Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 17 Kay dan Zain berulah


__ADS_3

Qila telah sampai di rumah...


"Assalamualaikum" ucap Qila dan Andi


"Waalaikumsalam," jawab Vivi dan Julia


Mereka berdua langsung menyalami sang bunda dan nenek


"Bun Andi ke kamar dulu ya mau bersih bersih" pamit Andi,


Qila duduk di samping sang bunda,  merebahkan tubuh nya di sofa dan kepala nya di paha Vivi


"Kamu tidak bersih bersih dulu sayang?" Tanya Vivi mengelus rambut Qila


"Bentar lagi bun. Oh ya bun, nanti sore temen² Qila bakal dateng, mereka nginep di sini gak papa ya?"


"Boleh sayang, emang ada acara apa?" Tanya Vivi


"Gak ada sih bun, cuman pengen ngumpul aja sama mereka" jelas Qila


"Qila Cucu nenek sudah besar ya, gimana sayang punya teman yang lebih tua dari kamu?"


"Seru nek, Qila banyak belajar dari mereka, terus Qila selalu di jagain sama mereka, ya....kadang si mereka ngeselin" jelas Qila


Julia dan Vivi terus mendengarkan cerita Qila hingga teman teman nya sudah di tepan rumah.


Ponsel Qila berdering dan tercantum nama Micco di sana


"Qila kita uda depan gerbang rumah kamu," ucap Micco di balik telepon


"Oh oke, Qila keluar sekarang"


Ia berlari dan melihat para sahabat nya sudah di depan gerbang


"Pak kok gak di bukain " ucap Qila dengan nada yang terkesan dingin


"Maaf nona atas perintah dari tuan saya tidak bisa membuka pintu untuk sembarang orang" ucap sang penjaga. Penjaga emang selalu berganti siff dan ini penjaga yang akan berjaga hingga malam, yang biasa bertemu para sahabat nya penjaga siff pagi


"Mereka teman teman saya, jika lain kali mereka datang langsung buka kan pintu. Paham" ucap Qila yang masih dengan ekspresi dingin nya.


"Saya paham nona, maaf atas kelancangan saya"


Sang penjaga langsung membukakan pintu untuk mereka. Motor mereka di parkir di garasi yang sudah di sediakan.


Ini adala kali kedua untuk mereka datang bersamaan ke Mansion keluarga Qila, untuk Micco dan Riska sering main ke sini karna mereka emang uda temenan sejak SD.


Mereka masuk dan melihat ada Julia dan Vivian di sana


"Assalamualakum tante, (nenek)" ucap mereka bersamaan sambil menyalami,  yang lain tidak tau kalau Julia adalah nenek Qila.


"Waalaikumsalam, kalian berdua masih ingat ya sama nenek, " ucap Julia pada Micco dan Riska

__ADS_1


"Ingat dong nek, masak kami lupa sama nenek yang cantik dan awet muda ini" ucap Riska


"Kamu bisa aja"


"Oh ya nenek ini temen Qila yang lain" " ini Saci, ini Zain dan Itu Kay" ucap Qila memperkenal kan teman² nya yang lain. Julia tersenyum manis melihat para sahabat cucu nya


"Ayo masuk...tadi Qila ngomong kalian mau nginep di sini, biar tante siapin kamar untuk kalian ya.." ucap Vivian, akan tetapi Qila menghentikan nya


"Tidak usah bun, kita rencana mau bangun tenda di taman belakang" ucap Qila dan langsung di setujui teman teman nya


"Iya tante, ini kami uda bawa tenda sama peralatan yang lain nya" ucap Kay


Andi yang mendengar suara ramai melihat ke bawah. Dia melihat para sahabat Qila, dan ia pun turun


"Andi, kamu mau makan siang?" Tanya sang bunda


"Nanti aja bun, soal nya Andi masik ada yang mau di kerjain. Cuman Andi dengar dari atas rame jadi turun untuk liat"


"Iya ini ada temen² adek kamu, mereka mau kemping di taman belakang" jelas sang bunda


"Lo mau ikut bang?" Tanya Kay pada Andi


"Boleh, entar abang nyusul" ucap Andi


Andi beralih pada Micco yang masih duduk anteng tak banyak bicara


"Micco kamu uda tau kalau Shiho mau balik ke Indonesia?" Tanya Andi


"Iya bang, tadi dia baru ngabarin mamah" jawab Micco


"Yauda bun kita pergi ke belakang ya, mau bangun tenda" pamit Qila dan di ikuti oleh yang lain.


Mereka berada di taman belakang dan membagi tugas. Saci, Riska dan Micco mendirikan tenda, sedang kan Qila, Kay, dan Zain pergi mengambil panggangan yang ada di dalam gudang, Dan tidak lupa mereka bertiga juga bertugas mencari kayu.


Saat di gudang...


"Cil peliharaan lo mana?" Tanya Kay


"Ada di kandang, kenapa mau liat?"


"Gue pengen liat, tapi gue takut" ucap Zain


"Gak perlu takut dia uda jinak kok, gue juga sering main sama dia"


"kan lo tuan nya cil, lah kita apaan? Yang ada dia liat kita kayak daging segar" ucap Kay


Mereka membawa panggangan ke arah taman belakang. Dan mereka langsung pergi ke arah pepohonan belakang untuk mencari kayu, buat penerangan mereka nanti malam.


Mereka melewati kandang Taki sang singa jantan dan Kimmy singa betina. Mereka melihat Taki dan Kimmy sedang lepas kandang


"Cil peliharaan lo ada di luar, liat bentar yuk" Kay mengajak Qila dan Zain, mereka ayok aja, belum sampai di depan kedua singa itu Kay berhenti.

__ADS_1


"Kenapa Kay?" Tanya Qila


"Lo gak liat tu kedua singa jalan ngampiri kitaaaa" ucap Kay langsung menarik Qila dan Zain. Membuat kedua singa itu berlari ngejar mereka


"Cil tu singa ngejar, suru pawang nya buat jinakin" ucap Kay masih berlari


"Lo bilang uda jinak, masih ngejar weh" ucap Zain yang masih lari


Qila masih diam dan terus lari karna tangan nya masih di pegang Kay. Sampai di depan mereka pepohonan mereka naik kecuali Qila.


"Bocil naik weh, ntar lo di makan ege" ucap Kay, ia panik melihat Qila yang masih diam di bawah, dan tidak naik ke pohon.


Di taman belakang Micco dan yang lain mendengar keributan hingga mereka pun menghampiri sumber suara.


Kedua singa itu berlari dan menghampiri Qila, membuat Kay dan Zain makin panik. Ternyata kedua singa itu bermanja dengan Qila. Qila tersenyum manis dan mengelus kepala kedua singa itu dengan sayang


"Kalian berdua tau, karna kalian teman teman mami jadi takut dan naik ke pohon" ucap Qila lembut


Micco dan yang lain melihat Kay dan Zain yang di atas pohon. Dan mereka langsung paham dengan kondisi yang terjadi, mambuat Micco, Saci dan Riska menertawakan mereka berdua.


"Lo berdua ngapain di atas sono" ucap Saci sedikit berteriak


Qila terkekeh melihat kedua sahabat nya


"Uda turun mereka gak gigit kok, uda jinak" ucap Qila


"Tadi lo bilang uda jinak tapi ngejar juga" ucap Zain yang masih tidak mau turun


"Panggil dulu pawang nya baru kita turun" ucap Kay yang sudah sangat takut


"Gue mami nya, jadi gak bakal mereka gigi kalian" ucap Qila


Kay berpikir sejenak dan baru sadar, sebenarnya kedua singa tadi lari karna Qila di tarik lari, bukan nya ngejar mereka, Zain juga berpikir demikian, hingga ia memukul Kay


"Gara gara lo ini"


"Lah lo juga ikut lari kan"


"Karna lo tarik tangan gue tadi"


"Ah masak sih gue kok gak ingat"


Mereka terus berdebat di atas pohon


"Debat terus, kagak usah turun li berdua" ucap Riska yang sudah kesal. Mereka yang mendengar pun turun perlahan.


"Mana kayu nya?" Tanya Micco


"Ya kagak jadi kita cari, kan lo liat sendiri kita lagi di kejar singa" ucap Kay dengan santai


"Gak ada jatah makan buat lo berdua" ucal Micco dan langsung pergi.

__ADS_1


Kay dan Zain panik dan gak tau harus buat apa, mereka mengejar Micco.


Qila memberikan Taki dan Kimmy pada pengurus supaya di masuk kan ke kandang.


__ADS_2