
Di UKS Micco dengan telaten mengobati luka di sudut bibir Qila yang terluka karna kuku Cecil yang tak sengaja mengenai nya. Micco hanya diam dan tak memulai percakapan, empat sahabat Qila baru sampai di UKS.
Qila benar benar canggung, dia bingung harus apa
"Kak Micco marah ya sama Qila," ucap nya dengan nada yang pelan, dan itu masih terdengar oleh para sahabat nya.
Mereka semua menatap Qila yang menunduk
"Qila juga gk mau kayak gini, siapa yang tau coba kalau Qila bakal jadi kayak gini" Qila terus membela diri nya, karna menurut nya ia tidak salah.
Qila beranjak dari tempat duduk nya dan pergi, ke lima sahabat nya menatap kepergian Qila
"Zain cari tau siapa Cecil ini, gue bakal bales apa yang uda dia perbuat." Ucap Micco dengan mata yang suda memerah menahan amarah nya.
Zain pergi dari UKS, ia menuju ke ruang CCTV untuk mencari bukti.
Di taman.....
Qila duduk seorang diri, tidak memperdulikan bel masuk, duduk di rerumputan di bawah pohon besar dan rindang, menghadap taman bunga yang sedang bermekaran, di tambah angin sepoi sepoi membuat pikiran dan hati nya tenang dan damai.
Micco dan Kay menyadari jika Qila tidak ada di kelas pun izin keluar pada para OSIS yang sedang memperkenal kan isi sekolah.
Micco dan Kay melihat Qila di taman sekolah, gadis itu duduk bersenderan pohon besar hingga tertidur.
"Cil...bukan nya masuk kelas. Ehhh malah enak² kan tiduran di sini. Mana kagak ngajak gua lagi" ucap Kay duduk di samping Qila
Qila yang mendengar keributan pun membuka mata nya dan melihat dua sahabat nya duduk di samping nya.
"Kenapa gak masuk kelas?" Tanya Micco melihat Qila dari samping
"Bukan nya kalian marah" ucap Qila masih menutup mata nya
Micco dan Kay menaikkan sebelah alis nya menatap gadis kecil di samping mereka
"Siapa yang marah sama lo?" Tanya Kay
"Ya kalian semua yang marah sama gue, heran gue, cuman nolong doang marah gak jelas banget" ucap Qila dengan nada yang sudah tidak enak di dengar, alias bad mood
"Kita gk marah kok sama lo cil. Ya kan Mic?" Ucap Kay
Micco hanya berdehem sembari menganggukkan kepala nya.
__ADS_1
"La terus tadi apaan gue nanyak gk ada yang jawab, terus gue pergi gk ada yang nahan gue" kini Qila benar benar kesal dengan para sahabat nya.
Micco dan Kay tertawa renyah melihat Qila yang sedang merajuk
"Apaan sih, malah ketawa gk jelas banget kalian tau gk" Qila beranjak dari tempat duduk nya dan ingin pergi, namun di hentikan dengan ucapan Micco
"Yakin mau pergi? Gk mau liat pertunjukan?" Qila langsung berhenti dan melihat ke arah Micco dan Kay yang tersenyum aneh
Tak lama Zain datang dan menghampiri mereka bertiga
"Guys. Gue uda dapet siapa itu Cecil" ucap Zain yang langsung duduk besila sambil memangku laptop nya.
Qila sempat melamun dan terkejut melihat Zain yang juga bolos. Zain yang di tatap pun merasa tidak nyaman.
"Cil kalau lo penasaran sini liat, jangan malah liatin gue, jadi gerogi gue lo liatin dari tadi" Qila tersadar dengan ucapan Zain pun menghampiri pemuda itu dan memukul kepala nya.
"Eh buset, sakit ege, lo main tampol kepala gue aja, gimana kalau gagar otak, terus lupa ingatan, terus gue jadi bodoh, terus gue gk bisa ngeheck lagi terus....." ucapan nya terhenti saat Micco memukul bahu nya
"Lebay lo, timbang di tampol doang sampe gegar otak, lupa ingatan segala" ucap Micco yang tidak abis pikir dengan pola pikir Zain
Zain tersenyum pepsoden dan kembali memberi tahu informasi yang baru ia dapat kan. Tak lama datang dua sahabat Qila yang lain yaigu Riska dan Saci.
"Jadi kita bolos rame² ni" ucap Qila yang sejak tadi hanya diam
Qila menatap Kay dengan tajam
"Sejak kapan gue ngajarin kalian bolos? Gue gk nyuru kalian buat ikutin gue" ucap Qila dengan nada yang cukup tinggi, membuat Kay dan Zain yang lagi fokus terkejut
Riska dan Saci berusaha menenangkan Qila
"Sudah Qila, jan marah terus, kita bolos kan mau bales perbuatan orang yang uda buat kamu jadi berantakan gini" ucap Riska mengusap bibir Qila yang pecah membuat gadis itu meringis kesakitan
"Sakit?" Tanya Riska
"Sedikit" jawab nya
Riska tersenyum dan mengelus pucuk kepala Qila.
Micco, Kay, dan Zain sudah mengetahui informasi tentang Cecil dan teman² nya, bahkan mereka mengetahui keberadaan mereka sekarang
"Kalian ikut gk?" Tanya Micco mengarah ke pada tiga gadis itu
__ADS_1
"Ikut lah masak ada pertunjukan bagus gak ikut, rugi besar" ucap Saci penuh semangat
Mereka menuju atap sekolah, karna mereka mendapat kan lokasi Cecil dan teman²nya ada di atap sekolah.
"Gila ini tangan gue sakit banget gegara tu bocah" ucap Cecil yang memegangi tangan nya, yang terlihat membiru
"Yauda, entar pulang sekolah kita antar lo ke rumah sakit dulu ya" ucap Windy salah satu sahabat Cecil.
Mereka asik bercanda tiba tiba pintu terbuka dengan sangat keras membuat mereka terkejut.
Mereka berempat melihat ke arah sumber suara, dan mereka melihat Micco dan teman²nya sedang bersedekap dada menatap tajam ke arah mereka.
"Kalian siapa hah?" Tanya salah satu teman Cecil, (Indah)
"Ada urusah apa lo ke sini?" Kini Cecil bertanya, sesab ia mengetahui jika mereka adalah para murid baru
"Urusan karna lo uda buat teman kita terluka" ucap Kay yang sudah sangat geram
"Hmmh...maksud lo, bocil pendek yang sok jagoan itu? Hahaha tadi dia ngamcem gue, mau matahin tangan gue, kok malah ngadu sih, dasar Cupu lo" mendengar umpatan Cecil membuat Qila sangat marah, ia ingin maju dan membungkam mulut Cecil tapi ia di cegah oleh Riska dan Saci
"Qila gk boleh ke makan emosi, emang kamu mau buat masalah di hari pertama sekolah? Yang ada kita semua bakal kena masalah besar" ucap Riska berusaha menenangkan Qila
"Gue gk peduli, lepasin gue" Qila emang memiliki tubuh kecil tetapi tenaga nya sangat kuat, sampai Riska dan Saci tidak biaa lagi menahan tubuh Qila. Qila maju dan mencengkram pipi Cecil dengan kuat
"Lo bilang gue apa? Cupu? Gk salah denger gue, terus kalau gue cupu lo apa? Yang beraninya nindas orang dengan kroyokan? Ucap Qila
Cecil merintih kesakita sampai sudut bibir nya berdarah karna kuku Qila.
"Lepasin gue" Cecil menahan rasa sakit nya. Melihat Cecil yang di cengkram kuat membuat para sahabat Cecil tidak tinggal diam, mereka menyerang Qila, akan tetapi Qila di lindungi oleh Kay, Micco dan Riska
"Jangan berani lo sakitin Qila" ucap Riska yang benar² sudah marah.
Qila menampar wajah Cecil seperti ia menampar Nella hingga pipi nya membiru, menjambak rambut nya seperti Cecil menjambak rambut Qila tadi. Aksi Qila mebuat para sahabat nya bergidik ngeri.
Selesai meluapkan emosi nya Qila pergi dari atap diikuti para sahabat nya, mereka kembali ke taman.
"Cil lo tadi main gampar aja, gk takut lo sama identitas dia?" Tanya Zain yang masih setia di depan laptop nya
Qila menatap Zain dengan tanda tanya, Zain yang mengerti tatapan nya oun menjelaskan
"Cecil itu anak dari donatur sekolah, dan dia juga putri satu satu nya dari pengusaha terbesar nomor 3, dan kabar nya Cecil selalu di manja sama orang tua nya, dan saat ini lo buat dia babak belur gk takut lo cil?" Jelas Zain
__ADS_1
Qila hanya memutar bola mata nya malas
"Ngapaun gue takut, gue bukan anak manja, yang selalu ngumpet di ketiak bokap, atau pun harta orang tua gue, kalau soal anak kesayangan, gue kesayangan bokap gue, kalau soal pengusaha keluarga gue juga pengusaha, gue gk takut karna gue ngebela yang bener, dan gue cuman bales yang uda di perbuat sama gue." Ucap Qila dengan mantap tanpa ada rasa takut sedikit pun