
Di dalam sebuah hutan yang tenang dengan kicauan burung dan pemandangan matahari terbenam yang sungguh indah diganggu oleh teriakan dua gadis kembar yang sedang menggeser turun ke bawah jurang yang sederhana tinggi bersama teman mereka. Si adik berteriak ketakutan manakala kakaknya berteriak keriangan seolah berada di taman tema.
"Wahhhh! Snow, mana kita pergi ni?!!"
"Hahaha.Tenang aja. Rumahku udah tidak terlalu jauh."
Beberapa minit lalu///
Seperti yang dirancang 2 hari lalu,Snow pengen bawa dua orang temannya itu nginep dan jalan-jalan sekitar rumahnya. Mereka mula memasuki hutan dan berjumpa dengan sebuah jurang. Rabbita mendorong adiknya dan Snow menggeser turun jurang itu. Treelia yang kaget berteriak sekuat hatinya sehingga bawah jurang dan jatuh di atas kakaknya.
"Waduhh,Treelia hentikan teriakanmu. Dan bangun dari belakangku. Kamu berat banget...."
"Rasain kamu kak! Siapa nyuruhmu mendorong aku!" Treelia kesal dengan kakaknya dan tak mau munuruni belakang kakaknya.
"Kalian jangan gitu dong. Kakak beradik seharusnya baik-baik. Cepatin langkah kalian. Rumahku dihadapan sana."
Mereka berjalan terus keluar dari hutan dan melihat lapangan rumput hijau yang luas serta terdapat sungai.Rabbita dan Treelia melirik pula pada sebuah rumah kayu yang indah sederhana kecil dan disisinya terdapat pohon yang sangat besar. Diatas pohon itu terdapat tempat kecil untuk bersantai dan melepak.
"Woahhh....ini rumahmu? Tempat disini indah banget..."
"Iya.Ayo masuk."
Snow lantas membuka pintu yang tidak dikunci itu.
"Aku udah pulang!"
"Maaf mengganggu!"
Rabbita dan Treelia agak kaget kerna tiada siapa menyambut kedatangan mereka.
"Gak usah berkata begitu. Tiada orang lain di dalam rumah ini kecuali kita sekarang."
"Oh,ibu bapa mu keluar ya?"
Tiba-tiba riak muka Snow menjadi sedih dan langsung melirik pada mereka berdua.
"Aku ngak ada ibu bapa."
__ADS_1
Mereka berdua kaget dan mulai merasa bersalah. Mereka juga belum pernah bertanya tentang ibu bapa Snow sebelumnya.
"Anu...maaf kalo udah menyinggungmu..."
"Ngak pa pa kok. Walaupun aku ngak ada ibu bapa, ramai banget merawatku dari kecil. Dia ada di belakang kalian."
Snow tetap tersenyum walaupun kedua-dua temannya udah menggigil ketakutan.Tadi bilang ngak ada orang lain di dalam rumah ini. Kok tiba-tiba ada di belakang mereka berdua? Hantukah?
"Selamat datang....."
"Gahhhh!!!!!"
Akhirnya mereka berdua memaling belakang dan melihat sosok wanita 20 an melayang dan seluruh tubuhnya berwarna putih.
"Hantuuuuuu!!!!"
Riak hantu tersebut juga kaget. Mereka berempat diam sejenak.
"Ka-kalian dapat melihatku?!"
"Kak,tenanglah. Kan aku udah bilang kalo mereka ini bukan orang biasa." Snow pula menenangkan mereka bertiga. Berisik boleh mengganggu keamanan penghuni hutan di tempat itu.
"Snow,roh ini adalah kakakmu?!"
Snow belum sempat menjawab pertanyaan itu kerna percakapannya di potong oleh sosok tikus kecil yang agak aneh.
"Selamat pulang,tuan! Teman-teman tuan ini lucu banget!"
"Makasih ya Xing."
Rabbita dan Treelia semakin kaget kerna Snow bercakap dangan seekor tikus yang agak aneh.(Mereka berdua tidak memahami percakapan Xing)
"Oh ini Xing! Hewan magis kepunyaanku!"
Xing melompat ke atas tangan Treelia dan ingin mengucap salam.
"Cit!Cit!Cit!"
__ADS_1
"Maaf tikus kecil, kami ngak ngerti percakapanmu."
Hantu tadi menjentik kepala Snow.
"Anak payah,mereka tidak bisa memahami percakapan Xing."
"Oh iya! Hewan magis kepunyaanku,berikan teman-temanku keajaiban untuk memahamimu."
Hanya majikan yang bisa memahami hewan magis miliknya kecuali dia mengarahkan hewan magis itu memberi keajaiban memahami pada orang yang dipilihnya.
"Ehem...namaku Xing! Senang bertemu kalian! Kalian udah bisa memahamiku bukan?"
"Iya. Senang bertemu denganmu juga Xing!"
Snow sangat senang melihat teman-temannya mengenali mereka berdua.(Xing dan hantu)
Setelah itu dia berpikir,sepertinya barusan ada soalan yang dia tidak menjawabnya.
'Aku rasa ada soalan yang Treelia menanyaiku barusan. Apa ya?'
Oleh kerana dia tidak ingat,jadi dia lupakan saja mengenai soalan itu.
"Masanya udah hampir tiba. Ayo kalian bersih-bersih diri dan ganti pakaian. Sebentar lagi aku datang jemput kalian apabila mau makan malam."
Snow pantas menarik tangan teman-temannya ke sebuah kamar.Mereka berdua cuma nurut saja perkataan Snow.
"Aku pergi dulu ya."
"Iya."
Snow meninggalkan Rabbita dan Treelia di dalam sebuah kamar yang sederhana besar.Mereka berdua pun bergilir-gilir menggunakan kamar mandi yang ada di ujung kamar itu.
Treelia duduk dia atas kasur kecil di dalam kamar itu sambil menunggu gilirannya nenggunakan kamar mandi.
'Snow tidak menjawab pun soalanku barusan.'
Sebenarnya roh yang dia dan kakaknya liat itu bernama Angel dan dia bukanlah hantu. Dia adalah utusan dewi yang merupakan temannya yang telah tiada di dunianya.
__ADS_1