
"Apa yang kalian mau tau duluan?"
"Gimana Snow mula-mula ketemu kakak? Kami penasaran banget."
Riak Angle mulai berubah. Sungguh ngak mau ingetin lagi awal-awal dia ketemu sama Snow.
"Hakk! Kalian gak ada tanyaan lain gak sih? Sungguh aku ngak bengong sama waktu kami ketemu."
"Ayo ceritain ajaa"
Angel pasrah berhadapan dengan dua anak kecil di hadapannya.
"Begini.....(Angel memulai bercerita)
Aku sadar yang diriku berada di dunia manusia. Aku berada di tengah kota tempat manusia pada waktu itu sering lewat kesana kesini. Di sisiku terdapat seorang anak gadis kecil berambut putih bertubuh kurus kayak anak usia 5 tahun.
"Hei nak,kau nampak aku tidak?"
Anak itu sama sekali tidak memperdulikanku jadi aku kirain dia tidak bisa melihatku. Cuaca merubah secara tiba-tiba. Awan bertukar gelap dan hujan turun dengan lebat.
"Mizu....."
Anak itu menyebut perkataan itu dengan suara yang sangat kecil sampai hampir tidak dapat didengari. Semua manusia pada waktu itu langsung menghilang untuk berlindung dari hujan yang sangat lebat.
"Apa yang kamu bilang barusan?"
Aku lupa kalo anak itu tidak mendengarkanku.
Cuaca berubah lagi. Kali ini cuaca berubah turun salju. Anak yang berada di sisiku barusan menggigil kesejukan. Aku segera mencari sesuatu yang hangat untuk menyelimuti dia.
"Orang-orang di sini juga tidak melihatku. Seharusnya gak papa kalo ambil sehelai kain ini."
Aku mendekati sebuah toko kain dan mengambil sehelai kain yang agak kecil, sedikit robek dan tampak seperti tidak digunakan lagi. Semasa mengambilnya,aku mendengar beberapa orang di toko itu sedang berngobrol.
"Gak pernah terjadi seperti ini duluan. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat kemudian turun salju!"
"Katamu benar. Hari ini pasti hari sial. Sebaiknya kita tutup saja toko hari ini."
Mereka datang mendekatiku dan kaget kerna melihat kain yang terapung. Beberapa orang di situ berteriak histeris.
"Gahh! Hantu ! Aku udah bilang hari ni sial!"
Mereka tidak dapat melihatku jadi lebih gampang kalo mau merampok kain itu. Tapi sepertinya kalo mau memberikan sesuatu pada seseorang,ngak bisa barang yang di rampok bukan? Di pakaianku punya sebuah botol kecil penyumbuh dari duniaku. Aku ingin menukarnya dengan kain itu namun mereka tak bisa mendengar dan meliatku.
"Gini saja manusia repot."
__ADS_1
Aku mengambil sebatang pena dan kertas yang terdapat tidak jauh dari tempatku mengambil kain itu. Aku meletakkan kain yang barusan aku pegang dan menulis:
"Aku adalah makhluk yang kalian tidak dapat melihatku. Aku punya sebuah obat langka dari tempatku dan mau menukarkannya dengan kain kalian. Obat ini bisa menyembuhkan apa pun dengan sekelip mata. Jika kalian maukannya,bawakan padaku pakaian yang sesuai untuk seorang gadis kecil berumur 5 tahun,selimut dan jubah untuknya mehangatkan badan. Kalo kalian berani menipuku,aku akan pastikan kalian sial sampai mati."
Aku gak ada niat pun mau sialin mereka tapi aku juga takut mereka berani menipuku. Mereka memahami notaku dan membawa barangan yang aku mau.
Mereka meletakkan pakaian itu di atas meja kerna mereka gak tau aku di mana. Aku pun meliat-liat kalo mereka berani menipuku atau tidak.
"Selamat kalian tidak menipuku."
"Kak,kita seperti orang gila menurut pada sesuatu yang kita gak nampak."
"Diam aja kamu kalo ngak mau sial."
Aku memberikan obat yang aku udah janjikan pada mereka dan membawa pergi pakaian,selimut serta jubah yang kuminta pada anak tadi.
Aku meliat dia sangat lemah dan tidur sambil menggigil kesejukan. Aku segera menyelimuti dia agar dia tidak mati kesejukan di situ. Aku duduk di sampingnya dan melirik pada manusia yang lewat di jalan kota itu.
"Jelas-jelas di hadapan mereka ini ada anak kecil sedang kesusahan,malah tiada siapa pun memperdulikannya ! Sungguh manusia ini makhluk yang keterlaluan !"aku mengomel kesal pada manusia yang langsung tidak menghiraukan anak kecil di sisinya.
"Snow......"
Anak itu berkata lagi dengan suara yang lemah dan kecil. Aku sungguh gak ngerti apa yang mau dikatakannya. Kalo saja semua manusia di tempat itu mendengarkanku,aku pasti udah beri mereka omelan terkerenku.
Anak itu seperti mendengar apa yang aku bilang dan tidur dengan tenang. Aku pula ngak berhenti ngomel tentang manusia makhluk tak berperasaan.
3 jam berlalu dan aku sudah berhenti ngomel tentang manusia. Anak tadi juga udah siuman dan melirik ke jubah yang aku titipkan di sisinya.
Tiba-tiba seorang pria aneh datang.
"Nak,di mana orang tuamu?"
"Aku tidak ingat."
Aku menjadi bingung. Anak ini rupanya mengalami amnesia.
"Gimana dengan namamu?"
"Na...namaku Mizukawa Snow."
Mizukawa Snow? Bukankah itu gabungan dua perkataan yang dia sebut sebelum dia tidak sadar?
"Snow,mau ikut paman gak? "
Aku bersorak gembira. Akhirnya ada juga manusia yang baik mau merawat anak itu.
__ADS_1
"Baiklah." dia mengikuti dari belakang pria itu.
Pria itu tersenyum jahat sambil melirik pada anak kecil di belakangnya. Dia sepertinya merencanakan sesuatu. Aku kaget dengan tingkah anehnya dan mencoba memperingatkan anak itu. Tapi semuanya ngak mempan kerna anak itu tidak mendengarkanku.
Aku putusin ikut saja mereka berdua dan menyusul dari belakang. Jalan itu sangat sesak dan membuatku terlanggar beberapa orang dan menyebabkan barangan dari toko sekitar berantakan. Ternyata aku di dunia manusia ini sama sahaja seperti mereka cuma mereka tak dapat melihat dan mendengar omonganku.
Sekali lagi aku membuat barangan toko berantakan dan semua orang berkata tentang sial barang dari toko tiba-tiba berantakan.
"Erghhh....sesak sekali....."aku hampir tertabra seorang pria yang membawa barangan daripada kaca.Tapi tanganku sempat di tarik oleh anak kecil tadi. Mujur dia cepat dan aku tidak tertabrak dengan pria tadi. Jika tidak,ramai orang boleh terluka karenaku.
"Kau-kau bisa melihatku selama ini?"
Anak tadi menggangguk perlahan tanpa menoleh ke arahku sambil terus berjalan mengikuti pria yang aneh tadi.
"Ngomonglah padaku! Mengapa tidak menoleh padaku?" aku sedikit tersinggung kerna dari tadi dia tidak melihatku pun.
Dia segera menoleh padaku dan menunduk sedikit sambil merapatkan kedua-dua tangannya ke depan seperti meminta ampun.
"Terima kasih kerna menolongku barusan! Aku tidak mau menoleh padamu kerna aku tidak mau meliat hantu. Maafkan aku,kakak hantu!"
Aku kaget dan bingung.
"Aku bukan hantu.......T ^ T "
Seterusnya aku terus mengikuti dia sampai ke sekarang.
(Angle menamatkan ceritanya)
______________________________________________
"Pffttt.....dia kirain kakak hantu juga pada awalnya seperti kami..."
Rabbita dan Treelia ketawa keriangan mendengar cerita kak Angle barusan.
"Kak,kami manggilin kak,kakak Angie bisa ngakk..?"
"Serah kalian aja mau manggil apa. Udah , pergi tidur."
"Gak mau ! Ceritanya yang banyak kak!"
Angle berasa kesal menyetujui untuk bercerita. Udah cerita satu kali masih gak mau tidur nih mereka berdua.
Xing malah memberi bertih kepada Rabbita dan Treelia lalu menyokong ide mau cerita lagi. Dia juga mau mendengar kisah-kisah tuannya.
"Pasti seru nih kisahnya tuan !"
__ADS_1