Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 4 Teman Baru


__ADS_3

Aqila merintih kesakitan akan tetapi Aqila melepaskan jambakan Nadia dengan sekali hentakan


"Jangan sesekali kamu berani sama saya. Jika kamu berani sentuh saya maka akan saya jamin tidak ada hari esok untuk kamu" sungguh Aqila sangat marah dengan Nadia. Mood nya tidak bagus saat pergi sekolah kini semakin rusak. Aqila pergi ke taman belakang sekolah dan membenarkan kuncir rambut nya. Ia sangat kesusahan sampai ada tangan yang membantunya.


"Sini aku bantu" suara lembut itu mampu membuat amarah Aqila yang awal nya memuncak mereda seketika.


Aqila hanya diam saat rambut nya di benarkan oleh perempuan yang ada di belakang nya. Setelah selesai anak perempuan itu duduk di samping Aqila


"Aku  Riska Ananta Putria" Riska menyalukan tangan nya dan di balas oleh Aqila


"Aqila" jawab nya singkat


"Oh ya kita satu kelas lo...aku berharap bisa temenan sama kamu" ucap riska dengan tersenyum manis. Aqila sangat terpesona dengan senyuman Riska


"Maaf ya Aqila, kalau tadi aku gk nolong kamu, aku tau tadi kamu di jegat sama Nadia, dia emang jahat banget orang nya, setiap ada murid baru yang seangkatan dengan nya pasti di bully" jelas Riska


"Kamu perna di bully?"tanya Qila menatap lekat Riska


"Hehe perna, aku juga termasuk murid baru, aku baru masuk 1 bulan yang lalu, dan dia juga melakukan hal yang sama dengan ku sampai aku tidak punya teman sampai sekarang" jelas Riska


Aqila hanya diam dan mendengarkan cerita Riska dengan serius.


Oh ya ngomong² kantin yuk laper ni" ucap Riska sambil memegang perut nya. Aqila menganggukan kepala nya sambil tersenyum tipis pada Riska.


Sesampai di kantin mereka melihat Nadia dan teman² nya.


"Eh...anak baru jumpa lagi, ingat ya.. jangan macam macam lo sama gue" ucap Nadia yang mengarah ke arah Aqila. Aqila hanya diam dan menatap tajam ke arah Nadia dan teman² nya.


Aqila duduk di bangku kosong bersama dengan Riska. Mereka makan dengan hikmat, Aqila hanya memakan roti dan air  mineral. Sedangkan Riska memakan gorengan juga es.


"Kamu cukup mungil ya....imut banget" ucap Riska yang melihat cara makan Aqila hingga ia gemas sendiri.


Aqila masih diam dan hanya diam, karna ia tidak suka jika makan di ajak bicara, itu adalah salah satu etika yang di ajarkan oleh vivi dan keanu kepada diri nya dan abang²nya. Selesai makan Aqila ingin ke kelas karna ia sungguh bosan. Riska langsung menyusul Aqila.


"Aqila!" Panggil Riska

__ADS_1


"Qila aja, aku lebih nyaman di panggil itu"


"Qila, kamu jalan cepet banget sih kan aku capek ngejar nya" Riska mengejar Qila sampai ngos ngosan


"Biasa aja. Kamu nya aja yang lambat" mendengar penuturan dari aqila, riska memanyunkan bibir nya


"Kok gitu sih.....jahat kamu...." ucap Riska ngambek


Aqila berjalan menuju kelas dan di kelas ia melihat Micco sedang duduk sambil membaca buku milik nya yang di atas meja.


Aqila menghampiri dan langsung menarik buku tersebut


"Jangan sentuh barang² ku!" Ucap Aqila yang sedikit menekan suara nya


"Emm maaf...aku merasa tertarik saat melihat buku itu" ucap Micco dengan santai


Bel masuk berbunyi.......


Masuk pelajaran IPS dimana sang guru membahas sejarah yang terjadi di indonesia. Aqila hanya mendengagkan cerita sang guru sampai bel pertanda pulang berbunyi....


"Halo princes....ayo pulang"ajak Andi


Aqila tersenyum tipis dan masuk ke dalam mobil.


"Gimana sekolah nya? Seru?" Tanya Andi


"Biasa aja" jawab nya singkat.


"Awal nya biasa aja pasti nanti lama² seru"


"Ya ... semoga saja"


Dalam perjalanan Aqila hanya diam dan menikmati pemandangan kota dari jendela.


Sesampai di rumah Aqila terlihat sang bunda sedang duduk di ruang keluarga, membaca majala sambil menikmati secangkir teh hangat. Qila menghampiri sang bunda dan bermanja dengan sang bunda

__ADS_1


"Bunda....." panggil Qila dengan suara sangat manja.


"Sayang...kamu kenapa emmm? Apa ada yang jahatin kamu di sekolah?" Tanya Vivi


Aqila ingin jujur pada sang bunda tetapi ia urungkan niat nya, karna ia bisa menyelesaikan masalah nya sendiri.


Aqila menggelengkan kepala nya "bun Qila capek" rengek Qila tidur di paha sang bunda sambil memeluk nya


"Kamu bersih² dulu sana"


Qila menggelengkan kepala nya dan memejamkan mata nya hingga tertidur.


Andi yang melihat sang adik sudah tertidur pulas menggendong nya dan membawa nya ke kamar yang adik.


[Sedikit defenisi kamar Aqila. Warna cat dinding kamar Aqila biru laut, atap nya berwarna gelap langit malam di hiasi dengan bintang bintang bersinar, terdapat ruang kecil di kamar nya, dan ruangan itu terdapat banyak buku, mulai dari buku cerita, buku pelajaran, eksiklopedia, sejarah, bisnis, dan masih banyak lagi.]


Malam hari.......


Keanu pulang cukup malam karna ada meating yang membuat nya harus lembur. Saat pulang ia melihat keluarganya sedang duduk di depan televisi menikmati sinema yang di tonton sambil makan cemilan. Terlihat Aqila yang sedang baca buku komik kesukaan nya yang berjudul Detektif Conan. Keanu menghampiri sang putri tercinta, duduk di samping nya dan mengelus pucuk kepala Aqila


"Gimana sekolah nya sayang? Seru?" Tanya keanu


"Biasa aja" jujur Aqila masih kesal dengan sang ayah, tapi ia berusaha menetralisir rasa kesal nya.


"Kamu masih ada 5 hari lagi manikmati sekolah umum, kalau 5 hari kedepan kamu tetap tidak ingin sekolah umum ya....ayah akan turuti keinginan kamu" jujur Keanu agak berat dengan keputusan nya jika selama 5 hari kedepan ia tetap merasa tidak senang bersekolah umum.


"Tidak perlu terburu buru yah...kita liat aja 5 hari ke depan apa kah Qila merasa nyaman atau tidak" kini Andi membuka suara


Aqila hanya diam dan tidak terlalu memperdulikan sang ayah dan abang nya. Kini hari semakin larut, Qila kembali ke kamar nya dan istirahat. Berharap besok berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan yang harus ia hadapi di sekolah. Kini Aqila telah menutup mata dan larut ke alam mimpi.


Hari telah berganti, kini Qila sudah siap dengan seragam sekolah nya. Jujur ia masih enggan untuk ke sekolah tapi, karna sudah buat perjanjian dengan sang ayah maka mau tidak mau ia harus pergi.


"Pagi sayang" sapa Keanu yang sudah rapi dengan setelan jas kantor nya. Tak lupa Keanu mengecup pucuk kepala Qila, sebagai ucapan selamat pagi.


Di susul dengan Ferdi yang baru turun dari kamar nya. Andi yang sudah anteng di meja makan saat yang lain belum turun.

__ADS_1


__ADS_2