
Aqila berangkat sekolah di antar oleh Ayah nya. Sesampai di sekolah ia menyalami keanu
"Belajar yang rajin ya sayang" ucap Keanu mengecup pucuk kepala Aqila. Qila keluar dari mobil dan menuju kelas nya. Sesampai di kelas, terlihat Micco sudah datang, Micco menelungkup kan kepala nya di atas meja yang beralaskan tangan nya.
"Pagi Qila"sapa Riska yang baru saja datang. Jujur Qila sangat terkejut tapi ia berusaha menetralisir mimik wajah nya.
"Pagi" Qila langsung duduk di bangku nya, tetapi Riska menerik lengan Qila untuk duduk di tempat nya dulu
"Kamu duduk di sini dulu ya... kan belum bel masuk"
Aqila hanya berjalan ke tempat duduk Riska.
15 menit mereka berbincang, akan tetapi Aqila banyak diam, ia menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala nya, sesekali juga bicara tapi tidak panjang.
Bel masuk berbunyi....
Qila kembali ke tempat duduk nya, Micco yang tadi nya tidur kini sudah bangun.
Qila dan Micco tidak terlalu banyak bicara. Bahkan hampir tidak perna saling menyapa.
Hari terus berganti, Qila mulai nyaman dekat dengan Riska, tetapi tidak dengan yang lain, Qila juga sudah banyak bicara jika bersama Riska. Qila dan Micco juga sudah sering berbicara karna kerja kelompok teman sebangku.
Kini tiba hari terakhir perjajian Qila dengan Ayah nya. Dan hari ini adalah keputusan Qila, ingin lanjut atau berhenti dan melanjutkan dengan home schooling.
Rumah keluarga Nicolas.....
Qila memasuki ruang kerja sang ayah, dan terlihat Keanu sedang sibuk di tepan laptop nya.
"Sayang kamu ngapain ke sini?" Tanya Keanu, sebab putra putri nya jarang memasuki ruang kerja Keanu.
"Qila mau ngomong sama ayah"
Keanu beranjak dari kursi kerja nya dan duduk si sofa. Qila berjalan dan duduk di depan sang ayah. Keanu menatap lekat wajah putri nya penasaran apa yang ingin putri nya katakan.
"Qila sudah memutuskan yah...."Qila menjeda perkataan nya. Keanu masih setia menunggu kelanjutan perkataan putri nya
__ADS_1
"Qila akan tetap sekolah umum sampai tamat" lanjut nya
Keanu tersenyum dan mengelus pucuk kepala Qila
"Ayah tau kamu pasti akan suka sekolah umum ya kan?"
"Biasa aja tapi......Qila baru sadar kalah dunia luar sangat indah dan memiliki teman yang mengerti satu sama lain juga menyenangkan" jelas Qila sambil tersenyum pada sang ayah
Sungguh Keanu takjub dengan kedewasaan putri nya padahal usia Qila saat ini masih 6 tahun, dan itu adalah usia yang rentan bermain main, tapi Qila ia sudah berpikir sangat jauh. Keanu menerima dengan senang hati keputusan putri nya.
4 bulan kemudian..... hari kelahiran putra keanu....
Kini Vivi sudah di bawa ke rumah sakit untuk persalinan. Keluarga Besar Keanu termasuk orang tua Vivian dan kedua orang tua nya, menunggu dengan raut wajah khawatir. 3 jam mereka menunggu persalinan hingga akhir nya terdengar suara tangisan bayi. Membuat mereka semua menangis bahagia.
"Selamat Qila kau menjadi seorang kakak" ucap Andi yang melihat raut wajah Qila begitu bahagia.
"Qila tidak usah khawatir, perhatian kami sama kamu gk akan berubah kok" kini Ferdi menimpali perkataan Andi
"Qila gk khawatir kok, kalau perhatian kalian kurang juga gk masalah, lagian Qila gk perna minta selalu di perhatikan sama kalain"jawab Qila dengan santai.
Keluarga Keanu melakukan syukuran atas kelahiran putra nya dengan keadaan sehat wal'afiat tanpa ada cacat sedikitpun. Nama putra Keanu adalah Reza Arsy Armansyah Nicolas. Aqila sungguh sangat sangat senang saat di sekolah ia ketemu dengan Riska
"Riska"panggil Qila, mengkode tangan nya untuk menghampiri nya.
Riska berlari kecil menghampiri sahabat nya.
"Kenapa??"
Qila menarik tangan Riska menuju kelas
"Riska kamu tau?....aku udah jadi kakak, adik aku laki laki" ucap Qila dengan wajah bahagia
"Wahhh.....selamat ya Qila aku jadi pengen liat adek kamu deh pasti lucu banget"
Qila tersengum melihatkan gigi putih nya.
__ADS_1
Saat di rumah yang biasa nya Qila menghabiskan waktu hanya untuk membaca buku, kini ia habis kan untuk bersama adik kecil nya. Setengah waktu nya ia habis kan hanya untuk Reza, bahkan saat pulang sekolah ia selalu mencari Reza terlebi dahalu.
6 tahun kemudian....
Reza tumbuh menjadi anak yang ceria, cerdas, dan sangat menyayangi keluarga besar nya, terutama pada sang kakak dan bunda nya. Sifat Reza lebih mendominan ke Qila yaitu hemat bicara, dan lebih banyak bertindak. Tapi jika dengan Aqila dan sang bunda, maka sifat nya akan sangat manja dan banyak bicara. Apalagi pada Qila.
"Kak... Reza boleh tidur sama kakak gk?" Tanya Reza. Qila mengerutkan dahi nya
"Emang kamar kamu kenapa? Kurang besar apa gimana?" Qila bingung dengan adik nya itu. Karna bukan sekali dua kali ia minta tidur di tempat nya.
Reza bingung harus jawab apa, karna emang ia tidak ingin tidur sendiri.
Hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah SMA. Qila sekolah di SMA Nusa Bangsa bersama sahabat² nya.
Sahabat Qila terutama Riska dan Micco mereka betiga sudah dekat dari SD, dan sahabat yang lain ada Zainul Adensyah, Kay Raendra, dan Saci Kamelia mereka bertiga kenal Qila sejak SMP. Mereka berlima sudah sampai di depan gerbang rumah Qila.
Micco langsung mengambil ponsel dan menelpon Qila
"Qila kami udah di bawah, lo udah siap?"
"[Bentar lagi gue turun, gue izin ke bokap dulu]"
Aqila mematikan panggilan secara sepihak. Tak lama Qila keluar bareng dengan Reza dan Ayah nya.
"Yah...Qila pamit ya.." tak lupa sebelum pergi Qila pamitan dengan Ayah nya.
"Kakak gk bareng sama Reza?" Tanya Reza dengan wajah sedih
"Reza arah sekolah kita beda, jadi kalau kakak bareng sama kamu bisa² kakak terlambat, gitu pun dengan ayah yang terlambat ke kantor. Jadi kakak bareng dengan kak Micco" jelas Qila. Reza tidak merespon hanya ada raut sedih di wajah nya. Keanu yang menyadari hal itu mengelus pucuk kepala Reza
"Reza sama ayah aja, entar pulang sekolah kita makan di luar gimana? Hari ini kan bang Andi dan bang Ferdi pulang, gimana? Mau?" Reza melihat ke arah ayah nya dan menganggukkan kepala nya
"Kalian semua hati² di jalan ya, dan Micco kamu jaga Qila dengan baik, kalau ada lecet sedikit aja om gk akan maafin kamu" tegas Keanu
"Aman om Micco bakal jaga Qila dengan baik kok, lagian Qila kan yang paling muda di antara kita, pasti kita jagain" Micco meyakinkan Keanu. Emang mereka berlima sudah mengetahui kalau usia Qila lebih muda dari mereka, tetapi itu tidak membuat mereka menjauh atau pun membully mereka bahkan sangat menyayangi Qila dan selalu melindungi nya. Maka dari itu Keanu mempercayakan putri nya pada mereka.
__ADS_1