
Saat ini Qila telah sadar, dan ia sedang makan malam dan di suapi bunda nya. Micco dan yang lainnya sudah pulang ke rumah masing masing. Andi dan Reza pulang ke rumah untuk membersihkan tubuh mereka, sedangkan Ferdi dan Keanu menghampiri ruang rawat Cecil.
Terlihag Cecil sudah sadar, duduk di ranjang rumah sakit dengan tatapan kosong, Keanu dan Ferdi memutuskan untuk masuk
Cecil tidak ada respon sama sekali, ia sangat terpukul saat mendengar setengah hidup nya sudah tidak ada di dunia ini, dan yang setengah lagi sudah menelantarkan nya, dan pergi bersama pria lain. Kini ia benar benar sendiri.
Keanu menyuruh bik May untuk merawat Cecil.
"Bagaimana keadaan nya bik?" Tanya Keanu
"Tuan, nona Cecil sudah baik, hanya saja tidak ada respon sedikit pun" jelas bik May
Keanu mendekatkatkan diri dan bicara dengan Cecil
"Saya akan mengabulkan permintaan kamu" ucap Keanu yang membuat Cecil merespon
Cecil menatap Keanu dengan tatapan kosong
"Apa tuan akan mengabulkan permintaan saya?" Ucap Cecil memastikan apa yang ia dengar. Keanu hanya menganggukan kepala sebagai jawaban
"Saya akan membiarkan kamu untuk meminta maaf terhadap putri saya secara langsung, dan saya hanya bisa mengabulkan permintaan kamu yang satu ini, untuk yang lain saya tidak bisa" ucap Keanu
Cecil menangis terisak mendengar perkataan Keanu, padahal ia sudah mencelakai Aqila dengan sangat parah, tapi ia masih di izin kan untuk hidup. Padahal saat ia pulang dengan keadaan terluka papah nya langsung ingin membunuh orang yang telah membuat ia seperti itu.
Keanu keluar dari kamar rawat gadis itu. Keanu pergi ke kamar putri nya
"Assalamualaikum sayang..." ucap Keanu dengan lembut
Qila tersenyum manis melihat sang Ayah "waalaikumsalam" jawab Qila dan Vivi
Keanu menghampiri sang putri tercinta dan memeluknya
"Gimana kondisi tubuh mu sayang?" Tanya Keanu dengan lembut
"Qila baik Yah, tapi tubuh Qila gak baik baik aja" jawab Qila "oh ya...Riska sama Saci gimana?" Sambung Qila baru teringat dengan kedua sahabat nya.
"Kami baik Qila" jawab Riska yang kebetulan sudah di sana bersama Saci dan orang tua mereka.
Di waktu yang sama Cecil melihat Qila di depan pintu kamar rawat gadis itu
"Lo gak masuk? Bukan nya lo mau minta maaf sama adek gue?" Ucap Ferdi yang masih nemenin Cecil atas perintah Ayah nya.
"Gue malu sama adek lo, gue takut dia gak maafin gue" ucap Cecil dengan sangat pelan, tapi masih terdengar oleh Ferdi
"Adek gue gak kayak gitu asal lo tulus minta maaf di bakal maafin lo" ucap Ferdi berjalan masuk, diikuti oleh Cecil
Qila melihat kedatangan sang abang bersama Cecil mengerutkan kening nya.
"Gimana keadaan adek abang?" Tanya Ferdi menghampiri Qila dan mengelus pucuk kepala Qila dengan sayang
"Baik bang, gak perlu khawatir, besok Qila juga uda boleh pulang" jelas Qila
__ADS_1
Ferdi tersenyum pada sang adik
Qila beralih melihat Cecil dengan tatapan datar
"Ngapain lo kesini? Kalau mau berantem sama gue entar aja tunggu gue pulih semula baru lanjut lagi" ucap Qila dengan santai
Ferdi yang mendengar begitu menjitak kepala sang adik. Qila meringis kesakitan, Saci melihat hal itu langsung mengdekap leher Ferdi dari belakang dengan sangat kuat
"Lo mau buat adek lo gegar otak hah..." ucap Saci yang sudah geram melihat Ferdi sejak pertama masuk bersama orang yang buat mereka ada di rumah sakit.
Riska berusaha memisahkan mereka
"Sabar Ci, lo mau bunuh bang Ferdi apa gimana weh" ucap Riska
"Lagian dia bikin kesel tau gak" ucap Saci dengan geram
Ferdi batuk² akibat ulah Sac. Mereka terkekeh melihat ulah Saci, dan melihat Ferdi yang terkejut,
"Aqila aku mau minta maaf sama kamu, aku janji setelah ini aku akan pergi jauh, dan tidak akan menampakan diri di depan kalian lagi" ucap Cecil, membuat semua orang langsung melihat ke arah Cecil yang sudah tertunduk.
"Emang lo mau pergi kemana?" Tanya Qila yang masih dengan tatapan datar
"Aku juga gak tau, tapi yang pasti aku akan pergi" ucap Cecil
"Gue gak ngijinin lo pergi karna lo harus tanggung jawab sepenuh nya sama gue" ucap Qila
"Tapi aku....."
Cecil terdiam dan tidak bisa berkata apa pun lagi. Qila melepas infus nya dan berjalan menghampiri Cecil, ia memeluk Cecil dengan lembut
"Gue minta maaf juga sama lo, karna kejadian malam itu Ayah sama Abang gue jadi marah dan buat papah lo, syok berat dan jadi gini" ucap Qila
Cecil menggelengkan kepala nya "ini juga salah aku karna ngadu sama papahdan papah malah mempermalukan kamu, kamu gak salah Aqila, Ayah sama Abang kamu wajar melakukan hal itu" ucap Cecil
Keanu menghampiri kedua nya. Dan mengangkat tubuh mungil Qila
"Sudah cukup, kamu terus membuat ayah khawatir Qila, infus mu belum habis dan kamu main lepas gitu aja?" Ucap Keanu sedikit memarahi Qila. Qila terlihat manyun dan membuat yang ada di sana gemas melihat gadis itu
Keanu menghampiri Cecil memegang bahu gadis itu,
"Setelah ini ikut lah kami pulang, dan tinggal lah bersama dengan kami sampai kau menikah nanti" ucap Keanu dengan lembut Vivian tersenyum melihat Cecil, begitu pun dengan Ferdi dan Qila.
Andi dan Reza juga sudah mengetahui hal tersebut.
Awal nya mereka menentang dan atas pengertian dari Qila dan sang bunda akhirnya mereka menerima nya.
"Dan saat ini aku juga akan mengganti nama mu, nama mu bukan lagi Cecilia Kaendra, melain kan Bunga Cintra Nicolas." Ucap Keanu
Cecil terisak mendengar penuturan Keanu, Vivian mendekat dan memeluk Cecil.
"Sayang kamu jangan nangis lagi, bunda akan menyayangi mu seperti bunda menyayangi yang lain" ucap Vivi
__ADS_1
Mereka semua tersenyum dan dengan senang hati menerima Cecil sebagai keluarga baru mereka.
Pulang ke rumah...
Hari ini Qila dan Citra (Cecil) akan pulang kerumah, setelah 3 hari perawatan di rumah sakit.
"Qila barang kamu tidak ada yang tertinggal lagi?" tanya Vivi yang mengcek satu per satu tas kecil milik Qila
"Tidak bun semua sudah Qila bawak" jawab Qila
"Citra barang kamu sudah semua sayang?" Tanya Vivi beralih pada Citra
Citra tersenyum manis "sudah bun, Citra sudah selesai semua"
Tak lama Keanu dan ketiga putra nya sudah sampai di rumah sakit untuk menjemput mereka bertiga. Reza berlari di koridor rumah sakit, karna tidak sabar ingin bertemu sang kakak.
Brakk....
Pintu terbuka dengan keras membuat ketiga wanita itu terkejut. Reza langsung menghamburkan tubuh nya ke pelukan Qila. Qila bingung dengan tingkah laku adik nya
"Reza kenapa?" Tanya Qila dengan lembut
Reza masih diam, kemudian tak lama ia menangis. Sontak Qila bingung harus apa, ia melonggarkan pelukan nya dan mensejajarkan tinggi badan nya
"Reza kenapa emmm?"
"Reza takut kak, Kemarin Reza mimpi Reza gak jumpa kakak lagi" ucap nya sambil mengelap air mata yang masih bergelinang.
Ya kemarin Reza mimpi bahwa Qila telah tiada, dan ia terbangun dari tidur nya, pergi ke kamar Andi dengan menangis terisak, dan tidak bisa tidur lagi hingga pagi.
Qila mengelus pucuk kepala Reza dengan sayang, dan tersenyum manis pada sang adik.
"Kakak gak akan perna ninggalin kamu, dan setelah tamat nanti kakak juga gak akan pergi keluar negeri seperti bang Ferdi, kakak akan tetap di sini nemenin kamu, ayah, sama bunda" ucap Qila
Reza kembali memeluk Qila, kemudian Ferdi menarik Reza supaya jauh dari Qila
"Uda abang juga mau peluk Qila," ucap Ferdi dengan Reza, Ferdi emang suka mengusili adik laki laki nya kadang hingga Reza sampai nangis, tapi setelah itu Qila akan menghukum Ferdi.
"Apaan si bang, ah elah syirik aja lu, pelukan aja sono sama bang Andi" ucap Reza yang berusaha lepas dari Ferdi
Ferdi menjitak kepala Reza, membuat sang empu kesakita
Qila menghampiri Ferdi dan memukul tangan pria itu
"Lu seneng banget ya jitak kepala orang, kemarin gue yang lu jitak, dan sekarang Reza, noh kepala Bang Andi kalau berani" ucap Qila menunjuk Andi menggunakan dagu nya
"Ye.. kalau abang jitak bang Andi yang ada abang di bunuh sama tu orang" jawab Ferdi yang agak berbisik, tapi masih terdengar oleh Andi
Andi menatap nya dengan tajam hingga membuat yang lain terkekeh melihat tingkah mereka semua.
Kini keluarga Nicolas kembali ke Mansion dengan penuh canda dan tawa.
__ADS_1