nya
"Gue juga" sambung Kay
"Apalagi gue? Gk usah di tanya" sambung Micco dengan dingin
Salsa terkejut mendengar ucapan Kay, jelas jelas mereka sebangku
"Lo gak kenal sama gue Kay?" Tanya Salsa
Kay melihat ke arah Salsa
"Kapan gue kenalan sama lo, lagian gak ada juga minta sebangku sama lo, jadi gak usah sok akrab sama gue" Kay langsung beranjak dari duduk nya
"Mau kemana lo?" Ucap Zain melihat kepergia. Kay
"Nafsu makan gue hilang" ucap nya
Kepergian Kay di susul oleh yang lain kecuali Riska, dan Qila
"Maafin Kay ya... dia emang gitu, gak suka sama orang yang baru dia kenal" ucap Riska
Salsa hanya diam
"Kenalin gue Riska kelas X⁴" Riska menyodorkan tangan nya dan di sambut oleh Salsa
"Gue Qila, lo bilang kita sekelas kan?" Ucap Qila acuh
Salsa hanya menganggukkan kepala nya. Qila beranjak dari tempat duduk nya, dan ingin pergi menyusul yang lain.
"Kita duluan ya" pamit Riska dan Qila menjawab dengan anggukan kepala sembari tersenyum. Riska melambaikan tangan nya pada Salsa.
Kini mereka berdua menyusul Yang lain di taman belakang sekolah.
"Lo kanapa si Kay, kebiasaan banget jadi orang" Saci yang tidak habis pikir dengan tingkah Kay yang seperti anak anak.
"Gue gak nyaman aja ada orang lain di antara kita" Kay menjawab dengan santai
Saci menghembuskan napas nya dengan kasar karna tidak habis pikir dengan tingkah Kay yang seperti anak kecil.
Berbeda dengan Zain yang fokus dengan laptopnya
__ADS_1
"Guys liat deh, ternyata kejadian tadi malam menjadi tranding topik lo" ucap Zain yang memperlihatkan laptop nya pada yang lain
Sontak yang lain langsung melihat ke arah laptop Zain.