Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 8 Insiden Makan Malam


__ADS_3

Zain yang mendengar kan penjelasan Qila hanya diam, ia juga sedang berfikir, kalau keluarga Qila jauh lebih menakutkan di bandingkan keluarga Cecil.


Bel pertanda pulang berbunyi...


Qila, Micco dan Kay sudah di parkiran mereka menunggu Zain, Riska dan Saci. Tak lama mereka bertiga sudah terlihat dan bersiap untuk pergi. Saat mereka sudah di depan gerbang, ada mobil yang berhenti tepat menghalangi motor mereka.


"Siapa sih, kurang kerjaan banget ngalangin kita" ucap Kay agak emosi. Tak lama pemilik mobil keluar, dan tampak 2 pria tampan menghampiri mereka.


"Bang Andi, bang Ferdi?" Ucap Qila di balik helm


Andi menghampiri Qila


"Qila sama abang aja ya pulang nya" ucap Andi dengan nada yg lembut, membuat para gadis yang melihat nya salting, dan candu dengan suara Andi.


Qila tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Ia turun dari motor Micco dan menyerahkan helm yang ia pakai.


"Guys, gue duluan ya" ucap Qila melambaikan tangan pada sahabat nya


Micco menyentil kening Qila


"Kalau ngomong sama yang lebih tua harus sopan" ucap Micco membuat para sahabat dan abang Qila terkekeh milihat ekspresi gadis itu.


Mereka bertiga masuk ke mobil dan bersiap untuk pulang.


"Gimana enak kan sekolah umum punya banyak temen?" Ucap Ferdi yang memecahkan keheningan


"Biasa aja si, tapi emang sedikit seru" jawab Qila.


Qila menikmati perjalanan melihati pemandangan kota jakarta gedung² yang menjulang tinggi, dan destinasi wisata saat malam hari membuat nya penasaran.


Sampai di rumah.....


"Assalamualaikum...." ucap ketiga nya


"Waalaikumsalam..." ucap Reza berlari ke arah Qila dan langsung memeluknya


Andi dan Ferdi hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah adik kecil mereka


"Reza kenapa lari² entar jatuh gimana?" Ucap Qkla dengan nada yang lembut


"Kakak lama banget si pulang nya, Reza bosen tau di rumah cuman sama bunda, sunyi banget" ucap Reza dengan raut sedih


"Yeeee lebay amat lu, cuman di tinggal sekolah doang, uda kayak gini, gimana kalau nanti Qila pergi kuliah yang jauh, nangis² da kagak berenti²" ucap Ferdi yang mencomot wajah Reza yang cemberut

__ADS_1


"Apa sih bang syirik amat lu jadi orang" Reza


Gak terima dengan ucapan Ferdi.


Ferdi sangat senang menggoda si bungsu.


"Reza Qila punya abang" ucap Ferdi yang memeluk leher Qila dari belakang. Reza yang sedang mengambil cemilan langsung memalingkan wajah nya melihat Ferdi memeluk Qila membuat nya panas dan langsung berlari menghampiri Ferdi supaya jauh dari kakak nya.


Mendengar keributan di bawah membuat Vuvian turun dan melihat keempat anak nya sedang berkumpul, dan 2 diantara nya sedang bertengkar memperebutkan Qila.


"Apa yang kalian berdua lakukan?" Vivi yang tidak habis pikir dengan Ferdi yang sangat suka menjahili Reza.


Reza menghampiri sang bunda memeluknya dan mengadukan semua yang di lakukan Ferdi pada nya


"Bunda.....bang Ferdi masak gak mau ngalah si sama Reza, kak Qila kan punya Reza masak mau di ambil" ucap Reza dengan sangat manja


"Enak aja punya kamu, Qila tu punya kita semua" Ferdi tidak terima jika Qila hanya milik Reza


"Apaan sih kalian berdua, rebutin yang gk jelas banget, dengerin ya, diri ku hanya milik ku." Qila menengahi Reza dan Ferdi supaya tidak berdebat terlalu jauh. Mana yang di debatin gk jelas. Setelah itu Qila pergi ke kamar nya untuk bersih bersih.


"Qila sayang....jangan lupa siap siap ya, nanti malam kita akan makan di luar" ucap Vivi saat Qila ingin beranjak dari duduk nya


Qila hanya menganggukkan kepala nya sembari tersenyum pada sang bunda.


Qila sudah siap dengan tampilan yang cukup menawan, ia memakai dress selutut bewarna navy. Rambut yang di ikal membuat nya terlihat seperti seorang putri. Disusul dengan sang bunda Vivian yang memakai dress bermodelan kimono berwarna mocca, membuat Vivi terlihat lebih anggun. Para pria mengenakan setelan jas celana panjang, kecuali si bungsu yang mengenakan celana selutut.


Kini mereka berangkat ke resto bintang lima yang sudah mereka pesan dari awal.


Sesampai di restoran mereka di sambut dengan hangat oleh para pelayan.


"Selamat malam tuan, nyonya, mari saya antar ke meja anda" ucap salah satu pelayan yang melayani mereka.


Mereka mengikuti sang pelayan ke ruang VIP yang telah di pesan oleh Keanu.


"Silahkan tuan, nyonya" ucap sang pelayan mempersilahkan masuk.


Mereka memsan makanan sesuai selera masing masing. Tidak usah di tanyak, anak anak Keanu sangat doyan makan jadi tidak heran jika pesanan mereka sangat banyak.


"Yah, bun Qila mau ke toilet ya.." Qila beranjak dari tempat duduk nya


"Baiklah, hati hati sayang" ucap Vivi


Qila hanya mengganggukkan kepala nya sebagai jawaban.

__ADS_1


Saat ingin ke toilet Qila bertemu dengan Cecil dan keluarga nya, dan Qila tidak peduli akan hal itu. Ia pergi ke toilet, tanpa sadar Qila telah di ikuti oleh orang suruhan Cecil.


Selesai di toilet saat ingin kembali ke ruang di mana keluarga nya kumpul, ia di cegat oleh orang orang suruhan keluarga Cecil.


"Minggir, saya tidak ada urusan dengan kalian semua" ucap Qila dengan nada dingin


"Maaf nona, anda memang tidak memiliki urusan dengan saya, tetapi anda memiliki urusan dengan tuan dan nona saya" ucap salah satu pengawal yang mencegat nya.


Kemudian ada seorang pria paru baya yang menghampiri nya


"Jadi kamu yang uda buat anak saya satu satu nya babak belur sampai kayak gini?" Ucap Edwart Kaendra ayah Cecil


"Maaf tuan saya tidak mengenal anda" ucap Qila yang masih dengan nada sopan


"Kamu memang tidak mengenal saya, tapi apa kamu tidak mengenal putri saya yang kamu hajar sampai babak belur di sekolah?" Ucap Edwart mengcengkram pipi Qila


Di ruang keluarga Nicolas...


"Yah...Qila kok gak balik balik ya? Ini uda hampir setengah jam lo" Andi mulai khawatir dengan Qila, karna sejak tadi gak balik²


"Andi, Ferdi kalian susul Qila, ayah takut terjadi apa apa pada nya" titah Keanu kepada kedua putra nya


"Baik yah" Andi dan Ferdi menjawab nya kompak


Kini Andi dan Ferdi ingin menyusul sang adik ke toilet, akan tetapi mereka melihat keramaian, dan mereka pun menghampiri keramaian tersebut.


Dan betapa terkejut nya mereka melihat sang Adik sedang di permalukan di tempat keramaian


Andi menghampiri Qila menarik nya ke dalam pelukan nya. Qila hanya diam dan tidak bicara sedikit pun


"Apa yang anda lakukan pada adik saya tuan?" Ucap Andi yang sudah sangat marah, melihat penampilan Qila sudah berantakan, baju basah, pipi membengkak, dan sudut bibir nya berdarah.


"Saya hanya memberi pelajaran pada adik kamu, supaya lebih menghormati yang lebih tua, bukan malah menghajar nya sampai anak saya babak belur seperti ini" ucap Edwart yang memperlihat kan wajah putri nya yang masih tampak membengkak walau sudah di tutupi dengan make up.


Andi melihat ke arah sang adik. Qila yang mengerti tatapan kedua abang nya...


"Entar Qila jelasin, percuma di jelasin di sini juga gk ada bukti, dan juga gak akan ada yang percaya" ucapan Qila hanya mendapat anggukan dari kedua abang nya.


"Saya akan buat orang yang uda berani buat putri saya seperti ini menderita" Edwart mengucapkan hal tersebut dengan sangat lantang, membuat yang mendengar hal tersebut merasa takut berurusan dengan keluarga Kaendra, kecuali Aqila, Andi dan juga Ferdi mereka bertiga tidak terasa terancam sedikit pun.


"Apa maksud anda bicara seperti itu tuan Edwart?" Ucap Keanu yang tiba tiba datang membuat orang orang yang ada di sana menatap ke arah sumber suara.


"Kau ingin membuat keluarga anak anak ini menderita" lanjut Keanu menghampiri ketiga anak nya

__ADS_1


"Tapi tuan, sayang nya mereka adalah anak anak ku, itu berarti kau ingin membuat aku dan keluarga ku menderita?" Ucap keanu penuh penekanan.


__ADS_2