Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 20 keterbukaan masa lalu 3


__ADS_3

Micco memulai cerita nya saat ia masih di jepang


"Awal nya gue minta maaf sama kalian mungkin gue selama ini ada sedikit kebohongan di antara kita semua" ucapan Micco terjeda. Semua sahabat Micco menatap nya dengan tanda tanya, apa sebenarnya yang membuat pria itu harus berbohong. Tapi mereka tetap memilih diam dan mendengarkan cerita dari Micco


"Sebenarnya papah gue uda gak ada" mendengar penuturan itu membuat mereka terkejut


"Seperti yang kalian tau, papah gue asli orang jepang Shinazugawa Kazuma, dan nama belakang gue nama papah gue, dan gue punya abang, kalian tau kan abang gue?" Mereka mengangguk "gue deket banget sama papah asal papah pulang kerja, papah selalu nyari gue dulu, baru abang gue, tapi itu semua gak lama, saat gue  uda masuk Sekolah Dasar di Jepang, gue duduk di bangku kelas 2, papah ngalami kecelakaan pesawat, saat ingin pergi dinas ke luar negeri, saat kabar nyampe ke mamah, sontak mamah langsung drop dan gak terima dengan ini semua, akhirnya orang tua papah nenangin mamah supaya kuat, saat itu usia gue sekitar 6 tahun, dan abang gue sekitar 20 tahun, karna emang jarak usia gue sama abang emang jauh dan akhir nya abang gue pergi buat mastiin kalau itu gak bener, jika bener pun berharap papah gak jadi naik pesawat, tapi sayang nya papah ada di dalam pesawat, bahkan jasad nya di temukan wajah nya masih utuh, hanya bagian tubuh nya sudah ancur, mamah makin syok, dan gue juga gak bisa nerima ini semua, abang gue berusaha nenangin gue dan mamah, padahal dia sendiri juga sangat hancur, saat pemakaman gue gak datang, karna gue terus beranggap kalau papah pergi dinas dan belum pulang, gue selalu ngirim pesan ke nomor papah, walau tidak ada balasan, tapi gue selalu menceritakan semua tentang apa yang gue alami, 1 tahun setelah kematian papah, mamah memutuskan untuk pulang ke tanah kelahiran nya yaitu Indonesia, awal nya gue gak mau balik ke sini......


Flasback


"Micco bereskan barang barang mu sayang, kita akan pulang ke tanah kelahiran mamah" perintah Kania, mamah Micco


"Tapi kenapa kita harus pergi mah, Micco gak mau, Micco harus nunggu papah pulang, nanti kalau papah pulang, dan mencari Micco tidak ada di rumah dia pasti sedih" ucap Micco kecil, ia melihat foto keluarga, yang terlihat bahagia.


Kania memegang bahu Micco, "sayang kamu harus tau kalau papah sudah kembali pada yang maha kuasa, Allah begitu sayang sama papah sehingga Allah membawa nya terlebih dahulu" ucap Kania yang mulai menitikan air mata melihat putra kecil nya


"Tapi mah kita gak bisa pergi papah akan sedih jika kita pergi" Micco kecil masih kekeh tidak ingin pergi


Kania mulai kehilangan kesabaran nya, ia mengambil foto yang di pegang Micco dan membuangnya dengan asal hingga bingkai yang menghiasi foto tersebut hancur, Micco kecil sangat terkejut dengan sikap mamah nya

__ADS_1


"MAMAH!!!!!" Teriak Micco kecil menghapiri Foto yang di hiasi serpihan kaca yang telah hancur


"Mamah jahat kenapa mamah tega sama papah, Micco yakin papah akan pulang, tapi mamah malah menghancurkan harta berharga papah...hiks" Micco kecil terisak melihat Foto yang selalu di bersihkan papah nya kini di hancurkan, ia sangat sedih. Begitu pun dengan Kania, ia sangat sakit melihat putra kecil nya seperti ini. Kania memeluk putra kecil nya dan mengelusnya dengan sayang


"Micco sayang, kita pergi ke tanah kelahiran mamah hanya buat liburan aja ya sayang,  sebelum kita pergi mamah akan hubungi kakek kamu, kalau nanti  papah pulang, dan nyari kita,   kakek akan memberi tau papah kalau kita ada di Indonesia, dan papah akan jemput kita di Indonesia, gimana?" Ucap Kania untuk menenangkan putra kecil nya, sungguh hati nya sangat sakit memberi penjelasan seperti itu, tapi dia harus kuat demi putra putra nya. Akhir nya Micco kecil pergi ke tempat sang kakek untuk memberi tau kan hal tersebut. Micco kecil menghampiri sang kakek


"Kakek Micco mau pamit liburan dulu ke tempat kelahiran mamah, nanti kalau papah pulang dan nyari Micco katakan Micco lagi liburan ke Indonesia, dan suruh papah jemput kita ya" ucap Micco kecil 


Kanato kakek Micco merasa terpukul mendengar penutran cucu kecil nya dengan Wajah polos, Kanato menganggukkan kepala sebagai jawaban, ia menahan isak tangis nya di depan cucu nya, bahkan Teruko nenek Micco sudah nangis di pelukan Kania, begitu pun dengan Shiho yang berusaha menahan tangis di depan Micco kecil


"Jagoan kakek kamu harus pergi nanti ketinggalan pesawat, kakek akan sampaikan pesan kamu saat papah pulang, dan kakek akan memarahinya, karna uda berani ninggalin jagoan kakek begitu lama" ucap Kanato dan tak kuasa menahan tangis nya, akhirnya tangisan nya pecah begitu saja


"Kakek, nenek kenapa menangis?" Tanya Micco kecil


"Mah, ayo pesawat sudah mau berangkat" ucap Shiho. Kania membawa Micco kecil dan pergi ke bandara.


"Jagoan nya abang, jaga mamah ya" ucap Shiho memeluk sang adik


"Kamu jaga diri baik baik ya, mamah sama Micco pergi dulu, dan ingat untuk pulang ke rumah mamah" ucap Kania memeluk putra sulung nya

__ADS_1


Mereka pun pergi ke indonesia


Flasbakc off


"Saat itu gue ngerti kalau papah gak akan perna balik, papah benar benar uda ninggalin gue selama nya" Micco tertunduk tak kuasa menahan tangis nya. Mereka semua memeluk Micco memberi kekuatan pada pria itu untuk tetap kuat.


"Lo punya kita Mic, lo gak sendiri, dan kita semua akan selalu ada buat lo" ucap Kay menepuk bahu Micco dengan lembut


"Sekarang giliran lo Zain" ucap Micco setelah mereda


"Nama gue dulu nya Zainul Adensyah Dwiputra. Bapak sama ibu gua bukan dari keluarga kaya raya, tapi kita selalu tercukupi. Bapak gue punya warung soto ayam, dan ibu gue selalu bantu bapak buat dagang. Warung nya pun selalu ramai, bahkan banyak orang mesen buat hajatan tau acara lain nya, dan gue selalu bantu bapak sama ibu sampe suatu ketika saat gue baru tamat SD bapak punya pesanan banyak, jadi ibu harus ke pasar untuk membeli bahan, karna bahan yang di beli lebih banyak jadi bapak nganterin ibu ke pasar, mereka berdua naik angkot karna kalau naik motor bawa nya juga payah, saat sudah dari pasar mereka pulang, naik angkot lagi, di angkot emang gak banyak orang hanya ada supir, kenek, mereka berdua, sama ada 2 ibu². Tapi siapa yang sangka kalau angkot yang mereka tumpangi akan terjadi musibah, di perempatan jalan ada truk yang melaju kencang, dan menerobos lampu merah kerna rem nya blong. Posisi nabrak nya tu pas tempat bapak sama ibu gue duduk jadi mereka terjepit, dan di bagian jantung bapak tertusuk kaca mobil hingga bapak meninggal di tempat. Saat gue di kabari gue langsung ke rumah sakit di bantu sama tetangga gue, karna gue masih Bocil dan belum bisa bawa motor. Sampai di rumah sakit gue uda liat bapak dengan luka yang parah, sedangkan ibu masik di UGD, gue nangis sejadi jadi nya, karna gue takut banget, gue uda kehilangan bapak, dan gue gak mau kehilangan ibu, tapi takdir berkata lain, ternyata Allah lebih sayang sama bapak ibu gue, hingga mereka pergi duluan. Dari keluarga bapak sama ibu gak ada yang mau bantu buat proses pemakaman, bahkan dari dulu gue gak perna di kenalin sama keluarga besar bapak sama ibu. Tapi untung nya tetangga tetangga gue pada baik hati mau bantu gue. 1 minggu setelah pamakaman gue jumpa tabungan bapak sama ibu, dan itu cukup banyak. Gue pake buat uang masuk sekolah dan beli peralatan sekolah, gue juga beli laptop buat gue kerja, karna gue emang uda punya kemampuan di bidang IT dari SD, dari situ gue mulai membajak situs buat cari pekerjaan sebagai heckker. Dan gue berhasil sampe sekarang, juga juga beli motor, rumah dan usaha soto ayam bapak sama ibu gue buka lagi, dan itu yang jalanin ibu tetangga gue yang selalu ada buat gue, gue gak nyangka kalau ibu uda nulis resep soto ayam yang ia buat, dan itu adalah peninggalan yang paling berharga dalan hidup gue, dan ini adalah laptop pertama yang gue beli oake uang peninggalan mereka" ucap Zain memperlihatkan laptop yang selalu ia bawa.


"Lo jangan menyerah Zain, ingat lo gak sendirian dan kita semua selalu ada buat lo" ucal Kay yang memberi semangat pada Zain


Tanpa sadar hari.semakin larut, bahkan hampir menjelang dini hari, dan mereka memutuskan untuk kembali ke tenda.


Cerita mereka pun di dengar oleh Keanu dan Andi, mereka lembur di ruang kerja mereka dekat taman belakang, mereka mengerjakan tugas di balkon sambil menikmati indah nya malam, dan siap yang tau kalau mereka dapat mendengarkan cerita dari para sahabat Qila, yang menurut mereka lucu dan sedih.


"Kalian anak anak yang hebat" gumam Keanu melihat ke arah mereka yang tertidur.

__ADS_1


Visual Zainul Adensyah Dwiputra



__ADS_2