
Sesampai di mansion Qila bergegas ke kamar nya, di antar oleh Andi
"Sini tas Qila biar abang bantu bawa" ucap Andi yang di jawab anggukan kepala oleh Qila
Vivi mengantar Citra ke kamar nya
"Citra ini adalah kamar mu" ucap Vivi membuka pintu kamar Citra
"Makasih bunda, Citra masuk mau bersih bersih dulu ya bun"
"Iya sayang, nanti kamu langsung turun untuk makan malam ya" ucap Vivian sebelum pergi. Citra menjawab pertanyaan Vivi dengan anggukan kepala sembali tersenyum.
Citra masuk dan mengunci kamar nya, ia menangis terduduk di lantai, sungguh ia benar benar menyesal dengan apa yang sudah ia perbuat. Bahkan gadis yang telah ia lukai, keluarganya sekarang memberinya tempat tinggal, bahkan mengangkat nya menjadi anak mereka dan memberikan nama kelurga besar mereka pada nya.
Kini Citra sudah bertekat akan membalas kebaikan Keluarga Nicolas suatu saat nanti
Makan malam....
Qila sudah di meja makan sembari makan buah bersama Reza. Andi dan Ferdi juga sudah bergabung di sana. Tak lama Vivi dan Keanu turun melihat putra putri nya bercengkrama bersama membuat mereka sangat bahagia.
"Kalian cuman berempat? Citra mana?" Tanya Vivi pada keempat anak nya
Mereka menatap satu sama lain, setelah itu mereka menggelengkan kepala. Vivi menatap pintu kamar Citra dari lantai bawah.
"Biar Qila yang manggil bun" ucap Qila langsung bergegas ke kamar Citra
Tok....tok....tok
Citra membuka pintu kamar nya, dan melihat Qila sudah berada di depan pintu
"Kenapa?" Tanya Citra yang masih canggung pada Qila
"Ayah sama bunda nyuru turun, kita mau makan malam, lo cepet turun gih, entar bunda marah" ucap Qila
Qila belum bisa mengubah panggilan nya pada Citra, bahkan berbicara bersama Citra ia masih ada rasa canggung.
Qila langsung turun ke bawah diikuti Citra di belakangnya
Qila duduk di tengah antara Andi dan Reza sedangkan Citra duduk di samping Ferdi. Mereka semua makan dengan hikmat. Semua fokus pada makanan nya masing masing kecuali Andi, dan Reza mereka sesekali menyuapi Qila, dan Qila tidak bisa menolak perlakuan kedua pria itu.
Keanu juga sesekali memperhatikan mereka, dan tersenyum tipis. Selasai makan malam mereka duduk di ruang santai. Mereka semua bersantai sembari makan buah, kecuali Andi, ia dapat panggilan kerja dan langsung pergi ke ruang kerjanya setelah selesai makan malam.
__ADS_1
Qila duduk sambil baca buku, ia bersenderan di pundak Ferdi yang sedang mengupas buah bersama sang bunda dan Citra, Reza tiduran di paha Qila, Reza juga sedang mengupas buah jeruk untuk diri nya, sesekali ia menyuapi Qila yang sedang membaca buku, begitu juga dengan Ferdi yang sesekali menyuapi Qila.
"Qila mulai sekarang kamu kesekolah di antar sama bang Andi aja ya" ucap Keanu
"Bukan nya bang Andi lusa balik ke jepang?" Tanya Qila
"Tidak, dia akan di pindahkan di pusat yang ada di jakarta sama kakek mu, karna kakek sebentar lagi akan pensiun jadi Andi akan melanjutkan perusahaan kakek" jelas Keanu
"Dan besok kakek sama nenek akan kembali ke Indonesia" sambung Keanu
Mereka bertiga menganggukkan kepalanya, tapi sedetik kemudian..
"APA" respon mereka kompak, Reza yang tiduran langsung bangkit dari tidur nya.
Keanu, Vivi dan juga Citra terkejut melihat respon mereka
"Kalian bertiga kenapa sih?" Taunya Vivi sedikit kesal dengan mereka bertiga karna ia terkejut.
"Kok balik lagi sih?" Ucap Ferdi tanpa sadar, membuat Keanu dan Vivi menatap nya dengan tajam
"Apa maksud kamu Ferdi?" Ucap Vivi dengan suara beratnya
Ferdi terkejut dengan ucapan sang bunda dan tatapan sang Ayah
"Qila takut sama kakek bun, takut nya Qila masih di perlakukan seperti anak kecil juga sama kakek," sambung Qila
"Apalagi Reza bunda... bang Ferdi sama Kak Qila aja kayak gitu, apalagi Reza" ucap nya
Keanu dan Vivian tidak habis pikir dengan ketiga anak nya, bisa bisa nya mereka khawatir dengan hal itu.
Ting tong....ting tong...
"Bik May tolong bukakan pintu" ujar Vivi sedikit berteriak
Bik May langsung menuju pintu utama untuk melihat siapa tamu yang datang
"Tuan Daniel, nyonya Julia" bik May menyambut mereka dengan senyuman dan mempersilahkan mereka masuk. Bik May membantu mereka membawa barang bawaan
"FERDI!!! REZA!!!!" Teriak Julia. Sontak membuat mereka berdua terpaku dengan suara itu
"QILA CUCU KAKEK!!!!" Daniel juga berteriak memanggil cucu perempuan nya
__ADS_1
Qila tak kalah terkejut dengan Ferdi dan Reza
Mereka bertiga bangkit dan lari dengan terburu buru, akan tetapi suara berat menghentikan mereka
"Kalian mau kemana?" Tanya Andi yang uda stay di atas tangga, bersedekap dada dan menatap mereka dengan intens
Sontak mereka tidak bisa pergi kemana pun, hingga Daniel dan Julia memeluk mereka
Andi tersenyum kemenangan melihat adik adik nya seperti tertekan
"Ya ampun Reza Ferdi nenek Rindu kalian" ucap Julia yang menciumi pipi Reza dan Ferdi. Sedangkan sang empu hanya bisa pasrah
"Qila Cucu kakek, kamu sudah besar ya, tapi tetap saja kamu masih terlihat kecil di mata kakek" ucap Daniel yang mengusap kan pipinya ke pipi Qila.
Kini mereka bertiga pasrah.dengan keadaan, dan mau tidak mau mereka harus nurut dengan ucapan sang kakek dan nenek.
Mereka kembali duduk di sofa, dan berbincang
"Keanu dia putri angkat mu yang kau kata kan?" Tanya Daniel yang melihat ke arah Citra
"Iya pah, dia Citra" ucap Keanu yang mengelus pucuk kepala Citra dengan sayang
"Citra sapa kakek dan nenek" ujar Vivi
Citra menyalami Julia dan Daniel
"Ya ampun kamu cantik sini duduk samping nenek" ujar Julia mengelus pipi Citra dan mengusir Ferdi dari sana.
Mereka bersenda gurau hingga Citra sudah tidak canggung lagi, ia mulai menerima keadaan dan ia akan membiarkan masa lalu berlalu.
"Oh ya Citra ini formulir yang kamu minta, tadi Ayah nyuru abang untuk mencarikan sekolah baru untuk kamu" ucap Andi yang menyerahkan formulir pendaftaran
Qila menatap Citra dengan tanda tanya
"Emang kak Citra gak satu sekolah lagi sama Qila?" Tanya Qila menatap Citra
"Qila Citra ingin mengulang semua dari awal, maka dari itu ia memilih untuk pindah sekolah" jelas Keanu
Qila hanya mengangguk paham. Ia juga mengerti dengan keadaan.
"Besok Qila pergi sekolah sama abang aja ya" ucap Andi dan langsung di setujui oleh Qila
__ADS_1
Aqila mengambil ponsel dan menelpon para sahabat nya untuk melepas rindu, karna selama pemulihan di rumah sakit ia tidak boleh main HP, dan ia juga ingin memberi tahukan kalau besok mereka tidak perlu menjemput Qila, karna ia akan di antar sang abang.