
"Lepaskan kami!"
"Hahahaha!Nikmatilah masa kalian didalam itu. Kalian menjerit sekuat manapun,tiada siapa akan mendengar suara kalian!"
Dua gadis itu pun berlalu pergi meninggalkan sepasang kembar berteriak kesal kepada mereka.
"Tergamak sekali mereka mengunci kita di dalam bilik stor ini!"teriak Rabbita kesal.
Salah seorang dari mereka itu adalah Fina,anak kepada seorang penyihir terhebat dikota tersebut. Ayah Rabbita dan Treelia merupakan sahabat lama ayah Fina dan mereka berharap anak-anak mereka berteman baik.
Fina sangat sombong kerana status ayahnya dan selalu membully dua kembar itu dengan teman-temannya yang kononnya lebih layak berkawan dengannya.
"Kalian berdua cuma anak kota biasa,kalian tidak layak berkawan denganku!"Namun dihadapan om dan ayahnya,aktingnya boleh dikatakan pemenang utama.
Pada hari yang malang itu,Fina berserta teman -temannya mengurung kembar itu di dalam bilik stor lama yang terpencil dan suram.
"Kakak....hari sudah sore,jika kita pulang telat,nanti dimarahin sama kakak. Ibu juga pasti risau."Rabbita menenangkan adiknya yang merintih kedinginan."Tenang aja,pasti ada orang lewat sini nanti"ujarnya walaupun dia tahu stor lama itu sangat jarang dilewati oleh murid-murid sekolah mereka. Tambahin lagi hari sudah hampir malam.
3 jam berlalu//
__ADS_1
Rabbita dan Treelia menggigil kesejukan.Mereka sangat lapar dan sesekali berteriak tetapi dengan suara yang kecil.
Kreekk.....
Pintu stor itu dibuka oleh seorang gadis seperti sebaya mereka memakai mantel berhud,blouse labuh dan celana panjang yang menutupi seluruh tubuhnya dan hanya kepala tidak ditutup.
Rabbita dan Treelia sangat berterima kasih pada gadis itu meskipun mereka sangat penasaran mengapa gadis itu berada di sekolah pada waktu malam.
Gadis itu melirik mereka berdua dengan tatapan yang terlihat dingin dan memberikan mereka jubah kecil untuk menghangatkan diri.
"Terima kasih. Kamu siapa?"Rabbita spontan bertanya kerana penasarannya telah sampai had.
Rabbita dan Treelia kaget dengan apa yang gadis itu bicarakan. "Sampai jumpa dikelas esok."setelah mengatakan itu,gadis itu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua yang masih kaget.
Treelia menampar lembut kakaknya yang masih bengong untuk menyedarkannya. Setelah itu mereka berdua berlari selaju mungkin pulang ke rumah.
20 minit kemudian//
"Hahh...hah..hahh..."keluh mereka kerana berlari selaju mungkin untuk pulang.Mereka melihat dari kejauhan kakak dan ibu mereka sedang berada diluar rumah ingin ke balai polisi.
__ADS_1
"Tunggulah sebentar lagi,nanti mereka pasti pulang."
"Ibu,sebaiknya kita pergi lapor kepada polisi. Hari sudah sangat malam."
Dua wanita itu sedang mununggu kepulangan anak dan adik tercinta.Rabbita dan Treelia terus berlari mandapatkan kakak dan ibu mereka.
"Kakak! Ibu!" teriak mereka berdua dari jauh.
"Kemana saja kalian?Ibu sungguh khawatir."ujar sang ibu lega melihat kedua-dua anaknya telah pulang."Sudah,ayo cepat masuk. Diluar ini dingin."
Kembar itu pun menceritakan apa yang terjadi kepada kakak dan mak mereka. Dari kecil lagi mereka telah dibuli oleh Fina dan hanya kakak dan ibu mereka sahaja yang tahu.Jikalau memberitahu ayah mereka,ayah mereka pasti tidak mempercayainya.
"Anak itu sungguh baik,esok kalian jangan lupa berterima kasih padanya."ucap tante Miya kepada anak kembarnya.
"Baik ibu. Kami tidur duluan ya."ucap mereka langsung ke kamar.
Treelia sudah tidur pulas manakala Rabbita masih penasaran dengan gadis yang mereka jumpa sebentar tadi.
'Gadis itu...apa ahli sihir juga?Dia sepertinya bisa meramal masa depan'
__ADS_1