Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 18 kemping + keterbukaan masa lalu


__ADS_3

Malam hari mereka barbequ, bersama orang tua Qila, kakek nenek nya juga ikut, dan tak lupa dengan Andi.


Mereka menikmati banyam makanan yang sudah di sediakan, kecuali 2 orang yang di larang oleh Micco.


"Kalian berdua tidak makan?" Tanya Vivi melihat Kay dan Zain tidak menyentuh makan malam sama sekali, karna terus di perhatikan oleh Micco.


Saat mereka berdua di tanya oleh Vivi ini lah kesempatan mereka untuk minta tolong pada Vivian.


"Tante tolongin kita" ucap Kay dengan mode memelas yang di buat buat, dan di bantu oleh Zain. Vivi melihat mereka dengan tanda tanya


"Kita gak di izinin makan malam tante, sama seseorang yang sedang membakar daging, dan memakai hodie hitam tan" ucap Kay yang mengarah ke Micco


Sontak Vivi langsung melihat ke arah tempat pembakaran, dan benar saja di sana ada Micco yang sedang membakar daging memakai Hodie hitam


"Emang kenapa?"


"Karna gak nyari kayu bakar" ucap Zain dengan polos nya


"Senernya kami bukan tidak nyari tante, tapi tadi sore tu kami di kejar sama Taki dan Kimmy jadi gak gak bisa cari kayu bakar" jelas Kay menimpali perkataan Zain


Vivian mengerti dengan apa yang mereka berdua katakan


"Ya sudah sekarang kalian bantu Micco ya" ucap Vivi


Mereka menganggukkan kepala sebagai jawaban. Mereka beedua berjala. Mendekati Micco yang sibuk membakar daging di bantu oleh Andi dan Saci. Melihat kedua sahabat nya mendekati nya membuat Micco bertanya tanya

__ADS_1


"Lo berdua ngapain di sini?" Tanya Micco


"Emm kita mau bantu lo" ucap Zain


Micco mengerutkan kening nya. Jujur ia lupa dengan apa yang dia katakan pada kedua sahabat nya itu.


"Bantu yang lain aja sono, gue di sini uda sama bang Andi ama Saci, kalau lo berdua tetep pengen di sini, lo berdua yang gue bakar, mau?" Ucap Micco kesal


"Lo gak marah lagi sama kita?" Tanya Kay memastikan


"Ngapain gue marah sama lo berdua, buang tenaga tau gak?... Kalau lo berdua gak cabut juga, gue bakar lo" ucap Micco yang sudah sangat kesal karna terus di ganggu.


Akhirnya Zain dan Kay pergi dari sana dan membantu Julia dan Vivi menyiapkan makanan, sedangkan Qila dan Reza sedang membereskan tempat untuk mereka makan, di bantu oleh Keanu dan Daniel.


Zain menggangguk "Gue rasa juga gitu, tapi bagus deh jadi kita bisa ikut makan" ucap Zain. Kay langsung menyetujui nya


Malam semakin larut, semua anggota keluarga Qila sudah masuk ke rumah kecuali diri nya, karna ia akan bermalam bersama para sahabat nya di taman belakang Mansion.


Malam hari langit begitu indah, banyak bintang berkilauan di langit membuat mereka menatap takjub, mereka mengisi kekosongan dengan barmain gitar dan bernyanyi bersama. Qila masih melihat ke langit melihat bintang yang begitu indah menghiasi langit malam. Sungguh ia menikmati kebersamaan bersama teman teman nya.


"Zain gue mau nanyak dong sama lo" ucap Kay


Zain melihat ke arah Kay dan menaikkan satu alis nya


"Gue mau nanyak, gimana lo bisa ngasilin uang sendiri?, lo bilang keluarga lo gak peduli sama lo semenjak kedua orang tua lo meninggal"

__ADS_1


Yang lain melihat ke arah Kay dan menatap tajam diri nya


"Lo kagak bisa apa kalau nanya itu di saring dulu?" Saci sudah sangat geram dengan Kay, karna pertanyaan nya bisa saja menyakiti Zain


"Gak kok Ci, gue aman lagian Kay kan emang blak blakan orang nya" ucap Zain


Zain melihat ke arah Kay yang menunggu jawaban dari nya


"Gue bisa ngasilin uang sendiri tu dari keahlian gue di bidang IT, gue sering nerima tawaran untuk membajak akun media sosial, akun yang udah terkunci dan gak bisa di buka lagi, banyak deh, nah itu gue di bayar, dan bayaran nya bukan kecil lo. Asal lo tau, gue perna nerima kerjaan yang sangat luar biasa untuk anak di usia gue, gue nerima tawaran untuk membajak situs negara, dan gue juga perna di minta untuk ngamanin akun perusahaan yang di bobol perusahaan lain, dan itu bayaran nya gak murah jadi gue bisa beli motor, rumah buat gue, ya.. dan lain sebagainya" jelas Zain


Para sahabat nya menatap dengan takjub, rasa nya beruntung mereka berteman dengan Zain, padahal waktu SMP Zain menjadi salah satu siswa yang di kucilkan karna masalah ekonomi.


"Gue penasaran deh sama Cerita masa lalu tentang kalian sebelum kita jumpa dan bareng kayak gini" ucap Saci


Mereka setuju dengan apa yang Saci pikirkan jujur mereka juga penasaran, tapi mereka menjaga kebersamaan dengan menghargai yang nama nya privasi.


"Di mulai dari lo aja" ucap Riska menunjuk ke arah Saci. Saci pun mulai menceritakan masa lalunya


"Dulu tu gue, gue pendiam banget, karna gue gak suka deket sama orang yang gak gue kenal, tapi kalau di rumah gue deket banget sama orang tua gue, jadi kayak gue itu punya kepribadian ganda, di rumah gue lain dan di luar rumah juga lain. Jadi suatu saat, saat gue masuk SD, mamah gue tu nganterin gue ke sekolah, tapi gue gak mau di tinggal sama mamah, karna gue gak suka sama orang yang gak gue kenal..." cerita Saci terpotong


"Lo. Bego banget, maka nya kenalan biar kenal" ucap Kay membuat yang lain tertawa


"Iya gue juga mikir, bego banget gue saat itu. Tapi gimana ya, karna gue juga terlalu banyak bergaul sama orang luar jadi gue gak bisa. Tapi lambat laun gue punya temen, tapi gue cuman mau temenan sama ni orang, gue gak mau temenan sama yang lain, entar kalau dia gak sekolah yauda gue sendirian. Sampe gue kelas 5 SD, temen gue ini pindah sekolah, dia ngomong sama gue, dan gue nangis, karna kalau dia pindah gue temenan sama siapa? Karna mulai dari kelas 5 gue uda sendiri jadi gue jadi bahan bulian temen sekelas gue yang lain, sampe gue kelas 6 SD gue masih di buli, semua orang yang melihat gue.di kucilkan sendiri juga gak ada yang peduli, sampe gue tamat, dan mau masuk SMP, awal nya gue gak mau, tali mamah dan papah maksa gue, dan akhir nya gue mau dan jumpa sama kalian" di balik Saci yang bar bar juga ada kisah menyedihkan dan bego menurut mereka.


"Gue pengen dengar cerita lo Kay" ucap Saci mengambil giliran menunjuk teman nya untuk beecerita.

__ADS_1


__ADS_2