Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 9


__ADS_3

Betapa terkejut nya Edwart memdengar bahwa anak yang ia permalukan adalah anak keluarga yang paling di takuti


"Kenapa anda diam saja tuan Edwart? Oh apa kau masih bingung dengan ini semua? Tidak masalah, akan ku perkenal kan mereka pada mu. Andi Putra Nicolas, putra pertama ku, ini Ferdiansyah Putra Nicolas, putra kedua ku, ini putri kesayangan ku Aqila Anatasya Trinanda Nicolas, putri ketiga ku, dan yang di sana Reza Arsy Armansya Nicolas, putra ke empat ku, dan itu istri ku tercinta ibu dari anak anak ku, Vivian Zelifa Trinanda"


Edwart merasa bersalah, ia merasa akan mengalami masalah besar


"Tuan Keanu, maaf saya tidak tau jika ini adalah putri anda, saya sudah sangat emosi karna ia telah membuat putri saya seperti ini" ucap Edwart pada Keanu berharap keanu dapat membela nya. Keanu menatap putri nya, Qila yang paham akan tatapan sang ayah pun menjelas kan apa yang ia alami di sekolah


"Ayah bisa liat bukti nya sama kak Zain,  atau perlu Qila telpon sekarang biar kak Zain sama yang lain ke sini buat jadi saksi" ucap Qila yang sudah sangat marah pada Edwart.


Keanu menyadari jika putri nya sangat marah sakarang. Tanpa berpikir panjang Qila mengambil ponsel nya dan menelpon di grup sahabat nya


Panggilan tersambung pada para sahabat nya


"Kalian lagi dimana?" Ucap Qila yang terdengar dingin


"[Gue lagi di rumah]" ucap Kay


Mereka semua menjawab hal yang sama dengan Kay


"[Emang kenapa cil? Ada yang bisa kita bantu?" Ucap Zain


"Iya gue perlu bantuan kalian buat bersihin nama gue yang uda tercemar"


Micco tidak banyak bicara dan.langsung meminta lokasi Qila saat ini


"Alamat gue kirim di grup"


Mereka bergegas ke lokasi.


Tak membutuhkan waktu lama mereka sampai di lokasi hanya membutuhkan 10 menit untuk ke restoran.


Qila sudah membenarkan penampilan nya yang berantakan, tapi tidak sesempurna seperti awal.

__ADS_1


Micco, Kay, Zain dan Riska mereka langsung menghampiri Qila yang sedang duduk bersama kelurga nya dan juga keluarga Kaendra.


Mereka menyapa dan menyalami keluarga Qila


"Qila lo buat masalah apa, kok sampai berantakan gini?" Tanya Kay yang memperhatikan penampilan Qila. Akan tetapi Qila tidak menanggapi pertanyaan Kay


"Tuan Edwart saya akan membuktikan bahwa saya tidak melakukan kesalahan. Tapi sebelum itu saya mau buat perjanjian dengan anda, gimana anda mau?" Qila perlahan mengutara kan niat nya.


Keanu dan yang lain menatap Qila dengan tatapan tidak percara dengan apa yang akan gadis itu lakukan.


"Perjanjian apa yang ingin anda ajukan nona?" Kini nada bicara Edwart lebih sopan pada Qila, tidak seperti awal pertemuan mereka


"Jika saya tidak terbukti bersalah maka saya mau anda dapat menerima 2 hal dari saya. Yang pertama anda harus meminta maaf kepada saya di depan umum, yang kedua anda harus menerima apa pun yang saya berikan kelak kepada anda nanti nya." Qila menjeda kata kata nya


"Tapi jika saya terbukti bersalah, anda bisa melakukan apa pun pada saya, untuk meluap kan emosi anda tuan" sambung Qila dengan percaya diri


Edwart tampak berpikir, tak lama ia.pun menyetujui perjanjian Qila


"Baiklah saya setuju, dan nona tidak boleh menarik kata² anda" ucap Edwart


Qila menatap Zain, dan Zain pun mengerti arti tatapan dari sahabat kecil nya itu


"Baiklah saya akan membersihkan nama sahabat saya, karna saya memiliki semua bukti kenapa Qila melakukan kekerasan kepada putri anda tuan" ucap Zain


Zain membuka laptop yang selalu ia bawa, kemana pun ia pergi. Zain mengotak atik laptop nya dan memperlihatkan vidio di mana Cecil menghajar Nella dan Qila menolong Nella mala kena imbas nya. Semua mata menatap ke arah Cecil, dan Cecil sekarang sudah sangat ketakutan


"Pah, aku bisa jelasin, itu pasti bohong pah, Cecil gk mungkin melakukan itu" ucap Cecil yang sudah gemetar ketakutan


Qila tersenyum penuh arti


"Tuan Edwart kau adalah pemimpin perusahaan IT kau pasti tau mana yang editan mana yang vidio asli" Qila benar benar memojokan Edwart


"Tuan jangan bilang kau malu untuk mengakui apa yang telah putri mu lakukan? Atau kau malu untuk mengakui kekalahan mu?" Ucap Qila, dan benar saja tebakan Qila sangat benar

__ADS_1


Keanu dan keluarga Nicolas yang lain menatap Qila dengan senyuman bangga, terutama Keanu yang melihat putri nya sudah tumbuh dewasa.


Para sahabat Qila juga sangat bangga pada Qila, di usia nya yang masih terbilang sangat muda dapat menyelesaikan masalah nya tanpa campur tangan keluarga besar nya.


"Saya mengakui kesalahan saya nona" ucap Edwart yang masih tertunduk malu


"Saya Edwart Kaendra meminta maaf pada anda nona Aqila, atas kesalahan putri saya, dan saya akan menerima apapun yang anda berikan kepada saya" ucap Edwart yang belutut di depan Qila.


Qila menghampiri Edwart dan menyiran nya menggunakan jus yang ada di atas meja. Membuat semua orang terkejut melihat aksi Qila termasuk keluarga dan para sahabat nya.


Edwart ingin sekali mengumpat gadis yang telah mempermalukan nya di.depan umum


"Tuan aku hanya mengembalikan apa yang telah kau perbuat pada ku sebelum nya dan ini yang terakhir...."


Plak...


Terdengar nyaring suara tamparan. Tangan mungil Qila mendrat dengan mulus di pipi Edwart. Cecil benar benar tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


Qila beranjak pergi ke ruangan mereka, tak lupa ia mengajak para sahabat nya untuk makan bersama karna  telah merepotkan untuk datang menjadi saksi.


Andi memesan nya baju baru untuk sang adik, karna baju nya saat ini masih lembab dan tidak baik di pakai di tubuh.


"Qila sayang kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan tadi nak?" Ucap Vivj yang sedikit syok dengan ulah putri nya


"Qila sadar bun, dan.... Maaf karna Qila sudah keterlaluan dalam bertindak" Qila merasa bersalah pada sang bunda, ia menundukkan kepala nya karna takut menatap sang bunda


"Bunda tidak marah sayang, bunda tau putri bunda tidak perna mau bertindak tanpa alasan yang jelas, dan bunda memaklumi tindakan mu sayang" ucap Vivi yang langsung mengusap kepala Qila dengan sayang


Kini leluarga besar Nicolas makan malam dengan para sahabat Qila.


"Oh ya. Ngomong² Saci mana kok gak ikut?" Tanya Qila yang baru sadar dengan ketidakhadiran Saci di antara mereka


"Dia minta maaf karna gk bisa ikut karna di rumah nya kehadiran kakek nenek nya" ucap Kay yang menyampaikan maaf Saci karna tidak bisa hadir

__ADS_1


Qila hanya menganggukkan sebagai jawaban.


Kini mereka semua makan dengan hikmat, hanya terdengar suara dentingan sendok saja


__ADS_2