
Hari ini adalah hari senin, hari di mana paling tidak di sukai oleh seluruh siswa dan siswi. Tidak hanya mereka para pekerja kantor, dan lain sebagainya.
Qila sudah berada di sekolah bersama yang lain, mereka mengikuti pelajaran seperti biasa. Hari berjalan dengan lancar.
Di Surabaya.... Kediaman Aulia Trinanda
Citra membantu Lia membereskan rumah setelah itu dia baru pergi sekolah, Lia memiliki kediaman sederhana, tapi sangat nyaman untuk di tinggali mereka berdua.
"Citra pulang sekolah, kalau tante belum pulang jangan lupa kunci pintu ya. Dan mungkin tante pulang cukup malam" ucap Lia
"Iya tante Citra bakal kunci pintu kalau tante belum pulang"
"Oh ya, kalau kamu mau makan siang kamu masak sendiri bisa ya" ucap Lia. Citra hanya menganggukan kepala, dan tersenyum pada Lia. Citra pergi sekolah berjalan kaki karna jarak rumah Lia kesekolah tidak jauh, hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk sampai. Dan Citra lebih memilih jalan kaki.
Sesampai di sekolah nya, ia bertemu dengan teman teman nya, Citra mulai terbiasa hidup sederhana dan apa adanya, berbeda saat dia masih menjadi Cecil, hidup nya penuh dengan kemewahan.
Saat pulang sekolah ia langsung pulang ke rumah, melakukan yang di perintahkan Lia pada nya, ia tiduran sambil bermain ponsel, hingga ia ketiduran.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, Citra terbangun karna mendengar suara ketukan pintu
Tok...tok...tok
"Hoaamm..." ia menguap dan melihat jam di ponsek nya
"Tante Lia pulang" guman nya
Saat ia ingin membukakan pintu notif di ponsel nya berbunyi, akan tetapi ia tida dengar. Pesan itu dari Lia, ia memberitaukan pada Citra bahwa ia lembur di kantor dan mungkin tidak pulang. Citra tidak melihat ponsel nya dan langsung berjalan menuju pintu dan membuka nya
"Tante pulang malam kok...." ucapan Citra terpotong saat melihat sosok yang di depan nya bukan lah Lia
"Hallo sayang, lama tidak bertemu Cecil" ucap wanita itu
Citra terduduk mendengar suara itu, karna kabar nya perna beredar bahwa wanita yang tepat di depannya di kabar kan meninggal dunia, akibat kecelakaan mobil dan jasad nya tidak di temukan.
"Tante Leona" ucap Citra menitikkan air mata, ia sangat merindukan tante nya ini, karna Leona sangat sayang pada nya.
Leona Kaendra adik perempuan Edwart yang di kabar kan meninggal dunia akibat kecelakaan mobil, dan jasad nya tidak di temukan.
Sedangkan yang terjadi, Leona selamat dari kecelakaan mobil itu dan langsung pergi, karna ia takut bahwa orang yang mengakibat kan kecelakaan masih mengejarnya.
"Cecil kau sudah besar sayang, tante sangat rindu pada mu" ucap Leona memeluk Citra dengan erat.
Citra masih menangis ia tidak menyangka bahwa masih ada keluarga nya yang masih peduli pada nya.
"Cecil, tante tau kamu banyak mengalami ke sulitan, tante akan bantu kamu untuk membalas kan dendam kematian papah mu" ucap Leona yang sangat marah, pasal nya saat ia ingin membuat kejutan untuk kakak tercinta nya, tapi ia malah mendapat kabar buruk, ia hanya dapat melihat nisan kakak nya tidak lagi wujut nya, hal itu membuat nya marah dan yang di pikirkan nya hanya balas dendam dan mencari tau siapa yang menyebab kan kakak nya meninggal dunia.
__ADS_1
"Sayang apa kamu mau membantu tante membalaskan dendam papah mu?" Ucap Leona. Citra bingung pasal nya ia sudah berjanji pada diri nya sendiri bahwa ia akan membalas kebaikan Keanu karna telah membiarkan nya hidup sampai sekarang
"Maaf tante aku belum bisa memutuskan, aku lebih tenang hidup seperti ini, dan aku ingin memulai semua dari awal" ucap Citra
"Tante ngerti perasaan kamu, dan tante gak akan maksa kamu, jika suatu saat kamu berubah pikiran, datang dan temui tante di alamat ini oke" Leona menyerahkan alamat rumah nya pada Citra
"Dan sayang, tante akan menemui mu sesekali oke" Leona beranjak pergi dari sana.
Citra hanya menganggukan kepala sembari tersenyum sebagai jawaban. Leona pergi dari tempat tinggal Citra.
Di Kediaman Leona....
Tangan kanan Leona menghampiri nya dan memberikan sebuah berkas pada nya
"Nona saya sudah menemukan yang nona mau" ucap Bobi tangan kanan Leona
"Letakkan di situ dan buat kan menu makan malam untuk ku" ucap nya
"Baik nona" ucap Bobi, ia pun pergi meninggal kan Leona dan mengerjakan apa yang di perintahkan nya.
Leona membuka berkas yang baru saja di letakkan Bobi, dan betapa terkejut nya melihat isi dokumen tersebut.
"Tidak ku sangka ternyata kematian kakak ku ada kaitan nya dengan mu, jadi aku tidak perlu pusing pusing untuk menghabisi musuh musuh ku, karna musuh lama ku, dan musuh baru ku ternyata orang yang sama" ucap Leona dengan senyuman iblis nya.
Kediaman Keanu.....
"Kau ingin aku melepaskan nya? APA KAU DAN SUAMI MU, MELEPASKAN KU SAAT AKU DAN SUAMI KU SAAT AKU MEMOHON? TIDAK VIVIAN" ucap wanita bertopeng itu dengan nada yang tinggi
"Ku mohon....hiks jangan apa apa kan putri ku" Vivian terus memohon dan bersujud di depan wanita bertopeng itu.
"Vivian kau akan merasakan apa yang ku rasakan" ucap wanita itu dan memotong urat leher Qila, hingga Qila tidak bernyawa
"TIDAAAAAAKKKKK"
Vivian berteriak dan terbangun dari mimpi yang sangat menyeramkan. Keanu yang berada di samping nya terkejut, dan melihat Vivi yang sudah bercucuran keringat.
"Sayang kau mimpi buruk?" Tanya Keanu
Vivi tidak menjawab dan langsung memeluk Keanu.
Vivian sangat ketakutan dan tidak berani untuk berbicara, sungguh ia takut kalau yang ia mimpikan menjadi kenyataan.
Saat sudah tenang, Keanu membaranikan untuk bertanya apa sebenarnya yang ia mimpikan hingga sampai gemetar begitu
"Vivi kau sebenarnya mimpi apa?" Tanya Keanu. Vivian terdiam dan tidak bisa berbicara apa pun, karna ia sangat takut.
__ADS_1
Keanu mengerti keadaan Istri nya, ia pun tidak memaksa.
"Ya sudah kalau gak mau cerita, tapi sekarang kamu tidur ya..." ucap Keanu
Tanpa menjawab Keanu, Vivian berjalan ke arah kamar mandi dan mengambil wudhu, ia solat tahajut untuk menenangkan hati dan pikiran nya, ia juga berdoa pada yang maha kuasa untuk selalu melindungi keluarga besar nya.
Pagi hari...
Seperti biasa Qila, dan yang lain sudah selesai, dan bersiap untuk sarapan. Di bawah sudah ada orang tua nya
"Pagi ayah, pagi bunda" sapa Qila
"Pagi sayang" Keanu membalas sapaan Qila, sedangkan Vivian hanya membalas nya dengan senyuman karna ia sedang menyiapkan bekal untuk anak anak dan suami nya.
Vivian menatap Qila, dan ia teringat bayang bayang wanita bertopeng itu membunuh putri semata wayang nya dengan kejam. Sampai tanpa sadar jari telunjuk nya teriris pisau
"Awwsstt" Vivian meringis kesakitan, membuat Qila dan Keanu khawatir, Reza dan Andi yang baru turun langsung menghampiri sang bunda, dan mereka melihat tangan bunda nya berdarah, Reza sigap mengambil kotak P3K yang berada di laci.
Vivian tidak memperdulika luka nya, ia langsung memeluk Qila dengan erat. Mereka semua bertanya tanya, Vivian menitikkan air mata nya
"Bunda apa sesakit itu?" Tanya Qila.
Vivian tidak menjawab ia semakin erat, sampai Qila tidak bisa bernafas
"Bunda Qila gak bisa napas" ucap Qila yang sedikit tercekik. Vivian tersadar dan melepas pelukan nya
"Maaf kan bunda ya.sayang" ucap Vivi
Mereka sedikit aneh dengan Vivian. Mereka makan dengan hikmat, dan hening
"Qila kamu libur dulu sekolah nya ya. Bunda pengen menghabiskan waktu lebih banyak bersama kamu" ucap Vivi
Qila sangat bingung dan tidak bisa menolak, akhirnya ia menyetujui nya.
Ia mengambil ponsel nya dan memberi pesan pada Micco
"[Kak Mic gue gak sekolah, hari ini gue gak tau kenapa, bunda sensitif banget sama gue, jadi gue gak di izinin keluar rumah]"
Di sekolah Micco dan yang lain menunggu kedatangan Qila, lalu notif ponsel berbunyi. Ia melihat tercantum nama Qila di sana
"[Emang tante Vivi kenapa?]"
"[Gak tau kak, tapi entar pulang sekolah mampir ya jan lupa bawak banyak makanan,]"
M
__ADS_1
Micco tersenyum tipis membaca pesan Qila
"Guys si bocil gak sekolah, kata nya tante Vivi sensitif sama tu bocil, jadi gak boleh sekolah" ucap Micco, dan sahabat yang lain hanya menganggukan kepala sebagai jawaban