
Di sisi lain....
Keanu telah sampai di gudang tempat Qila di sekap, di sana Andi, Ferdi, Kay dan juga Zain telah berhasil meringkus mereka semua termasuk Cecil dalang di balik semua ini.
"Andi apa semua sudah di bereskan?" Tanya Keanu pada putra sulung nya.
Kedatangan Keanu cukup tiba tiba, mereka semua melihat ke arah sumber suara
"Sudah Yah, tapi kenapa Ayah balik lagi? Keadaan Qila gimana?" Tanya Andi
"Kamu mau tau kondisi adik kamu? Kondisi nya buruk, luka di sekujur tubuh nya, kalian akan sangat terkejut melihat Qila"ucap Keanu yang menahan marah
Andi dan yang lain sangat terkejut mendengar perkataan sang ayah. Keanu berjalan perlahan menghampiri Cecil.
"Apa hak mu menghajar putri ku?" Tanya Keanu dengan nada dingin
Cecil hanya diam, tidak menanggapi pertanyaan dari Keanu.
Keanu kehilangan kesabaran nya, dan menampar wajah Cecil, hingga sudut bibir gadis itu berdarah. Tidak sampai di situ saja, Keanu juga menjambak rambut Cecil, mencengram dagu nya dengan kuat.
Kini Cecil yang di hajar oleh Keanu, ayah Aqila membuat nya tersadar. Semua ini bermula dari diri nya. Cecil juga sadar bahwa seorang ayah pasti akan sangat marah pada seseorang yang telah menyakiti putri nya. Itulah yang di lakukan papah nya, saat Qila di permalukan, dan kini posisi nya menjadi tertukar, ia merasakan apa yang Aqila rasakan saat di hajar di depan orang banyak.
"Bunuh saja aku om.....hiks....hiks...percuma aku hidup tidak ada lagi...hiks...orang orang yang sangat aku sayangi sudah pergi meninggalkan ku...hiks..." ucap Cecil sembari menangis memohon pada Keanu untuk mengakhiri hidup nya. Keanu masih diam tidak berkutik dan terus mendengarkan gadis itu bicara
"Sebelum om bunuh aku, aku ingin meminta dua hal, yang pertama tolong biarkan aku meminta maaf pada Aqila secara langsung....hiks...dan yang kedua setelah om bunuh aku bisakah om rahasiakan pada papah...hiks aju tidak mau melihat nya sedih" ucap Cecil yang masih menangis.
Semua orang yang melihat sangat iba pada Cecil akan tetapi mereka tidak bisa membenarkan prilaku nya, apalagi melihat ia menyiksa Qila.
"Apa kau sangat percaya bahwa aku akan mengabulkan permohonan mu?" Ucap Keanu
Mendengar penuturan tersebut membuat Cecil melihat ke arah Keanu
"Dan satu lagi, papah mu Edwart Kaendra sudah tiada, karna ia sangat syok dengan apa yang telah menimpah nya saat ini" sambung Keanu
Cecil terpaku mendengar perkataan Keanu, sungguh ia sangat tidak percaya bahwa orang yang paling ia sayang, dan orang yang sangat tulus menyayangi nya kini telah tiada. Cecil menangis sejadi jadi nya. Sungguh ia sangat menyesal karna telah membuat papah nya menjadi seperti ini, Cecil merasa secara tidak langsung ia lah yang membunuh sang papah tercinta nya.
Keanu menyudahi menyiksa gadis itu, jika ia terus melanjutkan ia takut suatu saat putri nya akan mengalami hal yang sama, atau bahkan lebih mengerikan.
Cecil yang sudah lelah menangis pingsan. Dan mereka semua langsung membawa nya ke rumah sakit tempat di mana Qila dan yang lain di rawat.
__ADS_1
Di rumah sakit....
"Dokter bagaimana keadaan putri saya?" Tanya Vivi
"Nyonya tidak perlu khawatir, putri anda hanya lelah, karna ia terus menahan diri supaya tetap tersadar, dan saat ini ia sedang tidur akibat efek obat yang telah di berikan" jelas sang dokter
Vivian dan yang lain akhirnya bisa bernapas dengan lega, setelah mengetahui gadis kecil itu baik baik saja
"Vivi putri mu sangat kuat, dia pasti baik baik saja" ucap Indah (mamah Saci)
Vivian menganggukkan kepala nya, Reza sejak tadi memperhatikan sang kakak dari balik kaca.
"Qila baik baik aja Reza, kamu jangan khawatir" ucap Micco yang menyadari kekhawatiran Reza
"Kalau Reza sudah besar nanti Reza bakal lindungi kak Qila dengan baik" ucap Reza yang terus melihat kearah Qila
Micco mengelus pucuk kepala Reza dengan sayang, sembari tersenyum melihat Reza.
Keanu dan yang lain sudah di rumah sakit. Ferdi membawa tubuh Cecil dan langsung di tangani oleh dokter. Kemudian mereka langsung pergi ke tempat Qila di rawat kecualj Ferdi yang menunggu hasil dari dokter.
"Bagaimana keadaan Qila" ucap keanu yang masih ngosngosan karna ia terus berlari
"Qila baik baik saja, dia hanya kecapean aja, saat ini dia sedang tidur karna efek obat" jelas Vivi
Vivian memeluk Keanu, untuk memberikan kekuatan pada sang suami.
"Gimana sudah selesai?" Tanya Micco menatap Zain dan Kay
Mereka hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Di sisi lain...
Ferdi sedang menunggu dokter selesai memeriksa Cecil. 20 menit kemudian sang dokter dan perawat keluar
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Ferdi yang langsung menghampiri sang dokter
"Keadaannya cukup baik, hanya luka di tubuh nya belum bisa terkena air, dan pasien juga mengalami syok, dan saya haram anda tetap berada di sampingnya." Ucap sang dokter
Ferdi hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Sang dokter pamit undur diri, fan Ferdi juga pergi dari sana menuju ke tempat adik nya sedang di rawat.
__ADS_1
Keanu yang melihat Ferdi, ia langsung menghampiri nya
"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Keanu
"Keadaan nya baik Yah... luka yang di tubuh nya juga gak ada yang perlu.di khawatirkan, hanya saja ia mengalami syok, dan mungkin setelah sadar ia akan banyak melamun" jelas Ferdi
Keanu menganggukkan kepala dan ia mengerti semua yang di jelaskan oleh Ferdi
"Gimana keadaan Qila Yah?" Tanya Ferdi
"Adik kamu baik, dia gadis yang kuat, dia hanya kecapean dan saat ini dia hanya tertidur karna efek obat yang di berikan dokter" jelas Keanu
Ferdi mengangguk "syukurlah"
Lama mereka menunggu Qila sadar.
Micco dan yang lein memutuskan untuk melihat Saci dan Riska mereka dengar bahwa mereka berdua sudah sadar, tak lupa saat mereka ingin pergi mereka izin terlebih dahulu
"Om, tante kami bertiga mau lihat Saci sama Riska dulu, tadi om Gerdi (papah Saci) ngabarin kalau mereka sudah sadar" Ucal Kay
"Tante ikut kalian ya, tante juga pengen liat mereka" ucap Vivi yang langsung di setujui mereka.
Kini mereka menuju kamar Saci dan Riska
"Gimana keadaan kalian?" Tanya Vivi
"Kita baik tante, Qila gimana?" Tanya Riska
"Qila juga baik, hanya saja ia belum sadar"
"Oh ya Mic siapa dalang penculikan ini?" Tanya Saci, sejak awal bangun ia langsung menanyakan pada kedua orang tua nya, akan tetapi orang tua mereka tidak tau apapun.
"Entar juga lo tau sendiri, sekarang fokus aja untuk pemulihan tubuh kalian" jawab Micco
Saci yang mendapat jawaban seperti itu merasa tidak puas
"Apa salah nya sih tinggal ngomong aja? Gue kan penasaran, apa kalaian mau gue mati penasaran?" Ucap Saci
Kay yang mendengar kata kata tersebut lengsung menyentil kening Saci
__ADS_1
"Sembarangan kalau ngomong, di saring dulu napa" Kay sangat kesal dengan kata kata Saci
Mereka yang ada di sana hanya terkekeh melihat Saci dan Kay yang akur nya waktu soal makanan doang, selebih nya debat terus.