Gadis Magik Dari Dewi

Gadis Magik Dari Dewi
Kakak pemotret


__ADS_3

"Ini sakit ngak?"


"Oww...oww...owww...."


Ifuru sedang mengoles ubat pada tangan kiri Snow. Kerana kejadian kelmarin,Paman Shi memukulnya dengan sangat berat.


"Tampak seperti patah."Angel coba untuk menakutkan dua anak kecil itu.


"Apa?" Ifuru berteriak kaget mengkhawatirkan Snow.


Ifuru sama seperti Snow,dia dapat mendengar setiap perbualan Angel. Cuma saja jika dia tidak buta,dia pasti boleh melihat Angel seperti Snow yang dapat melihat dan mendengarnya.


"Tenang,aku cuma bercanda."


Angel lantas berkata seperti itu selepas melihat Ifuru yang tidak tentu arah. Ifuru menghela nafas tanda lega. Dia beralih pula pada Snow.


"Snow,tangan mu tampak sangat teruk. Sebaiknya jangan bekerja dahulu."


"Iya aku sedang membaca buku. Tidak apa-apa kan?"


Ifuru menggangguk lega. Dengan kondisi tangan seperti itu,sebaiknya cuma berehat.


"Kamu bisa membaca dengan baikkah?"


Ifuru lantas bertanya penasaran.


"Sebenarnya banyak perkataan yang tidak dapat ku baca. Tapi buku ini lumayan seronok."


Ifuru berasa bersalah seketika mengigatkan setiap luka pada Snow. Dialah yang menggantinya untuk dipukul oleh paman Shi. Snow sedikit pun tidak pernah merampok malahan menolong penduduk kota daripada dari dirampok oleh orang-orang di tempat mereka.Dia juga berkerja kecil untuk membeli makan kepada mereka berdua. Ifuru mungkin tidak boleh hidup sehingga sekarang tanpa anak itu.


"Snow,mengapa kamu tidak merampok seperti anak lainnya? Kamu tidak sengsarakah di pukuli hari-hari?"


Pertanyaan itu membuat Snow kaget. Pertanyaan itu tersangatlah aneh pada anak kecil berumur lingkungan 6 tahun sepertinya.


"Mengapa harus ku memperlakukan perkara


yang salah? Aku lebih rela di pukuli hari-hari dari merampok orang tidak bersalah dan memberi hasilnya pada orang yang tidak amanah."


Benar. Jikalau memberi paman Shi beribu-ribu koin emas pun,dia hanya akan memberi sekurangnya tiga biji mantou kecil. Padahal sepuluh biji mantou yang besar di samakan dengan 1 koin emas.


Ifuru tersenyum puas mendengar jawapan Snow barusan. Dia mengelus lembut pipi temannya itu.


"Snow,aku yakin rupa mu sangat cantik."



"Kak,ngomong apa sih? Kakak jauh lebih cantik dariku." Snow tersenyum geli hati.


"Tolong ! Perampok !"


Mereka berdua mendengar teriakan gadis sedang meminta tolong lantas berlari ke arah suara itu.


"Snow,tanganmu...."


Angel tidak sempat menghentikannya. Mereka berdua sudah hilang dari pandangan. 'Anak itu.....biarin aja deh.' Dia lantas melirik pada buku yang dibaca Snow barusan.

__ADS_1


"Penyihir kecil"


'Eh? Kisah apakah ini?'


_______________________________________________


Snow berlari mengejar perampok manakala Ifuru menolong kakak yang di rampok tadi untuk bangun.


Snow sudah dapat barang yang dirampok tadi. Tapi untuk mendapatkannya tadi,tangannya sedikit sakit kerna bergeser ke tanah. Dia segera kembali kepada Ifuru dan kakak yang di rampok tadi.


"Terima kasih ya,dik."


"Sama-sama kak. Hati-hati ya nanti."


Mereka pun berjalan pergi tapi sempat di tahan oleh kakak tadi.


"Dua orang anak kecil yang menolong dari di rampok,rupanya rumor itu tentang kalian!"


Snow dan Ifuru tidak faham apa yang dikatakan oleh kakak itu. Rumor?


"Apa maksud kakak?"


Ifuru bertanya penasaran manakala Snow sedang mengerang kesakitan tangannya. Kakak tadi itu melihat kondisi tangan Snow dan berkata,


"Luka ini bisa parah. Ayo ketemu nenek kakak."


Kakak itu membawa Ifuru dan Snow ke sebuah toko memotret di kota itu. Ifuru duduk di ruang menunggu manakala kakak tadi membawa Snow berjumpa neneknya di lantai atas.


"Nek,anak ini menolongku dari di rampok dan tangannya nampak terseliuh teruk. Boleh nenek tengokkan?"


Nenek tua itu memanggil Snow lalu melihat kondisi tangannya. Kakak tadi pula turun semula ke lantai satu menghampiri Ifuru.


"Adik,siapa namamu?"


"Namaku Ifuru. Temanku tadi Snow. Kakak membawa kami ke mana ini?"


"Ifuru,ini adalah toko keluarga kakak. Kakak seorang pemotret."


Ifuru meraba-raba ke sekeliling mencari Snow.


"Snow berada di lantai atas. Nenekku sedang melihat kondisi tangannya."


Ifuru menghela nafas lega.


"Apa ada apa-apa yang bolehku berikan untuk kalian sebagai tanda terima kasih?"kakak itu bertanya dengan lembut pada Ifuru.


"Eh? Tadi itu bukanlah hal besar. Snow melakukannya hari-hari."


Kakak tadinya sedikit kaget lalu tersenyum.


"Jadi benar tentang rumor kalian."


"Rumor kami?"


Kakak itu menggangguk kecil.

__ADS_1


"Rumor dari teman-temanku yang dua anak kecil menolong dari di rampok." Ifuru menggangguk faham mendengarkan itu.


________________________________________________


Tangan Snow sedikit membaik selepas di urut dan di oles ubat herba oleh nenek kakak tadi.


Sekarang sudah 2 sore. Sebaiknya dia dan Ifuru pulang ke tempat dia dan Ifuru menghabiskan masa sehari-hari.


"Boleh kalian tunggu sebentar? Aku mau memotret kalian."


Snow dan Ifuru menolak karena takut menyusahkan tapi mereka di paksa lembut oleh kakak tadi. Mereka pun mengiakan saja.


"Senyum!"


Klik!


Selepas itu,mereka berdua di ajak pula makan tengah hari bersama oleh nenek tadi. Kakak tadi pula terus menghilang selepas memotret Snow dan Ifuru.


Ifuru berngobrol bersama-sama nenek itu sambil menikmati makanan yang di sediakan manakala Snow lebih suka berdiam diri seperti kebiasaannya ketika makan.


'Alamak,aku terlupa tentang kak Angel!'


Sudah meninggalnya begitu lama,pasti panjang omelannya nanti. Tapi nenek itu dan Ifuru tidak ada tanda-tanda mau hentikan berngobrol.


Apa saja yang mereka ngobrolkan,Snow sama sekali tidak tahu dan dia tidak mau tau.


_______________________________________________


Sudah 4 jam mereka berdua berada di toko itu. Tibalah masanya untuk mereka berdua pulang.


"Terima kasih udah membaikan tanganku."


"Tidak masalah. Terima kasih juga sudah menemani nenek makan tengah hari. Ada masa datanglah kunjung lagi."


Kakak tadi berlari menuju Snow dan Ifuru lantas memberikan mereka sesuatu. Ianya adalah rantai gambar dengan gambar mereka berdua.


"Aku kasih ini buat kalian. Moga kalian suka."


Kakak tadi memberikan mereka seorang satu rantai itu.


"Terima kasih banyak kak."


"Nama kakak Mayu dan senang bertemu kalian. Nanti datanglah kunjung toko ini lagi ya?"


Ifuru menggangguk-angguk manakala Snow cuma tersenyum sambil berjalan pulang.


_______________________________________________


di tempat kak Angle:-


"Kemana aja sih dua anak itu? Mengejar perampok pun perlu empat jamkah?"


Dia tidak berhenti mengomel kerna dua anak kecil itu meninggalkannya seorang diri.


"Dan....buku ini,dari mana Snow mendapatkannya?" dia melirik pada title buku Snow.

__ADS_1


"Penyihir kecil"


__ADS_2