
1 minggu kemudian
Pagi hari ini tepat pada hari senin anak² keanu akan masuk sekolah termasuk si bungsu.
Saat ini keanu sudah berada di depan gerbang sekolah Aqila. Tampak wajah aqila yang lesu tidak ingin masuk sekolah. Pagi tadi aqila sempat nangis tidak ingin pergi sekolah tapi......
Flasback......
"Gk mau yah.... Qila gk mau sekolah home schooling aja" qila terus berontak tidak ingin pergi sekolah
"Qila sayang kamu kan sudah janji sama ayah dan bunda kalau kamu akan masuk sekolah hari ini"
"Qila berubah pikiran. Pokok nya qila gk mau"
Qila masih di dalam kamar nya dan mengunci diri nya di dalam kamar. Keanu, Vivi, dan kedua abang nya berusaha bujuk Qila akan tetapi hasil nya nihil. Aqila emang keras kepala. Super sabar keanu menghadapi putri nya, akhirnya keanu mendobrak pintu kamar Aqila hingga engsel pintu itu rusak.
Aqila yang masih membaca buku dengan santai di meja belajar nya sangat terkejut dengan kelakuan ayah nya. Tanpa panjang lebar keanu menggendong putri nya seperti mengangkat karung beras.
"Aaaaaaaa ayah Qila gk mau........"
Sampai di bawah Qila di. serahkan pada pengasuh nya di mandikan dan di pakaikan seragam sekolah. Qila menangis sejadi jadi nya karna tidak ada yang menolongnya.
"Qila gak mau.....hiks....hiks....kenapa gk ada yang mau dengerin sih....hiks"
Keanu memeluk putri nya.
"Qila sayang, kalau Qila tidak mau masuk ke sekolah umum, Qila akan sulit untuk berteman dan berinteraksi di depan umum"
"Benar sayang...bukannya Qila sudah janji sama ayah dan bunda? Masa kamu mau narik janji kamu sih" kini vivi juga ikut manasehati putri nya.
"Qila kan janji kalau adik Qila udah lahir..hiks.. jadi sekarang kan gk masuk hitungan" ucap Aqila yang masih setia menghapusi air mata nya.
"Emmm... gimana kita buat perjajian lagi?" Usul Keanu
Vivi ingin menghentikan keanu tapi di cegah oleh nya. Saat membicarakan perjajian Aqila sedikit tertarik dan mulai memperhatikan ayah nya.
__ADS_1
"Gimana kalau Aqila akan masuk sekolah hari ini, kalau selama 1 minggu Aqila tidak betah sekolah umum maka ayah akan menuruti keinginan kamu, untuk tidak sekolah umum. Gimana?" Tanya keanu pada putri nya
"Ayah bener....gk bohongkan?" Tanya Aqila memastikan
"Bener sayang, ayah tidak bohong"
"Oke Qila setuju"
Akhir nya keanu bisa membujuk putri nya yang lumayan keras kepala itu.
Flasback off
Ayah nya membawa Aqila ke ruang kepala sekolah. Ternyata dia sana juga terdapat seorang anak laki laki, yang usia nya di atas aqila. Seperti nya anak tersebut juga anak baru seperti nya. Aqila duduk di luar ruang kepala sekolah sambil menunggu sang ayah keluar.
15 menit kemudian sana ayah keluar. Keanu mensejajarkan tinggi nya dengan putri kecil nya
"Sayang kamu baik² di sekolah ya. Jangan nakal oke" ucap keanu
"Tapi ayah jangan lupa sama perjajian kita " Aqila masih dalam mood nya yang belum baik
Aqila hanya diam dan tidak memperdulikan sang ayah
"Baiklah Qila ayah berangkat, kamu baik² ya." Ucap keanu dan mengelus kepala Aqila dengan sayang "Pak saya titip putri saya" kini keanu beralih kepada kepala sekolah.
Saat ayah aqila sudah pergi ia dan murid baru tadi di antar ke kelas nya, aqila duduk di bangku kelas 4, di usia nya yang masih 6 tahun. Dan keanu meminta tolong pada kepala sekolah untuk merahasiakan usia putri nya.
Saat di depan kelas guru tersebut di beritahukan pada kepala sekolah bahwa ada murid baru.
"Kalian berdua bisa masuk" guru yang di dalam kelas itu mempersilahkan Aqila dan murid satu nya untuk masuk.
"Baiklah perkenalkan diri kalian"
Awal nya Aqila sangat bingun apa yang harus iya katakan tetapi anak laki laki itu memulai perkelan terlebih dahulu
"Shinazugawa Micco, pindahan dari Jepang, pindah ke Indonesia karena mamah saya memilih pulang ke tanah kelahiran nya" Micco dengan gaya cool nya dan terkesan dingin
__ADS_1
Aqila pun memulai memperkenalkan diri nya
"Saya Aqila Anatasya Trinanda Nicolas, saya tidak pindahan dari mana², dan ini pertama kalinya saya sekolah umum" jelas Aqila
"Itu berarti awal nya kamu menjalani home schooling?" Tanya salah satu siswa
Aqila hanya menjawab nya dengan anggukan kepala saja.
Kini Aqila dan Micco di persilahkan duduk di bangku yang masih kosong.
Aqila memilih bangsu sudut paling belakang dan Micco di samping nya
Pelajaran di mulai sungguh sangat bosan bagi Qila, biasanya saat ia merasa bosan maka ia akan membaca buku² tentang bisnis, sejarah dan penemuan lain nya. Micco masih mendengarkan pejelasan sang guru di depan.
"Aqila!!!!!!"
Aqila yang merasa di panggil langsung melihat ke depan dengan ekspresi malas nya.
"Kamu sungguh tidak sopan, saya menerangkan panjang lebar dan kamu malah tidur?, kamu tidak menghargai saya?" Aqila hanya diam dengan ekspresi malas nya, membuat sang guru makin naik pitam
"AQILA KAMU DENGAR SAYA BICARA" sang guru makin manaikkan nada bicara nya. Qila masih santai Micco yang berada di samping Aqila hanya diam dan memperhatikan gadis itu.
"Sekarang kamu maju dan kerjakan soal² yang ada di papan tulis. CEPAT!!!!"
Aqila bedecak "Ck...itu lah kenapa aku benci sekolah umum, bahkan orang tua dan saudara²ku tidak perna membentak ku" gumam Aqila dan itu masih terdengar oleh Micco
Aqila maju kedepan dan mengerjakan soal² yang telah di tulis di papan tulis dengan mudah. Sang guru sangat terkejut tapi ia berusaha menetralisir mimik wajah nya.
"Aku ingat kan pada mu, Aku tidak suka orang lain membentak ku, bahkan kedua orang tua ku dan saudara²ku tidak perna membentakku, dan ini peringatan pertama dan terakhir dari ku, jangan Sesekali membuat ku marah paham!" Sungguh mereka yang mendengar nya sangat takut dengam nada bicara Aqila yang menekankan sang guru untuk tidak membuat masalah dengan nya. Micco hanya tersenyum tipis melihat keberanian gadis kecil yang duduk di samping nya.
Jam istirahat.....
Aqila lapar karna biasa nya jam segini iya sudah makan cemilan bareng guru privat nya. Sungguh Aqila lebih suka belajar privat di mana perhatian sang guru dan juga fokus sang guru hanya pada nya.
Aqila jalan ke toilet sesampai di depan pintu toilet ada rombongan kakak kelas yang menghadang nya. Aqila yang hemat bicara hanya diam dan memperhatikan kakak kelas nya dengan intens.
__ADS_1
"Lo anak baru kelas 4¹ kan?" Tanya Nadia, Nadia juga kelas 4 akan tetapi beda kelas Nadia kelas 4³. Aqila hanya diam dan saat itu juga rambut Aqila di jambak, sampai kuncir rambut nya rusak.