Gadis Magik Dari Dewi

Gadis Magik Dari Dewi
Pengirim maklumat


__ADS_3

Pagi itu terasa nyaman dan sejuk kerna malam kemarin hujan turun lebat,sungguh menguji orang-orang yang ke sekolah dan berkerja.


"Hoamm...."


Snow berjalan kaki pergi ke sekolah dengan santai. Tanpa dia sedari,dia tertabrak seorang gadis dihadapannya.


"Maafkan aku. Sini aku bantu."


Snow mengulur tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.Setelah itu baru dia sadar dia tertabrak dengan Windra.


"Gak apa-apa. Ternyata kamu Snow."


Beberapa buku milik Windra terjatuh ketika ditabrak tadi. Snow lantas membantu Windra mengutipnya semula dan dia melihat sedikit cover buku itu.


"Sihir-sihir legendaris"


'Nama yang aneh.'


Snow terus membelek cover buku itu tapi dia tidak mau tau apa isinya.


"Oh itu buku yang gw pinjem dari perpustakaan.Mujur ngak pa pa."Windra mengambil lembut buku itu dari tangan Snow.


"Ayo Snow,kita jalan bersama!"Windra lantas senyum mengajak Snow berjalan kembali.


"Ayo."Snow membalas senyumannya lalu berjalan di sisinya.


______________________________________________


"Snow,Windra! Selamat pagi!"


"Selamat pagi Rabbita,Treelia."


Lagi 30 minit pelajaran akan dimulai. Rabbita dan Treelia menarik tangan Snow untuk pergi ke kelas mereka.


"Dadah Windra! Jumpa waktu rehat,ya!"


"Baiklah!"


Dalam kelas>>


"Kalian,Windra itu sama umur dengan kita ya?"

__ADS_1


"Ya.Dia berada dalam kelas 6 - A. Kelasnya dihujung sana."Treelia mengarah jarinya pada kelas yang di cakapkannya.


"Ngomong-ngomong dia orang seperti apa?"


"Dia dulu nurut banget arahan Fina.Tapi sekarang mereka seperti sedang berkelahi.Dia seorang penurut dan baik.Dia membuli kami pun kerna Fina menyuruhnya."


'Ternyata seperti itu.....'


_______________________________________________


Hari-hari berikutnya,mereka selalu meluangkan masa bersama. Seperti makan tengah hari bersama-sama dan selepas pulang sekolah,mereka berempat menyiapkan PR bersama.Oleh kerana mereka dan Windra berlainan kelas,masa untuk mengobrol bersama-sama sangatlah terhad.Rabbita dan Treelia juga penasaran kerana mereka tak diganggu oleh Fina pun belakangan ini.


"Sampai jumpa esok!"


"Iya!"


Snow melihat Rabbita dan Treelia berjalan pulang ke rumah mereka. Dia mau ke toilet untuk membasahi mukanya yang ngantuk dan lelah.Lalu dia mendengar suara Windra seperti sedang mengobrol dengan seseorang.


"Aku sudah melakukan sesuai rencanamu."


"Bagus!Liat aja Snow! Aku akan terus membuat hidupmu dan kembar itu menderita!"


'Jadi benar apa yang aku rasakan selama ini.'


______________________________________________


disini authornya nambah dikit yaa~(ngak termasuk title)


Snow berlari mendapatkan Rabbita dan Treelia di sebuah gubuk kecil ditaman seperti yang dijanjikan. Sebenarnya dia meminta mereka berdua menunggunya disitu kerna mau mengatakan sesuatu.


"Hah...hah..cepat banget kalian..."dia terlupa kembar di hadapannya ini ahli olahraga.


"Biasa aja.Cepetin Snow,aku penasaran apa yang kau mau katakan."


"Lagi dua hari libur minggu kan?"


"Yaa,itu benar"


Mereka berdua bayangin mengapa Snow bertanya seperti itu. Mungkin saja dia mau mengajak mereka berdua berjalan-jalan satu kota. Pasti seru banget!


"Aku belum bilang apa apa pun lagi,kalian berdua telah memikirkan hal aneh."

__ADS_1


"Mana ada!Jalan - jalan satu kota bukan hal aneh."


"Jalan-jalan satu kota?"


"Ahh...gak ada apa apa kok! Ngapain kamu menanya itu? Mau bawa kami jalan-jalan?Kami ngak kisah kemana aja dehh!"


Snow juga kaget dengan kata-kata mereka berdua.'Aku udah bilangkah pada mereka mau bawa jalan-jalan?'


"Aku mau membawa kalian melihat keindahan alam. Lebih seru dari jalan-jalan satu kota.Kita habisin masa dua hari bersama!"


Keindahan alam?Dengar saja udah pikirin tumbuhan hijau dengan pemandangan yang sangat mempersona.


"Nginep aja dirumahku. Setuju?"


"Oke! Kami pulang duluan! Mau minta izin ibu dulu!"


"Oke. Jumpa di sekolah esok!"


Dirumah////


"Ibu! Kami udah pulang!"


Mereka terus mendapatkan ibu tercinta dan menceritakan semua yang terjadi.


"Bisa kan ibu?"


Tante Miya tersenyum riang melihat anak-anaknya yang begitu gembira.


"Bisa aja..tapi dengan satu syarat"


"Apa syaratnya?"


"Ibu juga pengen melihat teman kalian itu. "


Ketiga-tiga beranak itu diam sejenak untuk berpikir. Lalu Treelia mendapat ide yang sangat bernas.


"Begini saja......."


"Woah adik,ide mu lumayan bagus!"


Mereka bertiga menggangguk setuju dengan rancangan itu.

__ADS_1


__ADS_2