
Tok ! Tok !
"Iya. Kejap nihh..."
Treelia membuka pintu kerna dia menyangka Snow datang memanggil dia dan kakaknya makan malam.
"Ya...eh?"
Treelia sontak kaget kerna dihadapannya terdapat seorang gadis mirip Snow memakai blouse putih labuh dan berbalut di leher,kedua-dua tangan dan kakinya.Pantas selama ini Snow memakai baju yang bertutup seluruh tubuhnya.
"Ayo makan malam ! Dimana Rabbita?"
Gadis itu masih tersenyum walaupun meliat temannya itu bengong kerna balutan luka di seluruh tubuhnya.
"Ni-ni kau ke Snow? Mengapa hampir seluruh tubuhmu berbalut?"
Snow tidak menjawab sebaliknya menarik tangan Treelia untuk makan malam. Treelia coba melepaskan tangannya dan bertanya lagi.
"Mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?"
Snow sekali lagi diam dan terus berjalan. Treelia mulai kesal dan lantas cubit pipi temannya.
"Owww...oww..oww..!"
"Udah dua pertanyaanku kamu ngak jawab,lebih baik kamu jawab sekarang! Mengapa hampir seluruh tubuhmu berbalut?"
"Erm..anu..ada dua sebab..."
"Aku mau kedua-duanya!"
Treelia mencubit semakin keras untuk mengancam Snow untuk berbicara.
"Awww...kecelakaan berakrobatis...."
"Kecelakaan berakrobatis? Yang keduanya?"
"Aku dipukuli..."
Treelia kaget dan sontak melepaskan cubitannya. Snow pula mengelus pipinya yang sakit dan memerah.
"Gahh?! Beneran?!"
Rabbita muncul tiba-tiba berteriak penasaran. Sebenarnya dari kejauhan dia melihat adik dan Snow tapi ngak mau ikut campur. Dia juga kaget melihat kondisi tubuh Snow yang berbalut. Snow menggangguk perlahan. Rabbita dan Treelia berhenti bertanya tentang itu agar tidak menyinggungnya.
"Ayo cepetan jalan. Nanti dimarahi kerna telat datang."
Snow kembali senyum dan menggandeng tangan kedua-dua temannya.
"Snow,gadis hantu itu kakakmu ya?"
"Tidaklah. Dia itu teman dari seseorang yang memberiku magis. Dia mengikutiku kerna temannya itu tiba-tiba hilang selepas menjumpaiku.Aku tidak tahu selanjutnya kerna dia tidak mau menceritakan padaku. Namanya Angel dan suka berkelahi dengan Xing."
Rabbita dan Treelia hanya diam kerna mereka tidak tahu apa yang patut di tanyai selepasnya.
Mereka telah sampai di tepi meja makan untuk makan malam. Snow segera duduk di sisi seorang laki-laki dan mengambil piring berisi mantou khas untuknya. Dia mulai memakan mantounya sambil melirik ke arah Rabbita dan Treelia yang masih bengong di sisi meja makan.
"Mengapa kalian? Duduklah. Semua ini masakan Xing dan kakak Angel."
Snow terus tersenyum meliat temannya duduk di hadapan Snow dan laki-laki itu.
"Snowww....."
"Iya?"
__ADS_1
"Siapa pria itu?"
Rabbita mengarah jarinya pada seorang laki-laki berambut koko tinggi seperti anak SMP dan di piringnya cuma terdapat daging.Snow juga menatap laki-laki yang berada di sisinya itu.Semua orang menatap laki-laki itu tapi dia sama sekali tidak peduli dan terus memakan daging di piringnya.
"Oh,ini Xing. Versi manusia."
Hewan magis seperti Xing punya banyak kelabihan dan salah satunya ialah bertukar rupa menjadi makhluk lain.
'Sungguh jika berada dalam rumah ini banyak pertanyaan.'
Treelia dan Rabbita berucap di dalam hati . Xing terus memakan dagingnya dan menambah lagi.
"Xing,jangan gitu dong. Mereka berdua ini juga makan daging."
"Baiklah,tuan..."Xing menjawab dengan pasrah. Sayang sekali daging sebanyak itu perlu di bahagi kepada dua teman tuannya ini.
"Enak ngak?" Snow bertanya penasaran tentang masakan Xing dan kak Angel.
"Enak. Sama persis seperti masakan emak kami."
Kak Angel yang berada di samping mereka tadi mendengus iri kerna dia tidak perlu dan tidak bisa makan.
"Kalian cepetin makannya. Satu jam lagi mereka semua akan keluar."
"Baiklah."
'Siapa mereka semua?'
_______________________________________________
Mereka berlima segera keluar seperti menunggu sesuatu.Mereka semua melirik pada lapangan rumput yang gelap kerna hari sudah malam. Malam itu mereka bertiga akan tidur di luar menunggu sesuatu yang sangat di tunggu-tunngu oleh Snow setiap tahun.
Mereka berlima sedang mendirikan tempat tidur kecil seperti khemah namun terbuka di hadapan untuk melihat sesuatu.
"Snow,kau ini penyihir type apa?"
"Penyihir type apa?"
"Ya. Bukan semua penyihir punya type? Seperti penyihir type es,penyihir type api,terus kamu penyihir type apa?"
"Snow bukan penyihir." Kak Angel menjawab selamba sambil meneruskan kerjanya.
"Eh? Snow bilang kalo dia bisa guna magis."
Treelia pula bingung.Snow dan Xing pula cuma diam meneruskan kerja.
"Snow,jelasin pada mereka sana. Aku dan Xing terus kerja di sini."Angle males melayani kanak-kanak.
Snow dan temannya itu pun menjauhi sedikit Angel dan Xing untuk jelasin mereka berdua.
"Aku juga gak tau kalo aku ini penyihir atau bukan. Aku tidak seperti penyihir lainnya walau bisa guna magis. "
"Bagaimana itu?"Rabbita dan Treelia semakin tertarik. Kayak fantasi dalam komik.
"Magisku menguras dua kali lipat tenaga dari magis penyihir lainnya. Magisku juga tidak memerlukan mantera. Aku bisa mengeluarkan magis tanpa berkata apa pun."
Snow mengeluarkan bola api kecil dari tangannya tanpa berkata sebarang mantera. Sungguh itu bukanlah seperti penyihir pada asalnya.
"Magisku tidak hanya boleh keluar elemen,semua benda aku bisa lakukan tapi banyak menguras tenaga."
Kali ni Snow membuat dua permen kapas yang satunya berbentuk kelinci dan satunya berbentuk bunga lalu memberikan pada mereka berdua.
"Wahhh...! Kau keren banget ! Walaupun sedikit aneh dari penyihir normal tapi kau juga tidak lebih buruk." Treelia berteriak kayak bertemu orang paling langka di dunia.
__ADS_1
"Iya ! Enak banget permen kapas iniii...."
"Terus dia cuma di tukarin sama energi,bukan?"
Snow menggangguk kecil.
Rabbita dan Treelia lagi mikir kalo magis Snow mungkin bisa mengubah keseharian mereka.
"Udah,ayo kita kembali kepada kak Angel dan Xing." Mereka bertiga melihat kalo khemah kecilnya udah siap dikerjain oleh kak Angel dan Xing. Namun di dalamnya sangatlah sepi dan kosong. Gimana mau buat parti piyama yang hebat ya kalo begini. Treelia dan Rabbita mendapat idea bernas.
"Snow,ayo tambah hiasan comel dengan magismu!"
Rabbita dan Treelia mendorong Snow untuk menambah sedikit warna - warni pada khemah kecil itu.
"Di sini tambah lampu warna warni!"
"Ayo tambah bantal yang imut!"
"Di atas buat seperti punya corak bintang!"
Snow cuma menurut setiap permintaan temannya itu.
"Mungkin kita harus melarang anak-anak itu menghabisi energi Snow."
"Iya."
Namun mereka berdua tidak menghalangi pun dan membiarkan mereka bertiga berbuat sesuka hati. Akhirnya khemah itu menjadi sangat cantik dengan pelbagai bantal-bantal yang lucu dan comel,lampu-lampu yang berwarna-warni dan corak-corak bertema bintang dan bulan. Melakukan semua itu menghabisi semua energi Snow dan membuatnya kelelahan.
"Cantik banget khemah ini...."
Buk!
Snow tak tertahan lagi dan terus tidur diujung dalam khemah tempat dia duduk tadi. Treelia dan Rabbita tersenyum bersalah menghabiskan semua energi Snow lalu menyelemuti dia.
"Kalian cepat lihat diluar! "
Rupa-rupanya inilah yang mereka tunggu untuk keluar. Ia adalah Kunang-kunang pelangi. Kunang-kunang langka yang cuma bisa ditemui di beberapa tempat sahaja di dunia.
"Woahhh....Kunang-kunang pelangi!"
Sekumpulan kunang-kunang itu menghiasi lapangan rumput yang gelap dengan cahaya yang berwarna-warni.
'Sayang banget Snow,kalo dia gak tidur terus bisa liat pemandangan yang sangat cantik ini.'
Kunang-kunang pelangi cuma muncul setahun sekali. Mereka akan hilang lepas memunculkan diri selama 5 minit. Sungguh pemandangan yang sangat berharga.
5 minit berlalu dan mereka sudah mula menghilang.
"Ok anak-anak,pergi tidur."
"Gak mau!"
"Mengapa? Kalian pengen cerita tidur?"
"Ya! Kami mau dengar cerita masa lalu Snow!"
Xing dan Angel kaget dengan permintaan dua gadis ini. Mereka cuma menanya dengan sindiran gak bermaksud pula memang mau bercerita.
"Mengapa kami harus bercerita pada kalian?"
"Kami cuma mau tahu tentang hidupnya dan menjawab persoalan yang ada di pikiran kami."
Hahahahahaahaha!
__ADS_1
Angel ketawa histeris membuat mereka kaget.
"Baiklah,aku akan bercerita. Sungguh aku suka akan anak-anak yang tangguh."