Gadis Dingin Keluarga Nicholas

Gadis Dingin Keluarga Nicholas
Bab 6 Hari pertama SMA NUSA BANGSA


__ADS_3

Aqila dan teman² nya sudah sampai di SMA NUSA BANGSA kini mereka ada di parkiran.


"Gue rasa kita bakal misah deh" ucap kay yang masih anteng di atas motor nya.


"Ya ela Kay kalau kita misah juga cuman beda kelas kali, bukan beda sekolah, lebay amat Lo" ucap Zain memukul pundak Kay.


Kini mereka berenam langsung menuju lapangan di mana di sama tempat berkumpul nya para murid baru. Mereka menjadi sorotan para siswa siswi, tatapan mereka mulai dari takjub, suka dan tidak suka. Mereka berenam hanya memasang wajah datar.


Bel pertnda masuk berbunyi...


Tetapi tidak untuk para siswa siswi baru. Mereka berbaris di lapangan untuk pembagian kelas. Mereka ada sekitar 250 murid baru. Mereka akan di bagi menjadi 10 kelas dan Qila berada di kelas X³ bersama dengan Kay dan Micco. Sedangkan Riska, dan Saci berada di kelas X⁴ dan yang terakhir Zain yang berada di kelas X⁷.


"Kasian Zain ya....dia jauh banget kelas nya. Mana sendirian lagi" Ucap Kay pada Qila dan Micco


"Zain ma kagak kayak lo, dia gk ngeluh walau sendirian di kelas nya, tapi lo belum bagi kelas lo uda khawatir duluan" ucap Micco


Kay tersenyum pepsoden dengan apa yang di ucap kan Micco.


"Qila you okey?" Tanya Micco yang sedikit khawatir pada Qila yang sejak tadi hanya diam, dan tidak bicara sepatah kata pun.


"I'm okey. Don't worry" ucap Qila menatap Micco dan Kay bergantian


Sebenarnya Qila merasakan perasaan tidak enak dengan tatapan yang ia dapat kan sejak pertama kali sampai di SMA NUSA BANGSA tidak tau kenapa ia merasa takut.


Kini para murid baru memasuki kelas masing masing.


Saat di kelas Qila duduk di pojok belakang seperti biasa. Dan Micco setia menemani di samping nya.


"Lo ngapain duduk samping gue. Sampin Kay aja sono"usir Qila pada Micco


Micco menyentil kening Qila


"Anak kecil gak boleh ngomong kayak gitu, harus hormat sama yang lebih tua"


"Kan lagi di sekolah, gk masuk hitungan dong" ucap Qila sedikit merajuk pada Micco.


Micco yang melihat tingkah Qila gemas sendiri. Micco mengelus pucuk kepala Qila. Sedangka Kay duduk dengan salah satu cewek di kelas itu nama nya Salsabila. Dari pertama liat Salsa tertarik dengan Micco karna Micco duduk dengan Qila jadi Salsa duduk dengan Kay, sebagai pendekatan dengan Micco.


Bel istirahat....

__ADS_1


Semua para murid keluar dari kelas nya mulai dari kelas X sampai XII mereka berbondong bondong menuju kantin


"Kalian duluan aja ya... gue mau ke toilet. Entar pesenin makanan gue ya.." ucap nya pada para sahabat nya


"Mau gue temenin" ucap Riska


"Gk usah gue bisa sendiri kok"


Riska mengangguk kan kepala sebagai jawaban. Merek berlima pergi ke kantin dan memesan makanan.


Sedangkan di toilet Qila sedang mencuci tangan dan wajag nya. Ia menatap wajah nya di cermin dan mengelap nya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa. Saat ingin keluar Qila melihat seseorang sedang di bully di koridor sepi. Qila ingin mengabaikan nya tapi ia teringat saat SMP dulu ia di bully karna tubuh nya yang kecil. Qila berjalan santai besedekap dada menghampiri mereka.


"Lo pada berani nya keroyokan" ucap Qila dari jarak yang tidak terlalu jauh


Qila langsung mendapat tatapan tajam dari mereka berempat


"Siapa lo? Lo berani sama kita" tanya salah satu kakak kelas itu


Qila hanya diam membantu teman yang di bully itu berdiri


Cecil, yang merasa di abaikan geram ia menjambak rambut Qila dengan kuat membuat Qila merintih kesakitan


"Ngapain juga gue harus peduli sama radio rusak yang gk jelas kayak lo" ucap Qila yang melepas kan jambakan Cecil dengan memelintir tangan nya.


Cecil geram dan ingin menampar Qila, akan tetapi Qila menangkap tangan Cecil dan menggenggam nya dengan sangat kuat. Cecil merintih kesakitan ia masih tidak percaya Qila yang memiliki tubuh mungil mengcengkram tangan nya dengan sangat kuat.


"Sekali lagi gue liat lo membully dia, ni tangan gue patahin. Paham lo!!!!"


Qila menepis tangan Cecil dengan kasar, lalu ia pergi bersama gadis yang di bully.


Merasa Qila sangat lama di toilet akhir nya Riska dan Saci memutuskan untuk melihat Qila.


"Tu bocil lama bener di toilet" ucap Kay yang sudah habis memakan pesanan nya


"Iya gue jadi khawatir deh. Gue susulin aja ya" ucap Riska yang langsung berdiri


"Gue ikut" Saci pergi menyusul Riska


Qila yang berusaha benerin rambut nya yang berantakan sangat kesulitan

__ADS_1


"Emm.. makasih ya uda nolongin aku" ucap gadis itu bernama Nella


Qila hanya bedehem sebagai jawaban dan masih fokus benerin rambut nya. Tak lama Riska dan Saci melihat Qila dan seorang gadis, dan yang membuat terkejut adalah penampilan Qila yang berantakan. Riska dan Saci baerlari menuju tempat Qila dan gadis itu berdiri.


"Qila!!!!!" Teriak mereka


Qila langsung melihat ke arah sumber suara dan ia melihat dua sahabat nya


"Lo kenapa? Ada yg luka gk? Kok bisa berantakan gini sih?" Saci yang baru sampai memegang pundak Qila dan melontarkan banyak pertanyaan


Qila pusing dengan Saci yang banyak tanya


"Qila kamu kenapa?" Tanya Riska dengan nada yang lembut, sambil membantu Qila membenarkan rambut nya


"Maaf kak tadi Qila jumpa sama orang² pembully" ucap Qila


Mendengar hal itu membuat Saci dan Riska menatap ke arah Nella dengan tatapan tajam


Qila yang mengerti arti tatapan mereka berdua langsung menepis pikiran mereka


"Bukan dia yang buat aku jadi gini kak, tapi dia yang di bully dan aku tadi nya mau nolongi eh... malah aku yang jadi gini" ucap nya


Riska menarik tangan Qila dan membawa nya ke kantin di ikuti oleh Saci di belakang nya.


Sesampai di kantin ketiga sahabat Qila terkejut melihat penampikan gadis itu yang jauh dari kata rapi. Baju yang sudah berantakan dan sudut bibir yang terluka membuat para sahabat Qila sangat marah, terutama Micco.


Riska dan Saci duduk di kursi mereka. Qila masih di posisi yang sama berdiri menghadap mereka, dan menunduk. Qila merasa merinding melihat tatapan para sahabat nya, sampai ia tidak berani bersuara.


"Qila kenapa dengan diri mu?" Tanya Zain dengan suara berat


Qila hanya diam dia merasa sahabat nya sangat marah sekarang, walau bukan pada nya.


"Apa Qila tidak bisa bicara?" Kini Kay menimpali pertanyaan Zain


"Qila tadi habis dari toilet liat ada yang di bully, jadi Qila tolongin, eh...mala Qila yang jadi gini" jelas nya singkat.


"Siapa yang bully lo Qila" tanya Saci


"Qila gk tau semua nama nya, yang Qila ingat salah satu dari mereka nama nya Cecil" ucap Qila yang masih tertunduk. Qila menatap ke arah Micco dan terlihat pemuda itu hanya diam dan melihat nya dengan tatapan tajam. Kini Micco beranjak dari tempat duduk nya dan membawa Qila ke UKS. Para sahabat yang lain mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2