
Kira-kira 6 tahun yang lalu,seorang gadis sedang ralik melihat pemandangan matahari terbenam yang indah bersama temannya.
"Kak Ifuru,cantik banget pemandangannya."
"Aku senang mendengar kau gembira,Snow."
Gadis berambut pirang itu tersenyum. Meskipun dia tidak dapat melihat pemandangan yang temannya lihat,mendengarnya gembira juga sudah cukup membuatnya senang.
"Kak,walau kau buta,kau bisa melihatnya di dalam hatimu."
Snow coba menghiburkan gadis berusia dua tahun lebih tua darinya itu yang merupakan satu -satunya temannya pada saat itu.
"Oh iya. Snow,kita berada di mana?"
Dari tadi Snow memberinya alasan mau melihat pemandangan matahari terbenam jadi dia cuma mengikutinya. Sepertinya mereka berdua berada di tempat yang sangat tinggi. Snow memang ahli dalam memanjat dan Ifuru cuma mengikuti ke mana saja dia pergi.
"Itu...kakak jangan berteriak selepas aku mengatakannya ya?"
"Baiklah."
"Kita berada di atas atap rumah seseorang."
"Atas atap rumah? Ini rumah siapa?"
Ifuru tetap tenang kerna sebelum ini pun mereka berdua pernah menaiki atap rumah yang dah lama ditinggalkan untuk melihat pemandangan kota.
"Rumah raja."
"Rumah raja? Yang orang memanggilnya istana itukah?"
"Iya kak."
Ifuru diam sejenak untuk berfikir. Kemudian dia langsung berteriak kaget.
"Kita berada di atas istana?!"
Teriakan Ifuru di dengari oleh semua pengawal istana dan mereka meluru pada Ifuru dan Snow. Sungguh Ifuru tidak percaya mereka berdua berada di atas istana dan menggerak-gerakkan tubuhnya untuk turun dari situ.
"Kak jangan ceroboh begitu ! Nanti bisa jatuh!"
Snow menggandeng tangan Ifuru sementara Angel mengomel padanya.
"Snow,akal sihatmu sudah hilangkah?"
Snow tersenyum. Memang salahnya memilih ke istana untuk melihat matahari terbenam.
__________________disisi lain:
"Yang mulia tuanku!"
"Mengapa ribut ketua pengawal?"
"Ada dua orang anak kecil berada di atas atap istana sekarang!"
Raja kaget dengan perkataan pengawalnya barusan.
"Cepat bawa mereka turun dan menghadapku!"
"Baik tuanku."
__ADS_1
______________________________________________
Snow melihat di bawah banyak pengawal datang dan mereka sedang memikirkan cara untuk membawa dia dan Ifuru turun ke bawah.
"Kak Angle,kalo kami mau jatuh,tolong kami ya."
Angel boleh melayang dan tidak dilihat oleh manusia boleh menolongnya kalo mereka terus tergeser jatuh. Angel merasa kesal tapi tidak boleh menolak permintaan anak itu.
Snow terus menggandeng tangan Ifuru dan turun dari tempat tadi pelan-pelan di ikuti Ifuru.
Semua pengawal bengong dan tertanya bagaimana mereka boleh berada di atas sana dan bolehkah mereka berdua turun?
Kaki Snow tergeser sedikit dan hampir terjatuh bersama Ifuru.
"Gahh!"
Selamat Angel menarik lengan Snow dari jatuh dan menurunkan mereka berdua dengan selamat.
Semua pengawal di situ segera membawa mereka berdua berjumpa dengan raja.
_____________________________________________
Di dalam ruangan yang luas itu terdapat beberapa pengawal di samping Ifuru dan Snow,raja,permaisuri,penasehat kerajaan dan putra Lucas dari keluarga kerajaan itu.
"Snow kita di bawa ke mana?"
"Menghadap raja."
Dua orang anak perempuan yang satunya berusia lebih kurang 6 tahun dan satunya lagi seperti 7 tahun ke atas. Satunya bertubuh kurus dan satunya tidak dapat melihat. Sungguh aneh bila dipikir apa yang mereka berdua lakukan barusan.
"Bagaimana kalian memasuki kawasan istana?"raja tersebut bertanya dengan tegas."Tenanglah. Mereka berdua cuma anak kecil." sang ratu menenangkan suaminya.
"Aku diminta tolong oleh koki di sini untuk membeli sayuran dan membawanya ke sini. Aku membawa kak Ifuru bersamaku kerna dia tidak akan dibuli oleh anak kota jika berseorangan."
"Tidak. Kami adalah teman."
Snow berbicara dengan raja dengan sangat tenang dan teguh.
"Pengawal,tolong pergi pastikan soal koki itu."
"Baik,tuanku!"
_____________________________________________
"Memang benar tuanku! Koki Meng bilang dia berjumpa dengan dua anak ini membantunya menghalang perampok dan menawarkan diri untuk membantu dia membawa barangan ke istana!"
Permaisuri pula ingin bertanya.
"Bagaimana kalian memanjat tembok bangunan istana ini?"
Ifuru pula memberi jawapan pada permaisuri, "Snow memang cukup ahli berakrobatis dan memanjat. Lagi pula kami berdua pernah memanjat rumah-rumah sepi untuk melihat keadaan kota"
"Lalu apa tujuan kalian melakukannya?"
"Aku cuma mau melihat pemandangan matahari terbenam. Bangunan di kota tidak setinggi istana yang sesuai untuk melihatnya."
Cuma anak kecil yang mau melihat pemandangan matahari terbenam. Semua orang di situ sedikit ragu tapi mereka berdua terlihat tidak seperti sedang menipu.
"Hari sudah malam. Suruh beberapa pengawal menghantar mereka berdua pulang."
__ADS_1
Ifuru dan Snow langsung kaget dan menolaknya.
"Tidak perlu. Jika paman Shi melihat para pengawal tuanku,pasti dia akan memukul kami dengan lebih teruk."
"Memukul kalian? Dia bukan keponakan kandung kalian?"putra lucas bertanya dengan berhati-hati.
Snow dan Ifuru langsung menggeleng.
"Perampok yang merampok koki Meng sore tadi itu juga berasal dari tempat kami. Paman Shi berpura-pura merawat anak kecil dan menyuruh mereka untuk merampok dan beri hasil rampokan kepadanya. Siapa yang tidak mendapat hasil rampokan akan dipukul dan tidak diberi makan. Snow sudah menghalang salah seorang dari tempat kami untuk merampok dan ditambah pula kami pulang dengan pegawal tuanku,dia pasti tidak akan melepaskan kami malam ini!"
Semua yang berada di situ kaget mendengar perkataan yang keluar dari bibir Ifuru.
Raja bertanya kembali,"Mengapa pula dia mahu mengapa-apakan kalian selepas dia tahu kalian di hantar pulang oleh pengawal beta? Tidakkah dia seharusnya lebih menghormati kalian?"
Riak muka Snow menjadi serius dan menggeleng tidak setuju.
"Tidak seharusnya kita menghormati orang lain di karenakan oleh status orang lain !"
Snow menatap raja dengan dengan tenang dan teguh pendirian. Semua orang di situ kaget termasuklah Ifuru dan Angel. Tidak sangka pernyataan seperti itu boleh keluar oleh anak kecil berusia lebih kurang 6 tahun.
"Nak,siapa namamu?"
"Namaku Snow."
"Berapa umurmu yang sebenarnya?"
Soalan itu tidak direspons oleh Snow malah Ifuru yang tolong menjawabnya.
"Kira-kira tahun lepas Snow mengalami amnesia dan dia tidak tahu umurnya yang sebenarnya."
Akhirnya raja tersebut setuju untuk membiarkan mereka berdua pulang sendiri dan meminta dayang memberikan mereka jubah untuk menghangatkan badan. Mereka berdua di iringi oleh pengawal yang menghantar mereka sampai diluar kawasan istana. Nama Snow di panggil dari belakang.
"Putra?"
"Mujur aku sempat mengejar kalian."
"Mengapa putra mengejar kami?"
"Aku tertarik dengan kisah kalian. Aku pasti akan menangkap pria keji itu nanti."
Putra Lucas tampak sangat ramah dan umurnya juga cuma sedikit tua dari Ifuru.
Snow menunduk sedikit kepalanya untuk memohon maaf.
"Maafkan aku sudah membuat onar di istana ini! Aku sungguh tidak punya niat lain selain membantu koki kalian dan melihat matahari terbenam!"
"Tidak mengapa.Hulurkan tanganmu."
Snow mengulur tangan kanan dan kirinya yang sedikit berbalut karena dipukuli oleh paman Shi.
"Kalian berdua pasti sudah melalui banyak kesusahan. Kalian berdua juga jauh lebih muda dariku. Aku kasih kalian ini."
Putra Lucas memberikan Snow sekantong emas dan sebotol ubat giok.
"Ini cuma sedikit. Ku harap kalian terima."
Selepas mengatakan itu,Putra Lucas kembali ke dalam istana.
'Huhuhu,apa yang bakal terjadi nanti ya?'
__ADS_1
Angel ketawa melihat tiga orang manusia dihadapannya.
'Nantinya pasti lebih seru.'